
"Yauda aku ketoilet sebentar" ujarku berdiri
"Perlu kutemani?" Reza menaikan alisnya
Rani mendengus mendengarnya "ck gak perlu" rani pun berjalan meninggalkan reza disana yang terkikik kecil melihat tingkahnya
Setelah memyelasaikan hajadnya di wc kamar mandi. Berjalan didepan cermin wastefel membasuh wajahnya setelah mengikat asal rambutnya yang tergerai
"Aishh lupa bawa tas" ujarnya tepuk jidat karena kelupaannya membawa tas yang berada di meja restoran
Tapi tak masalah walaupun ia tak memakai sedikit makeup ia tetap cantik dengan alaminya
Rani menunduk membasuh wajahnya lagi sampai tak menyadari jika sepasang mata menatapnya tajam dan intimidasi seperti seorang predator menatap mangsanya
Seorang itu pun berjalan mendekati seorang gadis yang sibuk membasuh wajahnya. sampai ia dibelakang sang gadis dengan tatapan yang sangat tak prediksi
Setelah selesai rani mematikan kran air dan mendongak menatap cermin didepannya dan seketika tubuhnya menegang terkejut karena seseorang tepat dibelakang menatapnya tajam. Membuatnya bergidik
"Hik,," jeguknya sakin terkejutnya
Seorang itu pun memeluk pinggangnya dengan tangan sebelah memeluknya sangat erat dan sebelahnya lagi memegang pinggangnya. Membuat rani merasakan hawa panas disekitar pelukan dan pegangan lelaki dibelakangnya
Lalu lelaki itu mendekatkan badannya kearahnya sampai mereka bener-bener menempel bahkan lelaki ini sudah dekat samping wajahnya. Menghembus nafas panasnya ditelinganya dan membuatnya merinding lagi
Menunduk kebawah mencium pundaknya. Memberikan sengatan kecil dipundaknya "Hik,," jeguknya lagi
"Aku sangat merindukan mu honey" suara berat nan serat disamping wajahnya
"Sangat-sangat merindukan mu. sampai rasanya aku ingin membawa dan mengurungmu di mansion, sayang" ujarnya memberikan hembusan nafas di cuping telianganya membuatnya belingsat risih setalah kecupan dipundaknya
"Lepassh,," lirihku menatap kedepan. Bertatapan mata melalui cermin
Serkan membalas tatapan itu dengan tatapan memujanya pada gadisnya diselingi gairah disana
"Seminggu ini aku menahan untuk tidak bertemu denganmu karena aku sangat sibuk diluar negeri. Aku tidak tahan kalau tidak melihat wajah cantik dan bibir ranum yang menggoda itu untuk ku cium. Aiishh, sangat tidak tahan" ujar serkan mencium pundak putih nan mulus itu
"Kau! Sialan! Lepass berengsek!" Berontaknya memukul tangan pada pinggangnya. Mencoba melepaskan diri pada predator dibelakangnya
Bukanya melepas malah pelukan itu mengerat
"Lepas sialan!! Kau mesum gila! Menjauh dariku" teriakku padanya yang mengeratkan pelukannya
"Tidak akan" tekan serkan dikupingnya
"Kubilang lepas serkan! Kau tuli, hah. Brengsek, lepasin gak!" Ujarku memberontak seperti cacing kepanasan mencoba melepaskan diri
Tapi sayang serkan yang tak ingin melepaskan gadisnya yang mencoba melarikan diri darinya tak membiarkannya. Serkan membalikan tubuh gadisnya menghadapnya lalu memeluk pinggangnya dengan kedua tangannya. Merapatkan badan mereka hanya wajah rani yang menjauh dari wajah serkan
Rani membelakan matanya lalu menatap tajam mata serkan yang menatapnya kerinduan disana
Masa bodoh aku tidak peduli
Bisa-bisanya si setan ini membalikan badannya dan merapatkan badannya ke tubuhku, sialan ini!!
"Dan kamu pikir aku akan membiarkanmu lepas lalu pergi berlari ke pelukan lelaki sialan itu" ucap serkan tajam menaikan alisnya
Dari mana dia tau kalau aku bersama reza? Apa dia menguntit ku
"Apa masalah mu hah! Lepas itu bukan urusan mu brengsek" teriakku didepan wajahnya
Serkan tersenyum ah bukan tersenyum seperti halnya tapi seperti menyeringgai membuat rani merinding menatap horor
"Sekali lagi aku katakan serkan. Lepaskan aku. Lepas. Kan. Aku" ujarku menekan setiap kata-kata diujung
"Jangan kamu pikir aku bodoh melepaskanmu, rani. Membiarkan kamu pergi melarikan diri dan menghindar dariku? Heh tidak akan. Jangan berpikir untuk menjauh atau pergi dariku diotak cantikmu, honey. Karena kamu itu milikku. Milik. Seorang. Serkan Praditya. Kamu harus ingat kata-kataku" perkataan serkan membuatnya menggeleng-geleng kepala tercengang atas perkataan serkan yang seenak jidatnya membuatnya seperti ia adalah barang
Rani menatap serkan dingin "aku bukan barang yang bisa kau klaim atas nama mu. Diriku, punya diriku bukan punya orang lain atau punyamu. Kau tak bisa memaksaku menjadi milikmu" ia berhenti memberontak karena percuma ia berontak kalau serkan tidak bisa dihentikan dengan kata-kata, jadi percuma
"Aku pun sama, honey. Aku tidak suka kata penolakan. Mau tak mau kamu adalah milikku, milik seorang serkan. Aku tidak suka pengulangan, honey. Sangat tidak suka. Jadi kalau aku bilang kamu milikku berarti kamu milikku, kamu mengerti"
"Kau egois serkan. Bukan semuanya bisa kau miliki sama halnya denganku, sialan" teriakku tidak tahan menahan kesabaran yang dipendam
Ntah kenapa kalau berhadapan dengan lelaki setan ini membuatnya tak bisa mengendalikan kesabarannya
"Dan kamu pikir aku peduli, hem" serkan mendekatkan wajahnya pada rani
"Kau memang gila serkan! Lepaskan aku!" Rani kembali memberontak menjauh dari serkan yang memajukan wajahnya kearahnya
"Jangan coba-coba serkan" tekan ku menggeleng geleng kepala menghindar ciuman serkan padanya
Serkan yang tidak tahan penolakan gadisnya menghidar darinya. Ia menekan tengkuk leher gadisnya mengarah kearahnya lalu mencium bibir ranum yang didambakan dan dinanti-nantinya seminggu lalu dan sekarang ia mendapatkannya
Bibir gadisnya masi sama membuatnya candu atas bibir yang menggoda dan manis seperti serkan memakan stowberry yang sangat manis
"Mmhhpp- mmhhlep mhpass serkan"
Rani mengatup bibirnya kuat-kuat tak membiarkan serkan menerobos lidahnya kemulutnya, ia tak sudih
Serkan geram karena rani tak mau membuka mulutnya pun menggigit bibir bawah gadisnya sampai berdarah kecil disana
Karena gigitan itu membuat rani memekik spontan dan membuka mulutnya meringis karena gigitan serkan pada bibirnya. Serkan pun cepat memasukan lidahnya mengakses mulut gadisnya. mengemut dan ******* dengan keras menghisap darah yang tertinggal dibibir gadisnya
Bahkan darahnya saja semanis ini
Ah ini sangat nikmat dan manis membuatnya bener-bener candu akan bibir ranum gadisnya
Rani memukul tangan serkan yang berada dilehernya "hemmpp serkan hah hemmhpp lephmmpaass" rani memberontak memukul dada serkan sekuat tenaga perempuannya mencoba lepas dari ciuaman kasar dan gairah yang serkan berikan padanya. Rani tak bisa menahan napasnya yang sudah tersenggal senggal tidak bisa menahannya karena lelaki brengsek didepannya
Mencoba memundurkan kepalanya tapi serkan malah menahan kepalanya mendekat kepadanya
"Hem sangat manis" ujar serkan disela-sela ciuman mereka. Serkan melembutkan ciumannya memberikan sensasi yang sangat nikmat keduannya lalu menjeda ciuman itu membiarkan gadisnya bernafas
Rani meraup semua oksigen disekitarnya dengan keras dengan masi posisi kening mereka menyatu dan menyangga tanggannya pada pundak serkan
"Haaahh heee haaaahh" hembusnya kasar sampai jantungnya naik turun menerima udara sampai ia tenang
Serkan terkikik kecil melihat gadisnya memerah diwajahnya seperti tomat. Serkan menampung wajah gadisnya kearah wajahnya dengan tatapan sayu di mata gadisnya, ia pun terkekeh lucu karena itu
Serkan berpikir ciuman saja gadisnya sudah seperti ini apalagi nanti ia bener-bener memasukinya. Ah aku tidak sabar akan hari itu, batinnya senang sampai kupu-kupu berterbangan diperutnya sakin gelinya perkataannya
Serkan kembali ******* pelan dan mengecup nya lalu mengelus pipi merah rani dengan jari jempolnya dengan lembut. Serkan melepas pangutan itu dan tersenyum menatap gadisnya tapi tidak dengan rani menatap serkan seperti ingin mutilasi seorang dengan sadisnya
***
Maafkan author yang sudah tak uplod dan memberi kabar beberapa bulan kebelakangan. dikarenakan suatu kandala yang tak bisa diujarkan dengan kata-kata😫
tapi insyallah author akan usahakan dan sebisanya untuk uplod ni cerita. sekali lagi author minta maaf untuk para reasdrs ku tersayang🙏
By, Ranimh08