My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 29



WARNING!! TYPO BERTEBARAN


DIMANA-MANA,,,


β™‘β™‘β™‘


Tokk...


Tokk...


Tokk...


mendengar ketukan ia langsung berdiri tegak dari kasur dengan mengerjap ngerjap mata, berwaspada tentunya apalagi dia hanya memakai handuk ( bathrobe) diatas lutut. berjaga jaga jika seseorang diluar tidak langsung membuka pintu


dengan cepat dia berlari ke arah pintu mendekatkan kupingnya untuk mendengar suara dari luar tapi sayang tidak ada suara diluar hanya diam sunyi dipendengarannya


Tok..tok


rani terjengit kaget saat diluar mengetuk pintu lagi, apalagi ketukan itu lumayan keras dan terasa dikupingnya karena memang ketukan itu pas saat kupingnya menempel tadi, dengan sigap ia menggosok kupingnya dengan perasaan dongkol memarahi orang diluar


"iiisss... siapa sih asik ngetuk mulu, kan jadi sakit" ngomelnya cemberut masih menggosok kupinya sampai memerah


Tokk... Tokk...


"iya, iya sabar dong. gak sabar benget sih" ujarnya memutar handle pintu dengan wajah kusut


"loh non kenapa mukanya" ucap mbok bertanya tanya melihat wajah rani cemberut sambil menggosok kupingnya


"tidak apa-apa ko mbok" jawab ia seadanya


"lagian mbok disini ada apa?" lanjutnya tanpa disadari rani jika mbok sudah memperhatikannya dari bawah sampai keatas dengan raut kebingungan pasalnya rani sudah berantakan sekali bukannya kalau sudah mandi bersih dan rapikan? tapi ini lihatlah rambutnya saja sudah berantakan apalagi wajah kusut dan disebelah kupingnya memerah


aku menaikan alis bertanya "ada yang salah mbok?" mbok menggeleng geleng tersenyum geli melihat nonanya saat ini


rani menggaruk kepalanya tidak mengerti. apa yang membuat mbok ijah tersenyum geli melihatnya?, pikirnya bertanya tanya


rani pun mengeleng tidak peduli tapi melihat mbok membawa tas kecil ditangannya ia mulai bertanya "mbok tas itu isinya apa?" mbok melihat arah pandang rani kearah tangannya


"ooh iya mbok lupakan,,, ini loh baju kamu. tadi nyonya kasih ke mbok untuk beri langsung sama kamu. kasian nanti kamu gak berpakaian dan malah kedinginan terus pake beginian" jawab mbok memberikan tas berisi baju didalamnya


"wahh syukurlah" ujarku tersenyum lega sambil mengambil tas dari tangan mbok


"loh opo iki nak?" tanya mbok heran


"gak ko mbok. cuma tadi sih rani pikir, rani gak bakal keluar dari sini" ucapku menggaruk tengkuk yang tak gatal


"kepiye sampeyan ora bisa metu saka ruangan, mung metu, nak" tanya mbok lagi


"hehe soalnya rani bingung mau pake apa mau keluar, kan gk mungkin rani pake bathrobe didepan keluarga Praditya" cengirannya tersenyum malu


"ya gak mungkinlah nak, kan tadi saat didapur nyonya ada bilang sama kamu untuk mandi dikamar tamu dan bakal dibawain baju sesudah kamu mandi tapi kayaknya kelamaan deh mbok ngantarnya sampai kamu semawutan begini" kata mbok terkikik geli


"lupa rani mbok hehe, yauda rani balik ke kamar lagi ya mbok, soalnya nggak enak diliat sama orang nanti rani pake baju beginian" kataku pada mbok dan di dijawab mbok dengan anggukkan kepala "yasuda kamu ganti dulu sana mbok mau balik kedapur mau siap siap makan malam kita" balas mbok berlalu pergi


melihat mbok sudah tidak ada dipandangannya rani menutup pintunya tak lupa untuk mengunci pintu kembali agar saat ia berganti baju tidak ada selewengan orang masuk


rani berjalan kearah kasur dan membuka isi tas berwana coklat tersebut lalu mengeluarkannya dan mendapatkan dress baju hitam bercorak bunga dibawah lutut dan untuk lengannya lumayan panjang hanya sampai ke sikunya saja tidak sampai dipergelangan tangangnya




yaah lumayanlah pilihan momy dewi untuk seleranya yang lebih menyukai baju kaus dan celana yang menurutnya tidak ribet


ia pun melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi sambil membawa baju untuk dipakainya


setelah beberapa menit dikamar mandi berganti baju yang lebih layak, rani berlalu jalan kemeja rias


"astagfirullah,, kaget aku wkwk... pantes tadi mbok tertawa tadi. rupanya karena wujud ku begini" kekehnya tertawa melihat dirinya dipantulan cermin didepannya memperlihatkan rambut nya bagaikan sarang burung siap bertelor


aku pun mengambil sisir untuk merapikan rambut yang berantakan. setelah rapi, aku memberikan beberapa polesan tipis diwajah dan bibir lalu kembali bercermin menampilkan wajah fresh dan cantik alami di cermin dan itu membuatku cukup puas karena wajahku tidak perlu make up berlebihan hanya seadanya saja sudah cukup untuk diriku yang suka sederhana


sudah puas bercermin ia pun berjalan melangkahkan kaki keluar dari kamar untuk menemui keluarga Praditya


rani yang sudah keluar dari kamar celengak celinguk memperhatikan keseluruhan


"wow emang rumah momy dewi the best deh" kagum ku terpesona, memang tadi saat pertama jalan berdua bersama mbok melewati lorong ini ia tidak terlalu memperhatikan sekitar dan sekarang ia memperhatikannya begitu indah tataan dan dekor disetiap sudut penjuru lorong panjang yang ia langkahi


"aku yakin banget, pasti arsitek disini mahal banget disewa deh" kataku berjalan ditengah tengah lorong sendirian dengan rasa terpesona dengan rumah ini


sampai di perbelokan lorong rani berjalan lagi kearah ruang tamu dan tidak menemukan siapa pun disitu,


"loh ko gk ada sih orang disini? yang lain kemana ini. apa masi dikamar kah?" aku pergi kedapur untuk menemui mbok. mana tau mbok ada disitu, pikirku


dan betul saja mbok ijah baru saja datang dari arah belakang pintu dapur "mbok ijah" panggil ku mendekatinya


mbok ijah menoleh saat ada memanggilnya


"uda siap ganti baju nak ran" aku mengangguk kepala mengiyakan "mbok dari mana tadi?" tanya ku memperhatikan mbok


"mbok dari taman belakang nak ran" jawab mbok membersihkan tangannya di wastafel dan tak melupakan memakai sabun cair ditanganya


"ngapain mbok kesana? ohya yang lain kemana mbok?" ujarku melihat ke kanan dan kekiri


"tadi mbok habis buang sampah kalo orang orang rumah sepertinya masih dikamar deh nak. mungkin membersihkan diri kali, soalnya kan bentar lagi mau makan malam tuh" sahut mbok mengambil teko tempat air minum kemudian mengisi nya penuh mungkin untuk makan malam mereka nanti


"reyhan sudah bangun tidak ya mbok"


mbok berfikir sejenak "mmhh,,, sepertinya belum nak ran. coba deh nak ran cek tuan muda reyhan dikamarnya"


"boleh juga" sahutku tersenyum dan dibalas oleh mbok juga


"terus kamar reyhan berada dimana mbok?" tanya ku melihat kebelakang dan menoleh kedepan lagi


"kamar taun muda reyhan dilantai dua nak ran, pintunya warna putih ntar ada papan nama tuan muda bertenger ditengah tengah" jawab mbok menjelaskannya


"oke mbok makasih yah" jawabku dibalas anggukan mbok


aku pun pergi keluar dapur menuju tangga yang menjulang keatas menaikin satu persatu anak tangga yang tak terhitung berapa anak tangga yang sudah ia lewati


sesudah sampai menaiki tangga rani mencari pintu yang berwarna putih tapi sayang disini banyak rintangannya lagi


apa lagi kalo bukan lorong!! dan parahnya lorong didepannya ada dua pas disebelah kanan kirinya dan sekarang ia dilanda kebingungan harus memilih kanan atau kiri


"uwaaaahhh mau cari kamar reyhan aja sesusah ini, kayak berjalan dilabirin" ucapku meringis sedih sisertai kebingungnya


***


ayo bantuin Rani nentuin dimana yang harus ia pilih, kanan atau kiri?


kalian pilih mana? jangan sampai salah arahπŸ˜‚


BTW jangan lupa


LIKE βœ”


KOMEN βœ”


VOTE βœ”


FOLLOW βœ”


karena semua dari itu author sangat membutuhkannya jadi jika kalian berbaik hati mau memberikan jempol kalian author akan sangat senang karena mendapatkan pendukung MPD dari kalian πŸ™


by,raniimh08