
Rani menggeleng sambil tersenyum kecil "tidak apaapa momy"
Dewi mendelik ke arah kemal, kemal pun menghembus nafasnya saat istrinya tercintanya yang sudah seperti singa betina yang kelaparan untuk siap memakan mangsanya
"Mari duduk dulu nak" suruh kemal pada rani serta yang lain jika kalian bertanya sedari tadi serkan hanya duduk dan diam menyaksikan keluarganya dan gadis manisnya
Rani mengangguk kepala "baik mr"
"No no itu tidak adil" ujar kemal setelah mereka duduk
"Emm maaf" jawabnya sedikit bersalah
"Tidak perlu meminta maaf. Kamu tidak salah, hanya saja saya tidak terima jika kamu memanggil saya dengan sebutan Mr"
Rani menggaruk kepalanya tidak gatal karena kebingungan yang melandanya "eemm... trus saya harus manggil apa Om" ujarnya polos
Mendengar panggilan rani dengan kata 'OM' mereka tercengang
Rani menatap mereka dengan bingung. apa salah lagi aku memanggil nya, batinya frustasi
"Ekhem" serkan berdehem untuk memacahkan keterdiaman orang didepannya dan malah mereka menatap serkan sekarang
"Ada apa?" Tanya serkan tampang bodoh nya
"Nak, kamu tidak salah memanggilkan?" Kemal bertanya menaikan alisnya
"Tidak om" rani menggeleng
"Sayang kamu tidak perlu memanggil pak tua ini dengan Om, oke" timpal dewi
Rani menoleh "terus saya harus manggil apa mom?"
"Tentu saja kamu memanggil saya itu dady seperti kamu menyebut istri saya" ujar kemal memandangnya serius
"Haaa" sautnya kaget
Hey yang bener saja!! Aku harus memanggil Mr. Prditya daddy, oh my gosh ketiban apa gua ya Allah
"Apa ada yang salah?" Tanya kemal menaikan alisnya
"Ha..ha..ha gak ada Tu- dad" ucapnya tertawa sumbang sambil menggeleng kepalanya
Mendengar itu dewi kegirangan bahkan meloncat loncat kecil ditempat duduknya sambil menepuk tangan sakin senangnya "Kalau begitu menantu momy- ah maksudnya, ran harus makan malam disini" ujar dewi
"Ta- tapi mom ran itu..." ucap nya terbata bata karena belum menyetujui usul dewi yang mengajak nya makan malam dengan keluarga besar Praditya, bayangkan saja itu tidak ada di pikiran nya untuk momen ini tidak sama sekali
"Sssttt... kamu duduk diam manis disini saja biar momy dan mbok yang akan memasak, melihat waktu yang sebentar lagi akan malam... duuh momy akan masak banyak plus enak buat kamu" balas dewi tersenyum lebar dan berdiri melangkah kan kakinya ke dapur meninggalkan tiga orang disana yang memandang dewi dengan ekspresi yang berbeda beda
Melihat itu semua rani menampilkan wajah yang tidak bisa dipridiksi antara bingung dan terpaksa, tidak tidak maksudnya itu. dia, tidak sepenuhnya terpaksa hanya saja di keluarga mereka ini membuat nya ada rasa risih dihati nya walaupun dia sangat menyukai reyhan yang sudah ia anggap anak nya sendiri tapi tidak begini juga untuk memperlakukan dirinya seperti orang yang spesial padahal dia hanyalah orang yang baru datang dan itu pun karena insiden kecil
Serkan melihat perubahan raut rani. Ntahlah, serkan berpikir setiap perempuan akan senang diperlakukan seperti ini dikelurganya disambut dengan tangan lebar dan diterima, tapi kenapa tidak dengan gadis nya?
Karena rani masi dengan keterbingungan nya sampai ia tidak menyadari jika serkan sudah ada dihadapan wajahnya hanya beberapa senti saja kalau tidak hidung mereka akan bersentuhan walau serkan ingin sekali melakukan itu
Dengan tidak sabaran nya serkan menganggu lamunan rani "ada apa?" Tanya serkan
Astagfirullah... kenape ni muka tembok ko deket banget ama muka gua
Dasar cabul cari kesempatan dalam kesempitan, batinnya mengomel
Dan itu berefek membuat rani dengan wajah bodohnya "tidak apa apa" jawab nya mengeleng geleng kepala mencoba menyadarkan dirinya lagi
Kalau boleh jujur ni duda emang ganteng tapi sayang wajahnya gak memasuki tipe rani, lihat saja mukanya datar kayak papan cuci nya mbok dirumah, apa lagi tuh ngomong pada irit banget. lagian juga rani tidak menyukai nya
"Saya tau kamu tidak menyukai kelakuan keluarga saya yang seenak nya terhadap kamu tapi saya tidak peduli karena saya juga mengingin kan nya" ujar serkan masi dengan posisi nya
Rani mengerutkan dahinya heran "mengingikan?" Sautnya
Serkan mengganguk kecil "iya, menginginkan saya" balasnya mengedipkan matanya
"Haa..." beo nya tanpa sadar. Apa aku tidak salah dengar dengan ucapan Tuan Praditya yang berkata aku mengingikan nya? Yang benar saja aku masi menyukai pria remaja yang masi perjaka apalagi ia juga di bilang virgin yang menjaga kehormatan nya masa ia dapat laki yang tidak sama sepertinya, kan rugi bandar dirinya
"Hah.ha.haaha anda sangat pintar dalam membual dan saya sangat takjub mendengarnya" ujarnya tertawa terpaksa sambil mendorong dada itu menjauh dari nya kalau bisa sampai diujung sofa yang didudukinya tapi pria ini sangat licik sekali
Serkan menaikan alisnya dan menerima dorongan tangan kecil untuk menjaga jarak dengan gadisnya, ia pun memberi jarak tersebut
"Kenapa? Apa kau tidak menyukai ku? Semua perempuan menginginkan posisi mu kalo kamu tau" sombongnya dengan wajah angkuh nya itu
Rani menggeserkan tubuhnya kesamping dan menampilkan wajah yang sedatar mungkin
Dia menyamainya dengan ciwi ciwi diluaran sana! Kalau pun tuh perempuan yang mau diposisinya dia senang hati akan memberinya
"Maaf saya bukan perempuan sana yang anda ujarkan" sautnya dingin dan memandang serkan tajam
Malahan dalam padangan serkan wajah gadis nya saat ini sangat mengemaskan dan bergairah. Lihat ia sangat tau jika rani sangat marah dengan ucapan nya. terlihat dengan wajah yang memerah dan tatapan dingin nya itu dan itu membuat plus untuk gadis imut nya
Cckk... ingin sekali ia ******* bibir merekah nan merah alami itu, marasakan bagaimana kelembutan dan rasa nya, pasti rasanya sangat manis, haiis aku bener bener gila akan membayangkan itu semua
Serkan tersenyum ah tidak tepatnya seperti tersenyum miring dan menajamkan matanya pada kedua mata indah yang juga menatapnya
"Aku tau kamu akan berbeda dengan perempuan diluaran sana, dan aku sangat menyukai itu" katanya mendekatkan tubuh lebih mendekat dan jangan lupakan wajahnya yang hampir mendekat kewajah gadisnya. Apa kalian pikir tangan nya akan diam saja tentu saja tidak, ia mengarahkan tangan nya menyentuh untaian rambut yang jatuh bagaikan sutra sangat harum dan lembut
Rani terpesona saat tatapan mata hitam legam menatapnya seperti misterius didalam sana dan kembali sadar akan posisi mereka sekarang, seketika rani menegakan badan nya lalu berdiri dan berucap sangat terbata bata karena kegugupan yang dilanda nya
"Saya akan kedapur membantu momy dan mbok. Tidak enak jika saya tidak andil dalam nya, saya permisi dady and pak serkan" ucapnya berlalu meninggalkan mereka berdua
***
Mohon dibaca!!
*Maaf atas keterlambatan update karena author juga membutuhkan uang nyata dalam hidup pribadi karena kesibukan bekerja terus author jadi susah untuk membagikan waktu untuk mengetik cerita ini, secara arfiah sepulang kerja author langsung lengket dengan kasur bahkan untuk memegang handphone hanya untuk hal hal yang pribadi seperti washap.
Author ada terbesit dipikiran karena sudah lebih fokus sama pekerjaan dikehidupan nyata dari pada kehidupan maia, author mau hiatus cerita ini tapi karena juga ingin menamatkan cerita ini mohon bersabar kalau updatenya sangat lama
Saya juga meminta maaf karena tidak sesuai dengan perkataan saya yang update seminggu 2 kali itu saya juga tidak meyakinkan jadi kalau para readrs ingin pindah ke lapak lain tidak apa apa karena saya juga tidak memaksa untuk membaca cerita saya🤗 saya cukup menghargai yang masi mau membaca cerita yang gak jelas kapan update nya😅
Sekali lagi saya mohon maaf sebesar besarnya🙏
Dan satu lagi saya juga telat mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Lahir dan Batin*
By.mh08