My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 31



Rumah besar keluarga Rumengan...


Radit melangkah masuk kehalaman rumah menyapa pekerja rumah dengan senyuman khasnya


"Assammualaikum mamake,, ayah,, adek abngg,,, abng comingg!!" Teriak radit membahana setelah masuk pintu besar utama


"Apaansih teriak teriak dit bising tau" marah mama melempar buku majalah kearah radit tepat pada kepalanya, untung saja buku majalah mamanya tidak setebal yang pernah rani lempar padanya yang berakibat satu tanduk dikeningnya, emang miris dah punya emak sama adek punya hobi lempar barang


"Aelah mah bukanya disambut gitu dengan senyuman malah dilempar buku, lihat ni jendol ni jidat mam" ujarnya merajuk lalu duduk disebalah mamanya yang memandangnya sinis


"Rasain! Siapa suruh teriak teriak gak jelas coba dalem rumah emang ni rumah hutan apa" delik mama memukul paha radit


Plak...


"Aduuh ma ini sakit tau, tega bener sama anak sendiri" ringis radit mengelus pahanya


"Idih gitu aja cemen, uda ah sana mandi. Kamu bau banget" usir mama sambil menutup hidungnya


"Hiks sedih banget gua dah kayaknya baru datang uda diginiin sama emak gua sendiri" ujar radit dengan raut sedih sesedih mungkin


Mama memutar matanya jengah "pigi gak! Kalo enggak mama lempar pake balok ya" ancem mama pada radit dan sang empu yang di ancem langsung lari terbirit birit


"Ya allah punya dosa apa gue punya emak kayak gituan" radit mengelus dadanya merilekskan jantungnya


"Loh radit kenapa?" Tanya seseorang didepannya menatapnya bingung


Radit menoleh melihat ayahnya membawa kopi ditangannya "ah itu radit abis jumpa beruang" jawab radit sekena


"Beruang? Dimana?" Tanya ayah penasaran


"Ntuh yah di ruangan keluarga, suer dah yah galak banget pokoknya" ujar radit menunjuk keruangan keluarga dan diikuti oleh ayahnya saat radit menunjuk kedepan


"Kamu bilangin mama kamu beruang?" Dengan polosnya radit mengangguk kepala mengiyakan


Plak...


"Aduuh yah, ko digeplak sih pala radit " ringis radit setelah ayah memukul kepala radit menggunakan koran ditangannya


Sudah lengkap sekarang penderitaannya, hahaha. Emak gua suka lempar buku bahkan adek imut gue juga ikutan acara lempar buku dan sekarang bapak gue pukul pala anaknya pake koran, ntar apa lagi? Yang dipukul ama dilempar? Rumah apa mobil?


"Enak aja bilang istri ayah beruang! Udah udah sana pergi sebelum ayah bilang sama mama kamu udah bilang beruang ya"


"Eh eh pa radit bercanda doang elah. Yaudalah radit mau keatas dulu bersih bersih" ucapnya melenggang pergi meninggalkan ayahnya yang menatap putranya geleng geleng kepala


^^^


Dilain sisi diruangan yang hanya menyisakan dua manusia masih terpaku akan perbuatan seorang pria yang tiba tiba menariknya sampai berada diatas pangkuan lelaki itu, siapa lagi kalau bukan serkan sang empuh yang membuat masalah tersebut


Rani mencoba meronta ronta dari pangkuan serkan tapi serkan yang tidak ingin gadisnya lepas begitu saja langsung memeluk pinggang itu erat dan menariknya lebih dekat padanya dan memaksakan kedua kaki rani untuk bersebelahan dan membuat tubuh gadisnya dan tubuhnya menempel sempurna karena pelukan kuat dan lembut yang ia berikan pada gadisnya agar tidak menyakiti gadisnya secara langsung



"Ssttt sayang jangan banyak bergerak, oke. Kalau tidak kau akan membangunkannya" ujar serkan dengan suara serak karena menahan gairah yang sudah ingin dilepasnya serkan memandang rani teduh akan tersiksanya menahan nafsu yang sudah ia tahan beberapa tahun lalu dan sekarang libidonya ingin meminta lebih tapi serkan tidak akan melakukan itu karena ia tau jika ia akan melakukan hubungan intim yang ia dambakan kepada rani dan malah membuat gadisnya akan membencinya dan serkan tidak ingin hal itu terjadi


Sungguh tubuh gadisnya membuatnya candu. Keharuman tubuhnya yang membuatnya tergila gila saat mencium kuat harum dari tubuh gadisnya. Serkan merengkuh rani menggunakan tangannya untuk memeluknya merasakan bagaimana rampingnya dan mungilnya gadisnya ini, bahkan serkan bisa melihat putih mulus tanpa noda pada paha gadisnya karena dress yang tersingkap keatas memperlihatkan bagaimana lembutnya itu yang memanggilnya untuk selalu memanjakannya


Mendengar tuturan serkan yang tersirat menahan sesuatu membuat tubuhnya menegang seketika, ia sangat tahu apa yang dimaksud serkan sekarang


Akhhggg... dasar pria brengsek!! Mesum! Pria gila enyah kau dineraka jika itu terjadi, batinnya teriak gelisah


"Ser-serkan tu-turunkan a a-ku sekarang" pinta rani mencicit kecil yang masih didengar oleh serkan dan dibalas gelengan serkan


"Bernafaslah, sweety. Kau tidak ingin mati konyol karena menahan nafas bukan. Rileks oke,,, kau tidak ingin sesuatu hal terjadi kan, sweety" ujar serkan menenangkan seorang beruang ganas dipangkuannya melalui elusan kecil tak berarturan dipunggung gadisnya


"Lepaskan aku serkan! Aku ingin pulang, aku mau pulang!! Kau memperlakukan ku seperti aku seorang wanita murahan dengan gampangnya kau menarik ku kesana kesini!!" Marahnya yang sudah tidak bisa ia tahan bahkan ia sudah ingin melihat bagaimana sudah kondisinya behadapan dengan serkan


Dres yang ia pakai pun tersingkap keatas memperlihatkan paha putihnya. Ia benci dengan posisi ia sekarang seperti kelinci ketakutan dan hanya pasrah dibawah naungan seorang serigala yang kapan saja akan melahapnya hidup hidup tapi untung saja serkan belum menciumnya


Serkan terkejut setelah rani berkata seperti itu. Serkan tidak pernah berpikir sekalipun yang rani pikirkan tentang dirinya sendiri sedikit pun itu serkan tidak pernah berpikir kalau gadisnya wanita murahan


Dengan tajam nan dingin serkan menatap rani "sekali kau berkata seperti itu, sweety. Aku tidak akan mengampunimu" tekan serkan membuat buluk rani langsung merinding bagaimana tidak aura yang serkan beri padanya membuat ia takut


Dengan cepat serkan menarik tengkuk rani melahap rakus bibir merona merekah yang sudah lama ia dambakan sejak pertama bertemu


Rani memberontak bahkan memukul dada bidang serkan dengan sekuat tenaga agar serkan melepas ciuman mereka atas serangan tiba tiba yang dilakukan serkan padanya. Bersengsek kau serkan kau mengambil first kiss ku


Serkan ******* bibir rani dengan nafsu membara karena marah atas perkataan rani barusan ia ******* tanpa ampun. Serkan memaksa rani untuk membuka mulutnya tapi rani menahan bibirnya kuat agar serkan tidak bisa menerobos masuk kemulutnya dengan mengeleng geleng kepala membuat serkan geram dan menahan kepala rani tepat diwajahnya rani yang tidak bisa berkutik lagi karena kedua tangan serkan sudah menahan kepalanya


Rani yang masih tidak ingin membuka mulutnya membuat serkan terpaksa menggigit bibir bawah rani sedikit keras membuat sang empu membuka mulut sepontan karena gigitan serkan sampai membuat bibirnya berdarah karena tak ingin kehilangan kesempatan serkan langsung mengekpost deretan gigi berada dimulut rani dan menyesap bibir bawah yang terluka karenanya, ia kembali menciumnya dengan lembut bahkan sangat lembut untuk diakhirnya


"Lll-lep-pass ummm..." ujar rani berontak memukul dada serkan untuk memberinya oksigen. dengan terpaksa pun serkan melepaskan pangutannya dengan berat hati untuk memberi gadisnya luang untuk bernafas


Setelah pangutan dilepas oleh serkan yang enggan untuk melepasnya. rani langsung menghirup oksigen disekitarnya dengan cepat. Tubuhnya merasa lemas yang hanya bisa bertumpuh kepala dibahu serkan karena sudah banyak tenaga terkuras dibuat serkan padanya


Serkan tidak menyangka semanis itu bibir gadisnya, seperti ia memakan buah strowberry yang sangat manis, batinnya tersenyum lebar seperti orang gila sekarang karena bayangan yang cuma mimpi ia bayangkan sekarang bisa ia wujudtin


***


JANGAN LUPA


LIKE ✔


KOMEN ✔


VOTE ✔


FOLLOW ✔


TERIMAKASIH🙏


by.rmh08