My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 36



Pov Rani


Aku mendorong kuat serkan dan menjauh darinya setelah ciuman gila yang diberikan serkan padaku


Huaa bibirku nyutnyutan, sakit lagi hikss huaaa momy bibir anakmu bener-bener sudah tidak perawan lagi. Mati saja kau setan es kutub bajingan, batinku mengumpat menatapnya tajam


Ntahlah berapa banyak julukan ia berikan pada serkan setan mesum bajingan ini


Dan liat sekarang dia malah tertawa, sudah kubilang dia memang sudah gila


"Hahaha cukup, honey. Jangan membuat aku tertawa lagi karena tatapanmu hem" ujar serkan terkikik geli


Aku menaikan alis bingung


"Kamu tau tatapanmu itu bukan membuat aku takut, sayang. Tapi tatapan mu itu membuatku sangat ingin menerkammu sakin menggemasnya. Mau ku cium lagi, honey?" Perkataannya emang selalu vulgar begitu yah?


"Gila" gumamku melihatnya


"Aku gila karenamu, honey" ucapnya mulai berjalan mendekat kearahnya


"Stop! Selangkah kau mendekat kau akan kubunuh" ujarku tajam dan membuatnya terkikik lagi


"Aku, kamu bunuh? Yang adanya kamu yang tidak bisa bergerak sayang"


"Aku serius serkan!"


"Aku juga serius, honey. Aku akan membuatmu tak bisa bergerak dan tak bisa berjalan lagi" ucap serkan ambigu membuatnya bingung lagi


Aku mundur saat serkan maju dengan pelannya apalagi dengan gaya sok coolnya itu dan damn nya itu kenyataan dia sangat err seksi


Astagfirullah jauh-jauh kau pikiran laknat cukup setan kutub ini aja


"Kemarilah, honey. Jangan menjauh begitu. Kamu tak akan bisa pergi sejauh apapun itu karena aku akan mendapatkan mu" ujar serkan dengan suara seraknya


Dan membuatku merinding mendengar perkataannya tadi


Aku mengeleng geleng "gak, aku gak mau" berjalan mundur sampai pada tembok penghalang dibelakangnya dan membuatnya sangat panik


Bagaimana tidak serkan hampir mendekat kearahnya menatapnya dengan semyuman smirk diwajahnya karena itu aku tidak bisa mundur lagi, sudah buntu dibelakangnya


Dengan panik aku melihat kanan kiri tidak ada senjata atau penahanan diri


Bagaimana ini, batinku panik dan gelisah mencari sesuatu yang bisa melarikan diri tapi nihil tidak ada


Ahkkh **** baru ini ia sangat menyesal masuk toilet seharusnya aku menahan saja panggilan alam itu


Huaaa momy anakmu sangat takut sekarang


"Kenapa hem,, Mencari seseuatu?" Tanya serkan berjalan mendekat dan beberapa langkah lagi ia sudah didepannya


Tapi kenyataannya situasi ini seperti melambat dan sunyi hanya debaran jantungnya yang menggila


Dan hanya reza saja yang bisa diharapkanya diluar sana. Tapi apakah reza sadar kalau dia dalam bahaya? Sepertinya tidak, batinnya sedih


"Reza help me" lirihnya pelan dengan raut gelisah plus takutnya pada serkan


Walaupun ia pandai berbagai bidang beladiri tapi tak memungkinkan kalau tenaganya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan serkan yang sangat besar tenaganya, ntah minum susu apa dia bisa sekuat itu, huaaa hikss


"Jangan berani-berani menyebut namanya selain namaku, rani" tekannya tajam berjalan cepat dengan kaki panjangnya menghadap gadisnya yang sudah meringkuk ketakutan, mungkin


Melihat serkan berjalan cepat kearahnya dengan amarah diwajahnya membuatnya menempel ke dinding dan menutup kuat-kuat mata menunggu apa yang dilakukan serkan padanya


Dengan sekali tarikan serkan mendekap tubuh rani kuat kemudian  membenturkan gadisnya kedinding dengan kasar "akkhhk sakit" ringisnya mengerjab matanya berulang untuk menghilangkan sakit dipunggungnya


Kenapa dia sangat kasar sekali sih


"Jangan sekali-kali menyebut namanya atau kamu akan mendapat hukuman dari ku!" Katanya tepat didepan wajahnya sampai aku merasakan nafas berbau mint menerpa wajahku


"Akk kku- shh ini sakit serkan"


Aku mendongak menatapnya berani "kau tidak bisa mengaturku serkan! Kau tidak bisaa!!" Bentakku menghempas tangannya yang berada ditanganku


"Aku bisa, honey. Karena kau milikku" ujarnya meremas lenganku


"Aku sudah bilang. Diriku milikku bukan milikmu. Sekuat apapun kau mengatur hidupku kau tak ada berhak sama sekali" ucapku membantah perkataannya dan mencoba melepaskan tangan serkan yang sudah berpindah dilengannya. Meremasnya seperti akan patah didalam


"Jangan membantah rani, apa kau lupa dengan reyhan? Dan juga momy ku yang mengginginkanmu sama halnya denganku yang menginginkanmu. Jadi tolong jangan membantah"


"Tidak serkan. Kalau kau ingin bernegosiasi denganku, kita harus berbicara baik-baik jangan memperlakukanku seperti ini. Seharusnya kau tau aku sudah menolakmu tapi dengan teganya kau masi memaksaku? Kau benar-benar egois memaksa seseorang yang jelas bukan kehendakmu!" Kataku menunjuk dadanya


"Kalau begitu anggap saja aku egois tentangmu. Aku tidak peduli seberapa banyak kamu menolakku karena sejauh apapun kamu menjauh aku akan mendapatkanmu. Apa kamu lupa perkataanku barusan?" Jawabnya menaikan alisnya


Aku menggeram menahan amarah dihatiku. Ingin sekali kucabik-cabik lelaki didepannya lalu memberikan kepada kucing jalanan


Aku harus keluar dari sini kalau tidak aku akan ikutan gila seperti dirinya


Ia melihat kedepan mengambil ancang-ancang untuk berlari cepat kearah pintu luar sana


Aku berjalan pelan kesamping agar serkan tak menyadari pergerakannya tapi anehnya bajingan ini malah menatapnya saja? Masa bodolah yang pengting keluar dari sini


Dengan cepat aku mendorongnya lalu berlari kencang kearah pintu mengapai engsel pintu dan membukannya dan sedikit lagi akan terbuka tapi sayang itu hanya angan-angannya saja hiks huaa


Karena simesum ini menangkapnya lagi dan lagi


Serkan memeluknya dari belakang menutup kuat pintu itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya berada diperutnya. Menempel ketubuhnya


Aku menempel kepintu dia malah menempel padanya apalagi pintu udah dia kuasai


Uda bunuh aja aku, gak papa bunuh aja aku pasrah bun pasrah, batinnya teriak pasrah mengangkat tangan sambil melambai-lambai tanda menyerah


Dengan lemas aku diam didepannya


"Sudah kubilang jangan mencoba lari, sayang. Karena akhirnya kau akan berada dipelukakan ku" ujar serkan mencium rambutnya dan menghirupnya kuat


"Aku lelah serkan. Biarkan aku pergi" kataku pelan padanya masi dengan posisi dia memelukku


Rani mendapatkan gelengan dibelakangnya dan membuatnya menghembus nafasnya lagi "tidak akan. Tidak akan pernah" ucapnya seperti ucapannya adalah janji


Aku mencoba melepaskan tangannya diperutku "biarkan aku pergi serkan. Kumohon lepaskan aku" mohonku padanya


Kenapa reza tak mencarinya sih? Apa dia tak menyadari dirinya yang kelamaan keluar? Apa ada sesuatu juga yang terjadi pada dirinya


"Memikirkan apa hem? Apa kamu memikirkan pria sialan itu? Jangan memikirkannya kau hanya harus memikirkan ku" lagi dan lagi heh


"Reza, namanya reza bukan sisialan itu. Seharusnya sisialan itu adalah kau serkan bukan dirinya" gerutuku mulai memberontak lagi


Apa dia gak capek apa ya?


Dan sekali lagi ia merasakan sakit dipunggung. Kenapa sih nih orang gemar banget buat sakit dipunggungnya


Sekali hentakan mereka sudah berhadapan. Rahangnya sudah mengeras kemudian mencekeram dagu gadisnya dan memberikan ciuman kasarnya tanpa ada kelembutan. Memberikan gigit-gigitan dibibir membuat sang empuhnya meringis


Ntah jadi apalah bibirnya ini


Serkan melapaskan pangutan bibirnya lalu mengangkat rani bridal style ah bukan yang benernya seperti karung beras membuatnya mual berombamg ambing ntah kebawa kemana dirinya


"Aaahhkkkkh serkan! Turun, turunkan aku,, turun serkan! Aku mual,, lepas aku mau turun huaaa tolong mbak mas aku diculik" teriaknya mengema dipenjuru ruangan. Memberontak melepaskan diri memukul-mukul pungung serkan dan menjambaknya tapi


Plak


"Akhkk sakit bodo! Jangan memukulnya" teriakku setelah mendapatkan pukulan dibokongku


***


jangan lupa like and komen


by, Ranimh08