
Pov Rani
Aku mendorong kuat serkan dan menjauh darinya setelah ciuman gila yang diberikan serkan padaku
Huaa bibirku nyutnyutan, sakit lagi hikss huaaa momy bibir anakmu bener-bener sudah tidak perawan lagi. Mati saja kau setan es kutub bajingan, batinku mengumpat menatapnya tajam
Ntahlah berapa banyak julukan ia berikan pada serkan setan mesum bajingan ini
Dan liat sekarang dia malah tertawa, sudah kubilang dia memang sudah gila
"Hahaha cukup, honey. Jangan membuat aku tertawa lagi karena tatapanmu hem" ujar serkan terkikik geli
Aku menaikan alis bingung
"Kamu tau tatapanmu itu bukan membuat aku takut, sayang. Tapi tatapan mu itu membuatku sangat ingin menerkammu sakin menggemasnya. Mau ku cium lagi, honey?" Perkataannya emang selalu vulgar begitu yah?
"Gila" gumamku melihatnya
"Aku gila karenamu, honey" ucapnya mulai berjalan mendekat kearahnya
"Stop! Selangkah kau mendekat kau akan kubunuh" ujarku tajam dan membuatnya terkikik lagi
"Aku, kamu bunuh? Yang adanya kamu yang tidak bisa bergerak sayang"
"Aku serius serkan!"
"Aku juga serius, honey. Aku akan membuatmu tak bisa bergerak dan tak bisa berjalan lagi" ucap serkan ambigu membuatnya bingung lagi
Aku mundur saat serkan maju dengan pelannya apalagi dengan gaya sok coolnya itu dan damn nya itu kenyataan dia sangat err seksi
Astagfirullah jauh-jauh kau pikiran laknat cukup setan kutub ini aja
"Kemarilah, honey. Jangan menjauh begitu. Kamu tak akan bisa pergi sejauh apapun itu karena aku akan mendapatkan mu" ujar serkan dengan suara seraknya
Dan membuatku merinding mendengar perkataannya tadi
Aku mengeleng geleng "gak, aku gak mau" berjalan mundur sampai pada tembok penghalang dibelakangnya dan membuatnya sangat panik
Bagaimana tidak serkan hampir mendekat kearahnya menatapnya dengan semyuman smirk diwajahnya karena itu aku tidak bisa mundur lagi, sudah buntu dibelakangnya
Dengan panik aku melihat kanan kiri tidak ada senjata atau penahanan diri
Bagaimana ini, batinku panik dan gelisah mencari sesuatu yang bisa melarikan diri tapi nihil tidak ada
Ahkkh **** baru ini ia sangat menyesal masuk toilet seharusnya aku menahan saja panggilan alam itu
Huaaa momy anakmu sangat takut sekarang
"Kenapa hem,, Mencari seseuatu?" Tanya serkan berjalan mendekat dan beberapa langkah lagi ia sudah didepannya
Tapi kenyataannya situasi ini seperti melambat dan sunyi hanya debaran jantungnya yang menggila
Dan hanya reza saja yang bisa diharapkanya diluar sana. Tapi apakah reza sadar kalau dia dalam bahaya? Sepertinya tidak, batinnya sedih
"Reza help me" lirihnya pelan dengan raut gelisah plus takutnya pada serkan
Walaupun ia pandai berbagai bidang beladiri tapi tak memungkinkan kalau tenaganya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan serkan yang sangat besar tenaganya, ntah minum susu apa dia bisa sekuat itu, huaaa hikss
"Jangan berani-berani menyebut namanya selain namaku, rani" tekannya tajam berjalan cepat dengan kaki panjangnya menghadap gadisnya yang sudah meringkuk ketakutan, mungkin
Melihat serkan berjalan cepat kearahnya dengan amarah diwajahnya membuatnya menempel ke dinding dan menutup kuat-kuat mata menunggu apa yang dilakukan serkan padanya
Dengan sekali tarikan serkan mendekap tubuh rani kuat kemudian membenturkan gadisnya kedinding dengan kasar "akkhhk sakit" ringisnya mengerjab matanya berulang untuk menghilangkan sakit dipunggungnya
Kenapa dia sangat kasar sekali sih
"Jangan sekali-kali menyebut namanya atau kamu akan mendapat hukuman dari ku!" Katanya tepat didepan wajahnya sampai aku merasakan nafas berbau mint menerpa wajahku
"Akk kku- shh ini sakit serkan"
Aku mendongak menatapnya berani "kau tidak bisa mengaturku serkan! Kau tidak bisaa!!" Bentakku menghempas tangannya yang berada ditanganku
"Aku bisa, honey. Karena kau milikku" ujarnya meremas lenganku
"Aku sudah bilang. Diriku milikku bukan milikmu. Sekuat apapun kau mengatur hidupku kau tak ada berhak sama sekali" ucapku membantah perkataannya dan mencoba melepaskan tangan serkan yang sudah berpindah dilengannya. Meremasnya seperti akan patah didalam
"Jangan membantah rani, apa kau lupa dengan reyhan? Dan juga momy ku yang mengginginkanmu sama halnya denganku yang menginginkanmu. Jadi tolong jangan membantah"
"Tidak serkan. Kalau kau ingin bernegosiasi denganku, kita harus berbicara baik-baik jangan memperlakukanku seperti ini. Seharusnya kau tau aku sudah menolakmu tapi dengan teganya kau masi memaksaku? Kau benar-benar egois memaksa seseorang yang jelas bukan kehendakmu!" Kataku menunjuk dadanya
"Kalau begitu anggap saja aku egois tentangmu. Aku tidak peduli seberapa banyak kamu menolakku karena sejauh apapun kamu menjauh aku akan mendapatkanmu. Apa kamu lupa perkataanku barusan?" Jawabnya menaikan alisnya
Aku menggeram menahan amarah dihatiku. Ingin sekali kucabik-cabik lelaki didepannya lalu memberikan kepada kucing jalanan
Aku harus keluar dari sini kalau tidak aku akan ikutan gila seperti dirinya
Ia melihat kedepan mengambil ancang-ancang untuk berlari cepat kearah pintu luar sana
Aku berjalan pelan kesamping agar serkan tak menyadari pergerakannya tapi anehnya bajingan ini malah menatapnya saja? Masa bodolah yang pengting keluar dari sini
Dengan cepat aku mendorongnya lalu berlari kencang kearah pintu mengapai engsel pintu dan membukannya dan sedikit lagi akan terbuka tapi sayang itu hanya angan-angannya saja hiks huaa
Karena simesum ini menangkapnya lagi dan lagi
Serkan memeluknya dari belakang menutup kuat pintu itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya berada diperutnya. Menempel ketubuhnya
Aku menempel kepintu dia malah menempel padanya apalagi pintu udah dia kuasai
Uda bunuh aja aku, gak papa bunuh aja aku pasrah bun pasrah, batinnya teriak pasrah mengangkat tangan sambil melambai-lambai tanda menyerah
Dengan lemas aku diam didepannya
"Sudah kubilang jangan mencoba lari, sayang. Karena akhirnya kau akan berada dipelukakan ku" ujar serkan mencium rambutnya dan menghirupnya kuat
"Aku lelah serkan. Biarkan aku pergi" kataku pelan padanya masi dengan posisi dia memelukku
Rani mendapatkan gelengan dibelakangnya dan membuatnya menghembus nafasnya lagi "tidak akan. Tidak akan pernah" ucapnya seperti ucapannya adalah janji
Aku mencoba melepaskan tangannya diperutku "biarkan aku pergi serkan. Kumohon lepaskan aku" mohonku padanya
Kenapa reza tak mencarinya sih? Apa dia tak menyadari dirinya yang kelamaan keluar? Apa ada sesuatu juga yang terjadi pada dirinya
"Memikirkan apa hem? Apa kamu memikirkan pria sialan itu? Jangan memikirkannya kau hanya harus memikirkan ku" lagi dan lagi heh
"Reza, namanya reza bukan sisialan itu. Seharusnya sisialan itu adalah kau serkan bukan dirinya" gerutuku mulai memberontak lagi
Apa dia gak capek apa ya?
Dan sekali lagi ia merasakan sakit dipunggung. Kenapa sih nih orang gemar banget buat sakit dipunggungnya
Sekali hentakan mereka sudah berhadapan. Rahangnya sudah mengeras kemudian mencekeram dagu gadisnya dan memberikan ciuman kasarnya tanpa ada kelembutan. Memberikan gigit-gigitan dibibir membuat sang empuhnya meringis
Ntah jadi apalah bibirnya ini
Serkan melapaskan pangutan bibirnya lalu mengangkat rani bridal style ah bukan yang benernya seperti karung beras membuatnya mual berombamg ambing ntah kebawa kemana dirinya
"Aaahhkkkkh serkan! Turun, turunkan aku,, turun serkan! Aku mual,, lepas aku mau turun huaaa tolong mbak mas aku diculik" teriaknya mengema dipenjuru ruangan. Memberontak melepaskan diri memukul-mukul pungung serkan dan menjambaknya tapi
Plak
"Akhkk sakit bodo! Jangan memukulnya" teriakku setelah mendapatkan pukulan dibokongku
***
jangan lupa like and komen
by, Ranimh08