
"Emmmhhh" suara erangan di atas kasur yang berukuran king size mengalahkan ukuran kasur di kamar seorang Rani Rumengan
Rani mengeliat membuka dan menutup matanya dengan sadaran yang setengah
Setelah kesadarannya terkumpul rani membuka mata sepenuhnya melihat sekeliling yang suasana atau bentuknya yang jauh berbeda dari ruang tidurnya
"Dimana ini?" Kagetnya terduduk memandang sekelilingnya lagi
"Kyaaaaa,,, aku dimanaa!" Teriaknya menyingkap selimut lalu turun dari kasur
Dengan rasa khawatir dan gelisah menimpanya. Rani mondar mandir mengigiti kukunya "si-siapa yang menculik ku?"
Melihat jendela besar yang ditutupi gorden berukuran besar disana, rani berlari lalu membuka kasar gorden itu dan menampilkan lautan yang luas mengelilingi rumah yang ditinggalnya
"A app apa ba-bagaimana bisa" ujarnya terpatah-patah melihat keluar tidak ada pulau selain pulau yang ia tinggali
Sekali lagi rani melihat lihat sekeliling ruangan disetiap sudut. Ruangan ini benuansa mandly ber-cat putih abu-abu dan juga barang disini kelihatan mewah seperti ini kamar seorang lelaki
"Kalau aku diculik kenapa kamarnya mewah sekali?"
Rani berjalan kearah pintu menggapai gagang pintu tapi sayang pintunya terkunci dari luar lagi lagi rani mendesah kecewa
"sialan!" Umpat teriak mengedor pintu dengan tangannya
Dugkk,, dugkk,,
"Buka! Buka pintunya sialan!"
'Apa ini perbuatan serkan kah'
"Hei bajingan sialan gak tau diri! Ku bilang buka pintunya!"
"Dasar kau bajingan bisa bisanya kau menculikku, awas saja akan ku pelintir kepala mu sampai putus"
Dukhh,, dukhh
"Huaaa!!! Ku bilang buka" teriaknya dengan amarah kemudian menendang keras pintu tersebut
Cklek
"Honey, kenapa harus teriak hem? Tenggorakan mu akan sakit nanti" Ucapnya masuk memegang nampan berisi makanan ditangannya
Rani ternganga memandang lelaki didepannya
Bisa-bisanya dia sesantai itu. Bajingan!
"Kau!" Teriak rani marah menunjuk serkan dengan tajam
"Ya honey" jawab serkan menaikan alisnya menatap gadisnya yang membara karena menahan amarahnya
"Sialan kau! Apa yang kau lakukan ha! Kenapa kau membawaku kesini? Dan dimana ini!"
"Tenanglah, sayang. Gak perlu teriak begitu" serkan berjalan kearah nakas meletakan nampan disana dan berlalu lagi ke tempat gadisnya
Kelakuan serkan diperhatikan rani. Giginya tergemelatuk geram melihat serkan yang santai-santai saja
"Pulang, aku mau pulang!" Tekan rani menghadap serkan didepannya
Tatapan serkan mendatar "tidak. Kamu akan disini sementara bersamaku"
"Aku gak mau!" Bantah rani menolak
"Kamu harus mau karena aku yang membawamu kesini"
"Aku gak memintamu, serkan! Kau yang membawaku sembarangan. Oh tidak kau yang menculik ku membopongku dan apa yang kau lakukan lagi ketika aku tidak sadar ha, brengsek!"
Serkan menghendik bahu "aku hanya membuatmu tidur, honey. Agar kamu tidak mabuk diperjalanan"
"Pulang! Pokoknya pulangkan aku!" Teriak rani didepan wajah serkan dengan wajah memerah
"Sayang, bersabarlah. Kita akan disini sebentar. Anggap aja kita lagi honeymoon disini" ujar serkan tersenyum menyelip seuntai rambut dibelakang telinga gadisnya
Rani menghentak tangan serkan "ada apa dengan mu serkan? Kenapa kau melakukan ini? Kau melakukan ini tanpa sepengetahuanku. Kau jahat sekali. Selalu melakukan apa mau mu" ujar rani menatap serkan dengan pandangan tidak mengerti
Serkan mendekat memegang pinggang lalu menarik rani menempel dengannya "kalau aku bilang padamu apakah kamu akan mau? Tidak kan? Aku tau honey. Kamu tidak akan sudi kalau itu berurusan dengan ku" serkan memegang dagu gadisnya berlalu ke bibirnya mengusap usap kecil disana
"Kamu tau seberapa rindunya aku padamu. Setelah sepergianmu seminggu yang lalu kamu menutup semua akses dirimu. Apa kamu tau seberapa frustasinya aku. Bagaimana bisa hem, kamu tidak memperdulikan kami lagi, rani" tatapan serkan yang menggarah ke rani senduh disana kedua tatapan serkan hanya rindu yang membuncah
"Jangan menghindar lagi, honey. Aku hanya ingin kamu selalu berada di sisi ku. Apakah itu susah untuk kamu wujudkan?"
Rani mencoba melepaskan pelukan serkan dipinggangnya tapi serkan tidak membiarkannya malahan serkan kembali mengeratkannya
"Aku tidak mau! Lepaskan aku sekarang" berontaknya sambil memukul mukul dada serkan agar mau melepaskannya
"Kamu memang keras kepala sekali, ya" decak serkan
"Terserah aku dong" jawabnya nyolot menatap serkan sinis
"Haaah, baiklah kalau kamu masih keras begini. Aku akan keluar. Makanlah sarapanmu aku akan kembali"
Sebelum serkan melangkah untuk pergi. rani menarik tangan serkan paksa
"Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini!" Bentak rani marah
"Aku tidak melakukan apa-apa, sayang" santai serkan menyelipkan tangan sebelahnya disaku celana menatap pujaan hatinya
"Kau menculikku!"
"Sudah ku bilang, aku tidak menculikmu" ujar serkan
"Kau menculikku serkan, kau yang membawa ku kesini tanpa keluargaku tahu dan aku juga. Ingat dengan paksaanmu" tekan rani berang
"Terserah kalau itu anggapan mu"
Rani menunduk kebawah "pulang, aku mau pulang" lirihnya pasrah dan melepaskan pegangan tangannya dari serkan
Serkan menatap lurus rani demgan wajah datarnya
Susah sekali menaklukan gadisnya, batinya frustasi
"Tidak" satu kata keluar dari serkan dengan nada dingin dan wajah datarnya dan berlalu pergi meninggalkan rani yang mendongak menatap serkan dari balik punggung lebar lelaki itu
Tapi dengan semua akal sehatnya yang tidak ingin terkurung lagi rani berlari kearah pintu melewati serkan
Hap
"Honey, kamu tak bisa melarikan diri" ujar serkan memeluk gadisnya dari belakang
"Lepas! Aku mau pulang!" Teriaknya memberontak dari pelukan serkan sambil memukul mukul tangan serkan di pinggangnya
Sedikit lagi hampir sikit lagi rani menggapai pintu dan keluar dari rumah sialan ini
Serkan menggeleng keras "sudah ku katakan kamu akan disini bersama ku! Jangan membantah" bentak serkan kelepasan
"Aku tidak mau, Brengsek!" Bentak rani balik mencoba melepaskan tangan serkan padanya
Serkan yang berang karena rani tak menurutinya menyeret rani paksa menuju ranjang
Rani menahan kakinya agar serkan tak bisa membawa ke ranjang sambil memukul serkan kuat
Melihat pemberontakan gadisnya yang tak menurut membuat wajahnya mengeras
Apa dia harus memperlakukan gadisnya dengan kekerasan baru gadisnya menurut?
"Serkan lepas, lepaskan" sarkasnya mulai meringis dilengan saat serkan menambah menguatkan pegangan disana
Serkan langsung membopong rani
"Kyaakk,,," pekik rani terkaget karena serkan tanpa aba-aba membopongnya seperti karung beras dengan segala terkejutnya rani memukul punggung serkan dengam gempalan tangannya
Serkan menduduki rani dipinggir ranjang kemudian mengukungnya agar gadisnya tak bisa melarikan diri
"Iiis lepas serkan" berontaknya dalam kukungan serkan sedang menatap rani tajam
"Bisa tidak jangan membantah perkataan ku! Aku hanya minta kamu berdiam disini dan menuruti perkataanku! Aku tidak suka penolakan dan bantahanmu ini" serkan teriak didepan wajah rani menahan emosi yang makin membuncah bahkan urat-urat sekitar lehernya terlihat, menggeram kecil dan menguat kepalan tangan dikedua sisi
Rani menatap serkan takut lalu memalingkan wajahnya karena teriakan dan bentakan serkan membuatnya tersentak
***
by, ranimh08