My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 23



"Reyhan" panggil rani memastikan


Reyhan mendongak kepalanya


"Ya mom"


Rani membelak matanya


"Huaaa reyhan kau kah ini? Huhu... momy sangat merindukan mu" histerisnya memeluk reyhan dan dibalas pelukan momynya


"Lehan juga kangen sama momy. Lehan cali momy tapi gak ketemu, momy jangan pelgi pelgi lagi yah? Lehan gak mau ditinggal sama momy. Kalo momy mau pelgi ajak lehan juga" tangis rehan pecah


Rani melepaskan pelukan mereka lalu mengangkat reyhan dipangkuannya menghadapkan wajah reyhan kewajahnya


"Ssttt... boy, momy disini jangan nangis lagi yah. Momy gak ninggalin lehan lagi" ujar rani menghapus air mata yang berjatuhan


Reyhan kembali memeluk leher rani lalu menggeleng geleng kepala


"Lehan gak pelcaya lagi sama momy, nanti kaya kemalen momy bilang gak ninggalin lehan tapi kenapa momy ninggalin lehan" jawab reyhan nangis terseduh


Rani mengelus pungung reyhan menenangkan tangisan reyhan dan memberikan kehangatan disana


"Itu karena ada urusan penting, boy"


"Urusan penting apa mom? Mom kan bisa ajak lehan?" Jawabnya mendongak kepala


"Momy gak ada kepikir kesitu, hehe" rani terkikik menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Lehan gak mau tahu momy gak boleh lagi pelgi yah" pintanya


"Ekhem..." dehem reza masih memperhatikan mereka dan memberikan tatapan penjelasan


"Gila aja teman gua uda punya anak" geleng gelengnya menatap rani dan reyhan tak percaya


Mendengar itu rani memukul lengan reza dan itu sangat pedas


"Aduuuh ran sakit ini" ringisnya menggosok lengannya


"Makan nya kalau ngomong itu di saring dulu" tajam nya


"Ya maap lo sih buat gua terkejut. Tapi serius ini anak siapa?, ran. Tiba tiba uda nerjang lo aja" tanya reza menaikan alisnya


Rani menghembus nafasnya


"Panjang ceritanya, kapan kapan gua jelasin deh" ujar rani mengibas angin menggunakan tanganya


"Mommy uncle ini siapa?" Tanya rehan yanh sedari tadi menatap reza bingung


"Ooh ini temannya momy. Panggil aja uncle reza" jawab rani tersenyum lembut sambil mengelus surai rambut nya dengan sayang


"Aturan tadi biarkan aku saja yang memperkenalkan diri"


"Ah sudahlah sama saja itu"


"Ran, aku gak nyangka aja kau bisa selembut ini"


"Heleh kau aja yang kurang memperhatikan" ejek rani


"Iya aku kurang memperhatikan kau sampai aku pun tidak tau jika kau sudah punya anak sekarang"


"Kau mengejek ku"


"Tidak" kata reza mengangkat kedua tangannya


Rani memutar matanya jengah


"Ohya rehan kesini sama siapa?" Tanya rani


"Lehan sama daddy mom" jawabnya bersandar dibadan empuk dan hangat momynya


"Daddy" rehan mengangguk "terus dady kamu dimana?"


"Dady lagi kelja mom"


"Kamu sampai ke sini sendirian dong"  dan dia angguki lagi oleh rehan


Rani menghela nafasnya


"Lain kali jangan coba coba pergi sendirian ya, sayang. Kasian nanti dady rehan nyariin"


"Tapi lehan bosen kalo nunggu dady"


"Yauda semantara kamu sama momy dan uncle reza yah" reyhan mengangguk kepala mengiyakan


"Reyhan uda makan?" Bukan rani yang memberi pertanyaan tapi reza


"Belum uncle"


"Mbak sini" panggil reza mengangkat tangannya memanggil salah satu waitrs disana


"Iya mbak mas mau ada yang bisa saya bantu?"


"Kemarikan menu kalian" ujar reza


"Ayo boy pilih biar uncle reyhan yang akan membayarnya" ujar rani terkiki geli


"Dasar kesempatan" delik reza


"Wlek siapa suruh sok kebaikan jadi orang" ejeknya


"Terserah ah"


"Lehan mau chiken cheses dan buble shake" unjuk reyhan pada buku menu tersebut yang dia angguki oleh waitres


"Baik mas mbak adik, saya undur diri. Makanan akan segera sampai" ucapnya pergi


Rani menoleh ke reyhan


"Setelah makan nanti reyhan kembali sama dady yah. Kasian nanti dady rehan nyariin" ujarnya mengelus lembut surai legam nan harum


"Tapi lehan masi mau sama momy" senduhnya


"Kan rehan udah sama momy sekarang" jawabnya mencium hidung rehan gemes


Reza masi memperhatikan atraksi kedua manusia didepannya. Benar benar seperti anak dan ibu yang lama tidak berjumpa


"Lehan gak mau tahu momy! Lehan halus ikut ama momy, titik." Putusnya mempalingkan wajah


Rani menghembus nafasnya


"Baiklah sayang, tapi nanti kita jumpa dady lehan dulu, oke" rehan mengangguk antusias


Rani tersenyum melihatnya saat melirik reza yang masi memperhatikannya "ada apa? Kau menatap ku seperti aku tontonan seru!" Sinisnya dingin


"Sudahlah aku hanya melihatmu kenapa harus pasang wajah dingin dan galak mu" kekeh reza


"Kau gilak!"


"Sst... perempuan yang sudah punya anak momongnya itu dijaga" ejeknya disela tawa


Rani mendengus "Ckk..."


"Permisi ini pesanan nya" ucap waitres itu meletakan makanan diatas meja


"Terimakasih" ujar rani


"Terimakasih kembali" balas waitrs itu lalu pergi meninggalkan mereka yang sudah persis seperti keluarga


"Lehan ayo makan" ajak rani pada lehan yang sedari tadi memeluk rani


"Iya momy" jawab reyhan


Selagi menunggu reyhan menghabiskan makanan nya rani dan reza mengobrol seadannya


Rani mengelus rambut reyhan lembut karena melihat putranya sangat lahap memakan makanan didepannya


"Ini minum dulu" suruh rani memberi minuman pada reyhan dan langsung diambil oleh rehan


"Lehan sudah siap mom" rani mengangguk kepalanya lalu mengambil tissue dimeja kemudian mengelap sekitar mulut reyhan karena ada sisa makanan disana


"Oke kita keluar yah biar uncle reza yang bayarin" kata rani mengenggam tangan reyhan untuk mengajak nya keluar


"Gak mau kawanin ke kasir gitu?" Tanya reza memiringkan kepalanya


"Kami gak kemana mana ko, udah sana bayar" usir rani lalu pergi keluar restoran bergandeng ria bersama reyhan yang tersenyum lebar


"Kita nunggu sini dulu yah" ujar rani berjongkok setara dengan tinggi reyhan. Reyhan menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Anak momy semakin tampan yah" puji rani terkikik sembari mengarahkan tangannya kepala reyhan untuk merapikan rambut reyhan kebelakang dengan jari jari lentiknya


"Makasih momy" senyum reyhan


"Sama sama boy" jawab rani lalu berdiri masi menunggu reza


"Mom, apakah kita akan bilang sama dady kalo lehan boleh ketempat momy" ujar reyhan mendongak keatas


Rani menoleh kebawah "tentu saja sayang. Nanti jika momy asal bawak kamu yang adanya momy dikira penculik, emang kamu mau momy di penjara" katanya menyentuh hidung reyhan gemes dan di balas gelengan keras oleh rehan


"Tapi nanti dady gak akan kasih lehan untuk pergi sama momy" ucapnya menunduk kepala


Rani menaikan alisnya "kenapa begitu?"


"Karena lehan tau kalo dady tidak mau nyali momy"


"Untuk apa nyari momy, sayang" ujar rani mengelus pucuk kepala reyhan


"Momy lupa? Momy seminggu ini tidak kasih kabar, momy pelgi gitu aja sampe lehan jatuh sakit karena sakin lindunya sama momy" 


Mendengar itu rani membelakan matanya terkejut. Anaknya sampe sakit karenanya?


Jahat banget kamu ran!!


***


VOTEE