My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 28



"Momy, mbok" panggilnya


Mbok dan momy yang sedang memasak berhenti saat ada yang memanggilnya dan melihat arah suara tersebut


"Loh, kamu ko disini" tanya dewi berhenti acara memotong sayur


Rani berjalan mendekati dewi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "umm... ran cuma mau bantu momy sama mbok" ujarnya tersenyum malu


"Sayangnya kami lagi tidak meminta bantuanmu, ya kan mbok" ujar dewi dan dibalas anggukan oleh mbok


"Ayolah mom, ran itu juga ingin membuat makanan spesial buat reyhan" katanya memohon


Lagian ia untuk apa disana, batinnya mengingat jika dia bersama simodus kulkas


Mom menggeleng kepala tidak setuju


"No no biarkan saja mom sama mbok yang masak kamu duduk saja sana" usirnya


Gimana tidak dewi ingin mengusir rani, kan itu suatu taktik untuk pendekatan serkan dan menantunya


"Mom tega benget deh, ran kan juga pengen kasih reyhan rasain masakan spesial buatan momynya. Masaan mom melarangnya untuk mencicip masakan rani" rajuknya mengerucutkan bibirnya kesal


"Momy bukan melarang sayang,, Hanya saja kamu kan tamu momy. Harusnya tuh tamu itu nunggu diruang tamu berkecarama noh sama suami dan anaknya momy. biarkan yang punya rumah yang nyiapin makanan buat kamu" jelas dewi menjampi jampi rani


Tapi sayang karena sifat keras kepalanya rani, ia masi keukeuh untuk ingin membantu. Apa salahnya coba seorang tamu mau membantu,, yakan?


Rani menggeleng keras bahwa ia ingin juga membantu "tidak! Rani tetap mau bantu mom. Coba mom bayangkan, kan rani tuh jarang jarang kesini buat main kangen kangenan sama reyhan, masa tuh sekali rani kesini mau buat makanan spesial buat reyhan kagak boleh" ujarnya mengeluarkan segala kata-katanya yang berada dipikirannya padahal tuh ia hanya untuk menghindar si tembok dingin,, tapi gak sepenuhnya sih ia menghindar tapi ia juga ingin masak untuk anak tersayangnya yang baru saja ia anggap anaknya sediri


Dewi menghembus nafasnya tidak bisa berkata kata lagi dan sedangkan mbok saja sampai geleng geleng karenanya


"Baiklah kalo kamu memaksa,," ucap dewi pasrah


Mendengar itu rani kegirangan dan mengeluarkan senyuman lebarnya pada momy dewi dan mbok dengan secepat kilat rani mengambil celemek


"Momy sama mbok lagi masak apa ini?" Tanyanya kepada mereka


"Momy lagi masak sup ayam klaten sama udang saus padang. kalo kamu gimana mau nambah menu masakannya lagi?" jawab dewi


"Eemm,, apa ya?" Sautnya sambil mengelus dagu bingung


"Reyhan suka manis pedas gak mom?" Tanyanya dan dibalas anggukan dewi "suka banget malahan" jawab dewi


Rani tersenyum mendengar hal itu dugaannya sih gk pernah salah "baiklah kalau gitu ayo kita masak" ajaknya dengan semangat


Beberapa jam kemudian,,


Setelah acara mengahancurkan dapar a.k memasak mereka membersihkan ruangan dapur lalu memindahkan masakan mereka di meja makan


Dewi mendekati rani yang sedang menyika keringat didahinya


"Kamu bersih bersih gih sana dikamar tamu ntar momy suruh mbok bawa baju gantinya, soalnya badan kamu bau" ujar dewi seloroh dan menyuruh rani untuk mandi agar terlihat segar karena sudah bersimbah air keringat ditubuhnya bahkan bau badannya suda bau dapur


Dengan otimatis nya rani mencium bajunya itu dan memang benar apa yang dikatakan momy barusan


"Yauda rani mandi dulu ya mom" dewi memgangguk kepala mengiyakan


Rani melangkah keluar dapur tapi sebelum keluar dari dapur sepenuhnya rani menoleh lalu menggaruk kepala dan itu membuat dewi mengerut dahi


"Ada apa ran?" Tanya dewi melihat rani yang hanya cengengesan dan jangan lupakan tatapan polosnya itu


"Hehe,,, rani gak tau dimana kamar tamu nya mom" sautnya


Dewi geleng geleng kepala lucu karena tingkahnya, tapi salahnya juga karena tidak memberi tahu dulu dimana letak kamarnya dan malah menyuruh rani langsung pergi


"Mbok ijah tolong antarkan dulu calon menantu saya ke bilik tamu yah" pinta dewi pada mbok ijah dan dibalas anggukan patuh oleh mbok


"Baik nyonya"


"Mari non ikut mbok" ujar mbok mengajaknya berjalan keluar dapur dan menuju kamar tersebut


Dilain sisi...


"Kau membuatnya risih serkan" delik kemal pada anaknya


Serkan menghedik bahu tidak perduli dan memandang dadynya cuek akan perkataan dadynya barusan


"Hhaaa terserah kau saja,, " ujar kemal berdiri dari tempat duduknya


"Mau kemana dad?" Tanya serkan saat kemal hendak pergi dari pandangannya


"Bukan urusan mu" jawab kemal dengan dingin berlalu pergi meninggalkan dirinya sendiri


Serkan pun yang tak tau juga mau ngapain, berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi untuk menyegarkan dirinya selagi momy dan gadisnya masak untuk keluarganya


Rani mengikuti mbok ijah menuju bilik yang akan dia pakai untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket bak lem pelekat plus keringat dari hasil pertempurannya dengan mom dan mbok di dapur


"Masih jauh mbok?" Tanyanya pada mbok disebelahnya


Mbok tersenyum membalas perkataannya "sakedik malih nak, sabar yo" ujar mbok dengan bahasa daerahnya aku pun membalasnya hanya mengangguk mengiyakan dan membalas senyuman termanis yang ia kasih


"Aku nembe ngerti yen mbok iku wong Jowo" ujar rani setela keterdiaman mereka berdua di lorong sepi yang tak jalas kapan sampainya


"iya, mbok arang nggunakake basa asale, asale ana ing desa kasebut" jawab mbok dengan ayu nya "mbok biyen nganggo basa indonesia ing omah, nyonya" lanjut mbok, karena telalu serius mendengar mbok berbicara rani sampai bingung karena mbok berhenti didepan pintu coklat dengan tiba tibanya


dengan rasa bingung dan celangak celinguk mbok terkikik lucu melihat tingkah barusannya


"uga iki kamare, nona bisa adus utawa istirahat sedhela,,," ucap mbok tertawa pelan


"oke mbok makasih ya" jawabnya didepan pintu yang dibantu mbok membukakan handlenya


"sama-sama nak, monggo masuk dulu sana. mbok mau balik kedapur nemenin nyonya"


rani manggut mangut kepala sambil tersenyum


"iya mbok" mbok melangkah pergi kembali ke habitatnya setelah mengantarnya dikamar tamu yang akan ia pakai untuk membersih kan tubuh atau istirahat sebentar


omong-omong sih ia tidak tau jam berapa sekarang "jam berapa ya" gumamnya masuk kekamar dan mencoba mencari jam dinding


"buset lama bener berarti aku tadi masak ya. dari siang 14.22 sampai sore gini " ucapnya seorang diri setelah melihat jam melekat di dinding


"gak papa dah kan masakannya buat reyhan, anak gue he..hehe" jawab nya sendiri bahkan tertawa terkikik


"udah ah mandi dulu,,," ujar rani mencium bau tubuh melalui bajunya yang sudah agak basah karena keringat dan itu menghasilkan bau yang tidak sedap


rani melusuri kamar dan melihat lihat dekor disetiap ujung kamar "kamar aja bisa elegan gini. ku yakin pasti lebih bagusan kamar orang rumah"


rani memasuki kamar mandi dan membuka bajunya satu persatu ia tak sabar untuk melompat ke bathub yang seperti memanggil manggilnya



"seger banget" ujarnya menikmati air hangat bercampur dengan pakai arometarapi strobery


sudah setengah jam ia berendem sampai tak mengingat jika hari makin sore sampai-sampai telapak tangan dan sekitar jari jari mulai keriput


rani berdiri dari bathub dengan setengah hati takut jika nanti ia akan masuk angin karena kelamaan berendam lalu ia mengambil bathrobe dan memakainya


"ah bodonya" ujarnya menempuk jidatnya sendiri sudah sadar kalau ia lupa meminta baju ganti sama momy dewi dan sekarang ia bingung mau pakai baju apa


"kan gak mungkin pake baju bathrobe kan?" eluhnya manggaruk kepala bingung


ia keluar dari kamar mandi dan menuju lemari. mana tau ada baju disana, pikirnya membuka pintu lemari


dan tadah... dilemari tidak ada baju yang bisa ia pakai hanya kosong melompong


"lagian mana ada baju di kamar tamu. aneh kamu ran, astagfirullah" ucapnya


dan sekarang bagaimana nasibnya. tidak mungkin ia bertemu kelurga praditya pake baju ginian, batinya frustasi


ia mendekati kasur lalu menduduki memikirkan nasib yang berdiam dengan wajah lesuhnya


"akhhggr... gimana ini sekarang" teriaknya frustasi mengacak rambutnya


dan lihat sekarang dirinya yang sudah seperti anak gelandangan meminta makan


"hhuufft..." helanya melentangkan tubuhnya dikasur yang empuk itu dan menikmati kelembutan kasur yang ia tidurin rasanya ia ingin menutupi matanya dan tidur sejenak


"toh lagian tadi momy sama mbok nyuruh istirahat sebentar, gak salahkan?" ujarnya berbicara dengan dirinya. rani yang sudah ingin mentupi matanya mendengar ketukan pintu dari luar


Tokkk...


Tokkk...


Tokk..


***


hai guys terima kasih untuk kalian yang masih mau membaca MPD dengan lamanya updatešŸ™‡


disini saya mengucapkan maaf pada kalian guys membuat kalian menunggu cerita ini yang hampir saja mau dihapus oleh authornya tapi karena ada notifikasi dari pihak noveltoon author makin semangat membuat cerita ini lagišŸ™ˆ


Seperti biasa kalian harus 怋


LIKEā™” KOMENā— AND FOLLOWā˜†