My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 30



dengan rasa yakin, ia pun melangkahkan kakinya ke arah kiri berjalan menyusuri satu persatu pintu yang ia cari bertuliskan papan nama yang mbok ijah katakan tadi didapur


sialnya ia tidak bertanya arah mana kamar reyhan pada mbok ijah, batin nya nyesel bat karena dilanda bingung diotaknya


"dasar **** kamu ran" gumamnya meledek dirinya sendiri


"gini nih punya rumah kelewat besar nyari kamar reyhan aja susah banget" gerutunya masi mencari pintu berwarna putih


ni juga kenapa gk ada orang yang lewat coba! kemane nih orang orang pada, oy pegel kaki gue jalan terus gak ada gundukannya, ujarnya mendumel dalam hati


rani masi sibuk cari mencari pintu yang berwarna pintu apalagi kalo bukan kamar anaknya, reyhan. sampai tak sadar jika ada dua mata yang memperhatikannya dan dengan satu tarikan


"AAHKKHH..." pekik rani terkejut karena posisinya sekarang berada dikukungan laki laki mesum yang sudah menatapnya tajam bahkan wajahnya dan wajah laki laki itu sudah sejangkal jarinya


"hai swetty" sapanya tersenyum menggoda diselingi senyuman seringainya


"KAU!!..." tekannya tajam marah pada sang empuh yang masi dengan senyum bodohnya


"ya sayang" jawab serkan membelai wajah rani dengan lembut tapi sayang sebelum serkan ingin menyentuh pipi mulus gadisnya. rani buru buru menyetak keras tangan serkan dengan marah dan kesal tentunya


bagaimana ia tidak marah dan kesal, coba!. dengan entengnya manusia purba ini menariknya kedalam ruangan yang pastinya kamar lelaki mesum ini


"auuw... sweety kenapa kau sangat galak, hem?" ucapnya berpura pura kesakitan


"jangan menyentuhku Tuan praditya" kataku menekan semua kata kata yang ku ucapkan


"why?..." serkan kembali mengangkat tangannya mencoba menyentuh wajah yang memerah karenanya, memerah bukan artian merona karenanya tapi karena ia menahan amarah


serkan menyentuh wajah rani lagi dengan tangannya merasakan bagaimana lembut dan mulusnya pipi gadisnya, ahhh. sungguh menggemaskan, aku tidak tahan untuk tidak mengecup pipi ini bahkan ia sampai merem karena meresapkan kelembutan dan percikan ditelapak tangannya


"sudah ku kakatakan jangan menyentuhku!! apa kau budeg haa!!" marah rani mendorong kuat dada bidang keras serkan dan rani pasti kan dibalik baju itu mempunyai otot sempurna


cckk masi bisanya aku membayangkan otot pria mesum ini, batinnya mengeleng geleng menyahkan pikiran kotornya


"jangan membuang tenagamu, sweety" ujar serkan masi berdiri diposisinya bahkan serkan mendekatkan badan dan wajahnya lebih dekat karena sekuat apapun dorongan rani ia lebih kuat darinya. gadisnya hanya sebatas dadanya kalau pun gadisnya pandai membela diri ia lebih unggul dan kuat pastinya


"lepaskan aku" ujarku tak mau kalah ia tahu kekuatanya dengan serkan tidak sebanding ,ia sangat tahu. lihat sekuat apapun rani mendorong pria brengsek ini menjauh darinya ia tetap berada ditempatnya


"tidak akan" jawab serkan medekatkan wajahnya kekuping rani dengan suara berat dan nafas panasnya berujar "aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapan pun itu" serkan menghirup kuat harum tubuh rani, ini akan menjadi salah satu candunya. mengirup harum tubuh gadisnya membuat serkan sangat gairah tentunya


dengan perasaan marah rani mencoba mendorong serkan lagi dan hal hasil serkan sedikit menjauh darinya dan itu suatu syukur buat rani karena ia juga merasakan tubuhnya yang memanas karena hembusan hawa dari serkan


"aku ingin keluar dan tolong menjauh dariku" ujarku memandangnya dingin


"kalau tidak aku akan menjerit sampai orang luar akan datang kesini" sambungku tajam dan mengancamnya, serkan menaikan alisnya


mendengar gadisnya mengancamnya dengan teriakan akan memanggil seseorang diluar ia terkekeh geli dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari gadisnya yang sudah menatapnya heran


ada apa dengan pria gila didepannya ini?, batin ku bingung


"teriaklah sweety, aku tidak akan melarang mu"


"dasar pria gila" gumamku berdecih melihatnya masi terkikik gelinya itu


"jangan mengumpat sayang, jika kau ingin teriak teriaklah aku tidak melarangmu. hanya saja orang diluar itu tidak akan mendengar teriakan indahmu" jawab serkan berjalan duduk di atas kasur king sizenya memandang gadisnya memuja


"apa dia memasang penyadap suara diruangannya kah?" ujarku pelan "kalau begini bercuma dong kalau aku teriak hanya membuang suara" dengusku melihat serkan menatapnya tak lepas dari tatapan mesum dan tajam


rani pun tak memperdulikan pertanyaan serkan lebih baik ia keluar dari ruangan terkutuk ini. rani membalikan tubuhnya dan memutar handle pintu tapi sayang pintu itu telah terkunci dengan kesal rani menendang pintu lalu menatap serkan dan mulai mendekatkan dirinya ke arah serkan dengan tatapan marah yang ingin menyelundak


serkan yang menyaksikan atraksi rani yang membuka pintu yang uda dikunci olehnya dengan memutarnya kasar lalu menendang pintu itu kemudian mendekatinya dengan tatapan menggemaskannya, serkan tertawa kecil akan apa yang rani lakukan


"mana kuncinya..." pinta rani menjulurkan tangannya kewajah serkan dengan perasaan yang sangat dongkol sekarang


serkan menaikan alisnya "kunci? kunci apa?" tanya serkan balik berpura pura tidak tahu


"jangan berpura pura bodoh Tuan Praditya. berikan kunci itu sekarang!" katanya menekan semua perkataannya


"tidak ada" jawab serkan santai menatap rani dingin


apa apaan laki laki ini, agghhh aku sangat kesal Ya allah, ampuni semua dosa hambamu ini. batinku frustasi melawan manusia kutub utara


Ia menarik nafas dalam dalam dengan mata yang terpenjam. Setelah beberapa detik kemudian ia membuka matanya dan tersenyum sopan "dengar serk- ah maksudku Tuan Praditya yang terhormat bisakah kau berikan kunci itu padaku atau kau saja yang membukanya, ah iya kau saja yang membukanya" serkan tak melapaskan pandangan nya dari rani bagaimana gadis itu berujar lembut sambil tersenyum didepannya, apa dia mencoba menggodaku?


"aku takut nanti keluarga anda mencari ku, maksudnya mencari kita yang tak berada dibawah dan itu menimbulkan yang tidak tidak tentang kelurgamu padaku" ucapku seraya memberinya pengertian agar serkan mau membuka pintu sialan itu


cckk... kalau bukan karena aku ingin keluar dan menjauh dari pria ini, ia tidak sudi berbicara pelan dan selembut ini, batinku berdecih


karena perkataannya barusan suasana menjadi hening seketika


ada apa ini kenapa dia diam saja, kan aku canggung jadinya. dasar kau pria buntung... mati saja kau di aer aer, teriakku didalam hati tentunya mana berani ia teriak seperti itu


"kemarilah" ujar serkan mengangetkan nya dari lamunan sumpah menyumpah dibatinnya


"ha..." ujarku polos karena masi bingung dan kaget karena tiba tiba serkan menyuruhnya lebih mendekat kearahnya


"kemarilah" ujar serkan lagi dan dibalas dengan gelengan kepala darinya


serkan menghedik bahunya "baiklah jika kau tidak mau" ucap serkan mulai membaringkan tubuhnya tapi sebelum serkan mengambil aba aba untuk berbaring, rani langsung lebih mendekat ketubuh serkan dan itu membuat serkan menarik bibirnya kesamping karena serkan tau jika gadisnya akan mendekat


dan sekarang rani menjulurkan tangannya meminta kunci itu dari serkan


"sudahkan, sekarang mana kuncinya?" tanya rani masi setia menjulurkan tangannya tapi sayang rani tidak tau otak terselubung serkan dengan lebih mendekatkan tubuh rani dari dirinya


dengan sekali tarikan rani sudah berada diatas pangkuan seorang serkan yang menyeringai tajam dan jangan lupakan tatapan itu seakan ia akan memakan hidup hidup dirinya


***


JANGAN LUPA


LIKE ✔


KOMEN ✔


VOTE ✔


FOLLOW ✔


TERIMAKASIH🙏


by.rmh08