My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 21



"Dadyy... omaa" teriak reyhan memanggil sembari menurun tangga


"Oma..." panggil reyhan celangak celinguk melihat kekanan dan kekiri mencari objek yang reyhan panggil


Reyhan menyusuri rumah bak istana berjalan ke arah ruang keluarga


"Omaa ada dimana!" Teriaknya lagi


"Waaah reyhan cucu opa uda sembuh? Ayo sini sama opa" ujar kemal duduk disofa ditemani oleh siaran TV tentang berita


"Opaa..." reyhan berlari kearah kemal lalu memeluknya


Kemal mengangkat tubuh reyhan lalu mendudukinya disamping


"Ko makin berat cucu opa ini" becanda kemal


"Kan lehan uda besal jadi makin belat. Opa kapan pulang? Lehan ko gak tahu" tanya reyhan mengangkat kepalanya menghadap kemal yang tersenyum


"Opa barusan pulang. Opa bawa hadiah dari London, reyhan mau?"


Reyhan antusias menganggukkan kepalanya "lehan mau opa, mana hadiahnyanya?"


"Hadiahnya ada dikamar opa nanti opa ambilkan yah" ujar kemal mengelus kepala reyhan


"Oke opa" jawabnya memgacungkan jempol dan memperlihatkan senyuman lebarnya bahkan matanya sampai menyipit


"Terus tadi reyhan manggil dady sama oma ada apa?"


"Gak ada sih opa. Cuma mau panggil aja, tapi lehan ada bisnis sama oma" ujar reyhan menghadap kedepan melihat saluran TV yang tidak disukainya


"Opa tukar dong salulannya. Lehan mau nonton spombob" suruh reyhan pada kemal


"Bisnis? Haha-hahah bisnis apa cucu opa sama oma. Udah seperti orang bekerja saja kamu" kekeh kemal tertawa lucu sambil mengacak rambut lehan dan tak lupa kemal mengganti salurannya menjadi kartun kesukaan reyhan


"Bisnis pencalian momy, opa" ucap reyhan seadannya sembari menonton siaran spombob


Kemal menaikan alisnya sebelah


"Kamu beneran ingin sekali cari momy kamu yah?" Tanya kemal


Reyhan mendongak lalu mengganguk kan kepalanya cepat


"Iya opa, lehan sangat ingin cali momy lani"


"Apa menariknya momy rehan hem, bilang sama opa"


"Momy lehan baik telus sangat cantik, oma aja kalah" ucap rehan membandingkan rupa istrinya dengan perempuan yang di idamkan cucu dan istrinya


"Masa sih" tanya kemal terkikik


"Iya opa, opa gak pelcaya sama lehan.  opa mau tidak bantuin lehan caliin momy lani" ucap reyhan membinarkan matanya penuh harap


Kemal pura pura berpikir sembari meltakan jarinya didagu


Padalan kemal juga ingin mencari perempuan yang membuat keluarganya terpikat kecuali, serkan


"Opaa... bantuin yahhh" lehan mengoyang paha kemal memberikan tatapan ter imutnya pada kemal


"Eemmm... gimana" pikir kemal melirik mimik wajah cucunya seperti anak kucing


"Opaaa jangan sok mikir deh" jawab rehan cemberut


"Baiklah... baik" kemal mengangkat tanganya pasrah lalu tersenyum gelik


Senyuman lebar terampir di wajah reyhan sampai mata nya menyipit sakin lebar senyum dan sakin senangnya


Kemal memcubit hidung reyhan gemes "nanti opa bantuin cariin momy kamu, tapi kasih tau dulu gimana rupanya sama opa" ujar kemal yang sudah menghadap kedepan


"Tadikan lehan uda bilang kalo momy lehan itu cantik telus baik" ujarnya


"Semua perempuan di bumi ini cantik, boy. Salah satunya pasti momy rehan, opa hanya ingin tau deskripsi wajahnya"


"Emm... gimana ya opa wajah momy itu sangat susah untuk di peliksi, pokonya wajah momy itu sempulna" ujarnya mejulurkan tanganya membuat lingkaran antara jempol dan telunjuk '👌'  sambil tersenyum manis


Kemal mengangguk angguk kepala


"Yasudalah nanti opa bantuin"


"Makasih opaa"


"Sini oma periksa keningnya" lanjutnya meletakan tangannya di dahi reyhan ingin merasakan apa ada lagi rasa panas disana


Reyhan menggeleng


"Lehan uda sembuh oma" jawabnya


"Haaa... syukurlah, kamu buat oma opa sama dady kamu jadi khawatir. Lain kali jangan terlalu banyak berpikir yah. Cucu oma itu masih kecil jadi harus banyak main bukan malah mikir kayak orang dewasa" ujar dewi dan di angguki oleh reyhan


"Yah oma"


"Kata oma kalau lehan uda sembuh kita cali momy?" Tanyanya memiringkan wajahnya kearah omanya


Dewi mendengarnya melirik kemal dan dibalas kemal hanya hendikan bahu


"Tentu saja akan kita cari, sayang. Tapi bukan sekarang, rehan kan baru sembuh tuh, jadi kita dua tunda dulu pencariannya. Biarkan daddy rehan sama opa yang gantian cariin, gimana?"


"Ooh yauda deh" mendengar itu dewi tersenyum simpul


Serkan melihat keluarganya diruang tamu mulai menyapannya


"Hei, pada ngumpul yah" sapanya tersenyum tipis lalu mengacak rambut reyhan


Dewi yang masih kesal sama anaknya hanya mempaling wajahnya


Kemal mengeleng geleng kepala melihat itu


"Kau mau kemana?" Tanya kemal melihat putranya yang sudah rapi memakai jas hitamnya


"Serkan mau ke Mall J'Praditya dad. ada meeting pengelolaan perayaan tahunan, jadi serkan harus disana" ujarnya


Mendengar kata Mall reyhan langsung menghadap daddynya dengan pandangan berbinar


"Dad... bolehkah lehan ikut?" Ucapnya. Serkan yang ingin mengeleng kepala tidak jadi karena mendengar suara momynya, dewi


"Tentu saja reyhan boleh ikut" putus dewi. Serkan melototkan matanya


"Benarkah oma" ujarnya antusias yanh dibalas anggukan dewi


Serkan memegang keningnya pusing. Beginilah tingkah momynya jika sedang marah, akan membuat semua orang bingung dan frustasi


"Haaaaahh... baiklah" jawabnya pasrah


"Reyhan ganti baju dulu sana" suruh serkan "Nining... bantuin anak saya ganti baju" lanjutnya


"Baik tuan. Ayo tuan muda kita ganti baju dulu" ajak nining dan dibalas anggukan kecil lalu memegang tangan reyhan membawanya ke kamarnya berada


"Daddy halus tunggu lehan yah" katanya sebelum menghilang dari balik dinding


Serkan angguk angguk kepala lalu beralih ke dua orang tuanya. Pandangannya jatuh ke dewi, serkan mulai mendekati dewi alih alih untuk meminta maaf pasal pencarian perempuan yang disukai momynya


"Mom..." panggilnya


Dewi mengubris panggilan serkan dan serius menghadap kedepan sembari merangkul suaminya. Membiarkan serkan yang sedari tadi memanggilnya


"Mommy serkan tau serkan salah. Serkan janji bakal cariin yah, jangan marah lagi sama serkan mom" bujuknya


"Momy gak perlu janji kamu, yang perlu kamu itu bukti jangan ngomong aja yang besar" omel dewi melipat tangannya didada


Kemal yang berada diantara keduannya hanya bisa terdiam memperhatikan jika bersuara saja pasti akan kena bogeman mentah dari istrinya, jadi sementara ini menunggu kemarahan istrinya mereda baru kemal angkat suara


"Iya mom serkan buktiin, nanti" sahutnya


"Nanti! nanti aja yang kamu bilang padahal ini untuk kebaikan kamu juga serkan"


"Maaf mom, serkan akan usaha mencarinya lagi" serkan membuang nafasnya


"Oke momy tunggu" jawab dewi cuek


"Dadyyy... lehan uda siap, hayuk" ucap reyhan berlari kearahnya lalu memegang tangan besarnya


"Yauda yuk, mom dad kami pergi dulu" pamitnya


"Lehan pelgi dulu ya oma opa, nanti lehan bawain oleh-oleh yah... dadahh" rehan melambaikan tangannya sembari mempamerkan gigi putih kecilnya


***


LIKE - KOMEN - FOLLOW (author akan Follback kembali)