
"Hiks... hikss" serkan kaget ketika rani menangis dibahunya
"Sayang, apa kau menangis?" Tanya serkan khawatir. Tentu saja dia khawatir tiba tiba rani menangis
Apa karena ciumannya kasarnya pada gadisnya?, batin serkan merasa bersalah
Tapi untuk apa ia merasa bersalah ia melakukan itu karena ia juga menyukai gadisnya
Perlahan serkan membawa wajah rani dihadapannya mencoba melihat keadaan wajah rani sekarang "tatap aku, sweety" perintah serkan. Rani menggeleng kepala tidak ingin melihat wajah brengsek serkan yang tanpa dosanya tidak terjadi apa apa
Ia kira serkan tidak akan menciumnya, tetapi si mesum ini ******* gak ketulang malah menciumnya, batinnya marah ingin mencakar wajah tampan serkan yang memandangnya tersenyum, brengsek
"Tatap aku, rania rumengan. Lihat aku! Aku berbicara pada mu" bentak serkan membuat rani terkejut dan menambah tangisan rani dengan sigap rani mengangkat kepala melihat kedua mata serkan memandangnya tajam dan dingin
"Hikss... hiksss ke-kenapa hik kau yyang marah hik padaku hikkss..." ujar rani memukul dada serkan marah
Melihat itu serkan merubah wajahnya dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang pada gadisnya ini. Baru ini ia bersikap selembut ini pada seorang gadis. Serkan tidak pernah memperlihatkan ekpresi lainnya pada siapa pun dan sekarang lihat serkan bisa menatap gadisnya dengan sangat lembut dan tak ada tatapan dingin dan tajam nya hanya ada tatapan senyum kepada gadisnya
Serkan membelai surai panjang legam halus bagai sutra menyinyingkirkan rambut gadisnya dibelakang kuping sang gadis agar terlihat wajah memerah merona dan hidung merahnya dan itu menambah plus imut untuk gadisnya
"do not Cry, honey" ujar serkan membelai pipi rani pelan dan lembut dan terus turun mengikuti garis wajah gadisnya kebawah memperlihatkan bibir merekah merah sedikit sobek karena gigitannya. Serkan mengelus bibir merah yang terluka dengan jari jempolnya dengan perlahan
"I'm sorry honey, I won't do it again"
Ujar serkan lirih mendekatkan wajahnya kewajah rani untuk mengecup singkat pada bibirnya lembut, pastinya
"Hikss... ka kau ja-jahat padaku, serkan. Hiks.. kenapa kau melakukannya hikss kau memang bresngsek!" Ujarnya marah sambil memukul serkan yang langsung ditangkap oleh serkan
"Melakukan apa honey? Aku bahkan hanya mencium mu bukan memasuki mu. so you have to calm down" jawab serkan gampangnya. Rani mendengar itu tercengang
"Bagaimana bisa kau berbicara segampang itu, brengsek! Kau tau itu my first kiss, dan kau mengambilnya, Brengsek. Enyah kau keneraka" ucapnya murka memberontak sekuat tenaganya memukul tubuh serkan yang bisa ia pukul
Serkan mendapat hal yang luarbiasa karena perkataan rani membuatnya tersenyum sumringah karena bahagianya ia sekarang
"Benarkah?" Jawab serkan kesenagan seperti ia mendapat puluhan milyaran dari lotre
"Hikks,,, sekarang kau sudah puaskan. Aku tidak mengenalmu lama tapi kau melakukan itu padaku, hikks kau sangat jahat. Aku membenci mu sangat membencimu"
"Honey, kenapa reaksi mu seperti aku sudah merenggut paksa perawanmu. it's just a kiss, not an intimate relationship, honey" ujar serkan menangkup wajah rani yang ingin meludak amarah nya
"Dan terimakasih karena menjaganya untukku" lanjut serkan mencium kening rani lembut sangat lembut
"Hikss... hikksss kaauu memang gila serkan!!" Tangis rani pecah melihat serkan malah kesenangan akan hal baru itu
"Aku tau" balas serkan tersenyum melihat tatapan sayu rani meredup mulai menutup mata dan bersandar ditubuhnya
Tokk...
Tokk...
Tokk...
"Daddy wake up" seorang anak lelaki memangilnya dan menggedor pintu
"Daddy dad open the dool, layhan mau masuk" ujar nya mulai menggila menggedor pintu berwarna hitam
Serkan memutar matanya jengah karena kelakuan anak sulungnya yang tidak tau situasi yang mengenakan pada daddynya
Serkan menurun pandangannya kebawah melihat gadisnya yang sudah mendengkur halus ditidurnya, dengan perlahan serkan mengangakat tubuh mungil gadisnya dalam rengkuhannya kemudian memutar arah untuk memperbaiki tempat tidur gadisnya agar ia nyenyak untuk tidur lebih leluasa
"Daddy... open the dool dadyy. Leyhan mau lihat momy" teriakan itu menggema lagi
Mendengar gedoran dan teriakan membuat rani mengeliat terusik mencoba lebih mendekatkan tubuhnya ketubuh serkan untuk mencari kehangatan disana dan itu tidak lepas dari pandangan serkan, serkan lebih suka melihat gadisnya tertidur lelap dari pada bangun dan mengeluarkan aura keganasannya
Serkan terkikik geli mengingat hal itu
Jika tertidur serkan mendapatkan wajah yang sangat damai dan enak untuk dipandang semalaman, serkan tersenyum kecil. Serkan membetulkan bantal dikepala rani dan memberinya kecupan dalam dikening gadisnya
"Daaddyyy buka pintunya leyhan mau masuk..." teriak reyhan yang tidak ingi kalah
Serkan mengehembus nafasnya kasar. Serkan memandang rani sekali lagi sambil mengusap puncak kepala gadisnya dengan sayang setelah merasa puas ia berdiri melangkahkan kakinya menuju pintu tapi sebelum buka pintu serkan mencari kunci di kantong celananya. Tentu saja ia masi mengunci pintu ini kalau tidak rani tidak akan bersamanya sekarang kan?
Setelah memasuki kunci serkan memutarnya lalu membuka pintu lebar sampai terlihat anak lelaki yang sedang marah kepada dadynya yang lama membuka pintu untuknya
"Dady lama banget sih buka pintu gitu aja" omel reyhan berlalu masuk kedalam kamar dadynya dan menuju kasur ayahnya dan memperlihatkan monynya yang terbaring disana. Serkan pun menghembus kasar nafasnya, dasar penganggu. Serkan berjalan dibelakang reyhan yang masih menatap rani dengan tatapan menyelidiknya
"Benalkan dugaan leyhan kalo momy lehan belada di kamal dady" ucapnya masih memandang momynya dan melihat wajah momynya yang habis menangis. Reyhan pun berbalik menatap dadynya marah
"Apa yang dady lakukan pada momy leyhan? Kenapa momy habis nangis gini, daddy?" Ujar reyhan tajam meminta jawaban dari dadynya
Serkan menaikan bahu acuh tak acuh menghiraukan perkataan reyhan untuk bertanya padanya, kan tidak mungkin serkan bilang kalau daddynya habis memaksa momynya berciuman dengannya, kan tidak mungkin.
Serkan melenggang pergi memasuki ruang kerja pribadinya yang berada dikamar itu juga dan meninggalkan gadisnya dengan putranya, lebih baik ia melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda karena adengan yang tak pernah ia lupakan walaupun jauh dari kata ****, serkan tetap menyukainnya.
Dia senang karena bisa menjadi yang pertama bagi gadisnya, ahh bahagianya ia, mungkin saja ia juga yang pertama memasuki gadisnya... ahh aku tidak bisa teru menerus membayangkan ini aku bisa gila.
"Fokuslah serkan, fokus pada pekerjaanmu" semangatnya menyahkan pikiran kotor yang selalu bergentayangan. dia pun lelaki normal tentunya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk kedepannya
Aku tidak sabar untuk cepat cepat menikah dengan gadisku, setelah rania rumengan menjadi milikku aku tidak akan membagi pada siapa pun tentang milik ku, gadisku, wanitaku hanya untukku seorang
***
Author tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita absurbku, ku disini hanya membagi cerita yang aku punya yang tiba tiba terparkir diotakku jadi yah gak banyk byk banget kata kata yang harus panjang jadi jika kalian menyukai cerita ini kita disini saling menghargai, thx untuk dukungan buat (MPD)
JANGAN LUPA
LIKE ✔
KOMEN ✔
VOTE ✔
FOLLOW ✔
TERIMAKASIH🙏
by.rmh08