
Rani menoleh kebelakang melihat asal suara yang sangat ia kenali
"Hay momy dewi" sapa rani tersenyum lebar bahkan dia sekarang sudah berdiri tegak
Dewi membelak kan matanya tidak percaya jika didepan nya sekarang adalah calon menantunya
Dewi berlari menurun tangga dengan tak sabaran
"No, mom. Jangan berlari seperti itu nanti mom jatuh" ujar rani menyetop kelakuan dewi yang sudah seperti anak kecil yang tak berjumpa dengan ibu nya
"AAAAAAA... sayang, momy kangen banget sama kamu" pekik dewi sangat gembira di wajahnya menumbruk badan rani untuk memberi pelukan kerinduan
"Rani juga kangen sama momy" balas nya menerima pelukan erat dewi sambil terkekeh
Dia hanya tidak menyangka jika momy nya sebegitu merindukan nya
"Ayo sini sini kita duduk dulu banyak sekali yang harus momy katakan pada mu" antusiasnya membawa rani duduk kembali
Sesudah mereka duduk dewi memegang tangan rani "haaa... momy senang bisa melihat kamu lagi, ran" ujar momy menghembus nafasnya. Dewi memandang rani dengan tulus dan lembut seperti ibu memberi semua sayangnya pada anaknya
"Rani juga begitu mom" senyumnya
"Ohya siapa yang membawa kamu kesini, ran?" Tanya dewi melupakan pertanyaan yang sudah temparti di pikirannya tapi karena terlalu merindukan calon menantunya ia melupakan pertanyaan itu
Sebelum rani menjawab seseorang dari arah tangga yang menjawabnya
"Serkan mom" ucap serkan berjalan dengan gagahnya memasuki tanganya di saku celana dan itu membuat rani sangat sangat terpesona
Dewi membinarkan matanya mendengar ungkapan putranya
"Waaah bagus deh, trus trus dimana kalian berjumpa?"
Serkan menduduki pantatnya disebelah rani dan menoleh kearahnya memberikan senyuman misteriusnya lalu menghadap kedepan menatap dewi
Rani menggeser pantatnya agak berjauhan terhadap serkan
"Serkan menemuinya di Mall" jawabnya menaikan kakinya satu kepaha
Dewi mengangguk - anguk kepala mengerti "oke, tunggu disini. Momy mau ke dapur sebentar" ujar dewi beranjak dari tempatnya
Dan sekarang yang tertinggal hanya serkan dan rani di ruang tamu yang luas bak lapangan sepak bola
Serkan melirik rani yang sudah gelisah gulana disampingnya. Ah tidak tidak jaraknya dengan rani bisa dikatakan beberapa meter darinya
"Kenapa kamu jauh sekali duduknya? Kemarilah" suruh serkan
Rani menggeleng kepala "tidak perlu, saya lebih nyaman disini" ujarnya cuek membuang muka
"Apa perlu aku yang mendekat, honey" ucap serkan perkataan nya hanya untuk menggoda gadisnya, apa reaksinya bila ia mengucap kat 'honey'
Rani melototkan matanya. gila ya ni cowo, sembarangan ngomong tuh mulut
"Ada apa? Kenapa kaget seperti itu?" Tanya serkan mulai mendekati rani, kan dia sudah bilang serkan ingin tau gimana reaksi gadisnya ini
"Siapa yang kaget, mungkin mata anda lagi picek. Makanya salah liat" cueknya menghedik bahunya dan melirik pergerakan serkan yang mulai mendekatinya, dipikiranya hanya ada kata waspada, waspada dan waspada
Apa si mau lelaki ini, batinya kesel ingin sekali rani berteriak di muka serkan dan berucap 'APA MAU LO SIH, GANGGU HIDUP ORANG AJA'
Jarak mereka yang hampir dikatakan mendekat hanya sejengkal itu pun gagal karena dewi datang dengan hebohnya membawa beberapa cemilan dan minuman tapi itu tidak membuat serkan tidak kembali ketempatnya malah ia berusaha lebih mendekatkan badanya ketempat rani
Biarkan saja momynya berpikir yang tidak tidak, dia hanya ingin mencium harum tubuh gadisnya. Ini sudah ia tahan dari pertama mereka jumpa di ruangan meeting, melihat dari dekat bagaimana wajah mulus gadisnya
Haiis dia bisa gila membayangkan semua itu
"Ayo, ran makan dulu kue nya" kata dewi menyuruh rani mengambil salah satu kue di wadah
Rani mengangguk kepala "iya momy" senyumnya
"Ohya ran, momy mau nanya sama kamu. Selama kamu tidak kasih kabar sama momy kamu kemana saja? Kenapa tidak kasih kabar sama momy? Padahal momy sangat menunggu kehadiran kamu lagi loh, bahkan momy mencoba menyari kamu tapi tidak ketemu ketemu. Trus momy telepon nomor yang kamu telepon lalu itu juga momy telepon tapi gak dianggkat? Momy kira kamu gak mau temui momy lagi... padahal kamu kan tahu rumah momy dimana" tutur dewi memberi semperempet pertanyaan yang membuatnya bingung untuk menjawabnya
Rani menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum memaklumi "emm momy, bisakah satu satu. Hehe rani bingung mau menjawab yang mana" ujarnya dengan tampang bodo nya
"Tidak apa apa kamu bisa menjawab satu persatu" jawab dewi tersenyum
Tapi ada yang aneh disini, tadi ia melihat putranya duduk berjauhan dengan rani tapi mengapa sekarang malah hampir bersentuhan
Dewi memiring kepala nya mencernakan pikirannya di waktu lalu dan waktu yang sekarang. Aha dia sangat paham, dewi tersenyum dalam diam ia sangat tahu jika anaknya mulai tertarik dengan calon menantunya
"Rani tidak kemana mana mom, hanya bekerja dan pulang itu saja. Tapi akhir akhir ini rani juga sangat sibuk dengan pekerjaan rani makanya rani tidak kepikaran untuk datang kesini. Kalo soal telepon rani tidak tahu karena tidak ada yang memberitahukan pada rani" jelasnya menjawab pertanyaan dewi
"Tapi tenang mom, rani masi mengingat mom apalagi dengan reyhan" sambungnya
Mendengar itu dewi tersenyum senang, syukurlah menantunya tidak ada niat untuk melupakannya
"Sepertinya ada tamu?" Kata seseorang berjalan ke arah mereka tepatnya kearah momy dewi
"Kemarilah, sayang. Aku akan memperkenalkan kamu dengan menantu ku" ucap dewi antusias menarik tangan kemal untuk mendekatinya
Calon menantu? Ini hanya candaan kan
"Apakah ini yang namanya rani itu?" Tanya kemal menunjuk rani sambil menilai kebawah dan ke atas
Di perhatikan seperti itu membuat rani sangat risih, rani menunduk kan kepalanya untuk memberi kesan sopan "ah, iya saya om, rani" sahutnya tersenyum kecil
"Saya tidak menyukai panggilan mu, sayang bukan om kamu" kata kemal ttajam nan dingin
Sekarang ia tahu dimana sifat lelaki duduk disampingnya
"Emm maaf Mr Praditya" tunduknya meminta maaf. Kalian tahu tatapan nya lebih tajam dari pada anaknya, huhuhu dia bisa mati berdiri sekarang
Dewi mencubit perut kemal "aduuh sayang maaf, okey. Aku hanya bercanda" ringis kemal menggosong perutnya yang sudah gatal akibat cubitan maut dewi
Rani menggangkat kepala memandang antara kemal dan momy dewi saat mendengar ringisan tuan besar Praditya
Rani menaik kan alisnya bertanya, ada apa dengan lelaki disamping momy dewi atau disebut suaminya momy dewi
"Makanya jangan memberi tampang jelek mu pada menantu ku" omel dewi langsung mendekati rani lalu mengelus punggungnya
"Momy minta maaf ya sayang, suami momy memang seperti itu, jadi jangan disungkan kan yah. Momy tahu muka suami momy jelek jadi jangan takut, okeh" bujuk dewi tersenyum lembut kepadanya dan memberi tatapan maut pada kemal
***
Author hanya perlu dukungan kalian melalui
○ LIKE
○ KOMEN
○ FOLLOW AND VOTE