My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 17



"Eengghh"


Serkan menoleh kearah asal suara dan sama hal dengan dewi yang langsung berjalan dan berdiri saat mendengar erangan reyhan


"Sayang, kau sudah bangun? Gimana perasaanmu uda lebih baikkan? Ada yang sakit lagi, dimana bilang sama dady boy" serkan memberi beberapa pertanyaan kepada reyhan yang terbangun masi dengan wajah lemas dan sayu nya


"Dad... apakah momy lehan sudah datang?" Lirih reyhan berucap menatap ayahnya lalu bergantian menatap dewi disebelahnya


"Bentar, biar momy saja yang panggilkan dokter yah. Kamu nemanin reyhan saja" ujar dewi beranjak dari tempatnya kemudian keluar dari ruangan memanggil dokter. Serkan memanggut kepala


Serkan mengelus pucuk kepala reyhan lembut lalu menciumnya


"Kita yang akan mencarinya, boy. Makannya kamu harus cepat sembuh biar kita dapatkan momy kamu, okey" reyhan mengangguk kepala sembari memberi senyuman pada dadynya


"Dady halus janji yah... dady gak boleh boong karena lehan sayang sama momy lani" tuntut reyhan


"Tentu saja boy kita akan mencarinya sampai keujung dunia kalo perlu sampek kelubang semut pun kita cari" reyhan tersenyum sumringah antusias menerima ajakan itu


Ceklek


"Periksa cucu saya, dokter" ujar dewi dan dokter masuk bersamaan ketempat reyhan berada


"Baik Mrs" patuh dokter mengeluarkan alat stetoskop memeriksa tubuh reyhan diawali dengan dada lalu keperut


"Alhamdulilah sekarang kondisi putra anda sudah lebih membaik. Jangan memberi pikiran yang membuatnya stres atau memberatkan pikirannya karena reyhan masi kecil tidak bisa menampung pemikiran yang membuat tidak ingin makan atau beraktifitas seperti biasa. Usahakan memberinya kesenangan apalagi sebuah kepercayaan dihadapannya" jelas dokter selesai memeriksa reyhan dengan alat alat medis


"Baik dokter, dan kapan anak saya boleh bisa pulang" tanya serkan


"Sebisanya besok bisa, ser. Tapi jika anda ingin membawanya pulang hari ini lalu mengurusnya dirumah saya akan memberi resepnya. Semoga lekas sembuh, nak. Kalau begitu saya permisi ser dan Mrs" ucap dokter mengelus kepala reyhan pelan memberi ucapan semangat dan pergi beranjak keluar


"Reyhan kamu lanjut tidur aja dulu yah biar staminanya menaik lagi lalu kita akan makan sepuasnya" kata dewi memberi senyuman lembut


"Baiklah oma, demi mencali momy lehan. Lehan mau sembuh" jawab tekad reyhan kemudian mengusahakan tidur kembali


"Serkan kembalilah kerumah pasti kamu lelah. Biar saja momy yang jagain reyhan disini setelah dia nanti bangun kembali momy akan membawanya pulang. Kamu harus kerja pekerjaanmu sudah menumpuk malah gak bisa nyariin menantu momy lagi. Huuss sana pigi dah" ucap dewi mengusirnya untuk menyuruh serkan membereskan badanya yang seharian tidak mandi


"Ah baiklah mom. Tapi kalo reyhan sudah bangun cepat hubungin serkan mom, ingat ya mom. Serkan pergi dulu" pamit serkan berlalu pergi meninggalkan dewi dan reyhan diruangan


"Huufft semoga kamu menemuinya serkan" gumam dewi masi menatap pintu yang tertutup setelah kepergian serkan


~~


Sampai dirumah serkan membersihkan tubuhnya agar lebih rileks setelah selesai mandi mencoba mencari beberapa setelan baju kantoran


Serkan akan kekantor sebentar memantau karyawannya lalu pergi menjemput momy dan anaknya


Sesampai dikantor serkan memanggil tangan kanannya untuk mencari informasi gadis itu melalui nomer ponsel yang diberikan dewi


"Steven, datang keruangan ku sekarang" ucap serkan memanggil seorang kepercayaannya


"Baik tuan" sahut diseberang patuh lalu beranjak dari tempatnya berjalan keruangan serkan


Tok tok


"Masuk" ucap serkan


"Ada apa anda memanggil saya tuan?" Ujar steven


"Aku ingin kau mencari informasi tentang seorang gadis... kau harus mencarinya" perintah serkan dengan aura dingin


"Ah maaf tuan, seorang gadis? Kalo bisa bagaimana rupanya tuan?" Tanya steven


"Kalau saya tau, saya tidak perlu memanggil kau stev" tekan serkan tajam


"Eemm tapi tuan kalo saya mencarinya kan sama saja bercuma"


"Makanya dengarkan dulu ucapan ku baru berbicara" dinginya


"Kau hanya perlu mencari dia dengan awalan nama rani dan ini nomor handpohonenya, kau lacak dimana terkahir sumbernya. Cari dia sampai dapat! Saya tidak menerima kegagalan, stev. Ingat itu" serkan berucap dengan nada penekanan dan menatap tajam pada stev yang sudah gemetaran


Dengan cepat stevan mengganguk kepala mengerti "baik tuan akan saya usahakan dan tidak mengecewakan anda" ujar stev meyakinkan serkan


"Eemm pergilah" ujar serkan mengibas tangannya. Stev memdengar perintah langsung pergi setelah stev keluar serkan memutar arah kursi dibelakangnya yang menampakkan kaca besar mengelilingi ruangan dengan pemandangan sejenis bangunan bederetan diluar ibu kota jakarta


Serkan tidak ada pilihan jika suatu saat nanti dia akan berjumpa dengan gadis pilihan ibunya dan juga anaknya tentu saja dia akan menikahi gadis itu tapi bagaimana dengan perasaannya nanti disatu sisi hatinya sudah ada yang nempati. Baiklah jika nanti aku bertemu dengan gadis itu buat saja surat perjanjian


Serkan menarik nafasnya "huuftt!! Haa sudahlah lebih baik jemput momy dan reyhan dulu" serkan bangkit dari kursi besarnya sembari memperbaiki kemejanya supaya rapi kembali kemudian melangkahkan kakinya menuju keluar pintu


~~


Setelah sampai dirumah sakit serkan kembali keruangan anaknya berada


"Mom, reyhan"


"Kau sudah pulang" tanya momy menoleh


Serkan mengangguk kepala membalas pertanyaan momy


"Kau tidak bekerja, serkan?" Tanyanya lagi


"Tentu saja aku bekerja momy, tapi serkan hanya memantau perusahaan" ujarnya mendekati momy dan anaknya yang tertidur pulas


"Reyhan masi tidur mom?"


"Emm..." jawabnya


"Terus bagaimana, kita pulang saja atau menginap disini"


"Kita pulang saja, reyhan sudah tidak betah disini. Katanya kalau dia sudah bangun dia sudah ada dirumah" ucap momy


"Yaudah biar serkan gendong saja, momy persiapkan dulu barangnya reyhan"


"Baiklah" jawab momy mengangguk lalu melakukan aktifitas simpan menyimpan barang cucunya


Sebenarnya dewi bisa saja menyuruh maidnya tapi karena dewi tidak membawa salah satu maid dirumahnya jadi hanya dia saja yang mempersiapkannya, barang reyhan tidak terlalu banyak yah bisa dilakukan olehnya


"Sudah selesai mom?" Tanya serkan dan dibalas anggukan oleh momy


Serkan berjalan sambil mengendong reyhan didepannya dan disampingnya sudah ada momy yang membawa barang reyhan menuju mobil


Sesampai dirumah serkan menidurkan reyhan ditempat tidurnya dengan perlahan dan berhati hati, tak lupa serkan mengecup kening itu dengan lembut lalu pergi menutup pintu


"Apa dia terbangun?" Ucap momy


Serkan menggeleng "tidak, dia sangat nyenyak dengan tidurnya"


Momy menghembus nafasnya


"Syukurlah kalo gitu, akhir akhir ini dia sangat susah sekali tidur lelap"


"Apa karena perempuan itu lagi mom?"


"Ntahlah" ujar momy menghendik bahu kemudian berlalu pergi


"Haiis... harus segera menemui gadis itu" ucapnya frustasi mengacak rambutnya dengan jari jari tangannya


Seberapa pengaruh gadis itu pada keluarganya?


***


Jangan lupa di love and komen


By.mh08