My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 33



"Serkan!!" Pekik seorang diluar ruang kerja pribadinya


"Serkan keluar momy bilang!!" Teriak dewi membahana memanggil putra laknatnya


Bagaimana tidak dewi marah marah pada anak biadab satu ini, seenak jidatnya memperlakukan menantuku semaunya kalau saja cucuku a.k reyhan tidak berlari menangis kearahnya mengadu tentang keadaan rani ia tidak bakal tahu menantunya pulang atau diculik dalam kamar putranya


"Dasar anak kurang ajar kamu ya serkan!" Jeritnya lagi marah marah


"Oma lihatlah momy lani, dady sepeltinya memukul momy, oma." Adu reyhan menangis sesuduh menatap rani disebelahnya menyentuh luka sobekan dibibir momynya itu


"Pasti sakit ya, momy" ujar reyhan simpati kepada momy tercintanya


Dewi berang melihat itu, dasar anak kutil ini, batin dewi teriak


Serkan mendengar percakapan antara momy dan putranya diluar


"Ckk memukul? Yang benar saja!" Desis serkan menghembus nafas kasar saat keributan diruang kamarnya, semoga saja gadisnya tidak terbangun mendengar pekikan maut momynya


Serkan keluar dari kamar ruang kerjanya melihat momy, reyhan dan gadisnya yang masi berbaring disana


"Ada apa mom?" Tanya serkan menggunkan wajah santainya sambil memasukan tangannya kedalam kantung celana yang mambuat kesan aura yang angkuh


"Apa yang kau lakukan pada menantuku, serkan" ujar momy tajam


"Kau menculiknya" lanjut momy marah


Serkan memutar matanya malas


"Aku tidak melakukan apapun, lagian dia masih dirumah ini kan? Diatas kasurku" Jawab serkan diakhir katanya lalu menaikan alisnya jengah


"Tidak melakukan apa apa kamu bilang?" Geram dewi memukul anaknya gemes "kalau tidak melakukan apa apa, kenapa bibir rani bisa sobek gitu!" Lanjut momy menatap putranya nyalang


Dewi sangat gemas pada putra sulungnya ini


"Oh ayolah mom, apa dady tidak pernah melakukan itu pada momy?" Ujarnya menduduki pantatnya disofa memandang putranya yang berada disamping rani sambil mengelus rambut momynya dengan sayang


Dewi tidak bisa berkata kata lagi saat serkan seenaknya berbicara seperti itu, ah sialan. Bantin dewi mendengus


Dewi manarik nafasnya lalu membuangnya "jangan lakukan itu lagi serkan" kata dewi dengan nada dingin


"Why mom? Apa salah? Bukannya momy yang ingin menjadikan rani menantu sungguhan, dan sekarang serkan lagi mengabulkan permintaan momy itu" Serkan memiringkan kepalanya melihat dewi juga membalas pandangannya


Dewi menghembus nafasnya lagi


"Huufft baiklah itu terserahmu, tapi. Momy mohon sama kamu jangan membuat rani menjauh dari keluarga kita karena perbuatan mu ini" ungkap momy pada serkan dan dibalas anggukan pasti oleh serkan


"Of course"


"Oma kemarilah momy sudah bangun" suara reyhan menyela pembicaraan antara ibu dan anak


Dewi berjalan mendekat melihat rani mengeliat kecil membuka matanya perlahan lahan karena sinar lampu diatas menyilaunya


Sampai kedua mata itu terbuka sempurna melihat kekanan dan kekiri lalu bertemu pandang momy dewi dan reyhan yang sedang menatapnya dengan senyum lebar dibibir mereka, rani masih di bawah alam sadarnya tercengo kebingungan


Kenapa momy dewi dan reyhan ada dikamarnya, pikirnya heran masi menatap kedua manusia yang setia menatapnya


Rani memejam matanya dan kembali  membukannya untuk mengumpulkan kesadarannya sambil mengumpulkan nyawannya rani melihat lihat setiap penjuru ruangan, tapi ada yang aneh dengan dokorasi ruangannya? Sejak kapan kamarnya berubah jadi maskulin


"Ko kamar ku beda?" Gumamnya sangat lirih saat matanya menangkap siluet laki laki yang duduk disana sedang menatapnya tersenyum miring


Sekali hentakan rani terduduk kaget menoleh kesamping mendapatkan dua manusia lagi disamping dengan tatapan bahagia


"Kau sudah bangun, ran" ujar dewi bertanya pada gadis yang kagetnya luar biasa


"Yeeeyy... momy, leyhan kangennn banget sama momy" reyhan langsung memeluknya erat


"A-aku dimana?" Gugupnya menatap liar sekeliling dan melihat reyhan merengkuh dirinya dengan tangan kecilnya begitu erat


"apa setelah ciuman panas itu kau lupa ingatan, honey" timpal serkan berdiri dari sofa melangkah maju melihat reaksi gadisnya yang sudah sekian terkejut karenanya


Rani membelakan matanya kaget "haha mom,,," ucapnya tergugu memperbaiki duduknya sopan megahadap kedepan melihat mata yang sedang menatapnya dalam. Rani kembali menatap mata itu yang sulit diartikan


"I am fine, mom" jawab rani geleng geleng kepala membuyarkan lamunannya dan membalas perkataan dewi dengan senyum paksa


"Kalau begitu kita makan malam saja ya" ajak dewi


"Makan malam?" Beo rani menimpal


"Iya, makan malam. yasudah ayo kita keruangan makan. Suami mom sudah lama menunggu" lanjut dewi membantu rani berdiri dari kasur


"Let's go mom, ayo kita makan malam bersama" ucap reyhan sangat girang dan dibalas anggukan rani alih-alih reyhan mengambil telapak tangannya untuk digenggam dan membawanya keluar dari kamar dadynya bersama mom dewi disamping dan jangan lupakan lelaki brengsek itu tepat dibelakangnya


Selagi menurun tangga rani menoleh kesamping "jam berapa sekarang mom?" Tanyanya


Dewi berpikir sejenak "emm sepertinya jam 8 lewat, ran" Jawab dewi


"A-aappa!" Pekiknya kecil


Duh mati gue pasti emak nyariin nih, batinku gelisah


Melihat kegelisahan rani dewi bertanya tanya "kenapa ran"


"Anu mom, emm lihat tas ran gak?" Kata rani setelah mereka sampai diruang tamu dan ingin menuju ke ruang makan lagi


"Ada kok, tadi mbok simpen tas kamu  dikamar tamu" jawab dewi dibalas anggukan rani dan ingin melenggang pergi


Sebelum berbalik arah rani ditarik oleh dewi "loh mau kemana?" Tanya dewi


"Rani mau ambil tas dulu mom, ada yan-" ucapan rani langsung dipotong oleh dewi


"Kamu mau pergi lagi? Ninggalin mom sama reyhan, ran" ujar dewi dengan tatapan sedihnya


Bahkan reyhan yang berdiri anteng melihat lihat sekitar langsung spontan melihat rani dengan cepat memeluk kaki rani takut jika hal dulu terulang lagi


"Momy jangan pelgi lagi! GAK BOLEH" Suara keras reyhan menggema diseluruh sudut ruangan


Melihat hal itu rani kaget dan bingung melihat mom dewi dan reyhan bergantian sedangkan serkan hanya melihat gelagatnya dengan tatapan tajam. WHY? a-pa salahku?, siapa yang mau pergi? Aku cuma mau ambil handphone lalu kasih kabar orang rumah doang, Batinku merinding dengan situasi disekitarnya


"Siapa yang mau pergi?" Kata rani gugup denham kebingungan


"Bukannya kamu yang mau pergi" tanya dewi


Rani memiringkan kepala dan menunjuk dirinya sendiri "aku" ujarnya bertanya dan dianggukan cepat oleh dewi


Rani menggeleng kepala cepat "rani gak pergi ko mom, rani disini"


"Terus kamu mau kemana coba? Mau ambil tas segala tanpa bilang sama mom"


"Uhmm rani mau ambil ponsel di tas rani, mom. soalnya rani mau kasih kabar keluarga rani dirumah. Takutnya mereka khawatir kalau anak gadis mereka belum pulang sampai malam begini" jelas rani kepada mereka dan mendapatkan helaan nafas lega


"Momy kira kamu mau pergi gitu aja gak pamit terus gak makan malam dirumah momy. Padahal kan momy kangen sama kamu apalagi reyhan kangen banget itu"


"Tentu rani sangat tau itu mom" ujarnya tersenyum sambil mengelus kepala


***


JANGAN LUPA


LIKE ✔


KOMEN ✔


VOTE ✔


FOLLOW ✔


TERIMAKASIH🙏


by.rmh08