My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 20



author tiba tiba ingin update aja gitu mungkin karena hari yang spesial yah bagi authornya😭 padalan belum juga sampe 2 hari update kemaren😌 ingin para pembaca setiaku juga ngucapin ultah author yang ke- 18, huhu gak berasa umur uda makin tua😢 jadi pesan buat diriku "Aku selalu berdoa, semoga di hari ulang tahunku ini, aku menjadi orang yang lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin. Selamat ulang tahun untuk diri ini, semoga aku menjadi manusia yang jauh lebih baik didalam segala hal. Tambah cakep, tambah rajin dan semoga cepat mendapatkan jodoh" doain juga ya readrs😀. oke gak mau banyak ceng cong kita lanjut aja


***


Pov author


Omong omong yah aku sangat merindukan anaknya yang super ganteng itu


Sedang apa yah anaku sekarang, batinya


"Haha berasa sudah punya anak beneran aelah ran ran" tujarnya terkikik geli


"Apa aku datangi aja ya kerumah momy dewi" lanjutnya berpikir menatap kedepan mengendarai mobil  mahal hasil kerja jerihnya ketempat butiknya


Dibilang butiknya sudah menduniai, di setiap negeri akan tahu nama butiknya yang super bagus dan rapi sangat teliti dalam menjahit


Apalagi itu dilakukan oleh karyawan nya yang sangat terampil dalam menjahit dan ketajaman matanya


Dalam pencarian karyawan rani cukup tegas dalam memilih pekerjanya dan gaji nya yang lumayan besar


Rani tidak akan sembarangan dalam memilih pekerja nya, dia akan sangat hati hati


Tapi salah satu karyawan yang ia percaya melunturkan kepercayaan nya


Rani memparkirkan mobil aduhainya di basemant butiknya lalu keluar melangkah kan kaki masuk kedalam butik yang ia bangun selama dua tahun yang berlika liku


Ada rasa bangga dihatinya, ia bisa menggegam uang yang ia hasilkan tanpa meminta pada orang tuannya



Rani masuk dan mendapati ruangan butik nya sudah ramai oleh para pembeli dari kalangan orang kaya


"Selamat pagi buk" sapa seorang karyawan padanya dan juga karyawan laiinya yang mebungkuk


"Selamat pagi" sahutnya menganguk kepala


"Panggil juana keruangan saya" ucap rani menyuruh karyawan yang bernama liana yang menyapanya tadi


"Baik bu" ujarnya undur diri sopan



Saat membuka pintu ruang kerjanya harum kesukaannya menusuk hidungnya sampai ia menghirup udara diruangannya dengan rakus


Bagaimana tidak harum ruangannya salah satu penenangnya disaat ia dilanda stres saat mengerjakan desain desain baju yang ia buat dengan imajinasi nya


Ruang pekerjaan dan kamarnya adalah satu harum kesukaan nya yaitu wewangian antara campuran bau bunga levender dan stroberi yang dipadukan dengan berbagai harum bau hujan dan itu sangatt segar menurutnya


Aku mendekati meja kerja lalu menduduki nya dengan tenang


Tok...tok... tok.. (suara ketukan pintu dari luar)


"Masuk" perintahnya


"Permisi bu" kata juana masuk berdiri didekat pintu


"Ayo duduk dulu juana" juana mengangguk kepala patuh


Juana menduduki pantatnya dibangku yang sangat empuk ini


Dia sangat menyesal telah beperilaku cerobah disaat diberi kepercayaan pada bos didepannya


Bahkan kecantikannya itu diatas rata rata sampai juana minder akan kecantikan dan kebaikan bosnya


"Kamu tau kenapa saya memanggil kamu kesini juana?" Rani bertanya dengan tegas dan anggun menatap juana serius yang ditatap pun menunduki pandangannya kebawah


Juana tidak sanggup jika menatap mata indah rani yang berkilat kecewa disana


Juana menaiki kepalanya menjadi menatap rani


"Maaf kan saya bu" mohon nya


Juana sangat tahu apa kesalahan nya yang ia perbuat sampai bos didepan nya marah


Rani menghembus nafasnya menstrabilkan emosinya


"Dengar juana, saya memberikan pangkat mandor padamu untuk memantau semua karyawan saat bekerja. Tapi sayang kamu malah yang tidak becus dalam bekerja. Karena melihat kamu pertama kali yang sangat serius dalam pekerjamu dari pada karyawan lainnya makanya saya menaikan pangkatmu. Tapi yang saya lihat setelah kenaikan pangkat kamu malah berubah begini membuat para pekerja jadi mengeluh soal kamu pada saya" tuturnya


"Saya sudah sering memberi kamu tolaransi padamu juana. Dan kenapa kamu tidak mendengarkan nya! Karena kecerobohan mu. Butik ini mendapatkan kerugian yang lumayan besar, dan itu bukan hanya sekali? Sudah saya bilang pada mu jangan membawak masalah keluarga mu dalam bekerja jika kamu ingin masalah dikelurgamu selesai kamu bisa mengabil cuti, juana. Bukan, disaat kamu lagi emosi kamu melampiaskan pada butik ini" bentakan yang diberikan rani membuat juana berkaca kaca


"Saya sungguh minta maaf bu... saya tidak akan melakukannya lagi" mohon nya


"Saya tidak akan berpengaruh lagi saat kamu menangis dan memohon pada saya" ujarnya dingin mengahadap kedepan


"Ini soal bertanggung jawab mu yang saya berikan kepada kamu dan sekarang apa yang bisa kamu berikan setelah kecerobohanmu ini, juana?"


Juana mengeleng kepala


"Hikss...hikss... maafkan saya bu. Ibu bisa mengambil semua hasil gaji saya dan bahkan jika ibu mau turunkan saja dari pangkat ini bu. Saya tidak cocok" lirihnya menunduk kepala sembari meremas rok nya sampai membekas keriput dirok nya


"Itu saja tidak akan cocok juana untuk mengganti atas kerugian nya"


"Saya tahu bu" lirihnya mengangguk kepala


"Kalau kamu tahu kenapa melakukan nya lagi juana! Ingat juana saya sering berbicara pada mu jika seorang meberikan kebaikan padamu jangan sampai kamu memanfaatkan kebaikan seseorang tersebut jika kalau kamu melakukannya manfaatan itu akan menyerang kembali pada diri mu" bentak rani mengingatkan kata katanya pada juana


"Saya akan memaafkan mu juana, tapi maaf saya tidak akan mempekerjakan mu kembali lagi karena banyak sekali keluhan terhadap mu dari para pekerja. Carilah pekerjaan yang akan membuatmu nyaman juana" katanya melembutkan pandangan nya yang tadi dingin menjadi lembut kearah juana


Juana menaikan kepalanya membelak mata kemudia beberapa saat mata itu berkaca kaca sampai mengeluarkan air mata yang sudah ia tahan sedari tadi


Tapi lihatlah bosnya masih bisa disaat dia marah bosnya memberikan senyuman tulus padanya


"Menurut saya disini lah tempat saya bekerja dengan nyaman" lirihnya


Rani mejulurkan tangannya untuk menempuk punggung juana lembut memberika penyemangat jika kecerobahannya itu akan menjadi lebih baik kedepannya


"Maafkan saya juana. Saya sebagai bos disini memberikan keadilan terhadap karyawan lainnya, bukan karena kamu yang saya pekerjakan lagi akan membuat yang lain akan iri dan itu akan ber akibat kan membuly mu atau menjelekan mu juana"


"Kenapa ibu masi bisa baik kepada saya? Saya sudah jahat pada ibu melalui butik ini. Menghilang kan kepercayaan ibu pada saya karena kebodohan saya tapi ibu masih bisa memaaf kan saya? Kenapa bu?" Juana memandang rani dengan tidak percaya


"Kamu mau tahu kenapa saya masi memberikan maaf pada orang yang berbuat jahat pada saya? Karena saya bukan nabi yang selalu memaaf kan orang orang yang menghinanya. Saya manusia pasti mempunyai kesabaran. Sebenarnya kamu salah besar juana menganggap saya akan mudah ditaklukan atau membodohi saya. Ada saat dimana saya bisa melakukan pembalasan dengan sangat kejam jika perilaku nya sangat tidak bisa dimaafkan. Jika hanya karena hal sepele saya mencoba memaaf kannya walaupun ada rasa marah dihati saya dan saya mencoba mengikhlaskan nya" mendengar ucapan rani membuatnya sangat rendah sekali


"Sekali lagi saya minta maaf bu. Saya sangat berterima kasih pada ibu" ucap juana mengelap air mata di pipinya


"Iya sama sama. Kalau begitu silahkan kamu membereskan barang barang mu juana, dan satu lagi saya akan memberikan kamu gaji seadanya karena melihat kerugian yang kamu buat"


Juan langsung merampas tangan rani lalu menciumnya penuh syukur


"Terimakasih bu... saya sangat berterima kasi"


"Ambilah dan pergi" rani menyerahkan amplop yang berisikan uang tunai


Juana mengambilnya lalu lenggang pergi membungkuk badanya mengucap terima kasih


Rani menghela nafasnya kembali


"Lelahnya, padahal baru masuk kantor uda cepat banget capeknya" eluhnya


***


Folow dulu author yaks biar sejahterah hidupnya


Like and komen