
"Anda boleh melihatnya kedalam, ser. saya sudah bisa mempersilahkan anda dan nyonya. Dan Kondisi putra anda sudah lebih mendingan. Tapi saya sarankan anda memanggil momynya segera mungkin agar kondisi putra anda lebih membaik. Kalau begitu saya pamit ser dan Mrs" pamit dokter membungkuk hormat dan disertai suster dibelakang mengikutinya
Seteleh dokter itu pergi Serkan menoleh kemamanya lalu masuk kedalam ruangan reyhan melihat putra kesayangannya melebehi ia menyangin dirinya sendiri tergeletak tak berdaya ditemani selang infus ditangan putranya
Apakah sebegitu rindunya kah reyhan anaknya sama momy sialan itu sampai ia demam begini, pikir serkan menatap reyhan senduh
Ceklek (suara pintu dibuka)
"Sudah serkan serahkan saja sama yang maha kuasa pasti ada jalan untuk kesembuhan reyhan. Perbanyak berdoa saja" ucap dewi menepuk pundak serkan pelan memberi penyemangat untuk putranya
"Iyah mom, serkan pasti akan berdoa untuk kesembuhan reyhan" sahut serkan menoleh sebentar ke dewi
"Mom... apa serkan panggil saja si nadine? Serkan tidak tahan melihat reyhan seperti ini. Serkan salah sudah meninggalkan reyhan, serkan menyesal" lanjut serkan lirih merunduk wajahnya memcium tangan reyhan dengan erat
"Untuk apa kamu memanggil si iblis itu! Momy tidak akan menyetujui, serkan! Tidak akan pernah. Kalo bukan karena siiblis itu reyhan tidak akan mempunyai phobia sialan itu!" Murka dewi menatap tajam ke arah serkan yang juga menatap dewi dengan lesuh
"Mom harus mengerti... Ini untuk kebaikan reyhan juga mom! Mom tidak bisa melarang serkan membawa perempuan itu walaupun dia sudah melantarkan anaknya sendiri. mom harus lihat reyhan sakit karena merindukan perempuan itu!" Bentak serkan berdiri menghadap dewi
Dari sekian dewi merawat serkan sedari kecil baru ini serkan membentak ibunya sendiri karena ketidak tauan jika serkan menyangka jika putranya merindukan wanita jahanam itu bukan calon menantunya
"Tapi serkan reyhan tidak merindukan perempuan itu! Reyhan merindukan momy barunya!" Tekan dewi tersulut emosi mengepalkan tangan erat menatap putranya
Dewi sangat membenci perempuan itu bahkan sangat sangat membencinya, perbuatan perempuan itu di masa lampau tidak akan bisa dimaafkan kalau pun perempuan itu memohon mohon pengampunan darinya tidak akan ia maafkan sampai kapan pun itu
Serkan mengerut dahinya
"Apa maksudnya mom. Momy baru reyhan? Serkan tidak mengerti yang mom ucapkan" ujar reyhan sembari duduk kembali
Dewi menghela nafasnya
"Reyhan sakit begini karena dia merindukan calon menantu baru momy" dewi menghedik bahunya lalu duduk disofa tat kalah jauh dari tempat tidur reyhan
"Calon menantu? Ayolah mom jangan terbelit berbicara serkan tidak akan mengerti jika momy berbicara mengada ngada" serkan memutar matanya jengah
"Momy tidak berbohong serkan! Momy ngomong apa adanya. Kamu tidak mendengar putramu sendiri dirumah jika reyhan merindukan momy yang lain bukan si nadine"
"Mom lagi gak bercandakan. Serkan serius mom!" Serkan memengang kepalanya stres
Perkataan momynya sudah membuatnya sangat pusing
"Terserah kamu, serkan. Kalo kamu tidak percaya yasudah yang penting momy menyukai gadis itu yang sudah momy anggap jadi menantu momy dan jangan lupakan kalau reyhan juga sudah menganggap gadis itu menjadi momynya bukan si iblis itu"
Serkan menghela nafas "dan serkan tanya, dimana sekarang gadis yang momy sebut itu?" Ujar serkan mengalah
Dewi menghedik bahu
"Kalau momy tau. Momy tidak akan menelepon kamu membawa reyhan kerumah sakit. lebih baik momy memanggil menantu momy bukan malah kamu" ujar dewi
"Momy gak lagi menjodohkan serkan kan" serkan menyipitkan matanya
"Untuk apa momy berencana menjodohkan kamu. Sedangkan kamu saja sangat susah menerima telepon momy" balas dewi
"Terus bagaimana momy bisa menganggap gadis itu menjadi menantu momy dan membiarkan reyhan memanggil dia ibunya sedangkan saja serkan tidak tau asal usulnya"
"Kamu meragukan insting seorang ibu serkan?" Tanya dewi menoleh
"Tidak, momy sangat yakin padanya serkan. Percayalah pada momy, kamu tidak akan menyesal jika kamu melihat gadis itu" senyum dewi menampilkan wajah serius
"Lalu bagaimana serkan menemuinya kalau saja momy juga tidak mengetahui keberadaannya" ujar serkan
"Momy juga tidak tau. Tapi momy punya nomor ponsel terakhir kali rani menelepon seseorang melalui ponsel mbok. Momy akan kasih nomornya sama kamu, kalau perlu kamu lacak saja nomor itu. Momy tidak mau tau. kamu harus mencari rani menantu momy dengan cara apa pun itu" tekanĀ dewi
"Rani?, nama yang femaliar" gumam serkan mengelus dagu
"Apa? Kamu ngomong sesuatu" tanya dewi
"Ah tidak mom, serkan hanya merasa nama itu sangat femaliar saja"
"Nama rani itu banyak didunia serkan. Tapi terserah kamu saja walaupun nama itu sangat fameliar bagimu kau harus menyelidiki dengan nama awalan rani" ucap dewi
"Huuft... baiklah mom" hela serkan lalu menatap putranya iba
"Dady harus mencari dimana momy yang kamu panggil boy" gumam serkan mengegam jemari reyhan erat lalu mengecup kening dengan lembut
"Mom kapan dady pulang?" Serkan melirik
"Sepertinya lusa, karena pekerjaannya belum sepenuhnya selesai" jawabnya
"Lusa, bukanya itu lama mom?" Tanya serkan lagi sepenuhnya memandang dewi
"Salahkan dirimu sendiri serkan. Kamu tidak ingin membantu perusahaan dady kamu malah membangun perusahaan kamu sendiri"
Serkan menarik nafasnya dalam
"Tidak momy, serkan mau mempunyai perusahaan sendiri membangun dengan kedua tangan serkan tanpa campur tangan dady setelah jaya perusahaan itu serkan ingin menggabungkan perusahaan dady dan serkan. Lagian serkan sudah bilang sama dady biar saja perusahaan itu serkan gabung dengan perusahaan serkan. Tapi sayangnya dady tidak mau, salahkah serkan tetap menolak? sedangkan saja perusahaan serkan lagi mencuat dalam perbisnisan"
"Makanya serkan mengambil keuntungan jika saja perusahaan dady dan perusahaan serkan dapat digabungkan itu akan mendapatkan keuntungan yang besar" ujar serkan menjelaskan memperagakan tubuhnya agar meyakinkan jika ucapannya benar
"Momy tidak tau urusan kalian. Momy juga sudah tua begini pusing mikirin kamu apalagi mikirin perusahaan antara kamu dan dadymu"
"Momykan selalu begitu" serkan mecibir. Dewi mengangkat bahunya tidak peduli
"Lebih baik kamu mikirin bagaimana mencari keberadaan menantu momy" kata dewi
"Serkan akan usaha untuk mencarinya" jawab serkan menurut lalu membuang muka l
kesamping
dimana aku harus mencarinya
Kenapa momy dan reyhan mengenal gadis yang tidak ia ketahui? Itukan membuatnya sangat penasaran
Sebenarnya siapa kau? Sudah membuat momy dan anakku beralih kepadamu
**
Jangan lupa di vote and komen
By.mh08