My Love My Stalker

My Love My Stalker
bored



Tok


Tok


Tok


Ketukan pintu membuat Disha mengalihkan perhatiannya yang sedari dari tadi melamun.


" Masuk"perintahnya.


Masuklah Bi Minah Art di rumah Disha sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.


" Ada apa Bi..? " "tanya Disha.


" Ini non ibu nyuruh saya nganterin makanan buat non" jawab Bi Minah sambil menaruh makanan tersebut.


" Emang mamah udah pulang Bi.." "tanya disha.


" Belum non tadi ibu telepon saya suruh nyiapin makanan buat non sama den Ano(panggilan untuk keano adik disha).." jawab Bi Minah tersenyum ramah.


Bi Minah sudah bekerja cukup lama di keluarga disha bahkan semenjak Disha dan keluarganya tinggal di Bandung.


"Ano udah pulang Bi..?.." tanya Disha kemudian


" Udah non dia lagi makan,yaudah bibi permisi dulu kalo ada apa-apa panggil bibi saja ya non"ucap Bi Minah pamit undur diri.


" Iya bi maksih"jawab Disha .


Bi Minah pun keluar kamar Disha sambil menutup kembali pintu kamar Disha , selepas Bi Minah pergi Disha turun dari ranjang nya dan duduk d kursi belajar dan mulai menyantap makanan yang di letakan Bi Minah disitu.


ping


bunyi notif pesan dari hanphone nya membuat Disha menghentikan makan dan mengambil hp yang ia letakan tidak jauh dari situ.


Airin


;Hai dish apa kabar?


Disha membaca pesan dari Airin sahabat nya di Bandung,rasanya sudah lama sekali mereka tidak bertukar kabar terhitung semenjak dia pindah ke Jakarta dan ber sekolah disana.


Disha


;Gue baik lo apa kabar.?


airin


; Gue juga baik kapan lo ke Bandung ,gue sama Sasa kangen lo Dish


Disha


;Oh iya gue juga kangen sama kalian,Sasa gimana kabar nya?


Airin


; Baik Dish sekarang dia udah pake hijab (sent a photo)


Disha meliahat photo Sasa yang sekarang memakai hijab dia terlihat sangat cantik dan anggun dia terlihat islami memakai hijab tersebut berbeda dengan Sasa yang dulu yang suka memakai pakaian serba feminim.


Disha


;Sasa berubah ya sekarang gak nyangka dia bisa juga jadi anak alim😁


Airin


;Iya Dish gue juga gak nyangka pas pertama kali liat dia pake hijab,kapan lo kesini biar kita bisa ketemu Dish?


Disha melihat pesan terakhir dari Airin dan merenung dirinya teringat kembali akan kenangan-kenangannya saat di Bandung ,sebenarnya ia juga merindukan sahabat nya namun ia belum siap untuk kembali ke tempat itu.


airin


;Dish lo gak apa-apa kan?


Disha


Airin


;Ok Dish gue ngerti lo baik-baik ya disana


Disha membaca pesan dari Airin dan kembali menyimpan hp nya,dia tidak tau apa ia akan baik-baik saja.


Meskipun disini dia sudah memiliki teman dan lingkungan baru,tapi hatinya masih belum tenang karna kejadian itu masih terngiang-ngiang di benaknya,apalagi ia juga belum tahu siapa dalang di balik peristiwa itu.


"Dit lo dimana sekarang"gumamnya.


Tanpa Disha tau di luar rumah seseorang tengah memperhatikan jendela kamar nya orang itu tersenyum dan langsung pergi meningalkan rumah tersebut.


Keesokan hari nya Disha tengah duduk sendirian di dalam kelas terlihat beberapa orang mulai memasuki kelas dan menyapa nya.


"Hay Dish!"sapa Joly salah satu teman Disha sambil melambaikan tangan


"Hay juga"balas Disha tersenyum ramah.


"Hay Dish "sapa yang lain


Disha membalas mereka dengan senyuman sambil mengeluarkan buka yang ia bawa di dalam tas dan mulai membaca nya.


"Rajin banget pagi-pagi udah baca buku aja" ucap seseorang.


Mendengar itu Disha mendongak di depan nya berdiri Justin Andreas yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Sorry,ada apa ya?.." tanya Disha bingung dengan kedatangan Justin yang tiba-tiba menyapanya seingatnya ia dan Justin tidak begitu akrab mereka hanya sesekali berpapasan tanpa bertegur sapa,baru kali ini Justin menyapanya.


"Gak ada apa-apa sih gue cuma pengen nyapa aja boleh kan?"jawab Justin santai dan duduk di bangku di depan Disha.


"Boleh sih"


" Oh iya kenalin gue Justin Andreas lo bisa panggil gue iyas , gue ketua osis disini " Justin memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan nya kepada Disha.


" Iya gue tau kok " jawab Disha singkat membalas uluran tangan Iyas tanpa tersenyum dan ia kembali mengalihkan perhatian nya kepada buku yang sedang ia baca.


Mendengar itu Iyas tersenyum gadis di depanya ini terlihat cantik namun dingin , tadinya ia menyapa hanya untuk berkenalan dengan Disha karna penasaran namun ia tak menyangka dengan jawaban Disha dia terlihat acuh padanya biasanya saat ia mencoba mengajak berkenalan dengan gadis lain mereka akan terlihat sangat kegirangan 'menarik' pikirnya.


Saat Iyas ingin kembali berbicara Tania datang dengan Dicky yang membuatnya terdiam.


" Hay Dish!"sapa Tania sambil duduk di sebelah Disha , setelah duduk ia baru menyadari jika yang duduk di depan nya adalah Iyas .


" Hai kak Iyas,ada apa ya tumben pagi-pagi mampir ke kelas kita?"tanya nya penasaran


"gak ada apa-apa kok ya udah gue pamit dulu ya bye Dish,Tania"ucapnya kemudian matanya terus melirik ke arah Disha yang hanya mengangguk kepadanya.


"Bro gue cabut duluan"ucapnya lagi sambil menepuk pundak Dicky sambil berlalu pergi meninggalkan kelas.


" Gila Dish kak Iyas ngapain kesini jangan-jangan minta no hp lo ya.?"tanya Tania heboh.


" Apaan sih halu lo , gak kok dia cuma nyapa doang! " jawab Disha cuek dia tidak mengerti apa yang begitu spesial dari Iyas hingga membuat Tania heboh sendiri menurutnya semua lelaki itu sama saja yang membedakan hanya nasib.


" Wow hebat ya lo kemarin di kasih coklat sekarang di sapa langsung jangan-jangan dia beneran suka sama lo Dish"ucap Tania makin heboh.


" Sapa yang ngasih coklat" tanya Dicky penasaran mendengar ucapan Tania


" Itu loh kak Iyas kemarin dia ngasih coklat eh sekarang malah langsung ngajak kenalan,gak nyangka gue"jawab tania


Mendengar itu entah kenapa membuat sesuatu di hatinya terasa sakit tak rela jika Disha berdekatan dengan lelaki lain..


" Masa sih,baru masuk aja yang suka sama lo udah banyak bentar lagi juga ada yang nembak lo Dish"ucap Dicky sambil tersenyum getir,mencoba menyembunyikan perasaan nya.


" Gak lah lagian gue gak tertarik , gue juga gak punya niat buat pacaran "jawab Disha melirik Tania dan Dicky yang memperhatikan nya.


" Kenapa Dish,apa jangan-jangan lo udah punya pacar ?"tanya Tania.


Disha bingung harus menjawab apa ingin sekali ia berkata jika ia memang sudah memiliki pacar namun hubungannya terlalu rumit untuk di sebut pacar.


" Tau dech jangan ngomongin cowok mulu ach males gue.." ucapnya kemudian memilih untuk mengakhiri pembicaraan mereka ada sedikit kesedihan terpancar di matanya yang tak luput dari perhatian Dicky yang sedari tadi menatapnya.