
"Guys lo pada mau makan apa nih?"tanya Putri kepada teman-temannya
Saat ini mereka tengah berada di kantin,beberapa siswa lain juga sudah memenuhi kantin tersebut waktu istirahat memang selalu membuat kantin penuh , banyak siswa berdatangan untuk makan ada juga yang bergosip membuat suasana kantin jadi ramai seperti pasar kalo lagi mau lebaran , udah pengap berisik lagi.
" Siomay aja dech gue "jawab Tania terlihat asyik memainkan hp
"Gue juga samain ,sama es jeruk juga!" Disha ikut bersuara
Satu persatu mereka pun menyebutkan pesanannya
"Beb pesenin gih!"ucap Putri setelah mereka selesai menyebutkan pesanan nya.
"Kok aku beb?"tanya Rega bingung
"Ya terus kamu mau aku gitu ya pesenin,tega banget kamu udah tau ngantri gini masa aku sih,udah sana ajak aja tuch si Andi "ucap Putri tak terima sambil menunjuk Andi yang tengah asyik menggoda para siswi yang lewat.
Rega diam sambil melirik ke arah putri 'dasar cewe gue pikir dia yang mau pesenin eh ujung-ujungnya gue juga "pikirnya.
dengan enggan dia pun beranjak dari duduknya
" Ayo nyuk ikut gue" ucap Rega menarik Andi ikut bersama nya
" Ikut kemana dach!"dia melihat antrian yang teramat panjang di depan nya
"Ogah ach males gue"ucap nya lagi
"Apa loe bilang,pergi gak loe kalo nggak gue tampol ya lo!"ucap tania tiba-tiba sambil menatap Andi dengan tajam.
Andi menatap Tania dengan takut 'cewek kalo laper nyeremin juga' pikirnya.
Dia pun ikut mengantri bersama Rega yang sudah duluan mengantri di tukang siomay .
Disha memperhatikan sosok yang tadi dikiranya Adit tengah memasuki kantin bersama seorang lelaki yang dia tidak kenal siapa.
"Hay Dim"sapa Putri saat Adit melewati meja mereka.
Adit membalasnya dengan senyum sambil berlalu pergi.
"Lo kenal dia Put?"tanya Disha penasaran
" Iyalah dia anak baru di kelas gue , namanya Dimas" jawab Putri
"Oh itu anak baru yang lo bilang kemaren,lumayan ganteng sich tapi sayang bukan tipe gue,anaknya kayak alim gitu"ucap Tania setelah memperhatikan Dimas
"Emangnya type lo kayak gimana kayak si Andi gitu ?"tanya Putri
"Ish apaan sich loh pake bawa-bawa tuch anak,ya gak lah type gue mah gak ribet yang penting baik,sayang sama gue dan yang paling penting setia tapi gak kayak dimas ,gue gak cocok sama dia , lo lihat aja kebanyakan cowo berkacamata itu anak nya rajin bin alim gak banyak neko-neko sedangkan gue tiap ulangan aja rimed mulu,apalagi gue kalo gabut , gak mungkin kan gue ngajak dia bolos bareng yang ada gue di ceramahin tau gak"ucap Tania menjelaskan dengan panjang lebar.
'Dimas' pikir Disha ternyata benar dia bukan Adit tapi entah mengapa hati kecil nya merasa jika dia melihat Dimas dia seperti melihat Adit,dia merasa jantung nya berdebar debar.
Dicky memperhatikan Disha yang terlihat berbeda saat Dimas lewat,Dicky tidak senang melihatnya tidak biasa nya Disha memperhatikan orang lain.
Tak lama kemudian pesanan pun dtang di bawa oleh Andi dan Rega.
"***** gila ngantrinya kayak ngantri buat sembako gratis "keluh Andi mengelap keringatnya dia merasa sangat kegerahan karna berdesak-desakan dengan siswa lain.
" Iya apalagi cewek gak mau ngalah banget main serobot aja lagi" ucap Rega yang tak jauh beda keadaanya dengan Andi.
" Makasih ya sayang "ucap Putri sambil tersenyum
"Iya sama-sama sayang" balas Rega ikut tersenyum.
"Terima kasih" ucap Dicky dan yang lain berbarengan.
" Ya allah gak ikhlas banget ngomong makasih nya gak ada manis-manisnya gitu " ucap Andi
" Iklan air kali ada manis-manis nya"ucap Tania
Adit memperhatikan Disha yang tengah berbincang bersama teman-temannya.Disini dia bisa dengan bebas melihat Disha tanpa di ketahui gadis itu.Adit ikut tersenyum saat dilihatnya Disha tersenyum.Senyuman itu dia sangat merindukanya , senyuman yang bisa mendebarkan jantung nya terlebih lagi saat senyuman itu di tujukan padanya.
Saat Disha berbalik ke arah nya Adit membuang muka dan memilih mengobrol bersama teman- teman baru nya.
'" Dish?"ucap Dicky mencoba menarik perhatian Disha yang tengah mengobrol bersama Dutri ,Disha langsung menoleh ke arahnya.
" Iya kenapa ****.??" tanya Disha
" Lo kenal sama Dimas , perhatiin lo tadi mandang dia terus?"tanya Dicky mengungkapkan rasa penasaran nya.
" Ciee ada yang cemburu nih"sindir Andi
" Ehemm minum air banyak-banyak biar gak kepanasan " tambah Rega ikut bersuara.
" Berisik lo pada , gue cuma penasaran doang elah"sangkal Dicky tak terima di bilang cemburu.
" Ngaku aja kali **** kalo cemburu mah jangan di pendem mulu "balas andi
" Gue gak kenal cuman penasaran aja soal nya dia mirip sama temen gue tapi ternyata bukan"ucap Disha menjawab pertanyaan Dicky
"Oh gitu gue pikir lo kenal,sorry dech"ucap Dicky kemudian
Tidak lama setelah itu mereka memasuki kelas masing-masing Dicky berjalan memasuki kelas di sana sudah terlihat Dimas alias Adit tengah membaca buku.
"Hai Dim"sapa Dicky
" Hai juga kenapa bro?" tanya Adit saat itu kelas belum terlalu ramai Putri dan Rega juga belum memasuki kelas hanya terlihat beberapa siswa termasuk Adit dan Dicky
" Gue boleh tanya sesuatu gak?" ucap Dicky kemudian
"Boleh , mau tanya apa?" ucap Adit
" Loe kenal sama Disha gak?anak kelas sebelah dia anak baru juga sama kayak lo, tapi dia emang udah lumayan lama sich masuk kesini"ucap Dicky
"Gak gue gak kenal gue aja baru ketemu dia hari ini,emang kenapa?" tanya Adit balik bertanya ,dia tidak mungkin menceritakan yang sebenar nya.
Dicky menatap Adit penuh selidik entah apa yamg sedang ia pikirkan.
"Gak apa-apa kok"ucap Dicky menjawab sambil tersenyum
" Ada apaan nih serius banget?"ucap Rega yang datang bersama Putri memotong obrolan Adit dan Dicky ,mereka duduk di tempat nya masing-masing
"Iya lagi ngobrol apaan sich,ikutan dong" ucap Putri bersemangat.
"Kepo lo gak ada apa-apa lo pada dari mana aja perasaan tadi kita keluar kantin bareng dech ?" tanya Dicky
" Biasalah cewek gue tiba-tiba pengen es krim makan nya gue keluar dulu bentar" jawab Rega
" Iya lagian belum bel juga "ucap Putri.
Di tempat lain Disha memegang gelang yang terpasang di tangan nya dia memperhatikan gelang tersebut
'kok gue ngerasa lo ada disini ya Dit,kalo lo beneran ada pliss temuin gue Dit , gue kangen sma lo emng nya lo gak kangen juga "gumamnya dalam hati.