
Hari itu di siang hari,Disha,Tania dan Putri tengah menonton permainan basket bersama siswa siswi lain.
Hari itu adalah pertandingan Dicky dan kawan-kawan melawan klub senior mereka sebelum pensiun dan fokus mengikuti ujian-ujian sekolah yang menanti sebelum kelulusan mereka .
Matahari terik tak membuat mereka mengurungkan niat untuk tidak menonton pertandingan tersebut,meskipun bukan pertandingan resmi antar sekolah tapi ini adalah pertandingan antara senior dan junior yang di yakini akan sangat seru apalagi ada Dicky yang jadi ketua basket klub junior,sedangkan kluk senior di ketuai olah Devan anak kelas 3 yang juga cukup tampan namun sayang dia sudah mempunyai pacar yang membuat para wanita patah hati apalagi pacarnya adalah model yang cukup terkenal mereka cukup tau diri untuk tidak terlalu berharap lagi pada Devan apalgi sekarang ada Dicky yang tidak kalah tampan dari pada Devan .
" Kak Dicky ayo kak semangat!"ucap sebagian siswa siwi pendukung Dicky
"Kak Devan ayo kak semangat ,jangan mau kalah "ucap sebagian siswa lain tak mau kalah
"Dicky ayo **** semangat jangan kasih kendor!" ucap Tania ikut bersorak
"Ish apaan sih lo tan malu maluin tau gak!"ucap Putri merasa risih dengan teriakan Tania.
Mendengar itu tania langsung mendelik " Santai aja kali lo gak setia banget dech temen mau tanding masa kita gak ikut dukung sich,lagian cowok lo juga ikutan masa gak mau dukung juga?"ucap Tania tak terima padahal dia sudah punya banyak slogan untuk d ucapkan agar teman-teman nya semangat bertanding.
"Bukan gitu yaelah yang jadi pemandu sorak itu dach banyak , kita mah sebagai cewek cantik diem aja sambil nonton gitu aja mereka udah seneng,lagian kita itu harus jaga image sebagai cewek cantik kan lumayan banyak cowok ganteng beb,iya gak Dish?"ucap Putri mendadak centil entah kenapa sejak datang Putri sudah tebar pesona ke sana kemari kayak kanebo kering.
Disha hanya tersenyum mendengar ucapan Putri sebenarnya dia ingin pulang namun karna di ajak teman-teman nya di mengurungkan niatnya dan ikut menonton bersama yang lain.
"Bener juga lo ya,mudah-mudahan saja ada yang nyantol ama gue kan lumayan bosen nih jomblo mulu,sekali-kali pengen lah gue kalo mu makan di beliin,eh tapi lo kan udah punya pacar Put wah gak setia lo,gue aduin ya sama Rega!"ancam Tania pada Putri.
Mendengar itu Putri mendengus,mukanya langsumg cemberut"Udahlah jangan bahas tuch kunyuk , sebel gue sama dia" sungutnya
"Kenapa lagi dach lo,berantem lagi ya?"tanya Tania
"Gak sich , tapi gue lagi sebel sama dia masa dia lupa kalo hari ini tiga bulan kita jadian kan jadi sebel gue sama dia"jelas Putri,pasalnya tadi pagi sebelum d jemput Rega dia sudah dandan secantik mungkin karna berfikir bahwa Rega akan menyiapkan hadiah untuknya namun setelah Rega datang dia tidak berkata apa-apa.
Saat di perjalanan Putri juga memberi kode pada Rega,tapi dia juga tidak mengerti dan mengira Putri sakit tentu saja hal itu membuat Putri marah dan kesal pada Rega.
"Kasian banget lo,sabar ya kadang gini nih nasib kalo pacaran ama temen sendiri suka lupa mana pacar mana sahabat "ucap Tania prihatin
"Sialan loh ,lo nyindir apa nyinyir nih?"ucap Putri kemudian .
"Ya gue mah ngomong apa adanya kali,lo baperan banget sih,si baper aja gak ke baperan "jawab tania santai
"Apaan sih lo gak nyambung,gini nih kelamaan jomblo otaknya jadi konslet kebanyakn mabok micin sih loh"jawab Putri tak mnegerti arah ucapan Tania.
sebelum Tania kembali menjawab,Disha langsung melerai mereka.
"Udah ach kok pada adu mulut sih kita kan kesini mau nonton basket bukan berantem liat noh udah mulai nih"ucap Disha merasa jengah dengan perdebatan antara Tania dan Putri.
Di lapangan Dicky dan yang lain bermain dengan serius begitu juga lawan main nya,sorakan dari para penonton membuat mereka semakin bersemangat Dicky melewati beberpa pemain dan berdiri di dekat tiang basket,Rega yang saat itu memegang bola langsung mengoperkan nya pada Dicky setelah mendapat bola Dicky langsung memasukanya membuat skornya bertambah.
Saat ini sambil men dribel bola Dicky melewati beberapa pemain saat hendak mengoper pada Andi yang berdiri tidak jauh darinya,bola tersebut malah di ambill Devan dan Devan langsung melempar bola tersebut ke ring dan masuk.
Bukan hal mudah memang melawan para senior apalagi mereka sudah cukup sering memenangkan pertandingan,namun tim nya juga bukan tim sembarang semenjak terbentuk mereka juga tidak kalah sering memenangkan pertandingan.
Skor saat ini tidak terpaut terlalu jauh 85:75 yang di pimpin oleh tim Devan,selang beberapa saat babak pertama pun berakhir.
Dicky dkk langsung berkumpul untuk istirahat Tania,Disha dan Putri pun menghampiri mereka dan memberikan mereka minuman.
"Wah makasih yah beb,tau aja aku lagi kehausan"ucap Andi genit pada Tania
"Jangan geer dech lo gue cuman kasihan liat lo pada kehausan kayak iklan d tv ,makanya w bawain minuman"jelas Tania yang langsung mersa jengkel dengan ucapan Andi" Kapan pria ini bisa serius "pikirnya.
Sedangkan Rega terlihat bingung dengan tingkah putri yang terlihat cuek padanya."Gue bikin salah apa lagi ya."pikurnya dalam hati,meskipun dia sendiri tidak tau kesalahan nya.
"Kayak nya kalo gini terus kita bisa kalah ,kita harus pake strategi lain!"ucap Dicky setelah berpikir beberapa saat.
"Iyaa tapi apa,apalagi Devan ,gak sanggup gue lawan dia jago banget,gesit banget ngelaknya."ucap Andi ikut bingung yang di setujui oleh para pemain lain.
"Gini aja Andi lo sama Anton jagain Devan,buat dia susah gerak ,persempit ruang geraknya jangan sampai dia dapetin bola,sedangkan gue sama yang lain nge handle yang lain sama masukin bola."ucap Dicky memberi ide pada Andi dan salah satu pemain di tim nya.
"Betul juga tuch, gue setuju sama Dicky"Rega menyetujui ide Dicky yang juga di setujui yang lain.
Akhirnya permainan kembali di mulai kali ini mereka menjalankan ide Dicky dan benar saja mereka mampu menyusul ketertinggalan dan akhirnya menang,meskipun selisih skor mereka hanya sedikit.
"Selamat ya gaya main lo hebat"ucap Devan sambil mengulurkan tangan ,dia memberi selamat setelah pertandingan berakhir.
Dicky menerima uluran tangan tersebut "Iya maksih lo juga jago gue masih harus sering belajar"ucap Dicky dia sendiri masih tidak menyangka dia akan menang.
"Bisa aja lo,kapan-kapan kita main lagi ya,btw gue pergi dulu cewek gue udah nungguin tuch"ucap Devan pamit sambil menunjuk kekasihnya dengan dagu yang tengah tersenyum di pinggir lapangan.
"Iya tentu"jawab Dicky sambil tersenyum
"Selamat ya ****,akhirnya sahabat gue menang juga" Tania datang bersama Putri dan Disha mengahampiri Dicky yang tengah berkumpul bersama teman setim nya di pinggir lapangan mereka terlihat bahagia tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan tersebut.
Terlihat beberapa siswa melirik ke arah Disha,akhirnya mereka bisa melihat dengan jelas wajah gadis baru yang di rumorkan memilik wajah yang cantik nan pintar itu.
Meski sudah beberapa lama masuk ke sekolah tersebut,masih ada saja yang belum pernah melihat Disha dengan jelas,selain berbeda kelas Disha juga terlihat acuh jika di ajak kenalan oleh cowok yang ganteng aja di cuekin apalgi mereka yang mukanya pas-pas an kayak ulekan pecel.
Mereka hanya bisa memandang Disha dari jauh atau saat Disha lewat kelas mereka itu pun hanya sekejap,sedangkan sekarang Disha tengah berdiri membuat mereka bisa berlama-lama memandang kecantikan Disha,maklum ya jomblo bisa liat cewek idaman aja seperti dapat durian runtuh.
"Yaelah lebay banget sih loh yaudah dech selamat juga buat lo"ucapnya malas.
"Hay beb.kamu gak mau ngucapen selamat buat aku?" ucap Rega menyunggingkan senyum manisnya sambil mengahampiri putri yang diam saja terlihat acuh enggan memandang Rega kekasihnya tersebut,
Putri lebih memilih memandang kibo rekan setim rega yang berdiri tidak jauh di depan yang mukanya kayak doremon kejepit pintu apalagi melihat rambut nya yang kribo dan kusut membuat ia yakin jika tuch cowok udah gak keramas semenjak dia lahir .
"Selamat" ucap Putri sambil bersidekap masih enggan memandang Rega dan tetap mengalihlan pandanganya.
Singkat padat dan jelas jawaban dari putri membuat rega mengerang frustasi"Oh tuhan cobaan apa lagi ini"pikirnya,dia bingung sedari tadi Putri mengacuhkanya ,tadinya dia pikir Putri sedang PMS makanya dia cuek kebiasaan cewek kalo lagi dapet suka naik turun mood nya kayak harga sembako yang turunya dikit naiknya selangit,yang kalo sudah beberapa saat Putri akan baik lagi padanya seperti tidak terjadi apa-apa.
Namun ternyata dia salah Putri masih saja terlihat marah padanya,dia berpikir kesalahan apa yang sudah ia buat hari ini yang membuat Putri marah padanya setelah beberapa saat ia masih tidak menemukan jawaban nya.
"Kamu marah sama aku beb ? maafin aku ya kalo aku salah ,ngomong dong jangan kek gini,aku jadi bingung kalo kamu diem terus kasih tau aku,aku slah apa sama kamu Put!" Rega mengutarakan isi hatinya sambil memegang tangan Putri dan memandangnya penuh frustasi.
"Tau ach males ngomong sama kamu"jawab Putri melepaskan genggaman tangan Rega dan berlalu pergi meninggalkan Rega bersama yang lain.
Melihat itu Rega ikut pergi menyusul Putri berharap mood kekasihnya itu kembali membaik.
" Kenapa lagi tuch bocah berantem lagi ya?" Andi memandang kepergian Rega dan Putri sambil melirik teman-teman nya.
"Biasa lah kayak lo gak tau aja bentar lagi juga baikan"jawab Tania santai.
Dia sudah sering melihat mereka berantem seperti ini ,meski baru pacaran beberapa bulan mereka sudah sering berantem karna masalah sepele saking sering nya bisa ngalahin episode 'Tukang Bubur Naek Angkot' yang ujung-ujung nya pasti langsung baikan dan mesra-mesra an kek pasangan alay di pinggir jalan yang kadang membuat ia iri sebagai jomblo.
Dia juga ingin punya pacar yang memperhatikanya dan berantem seperti Rega dan Putri,boro-boro pacar gebetan aja gak punya pikirnya prihatin sendiri akan keadaan kisah percintaanya.
"Selamat ya kalian hebat banget mainnya" Disha memberi selamat sambil menyunggingkan senyuman manis yang membuat siapa saja pasti meleleh melihat kecantikan Disha,apalagi saat tersenyum seperti ini,tak terkecuali Dicky dan yang lain.
"Aduh meleleh hati abang dapat senyuman dari neng cantik,pulang nanti abang anterin ya dek!"goda Kibo tak kuasa memandang kekagumanya pada Disha.
"Malau-maluin aja lo nyet ,sadar diri dong muka kek air comberan aja belagu lo pake mau nganterinn Disha,tapi bener juga sih gue juga mau jadi tukang ojek nya seumur hidup juga mau gue mah" timpal Ikbal teman setim Dicky.
Mendengar itu disha hanya tersenyum tipis tak berminat membalas gombalan mereka.
"Iya makasih , makasih juga lo udah nonton kita gue pikir lo gak suka nonton beginian?"Dicky ikut bersuara sambil tersenyum manis ke arah disha.
ntah kenapa jika berdekatan dengan Disha jantung nya slalu berdetak tak karuan,dia kadang takut sendiri jika Disha bisa mendengar detak jantungnya yang berdetak kencang.
"Gak juga kok biasa aja !"Disha mulai risih dengan pandangan para cowok yang memandang ke arahnya dengan tatapan memuja ,apalagi para cewek yang memandang padanya dengan tatapan tajam karna ngobrol dengan Dicky,tatapan mata mereka seolah menyiratkan "Dikit lagi lo mgomong ama babang tampan gue bacok ya lo"Disha jadi takut sendiri membayangkan dirinya jadi sasaran begal cewek-cewek yang notaben nya adalah para penggemar Dicky.
Tidak lama kemudian hp nya berbunyi Disha pun mengambil hp d kantong baju terdapat pesan dari Ibunys
Mama:
:*Di**sh,kamu dimana ?mama udah d v depan nih*
Ibunya menanyakan keberadaan Disha. hari ini ia memang d jemput ibunya tadi dia sudah mengirim pesan jika ia hari ini pulang cepat.
*D**isha:
Iya bentar mah disha ke depan sekarang*
Setelah membals pesan ibunya disha menyimpan kembali hp nya.
"Ehmm guys gue pulang duluan ya nyokap udah nungguin nih d depan!"ucapnya pamit kepada yang lain
" Kok cepet banget ntar aja Dish bareng kita yang lain juga belum pada pulang" larang Tania tidak rela Disha pergi
"Iya dish ntar aj lagian baru jam 2 belum sore kok"Andi ikut membujuk Disha agar tak langsung pulang.
" Sorry gue gak bisa kasian nyokap gue udah nunggu.." jawab disha sambil beranjak pergi
"yaudah dech hati-hati ya Dish!" Tania menyahut mendengar itu Disha mengangguk sambil tersenyum dan berlalu pergi.
"Cewek cantik mah pas jalan tetep keliatan cantik ya" Andi memandang Disha sambil tersenyum.
"Apaan sih lo nyet gak bisa banget liat cewek cantik " Tania kesal sendiri memdengar Andi memuji Disha.
"Cemburu ya beb,tenang aja yang cantik mah banyak tapi yang aku suka kamu doang kok beb"rayu Andi
"Najis dah basi gombalan lo tau gak"
Tania makin kesal dengan ucapan Andi dan langsung menjambak rambutnya.
"Sakit ya ampun beb" Andi meringis kesakitan
"Biarin biar otak lo bersih dikit "ucap Tania masih terus menjambak Andi.
"Belom pacaran aj dach kek gini apalagi udah pacaran babak belur gue tiap hari" Andi bergumam dalam hati.
melihat Tania dan Andi,Dicky hanya tersenyum kecil dan kembali mengobrol bersama teman-teman nya yang lain tanpa berniat melerai mreka berdua.