My Love My Stalker

My Love My Stalker
pohon



Disha tengah duduk di bawah pohon taman belakang yang biasa dia kunjungi , sambil mendengarkan musik Disha membaca salah 1 novel kesukaanya.


" Sendirian aja Dish , gak gabung sama yang lain..? " ujar Iyas membuka salah 1 earphone yang sedang Disha pakai dan ikut duduk di sampingnya.


" Gak Yas Gue lagi males nongkrong ,loe sendiri ngapain disini gak kumpul sama anak-anak OSIS ?." jawab Disha dia menutup novel yang sedang dia baca dan menaruhnya di bangku.


" Gue baru selesai rapat Osis , tadinya gue mau tidur disini eh keduluan sama lo ..." ucap Iyas sambil tersenyum.


" Jadi Ketua Osis capek banget ya ? ."tanya Disha melihat Iyas yang terlihat kelelahan dan mengantuk.


"Gitulah Dish, kalo ada acara sekolah atau apapun semua Osis yang ngurus,apalagi sebentar lagi mau ujian tengah semester kita harus siapin segalanya dari sekarang ditambah abis ujian kita mau ngadain Pentas Seni dan juga acara Raja dan Ratu Sekolah.." terang Iyas dia bersandar ke pohon dan memejamkan matanya mencoba beristirahat sejenak.


" Raja Dan Ratu Sekolah itu maksudnya gimana sih ?.." tanya Disha penasaran.


" Itu acara buat pasangan setiap semester di sekolah kita bakal milih pasangan yang paling serasi dan jadiin mereka Raja Dan Ratu Sekolah , pokoknya lo lihat saja nanti ada banyak kejutan pasti seru acaranya.." ucap Iyas masih memejamkan matanya.


"oke deh kalo gitu gue pergi biar lo bisa istirahat disini bye..." ucap Disha, dia beranjak pergi sambil membawa novel nya.


" Loe bisa turun sekarang dia sudah pergi .." ucap Iyas pada seseorang di atas pohon sepeninggal Disha.


Bruukkk


Adit loncat dari atas pohon tersebut, dia mengibas-ngibas rambut dan bajunya yang di penuhi daun dan semut yang mengerumuni tubuhnya membuat Adit merasakan gatal di kulitnya.


" Lama banget lo , gue sampe di gigitin semut tau gak , liat nih badan gue merah-merah mana gatel lagi.." ucap Adit menunjukan tangannya yang terlihat kemerahan , dia menggaruk kulitnya yang gatal.


" Sorry tadi gue lagi rapat loe juga ngapain nangkring di atas pohon ,kayak monyet tau gak.." ucap Iyas meminta maaf.


Sebelumnya Adit mengirim pesan padanya agar dia segera pergi ke taman belakang.


" Gue lagi ngadem di atas pas gue mau turun Disha malah duduk di bawah , makanya gue nungguin dia pergi dulu hampir 1 jam gue di atas.."


jawab Adit menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya .


Iyas tertawa mendengar cerita Adit


" Hahaa kasihan banget sih lo , padahal loe tinggal lompat aja kali gak usah peduliin Disha.." ucapnya merasa prihatin dengan apa yang dialami sepupunya itu.


Adit dan Iyas adalah sepupu, ayah Iyas adalah adik dari ibunya Adit ,saat ini Adit tinggal bersama Iyas yang merupakan anak dari kepala sekolah mereka.


" Dit sampai kapan loe mau nyembunyiin jati diri lo dari Disha , lo gak capek apa pura-pura gak kenal di depan dia?.." tanya Iyas dia penasaran sebenarnya apa yang di tunggu Adit sampai harus berpura-pura menjadi orang lain.


Adit menghembuskan nafasnya kasar , dia juga tidak ingin seperti ini terus , dia ingin seperti dulu yang dekat dengan Disha bukan hanya memandangnya dari jauh dan diam-diam mengikuti Disha .


" Terus gimana , apa loe udah punya perkembangan buat ngumpulin bukti kalo dia adalah orang yang nyulik Disha ?.." tanya Iyas dia dan ayahnya mengetahui identitas pelaku penculikan Disha , mereka bekerja sama dengan kepolisian makanya mereka diam-diam memalsukan identitas Adit agar pelakunya cepat tertangkap.


"Belum , gue gak dapat perkembangan sama sekali selama sebulan ini gue ngikutin dia , gak ada yang aneh dari gerak-geriknya selama ini , dia terlalu lihai nyembunyiin semua nya.." ucap Adit


" Sabar bro , gue yakin pasti loe bisa nemuin petunjuk , tapi ingat loe juga harus hati-hati dia bukan orang sembarangan Dit." ucap Iyas menasehati sambil menepuk-nepuk pundaknya pelan , dia mengkhawatirkan keselamatan saudaranya itu.


" Iya gue tau , loe juga tolong jagain Disha ya.." ucap Adit sambil menoleh ke arah Iyas


" Pasti " jawabnya sambil mengangguk.


Untuk beberapa saat mereka terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing Adit memandang langit yang terlihat mendung hari ini.


" Oh iya gimana sama cewek yang lo suka itu udah loe deketin belum ?.." tanya Adit memecah keheningan yang menyelimuti merea berdua.


" Belum gue nunggu waktu yang tepat , sekarang dia kayak nya masih suka deket sama temanya itu , kalo gue deketin sekarang percuma dia gak akan ngelirik gue juga.." jawab Iyas


" Haha masa sih seorang Iyas minder cuma buat deketin cewek , gimana kalau lo diam terus kayak gini dia tiba-tiba pacaran sama temanya itu , kan lo sendiri yang bilang Tania dan Andi hanya tinggal nunggu keduanya sadar dan ngungkapin perasaan mereka masing-masing ,kalau mereka jadian loe sendiri yang terluka nanti Yas ,berjuang aja belum udah patah hati duluan lo.." ucap Adit panjang lebar.


Iyas tersenyum mendengar ucapan Adit .


" Loe ada benarnya juga Dit , tapi mau deketin dia sekarangpun kalo mereka udah saling suka gue bisa apa .."jawab nya tersenyum miris


"Lagian kalo dia udah bahagia sama Andi gue ikut seneng kok .." tambahnya lagi.


" Emang sih susah kalo urusanya soal perasaan mau loe kejar-kejar juga tetap aja kalo dia lebih suka sama yang lain loe harus mundur.." ucap Adit kemudian mengerti bagaimana perasaan Iyas saat ini.


" Itu loe tau , gue bisa mencintai tanpa memiliki juga udah bersyukur , yang penting gue tau gimana rasanya jatuh cinta dan patah hati sekaligus.." balas Iyas ikut memandangi langit yang mulai diliputi awan gelap.


" Udahlah jangan sedih gitu, yang semangat dong loe masih punya kesempatan kali selama mereka belum nikah lo masih bisa nikung.." ucap Adit sambil tersenyum mencoba menghibur Iyas yang terlihat sedih.


Iyas ikut tersenyum mendengar ucapan Adit " Lo bener juga yah selama janur kuning belum melengkung ,gue masih bisa pepet dia .." ucapnya bercanda .


"Nah gitu dong, ini baru sahabat gue.." ucap Adit bangga


" Tapi Dit gue masih penasaran deh sama kejadian yang loe dan Disha alami waktu penculikan itu , ceritain dong Dit" ucap Iyas meminta Adit menceritakan kejadian tersebut.


" Jangan deh nanti loe gak akan kuat.." jawab Adi sambil tersenyum mencoba mengalihkan perhatian.


" Ayolah Dit gue penasaran mumpung kelas lagi kosong Dit .." ucap Iyas memaksa Adit.


Adit kembali memandang ke atas langit pikiranya menerawang mengingat kejadian beberapa bulan lalu tepatnya saat ujian semester terakhir usai dimana terjadi kejadian yang mengubah kehidupan Adit dan Disha.