My Love My Stalker

My Love My Stalker
DISHA ANDREA



Di ruangan yang serba gelap itu , seorang pemuda misterius tengah duduk di depan gadis yang tengah di ikat dan belum juga sadar .


Dia terkekeh pelan melihat gadis itu , sekarang gadis itu ada di depannya biasanya dia hanya bisa melihat gadis tersebut dari kejauhan atau dari photo yang dia ambil diam, dia merasa puas bisa memandanginya terus.


Disha perlahan membuka matanya , dia melihat pria misterius itu tepat di depannya , dia mencoba beranjak namun ikatan di tangan dan kaki serta badannya terlalu kuat hingga membuat Disha menangis putus asa.


Di balik topengnya sang pria tersenyum puas melihat gadis itu kesusahan , dia bangun dari duduknya dan membelai wajah Disha yang terlihat ketakutan.


" Siapa kau cepat lepaskan aku " teriak Disha putus asa kembali mencoba melepas ikatan di tubuhnya.


Si pria misterius hanya diam dia terus membelai wajah Disha seolah gadis itu adalah barang berharga .


" Jangan sentuh aku , aku jijik dengan sentuhanmu itu " Ucap Disha berang dia menatap Si Pria Misterius dengan tatapan tajam.


Plaaakkk


Disha mendapat tamparan di wajahnya sudut bibirnya berdarah ,dia kembali menatap Si Pria Misterius sambil menangis.


" Beraninya kau , jijik kau bilang tapi kau membiarkan lelaki itu menciummu dengan bebas di tempat umum , aku baru menyentuh wajahmu saja sudah kau bilang jijik , dasar wanita ******!" bentak Si Pria yang akhirnya bersuara sambil menjambak rambut panjang Disha , namun suaranya terdengar aneh terlihat di ubah menggunakan alat.


" Sebenarnya apa maumu , kenapa kau menculikku , tolong lepaskan aku , aku tidak ingin berada disini " Ucapnya


" Tenang saja , kau tidak akan berlama-lama disini sebentar lagi aku akan membuatmu tidur dengan tenang.." Jawab Si Pria tenang.


" Tidak , apa salahku padamu sampai kau ingin membunuhku ?" tanya Disha menangis , dia mengerti maksud ucapan pria itu padanya.


Disha melihat sekeliling ruangan yang terlihat gelap itu , tempat itu seperti gudang dia melihat bangku dan meja bertumpuk serta barang- barang lainya yang seperti Alat pancing dan sejenisnya dia tidak apa.


" Kau sudah mengkhianatiku dengan berpacaran bersama pria tidak bergunamu itu " ucap Si Pria misterius sambil memainkan pisau kecil di atas meja.


" Apa maksudmu , aku tidak pernah mengkhianati siapapun , aku hanya mencintai Adit " jawab Disha.


" Ya aku tahu , tapi aku juga mencintaimu harusnya kau menjadi istriku suatu hari nanti , tapi kau malah berpacaran dengannya, jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lain pun tidak " Ucapnya.


Kemudian dia melepaskam ikatan yang membelit Disha dan membawa gadis itu keluar ruangan , Disha melihat danau di depannya , ah tidak bagaimana dia bisa lupa , tempat itu adalah gudang di dekat danau yang biasa Disha datangi bersama Adit.


" Tolong lepaskan aku , ku mohon jangan bunuh aku " Ucap Disha saat mereka sudah berada di pinggir danau.


" Lapaskan Disha " teriak seseorang.


Si pembunuh menoleh dan melihat Adit tengah berjalan sambil terpincang-pincang ke arah mereka , dia menatap Disha merasa lega gadis itu masih baik-baik saja.


Disha menatap Adit penuh haru , rasa senang campur sedih menjadi satu , dia senang bisa melihat Adit lagi tapi dia juga takut Si Pria Misterius akan melukai mereka berdua.


" Lepaskan Disha kataku beraninya kau menculik dia dariku " Ucap Adit berang


Si Pria terkekeh pelan dia menarik Disha lebih mendekati danau.


"Baiklah jika itu maumu , aku akan melepaskannya " Ucap Si pria diapun mendorong Disha yang tidak berdaya hingga tercebur ke dalam danau.


" Dishhhhaaaa !!!..." teriak Adit dia mencoba melompat namun di halangi oleh si pria misterius.


Sekuat tenaga Adit mencoba melawan dia menendang Si Pria tersebut , namun Si pria langsung membalasnya , Adit kembali melawan pria di depannya tersungkur .


Dengan marah pria tersebut mendekati Adit dan menancapkan pisau di tubuhnya.


Blesssh


Adit menatap pria tersebut dengan sisa kekuatannya dia menarik topeng yang melekat di wajah pria itu , dia terbelalak karena terkejut mengetahui siapa orang di balik topeng itu.


" Kau ?.." ucapnya pelan


Adit terduduk saat pria itu melepaskan tusukannya dan langsung pergi meninggalkan Adit dengan tersenyum puas melihat lawannya tidak berdaya , dia yakin Adit tidak akan selamat.


Adit memegang perutnya yang terluka darah segar terus mengalir di tubuhnya , pandanganya mulai kabur tapi tidak dia tidak boleh mati , dia masih harus menyelamatkan Disha di bawah sana.


Sekuat tenaga Adit mencoba bangun dan langsung menceburkan diri ke dalam danau .


"Dish bangun Dish.." ucap Adit sambil menepuk-nepuk pipi Disha pelan.


Namun Disha tidak terbangun dia masih diam dengan mata terpejam , Adit melihat sekelilimg yang terlihat sepi.


" Toloonnngggg , toloonnngg" teriaknya putus asa berharap seseorang mendengar suaranya.


"Dish bangun Dish kamu gak boleh mati , kamu harus hidup Dish.." ucapnya lagi.


Dia mencoba memberi Disha nafas buatan , dengan menyatukan mulut mereka dia berusaha membuat gadis itu tersadar.


Tapi Disha masih juga tidak sadar , wajahnya mulai pucat dengan bibir yang mulai membiru.


Tanpa sadar Adit mengeluarkan air mata dia merasa sedih melihat orang yang di cintainya tergeletak tak berdaya.


Ini salahnya karena tidak bisa menjaga gadis tersebut aman bersamanya , dia memang tidak berguna bagaimana bisa dia membiarkan orang lain menyakiti gadisnya.


Adit merasa tertekan dia terus menyalahkan dirinya sendiri akan apa yang terkadi pada mereka berdua.


"Toloonnnggg siapapun tolong Disha " teriaknya lagi.


Dia tidak perduli orang lain akan mendengarnya atau tidak dia terus berteriak sampai kerongkongannya terasa kering.


"Dish aku janji, kamu bakal selamat.." Ucap Adit.


Dia kembali mencoba memberi Disha nafas buatan di sisa-sisa kekuatannya , dia terus mencoba sampai nafasnya sendiri habis.


"Dish , please bangun jangan tinggalin aku" ucapnya menangis sambil memeluk Disha .


Tiba-tiba Disha Terbatuk dan mengeluarkan banyak air di mulutnya , dia membuka matanya perlahan.


" Adiit.." Ucapnya pelan dan kembali pingsan.


Adit membaringkan Disha kembali dia terlihat bahagia , sayup-sayup dia mendengar suara orang mendekati mereka.


" Disini !!.." teriak Adit.


"Syukurlah Dish akhirnya kamu selamat.."


Bruuugg


Adit kehilangan kesadaran dan langsung terbaring di samping Disha.


Beberapa orang yang mendengar teriakan Adit datang menyelamatkan mereka berdua dan membawa Adit dan Disha ke Rumah Sakit terdekat.


Di tempat lain Si Pria Misterius tengah membakar baju yang berlumuran darah Adit dia tersenyum puas merasa semuanya sudah berakhir.


kemudian dia mencucui pisau miliknya itu dan menyimpannya ke dalam tas yang dia bawa , diapun beranjak keluar dari tempat persembunyiannya.


Dia mengendarai mobil sambil bersenandung riang seolah tidak ada sesuatu yang terjadi, terkadang dia tertawa sendiri seolah-olah menertawakan sesuatu yang lucu.


Dia membelah jalanan menuju kota kelahirannya , Bandung bukanlah tempat tinggalnya dia kemari hanya untuk melihat gadis pujaannya itu, kini dia tidak punya alasan untuk kembali kemari.


Gadis itu sudah pergi, dia akan dengan puas menikmati wajah gadis itu di photo yang sudah dia ambil.


Dia melihat photo Disha yang terikat tadi di handphone miliknya dan tersenyum puas , gadis itu sudah menjadi miliknya meski dalam kematian dia tidak peduli.


Sekarang hanya tinggal dia yang bisa mencintai gadis itu , dia juga sudah menyingkirkan saingan terberatnya , kini dia bisa hidup dengan tenang dan damai.


flashback off


ADITYA