My Love My Stalker

My Love My Stalker
kenangan



Jam bergerak begitu lambat di pelajaran terakhir , sesekali beberapa murid melihat keluar jendela ada juga juga yang mengetuk-ngetukan jarinya tidak sabar menunggu bel berbunyi.


Ada juga yang menguap tak mampu menahan rasa kantuk ,suara guru yang sedang menerangkan seolah jadi lagu pengantar tidur bagi mereka.


"Ni jam mati kali ya dari tadi gak maju-maju "ucap Tania melihat ke arah jam di dinding yang menurut nya bergerak sangat lambat ia memainkan kakinya tidak sabar.


"Loe kenapa sich kebelet loe?" tanya Disha ysng terganggu oleh Tania dia kembali menatap ke depan mendengarkan guru yang sedang menerangkan .


"bosan gue pengen pulang" jawab Tania pelan


" Bentar lagi juga pulang kok , mending lo diem dech jangan grasak-grusuk gak konsen gue jadinya"ucap Disha


"Lo kan sudah pintar Dish ngapain belajar juga, lagian sejarah itu masa lalu ngapain di bahas nya sekarang,bikin gagal move on tau gak"


"Gak nyambung lo,dan asal lo tau yang bikin gagal move on itu bukan dari kenangan tapi perasaan , kalo lo udah gak main hati lo inget kenangan sama mantan juga udah enek kali" jawab Disha tiba-tiba dia menunduk saat menyadari guru tersebut melihat ke arah mereka.


" ***** bhasa lo Dish , tapi lo bener juga sih"ucapnya sambil tertawa


" Tania kalo kamu masih mau ngobrol silahkan kamu tunggu di luar" ucap Bu Sipa yang sedari tadi memperhatikan nya


" Maaf Bu"ucap Tania meminta maaf


" Lagi belajar kok ngobrol terus mau jadi apa kamu!" omel Bu Sipa.


"Dish lo kok gak kasih tau gue kalo Bu Sipa liatin kita gak setia kawan lo ach" omel Tania


" Hehe siapa suruh lo berisik kena omel kan lo" balas Disha sambil tersenyum


Tak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi tania segera membereskan perlengkapan sekolah nya ke dalam tas dan buru-buru keluar kelas.


"Ayo Dish cepetan"ucap nya kepada Disha yang berjalan lambat di belakang nya.


"Ngapain sich buru-buru ,santai aja kali" jawab Disha menyusul tania


" Nyokap gue udah nunggu di depan nih gue duluan dech ya bye" pamit Tania setelah melihat hand phone nya dia pun berlali pergi meninggalkan Disha.


Sepeninggal Tania,Disha berjalan ke arah parkiaran ia mengeluarkan motornya dan melaju ke arah gerbang sekolah menuju rumah nya.


Hari demi hari berlalu ia lewati ,di sini di tempat barunya ia mulai merasakan kenyamanan sama seperti di Bandung dulu , yang berbeda sekarang dia tidak memiliki orang yang dia anggap special di hatinya , sekarang dia hanya memiliki teman tak lebih.


Dia terhanyut dengan pikiranya sendiri hingga tak sadar seseorang dengan mengendarai mobil hitam mengikutinya sejak ia keluar sekolah,orang itu melihat Disha memasuki gerbang rumah nya dia berhenti tak jauh dari rumah Disha,orang yang memakai seragam SMA tersebut tersenyum.


"Gue kangen lo Dish" ucap nya pelan diapun kembali mengendarai mobil nya meninggalkan rumah dysha.


Di dalam gerbang Disha berbalik melihat ke luar gerbang rumah nya,dia merasa seseorang tengah memperhatikan nya namun di luar sana tidak ada siapa-siapa hanya ada mobil hitam yang lewat yang dia tidak tahu siapa karna kaca mobil nya gelap.


Dia menyentuh detak jantung mya yang tiba-tiba berdetak kencang, 'Aneh kok gue ngerasa dia ada disini ya' pikirnya dalam hati.


Disha pun berbalik melanjutkan langkah kakinya dan masuk ke dalam rumah.


Setelah berganti pakaian Disha duduk di kursi belajar ia mengambil buku pelajaran dan mulai mempelajarinya,


saat Disha ingin mengambil tip-ex di laci dia menemukan gelang yang pernah di berikan Adit padanya,Disha mengambil gelang tersebut .


" Dit lo kemana sich,lo tau gak entah kenapa hari ini gue ngerasa lo ada di deket gue,cepet balik dong dit jangan kayak gini terus ,lo bukan bang toyib yang gak pulang-pulang lo juga bukan Tkw yang di tipu terus gak bisa pulang,lo bilang lo gak bakal ninggalin gue tapi lo kemana Dit gue kangen lo!" ucap Disha memegang gelang tersebut sambil menangis.


Marlina menatap putri nya tersebut di ambang pintu dengan pandangan sendu ingin rasanya ia menghibur Disha dan mengatakan semua akan baik-baim saja, tapi dia tidak bisa melakukan itu.


"Ini semua demi keselamatan kamu nak ,mama harap kamu bisa mengerti" gumamnya pelan ia menutup pintu kamar Disha dan menelepon seseorang yang sudah dia anggap anak sendiri.


"Kamu dimana?"


"bentar lagi Tante kesana kamu jangan kemana-mana" ucap nya menutup telepon tersebut.


Waktu berlalu tak terasa hari sudah sore Disha menaruh kembali gelang tersebut iapun keluar kamar dan turun ke lantai bawah.Disha mengambil air putih dan duduk di atas kursi makan.


"Masak apa Bi ?"tanya Disha sambil membuka tudung saji terlihat ada sayur lodeh dan ikan goreng


"Sayur lodeh doang sama ikan ,non Disha mau Bibi masakin yang lain?" tanya Bi Minah


"Gak usah yang ini aja,oh ya Mama mana Bi?" ucap Disha sambil menyendok nasi beserta sayur dan lauknya dan langsung memakanya.


" Gak tau non barusan pergi katanya ada urusan mendadak " jawab Bi Minah


"Oh"


Disha kembali melanjutkan makan nya dalam diam selesai makan dia pergi ke taman belakang terlihat adik nya sedang bermain game di ayunan


"Main apa lo dek ?"tanya Disha duduk di samping Ano


"Mobile Beben kak seru tau,mau ikut main gak" tawar adiknya tanpa berbalik


"Gak ach males" Disha memasangkan earphone di telinganya dan menyetel musik ,sambil menutup mata dia menikmati lagu-lagu tersebut .


"Kak!" Ano menggoyang-goyang lengan dysha membuat Disha membuka mata dan memandang adiknya.


"kenapa.? " tanyanya sambil membuka salah 1 earphone


"Bagi kuota dong punya aku abis nih" pinta adiknya


"Nggak ,pake wifi rumah aja sono" tolak Disha


"Kan wifi rumah mati kak dari kemarin,ayolah kak bentar doang tanggung nih bentar lagi aku naik level" bujuk adiknya


"Udah tuch"tambahnya lagi.


"Makasih ya kak,kakak baik dech" ucap Ano sambil tersenyum memuji kaka nya.


Disha mengangguk membalas senyuman adiknya diapun kembali mendengarkan musik di hp nya.


Bip


Bip


 


***grup ayam jago


 


Tania;


;Lagi pda ngapain nich?😀


Andi


;Lagi boker gue


Putri


;Jorok lo Ndi😱


Rega


;Lagi makan gue , Ndi jangan lupa di siram ya😂


Andi


; Siapp boss


Tania


:Jorok lo pada


Andi


;Apaan sich beb😚


Tania


;Lah gue gak manggil lo nyet


Andi


;Masa sich kok aku ngerasa kamu manggil-manggil aku di dalam hati ,kalo kangen telepon aj abeb aku siap 24 jam kok buat kamu


Putri


;Pln kali 24 jam


Disha


;Hay juga gue lagi dengerin musik nih


Putri


:Kemana aja baru muncul ,sama siapa lo Dish.?


Tania


;Iya si Dicky kemana, kok ngilang dia Wa nya gak aktif lagi


Andi


;Entahlah aku tak tak tau coba tanyakan pada rumput yang bergoyang😆


Rega


;Gak lucu nyet Dicky sama kita lagi main game dia mah**(sent a photo*)


Terlihat Andi dan Rega tengah tersenyum ke arah kamera yang di belakang Dicky tengah asyik bermain ps


Disha


;Sama adek gue,yang belakang kayak nya fokus banget ya gak mau di ganggu


Tania


;Biasa cowok kalo udah main game suka lupa diri


Putri


; Iya bener banget 👌


Mereka pun kembali melanjutkan chat mereka Disha hanya membaca chat sambil sesakli tersenyum tanpa ikut membalas chat mereka.