My Love My Stalker

My Love My Stalker
Lost



Disha dan Putri baru saja keluar dari toilet mereka berjalan melewati koridor, tiba-tiba mereka melihat Tania yang berlari menaiki tangga di belakangnya Andi juga berlari mengejar Tania.


" Ada apaan tuch, apa kita kelewatan kabar baru?.." Tanya Putri.


" Gak tahu mending kita kejar aja yuk.." Ajak Dish dia berlari ke lantai dua.


" Tunggu gue Dish.." Ucap Putri sambil mengejar Disha.


Disha dan Putri mengintip Tania dan Andi yang sedang berada di dalam kelas, mereka tidak berani masuk karena takut mengganggu mereka yang terlihat serius.


" Jawab gue Tan, kenapa lo nolak gue.." Tanya Andi dia berdiri di depan Tania yang sedang duduk di bangkunya.


Tania hanya diam tidak menjawab pertanyaan Andi , gadis itu hanya menunduk sambil terus menangis sesenggukan.


"kenapa loe diam saja Tan, jawab gue .." Ucap Andi lagi sambil memegang kedua pundak Tania agar gadis itu mendongak menatapnya.


" Gue harus jawab apa sih Ndi ,loe sendiri tahu jawabannya, gue gak mungkin pacaran sama orang yang kerjanya cuman deketin cewek, apa menurut lo ada orang yang mau lihat pacarnya deket sama orang lain.." Ucap Tania panjang lebar sambil berdiri dan memandang Andi nanar.


" Tapi gue ngelakuin itu semua cuman buat bisa deket sama loe,buat loe bisa ngelihat gue, gue cuma mau perhatian loe Tan.." Ucap Andi.


" Buat bikin gue perhatiin loe ?apa menurut loe gue seneng hah, seneng lihat loe dekat-dekat sama cewek lain, seharusnya loe jujur dari dulu sama gue Ndi, jangan kayak gini dan bikin gue terluka dengan ngeliat loe ciuman sama cewek lain..." Ucap Tania sendu.


Andi menatap Tania kaget mendengar apa yang baru saja di katakan Tania, dia diam tidak tahu harus berkata apa.


"Kenapa hah,loe pikir gue gak tahu Ndi, gue tahu semua kelakuan loe di belakang gue,cuman selama ini gue diam karena gue tahu gue bukan siapa-siapa loe,gue gak punya hak buat ngomong ataupun protes atas apa yang loe lakuin Ndi.." Ucap Tania pelan.


"Maaf Tan, tapi sumpah gue beneran sayang sama loe Tan,gue cinta sama loe.." Ucap Andi dia menatap Tania agar gadis itu tahu di bersungguh-sungguh.


"Sudahlah Ndi gue gak bisa sama loe,semuanya sudah terlambat.." Jawab Tania sambil membuang muka.


" Kasih gue kesempatan sekali lagi Tan,gue mohon sama loe, gue janji bakal perbaiki semuanya,gue cinta sama loe." Ucap Andi sambil memeluk Tania,matanya berkaca-kaca.


Tania melepas pelukan Andi dan menatap kedua mata Andi dengan lekat sambil memegang pipinya.


"Gue juga cinta sama loe Ndi.."


Cup


Tania mencium Andi , mereka saling berciuman seolah menyalurkan hasrat dan emosi yang mereka pendam kedalam pagutan keduanya.


"*****,gue kok kayak lihat adegan yang sama tapi pemain ceweknya beda,ampuni hamba ya Allah lihat adegan yang bikin pengen terus ,nggak ngeliat juga malah ngintip.." Ucap Putri sambil menonton adegan live di depannya.


"Sama Put, mata gue bisa bintitan tahu nggak, lihat yang enak-enak terus..." Ucap Disha matanya fokus melihat ke dalam kelas.


Setelah berciuman selama beberapa saat, Tania melepaskan pagutan mereka dia menatap Andi yang juga menatapnya.


"Tapi sayang gue gak bisa ngasih loe kesempatan, mungkin kita emang gak di takdirin buat nyatu Ndi.." Ucap Tania sambil berjalan keluar kelas.


Disha dan Putri langsung menunduk saat Tania membuka pintu dan berjalan keluar kelas,beruntung Tania tidak berjalan ke arah mereka kalau tidak mereka akan ketahuan mengintip.


Mereka kembali melihat Andi yang diam saja,dia terlihat sendu tanpa sadar Andi menangis ,membuat Disha dan Putri merasa iba padanya.


"Kasihan juga tuch bocah, jadi gak tega gue lihatnya..." Ucap Putri.


" Sama gue juga, walaupun dia salah tapi gue yakin dia beneran cinta sama Tania.." Ucap Disha.


" Gue yakin sekarang pasti dia nyesel banget dech, tapi sekarang menyesal juga sudah gak ada gunanya Tania sudah nolak dia dan gak mau ngasih kesempatan buat Andi.." Ucap Putri.


Di lapangan Disha dan Putri di hadang oleh Iyas yang sudah menunggunya dari tadi,dia tersenyum ke arah Disha dan Putri.


"Dish gue mau ngomong sama loe sebentar bisa.?.." Tanya Iyas.


" Bisa kok, Put loe duluan saja ya entar gue nyusul.." Ucap Disha mengangguk.


"Ya udah gue duluan ya Dish, jangan lama-lama loh.." Ucap Putri sambil memandang mereka berdua dan berlalu pergi.


Putri menghampiri Dicky dan Rega yang tengah duduk di pinggir lapanga dan ikut duduk di samping mereka.


"Disha kemana Put kok gak bareng sama loe.?.." Tanya Dicky mencari keberadaan Disha.


"Disha lagi ngobrol sama Iyas tuch.." Jawab Putri sambil menunjuk Iyas dan Disha yang sedang mengobrol tidak jauh dari posisi mereka.


" Nih Beb kamu pasti haus yah aku sudah nyiapin minuman buat kamu.." Ucap Rega memberikan botol kepada Putri .


" Makasih sayang,kamu tahu aja aku lagi haus.." Ucap Putri sambil mengambil botol yang di berikan Rega dan langsung meminumnya.


" Sama-sama sayang.." Jawab Rega sambil tersenyum.


"Mereka ngobrolin apaan Put kelihatannya serius banget..." Tanya Dicky lagi.


" Mana gue tahu ****,loe tanya aja sama Disha, kenapa loe cemburu ya?.." Goda Putri sambil tersenyum.


" Berisik lo Put..." Ucap Dicky kembali melihat ke arah Disha dan Iyas.


Tidak lama kemudian Disha dan Iyas selesai mengibrol merekapun berpisah, Disha datang menghampiri mereka sambil tersenyum dan duduk di samping Putri.


" Kenapa loe Dish,kelihatannya seneng banget.." Tanya Putri penasaran.


" Ada dech ,loe mau tahu saja.." Jawab Disha sambil tersenyum membuat Putri mencebik kesal.


"Besok pas acara Raja dan Ratu sekolah kalian datang kan?.." Tanya Rega.


"Aku datanglah beb, kalau aku ga datang emang kamu mau sama siapa?..." Tanya Putri curiga.


"Sama kamulah Yang, aku nanya sama Dicky sama Disha bukan kamu.." Ucap Rega sambil tersenyum mencoba menjelaskan.


" Ngomong dong, awas aja kalau kamu pergi sama yang lain,aku lempar kamu ke kandang singa.." Ancam Putri.


" Jangan dong Yang,jadi gimana kaliam mau pada datang gak?.." Tanya Rega lagi.


"Aku datang kok besok malam kan jam 7.." Tanya Disha lagi memastikan kalau dia benar.


" Iya Dish, loe emang mau pergi sama siapa Dish? kan yang datang kebanyakan sama pasangan ,ada sih yang sendiri juga tapi biasanya mereka bawa temen Dish.." Ucap Putri sambil bertanya.


" Dish loe mau gak pergi ke acara besok bareng gue, gue belum punya pasangan Dish.." Ajak Dicky sebelum Disha menjawab pertanyaan Putri.


" Maaf ****, gue gak bisa gue udah janjian sama Iyas buat pergi bareng ke acara besok..:" Jawab Disha menyesal.


"Gak apa-apa kok Dish santai aja.." Balas Dicky sambil tersenyum.


Rega dan Putri memperhatikan Dicky dengan iba, pasti dia sedih dan kecewa karena tidak berhasil mengajak Disha untuk pergi bersamanya.


Dicky tersenyum kecut ,dia gagal lagi , dia gagal mendekati Disha dan juga gagal mengajaknya pergi , aneh memang takdir seolah tak pernah berpihak padanya.