
Mentari pagi yang cerah menunjukan sinar nya , langit terlihat biru di sertai awan putih menandakan hari ini tidak akan turun hujan.
Membuat siapa saja bersemangat memulai hari nya kecuali Disha yang saat ini tengah mendorong motor maticnya di pinggir jalan.
"Sial banget hari ini udah motor gue mogok mana panas lagi"gumamnya pelan sesaat dia berhenti untuk mengikat rambutnya dan mengipasi wajah nya dengan tangan dia mulai merasa kegerahan ,Disha melihat ke depan namun apa yang di carinya tak kunjung terlihat .
Dia pun kembali mendorong motornya sambil berharap dia segera menemukan bengkel untuk memperbaiki motornya.
Keringat mulai bercucuran di wajahnya namun hal itu tetap tak mengurangi kecantikan yang terpancar di wajahnya.
Tiin
Tiin
Suara klakson motor membuat Disha menghentikan langkahnya dia pun menengok , Dicky menghentikan motornya di samping Disha beruntung jalanan tidak terlalu ramai saat itu.
"Motor lo kenapa dish?"tanya dicky
"Gak tau nih mogok ,tadi pas di jalan tiba-tiba aja mati ,lo tau bengkel dekat sini gak ?"tanya Disha kemudian.
Dia mulai merasa kelelahan pasalnya dia sudah mendorong motor sejak 15 menit yang 'kek lari maratahon aja gue udah keringetan pagi-pagi gini ,bisa-bisa pingsan gue kalo begkel nya gak ketemu juga mana belum sarapan lagi'pikirnya
"Nah itu di depan Dish bengkel "ucap Dicky menunjuk ke arah depan
Disha pun mengikuti arah telunjuk Dicky disana terlihat bengkel motor yang lumayan besar yang letaknya tidak terlalu jauh
"Oh iya hehe"ucap Disha merasa malu
Dicky tersenyum mendengar ucapan Disha,dia pun turun dari motornya dan memarkirkan motornya di tepi jalan.
"Sini biar gue aja yang bawa ke bengkel,lo tunggu aja disini jagain motor gue,entar lo berangkat bareng gue aja"ucap Dicky mengambil motor Disha.
"Ok maksih ya Dit"ucap disha merasa tak enak
" Santai aja kali Dish"ucap Dicky sambil berjalan mendorong motor Disha ke arah bengkel.
Sambil menunggu Dicky kembali Disha berdiri di samping motor Dicky terlihat beberapa siswa yang melirik padanya.
"Hey cewe kenalan dong !"ucap salah seorang cowok yang mengendarai sepeda motor sport seperti Dicky bersama teman ya
"Berisik lo , pergi sana kalo gak gue tampol lo!"ancam disha sambil melotot
"***** ceweknya galak bro,cantik-cantik kayak nenem lampir,ayo kita cabut aja ngeri gue.."ucap cowo tersebut kembali mengendari motornya dan melaju pergi meninggalkan Disha.
Tidak lama kemudian Dicky datang sambil menghampiri disha.
"Sorry lama ya?"ucap Dicky
"Gpp kok ****.,gimana motor nya kapan bisa di ambil?"tanya Disha
"Nanti sore abis pulang sekolah juga udah bisa di ambil , nih struk nya jangan lupa"ucap Dicky sambil menyerahkan selembar kertas kepada Disha.
" Thanks ya ****"ucap Disha menambil kertas tersebut
"Oh iya ayo"ucap Disha memakai helm tersebut dan duduk di belakang dicky.mereka pun mulai mengendarai motornya melewati jalanan yang mulai padat.
Di perjalanana Dicky dan Disha tak banyak bicara mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing
Dicky yang bingung harus memulai obrolan apa dengan Disha , sedangkan Disha mulai khawatir dia telat masuk sekolah,dia terus melirik ke arah jam tangan nya yang menunjukan Pukul 7 kurang 5 menit sedangkan jarak menuju sekolah masih jauh.
"**** bisa cepetan gak , ghe takut telat nih udah mau jam 7 .."akhirnya disha bersuara awalnya dia tidak ingin bicara dia merasa tidak enak karna dmDicky bisa saja ikut telat karna telah membantunya.
"Oh iya Dish" Dicky menambah kecepatan motornya berharap mereka masih keburu masuk dan tidak telat kalo tidak ini akan menjadi pengalaman pertama baginya mengantar Disha sekolah yang ujung-ujungnya telat dia tidak ingin hal itu terjadi , bagaimanapun juga ia ingin terlihat baik dengan menolong dan mengantarkan Disha sekolah agar tidak telat.
Benar saja saat mereka sampai gerbang sudah di tutup Disha dan Dicky berdiri di depang gerbang sambil mengedor-gedor pintu gerbang namun tak kunjung di buka oleh satpam yang hanya berdiri di balik gerbang.
" Ayo pak bukain dong kita cuma telat 5 menit doang ayolah pak"bujuk Disha menyatukan kedua tangan nya memohon kepada satpan tersebut.
" Maaf dek gak bisa nanti saya bisa di marahin"jawab satpam tersebut tidak bergeming
dlDisha melihat name tag yang tertera di seragam satpam tersebut
"ayolah mas Jono , mas Jono baik dech saya janji sekali ini doang pak"rayu Disha memasang muka memelasnya.
Sejenak Jono satpam tersebut merasa kasihan pada Disha namun dia tetap tidak bergeming "Maaf dek tetep gak bisa"
Tidak lama kemudian datang pak Hendra guru BK yang terkenal sangar rambutnya yang tinggal setengah serta perutnya yang buncit menambah kesan ke sangaran guru tersebut , sampai anak-anak biasa memanggil guru tersebut dengan sebutan"pak Buntel".
" Ada apa ini ?"tanya pak Hendra pada Jono dengan tatapan nya yang tajam membuat Disha bergidik .
" Ini pak mereka telat"jawab Jono menunjuk ke arah Disha dan Dicky yang menunduk ketakutan.
" Buka pintunya..!! "perintah Pak Hendra ,Jono lamgsung membuka pintu gerbang tersebut .
Pak Hendra menyuruh Disha dan Dicky masuk dengan melambaikan tangannya , perlahan mereka memasuki gerbang berharap hari ini guru tersebut dalam mood baik agar mereka tidak perlu di hukum.
" Bagus ya pasti kalian pacaran dulu makanya telat"ucap Pak Hendra sarkas setelah Disha dan Dicky memasuki gerbang sekolah tersebut.
" Gak pak tadi motor saya mogok terus saya di bantuin Dicky, makanya kita telat"ucap Disha mencoba menerangkan kejadian yang sebenarnya berharap guru tersebut mau mengerti.
"Alasan saja kalian ,pokoknya kalian saya hukum ,sekarang juga kalian bersihin halam belakang sekolah awas saja kalo kabur saya tambah hukumanya"ucap pak hendra tegas.
" Tapi pak..." Disha coba membela diri
"Gak ada tapi-tapicepat kerjakan jangan diem mulu!.." Pak Hendra membantah sebelum Disha selesai menyelesaikan ucapanya .
Dengan gontai Disha dan Dicky berjalan ke arah lapangan belakang mereka mulai menyapu halaman tersebut yang di penuhi dengan dedaunan kering.
"**** kok lo diem aja sih dari tadi bukan nya bantuin gue "ucap Disha di sela-sela menyapu halaman dia heran kenapa Dicky tidak membantunya tadi.
" Sorry Dish , bukannya gue gak mau bantu tapi percuma ngomong sama Pak Hendra makin di lawan makin sadis "ucap Dicky sambil tersenyum
Mendengar itu Disha hanya mengangguk tanda mengerti "Nih cowok ganteng doang tapi cemen,gak ada gentle-gentle nya,"'gumam nya dalam hati,harusnya dia bisa membantu bukan diam saja dan membiarkan Disha sendiri yang bicara dan di hukum seperti ini