My Love My Stalker

My Love My Stalker
ikhlas



Di sebuah pantai yang indah Disha bermain ombak bersama Putri dan Tania, tidak seperti biasanya gadis itu kelihatan lebih ceria, membuat aura kecantikannya semakin terpancar.


Dicky, Rega dan Andi duduk di pasir sambil memperhatikan para gadis yang terlihat asyik bermain ombak itu, sesekali mereka tersenyum melihat tingkah Disha dan yang lain.


"Gimana hubungan lo sama Disha, loe jadi nembak dia kan?" Tanya Andi.


Sebelumnya Andi dan Rega memang sudah mengetahui perihal Dicky yang akan mengungkapkan perasaannya pada Disha.


"Gak, sebelum gue deketin dia gue udah di tolak duluan, kayanya gue emang gak punya kesempatan" Ucap Dicky sendu.


"Sabar Bro masih banyak jalan menuju Roma, lagian kalau pun kalian jadi gak bisa pacaran, jadi sahabat juga gak buruk kok" Ucap Rega menyemangati Dicky.


"Iya kayak gue sama Tania, setelah gue pikir-pikir gue emang salah dan gak bisa jaga perasaan dia, masih bisa jadi sahabatnya aja gue udah seneng" Ucap Andi.


"Itu baru sahabat-sahabat gue tenang guys kita mungkin gak bisa milikin orang yang kita sayang, tapi dengan menjaganya tetap di sisi kita itu saja sudah cukup" Ucap Rega.


"Loe sih enak ngomong gitu, loe udah punya Putri jadi loe gak ngerasain rasanya di tolak sama sahabat dan gebetan sendiri" Ucap Andi.


"Serius gue, emangnya loe pikir gue gak pernah ngerasain gimana rasanya?" Ucap Rega tak terima.


"Emang loe pernah gitu patah hati, setahu gue kan loe deketnya sama Putri doang, emang ada cewek lain ya?" Tanya Dicky penasaran.


"Iya gue juga gak tahu Ga" Ucap Andi ikut penasaran sambil menatap Rega.


"Ada lah, gue cerita juga kalian gak bakal ngerti udah yuk mending kita photo-photo bareng mereka" Ajak Rega beranjak dari duduknya sambil membawa kamera yang sudah dia bawa dan berjalan menghampiri Disha dan yang lain.


Dicky dan Andi ikut menyusul, dibahunya Dicky juga membawa sebuah kamera, kecuali Andi dia tidak membawa apapun.


"Guys photo-photo yuk buat kenang-kenangan" Ajak Andi.


"Ayuk gue juga pengen di photo, Disha, putri ayo merapat!" Ajak Tania.


Disha dan Putri pun berdiri di kedua sisi Tania, mereka tersenyum ke arah kamera yang di arahkan Dicky dan Rega.


"Udah siap ya" Ucap Rega memberi ancang-ancang.


"Tunggu gue ikutan dong!" Ucap Andi dan langsung berdiri di belakang Tania.


Mereka mengambil beberapa photo, ada yang sedang sendirian ada juga yang berpasang-pasangan dan berkelompok.


Di photo-photo itu mereka terlihat bahagia sambil tersenyum ke arah mereka, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka setelah kejadian ini.


Dicky tengah asyik duduk sendirian sambil melihat hasil jepretan kameranya yang tadi dia ambil bersama teman-temannya.


Sedangkan yang lain terlihat asyik bermain kejar-kejaran di pantai, mereka tidak memperdulikan sinar matahari yang mulai terik membakar kulit mereka.


"**** gue bisa ngomong sebentar gak sama loe?" Tanya Disha sambil duduk di samping Dicky.


Sedari tadi dia memang mencoba untuk bicara empat mata dengan Dicky, namun Dicky seolah menghindarinya dan memilih mengobrol dengan yang lain.


Baru kali ini Disha punya kesempatan untuk bicara berdua saja tanpa di ganggu yang lain, dia ingin segera menyelesaikan masalah antara mereka berdua.


"Iya kenapa Dish, loe mau ngomong apa sama gue?" Jawab Dicky balik bertanya.


"Maafin gue ya ****, kemarin waktu acara itu gue terlalu kasar sama loe" Ucap Disha meminta maaf.


"Gue gak bermaksud buat nyakitin loe ****, gue cuman gak mau loe terlalu berharap sama gue" Ucap Disha dengan pandangan ke depan.


"Emang gue benar-benar gak punya kesempatan ya Dish, apa gue kurang baik buat loe?" Tanya Dicky sendu.


"Loe baik dan gue juga sama loe sebagai sahabat, sayangnya loe gak punya kesempatan buat jadi pacar gue ****, gue udah punya seseorang yang gue sayang" Ucap Disha menoleh kearah Dicky sambil tersenyum.


"Siapa Iyas ya, gue sudah tahu kok kalo loe emang dekat sama dia" Ucap Dicky.


"Bukan Iyas tapi orang lain, gue udah pacaran sama dia sebelum gue pindah kesini ****" Ucap Disha.


"Masa sih, seinget gue loe gak pernah cerita kalau loe punya pacar?" Tanya Dicky penasaran.


"Iya karena waktu itu gue sendiri gak tahu dia masih hidup atau nggak, dia menghilang **** gak ada kabar" Jawab Disha.


"Maksud loe apa, dia ninggalin loe gitu, apa dia sudah kembali sekarang?" Tanya Dicky.


"Bukan ninggalin ada kejadian yang bikin gue sama dia harus pisah dan ya sekarang dia sudah kembali" Ucap Disha dengan mata berbinar senang.


"Pantesan loe kelihatan bahagia banget sejak loe datang kesini, gue salut sama loe bahkan saat kalian berpisah pun loe masih setia sama dia" Ucap Dicky.


"Bukan gue aja dia juga setia dan selalu ngelindungin gue ****, gue sayang sama dia" Ucap Disha.


"Tadi loe kesini di anterin cowok lo?" Tanya Dicky penasaran.


Disha mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, jelas sekali dia sangat bahagia, Dicky sadar sampai kapan pun dia tidak akan bisa memiliki Disha.


Berusaha sekeras apa pun dia tidak bisa merubah kenyataan jika Disha memang sudah milik orang lain dan itu bukan dia, sekarang mungkin saatnya bagi dia untuk mencoba ikhlas.


Ikhlas cintanya di tolak, ikhlas melihat gadis pujaannya bersama yang lain dan ikhlas dia harus mengubur perasaannya sendiri.


"Gue senang lihat loe bahagia Dish, selamat ya akhirnya loe bisa menemukan kebahagiaan loe" Ucap Dicky sambil tersenyum.


"Makasih ****, gue harap loe bisa ngertiin gue ya **** dan tetap bisa sahabatan sama gue kayak biasa" Ucap Disha.


"Ya mau gimana lagi mungkin kali ini nasib gue emang gak jodoh sama loe, tapi di kehidupan selanjutnya gue gak mau jadi sahabat loe tapi pacar, gimana loe mau kan?" Ucap Dicky bercanda sambil tersenyum.


"Iya gue mau, siapa sih yang gak mau pacaran sama loe ****" Ucap Disha ikut tersenyum.


"Siapa dulu Dicky raharjo gitu loh, udah ganteng, kaya dan juga pintar lagi, cewek-cewek pasti pada ngantri buat dapetin gue" Ucap Dicky dengan bangga.


"Iya **** gue percaya kok loe bisa dapetin siapa saja yang lo mau" Ucap Disha.


Mereka pun tertawa dengan lepas, menertawakan sesuatu yang sebenarnya tidak lucu, tapi akhirnya permasalahn diantara mereka selesai.


Kini semuanya sudah berakhir, menyakitkan memang tapi jika bukan jodoh apa yang bisa dikatakan, takdir sudah menentukan jalan mereka masing-masing.


"Woy ayo sini gabung berduaan mulu, awas loh ada setan lewat" Teriak Andi mengajak mereka bergabung.


"Dish gabung sama mereka yuk,seru kayanya!" Ajak Dicky.


"Ayo kita lewatin hari ini dengan bersenang-senang" Ucap Disha.


Dicky dan Disha pun berlari menghampiri yang lain, mereka tertawa sambil bercanda dan saling menyiprati diri mereka dengan air laut.