My Love My Stalker

My Love My Stalker
malam minggu 2



" Disha" ucap mereka serempak.


" Kok lo ada disini katanya lo lagi sama nyokap lo?.." tanya Putri


" Iya kan nyokap gue yang punya caffe ini,kok kalian bisa ada disini?.." tanya Disha heran pasalnya dia tidak pernah memberitahu teman-temannya bahwa ibunya memiliki caffe.


" Wow kok lo gak ngasih tau kita sih Dish tau gitu dari kemarin-kamarin gue main kesini"ucap Tania kemudian.


" Iya kan lumayan buat nongkrong tempat nya enak lagi " Putri ikut bersuara.


" Sorry,terus kalian kok bisa kesini sih siapa yang ngajak?.." tanya Disha lagi.


" tuh kita di kasih tau Dicky,emangnya lo gak tau Dicky pernah kesini?"ucap Rega kemudian sambil menunjuk Dicky yang tengah tersenyum.


Disha menggeleng menjawab ucapan R,ega dia memang tidak mengetahui jika Dicky pernah ke cafe mereka,dia melihat Dicky yang menjadi salah tingkah.


" Iya Dish waktu itu gue pernah kesini , pas gue kesini lo nya lagi sibuk jadi gue gak sempet nyapa" ucapnya berbohong ia tidak ingin mengatakn jika saat itu Disha tengah menangis.


" Siapa nih Dish?" tiba-tiba ibunya datang menghampiri mereka dia tersenyum ramah kepada Dicky dan yang lain.


" Ini temen Disha mah kenalin ini nyokap gue.." ucap Disha kemudian sambil memperkenalkan ibunya.


Mereka pun memperkenalkan diri satu per satu tak terkecuali Dicky .


" Cantik-cantik ya temen kamu Dish yang cowok juga"ucap ibunya


" Masa kita cantik sich tante macho gini"ucap Andi pura-pura tak terima


" Ganteng maksud tante kamu lucu banget sich!"ucap ibu Disha sambil mencubit Andi.


" Apaan sich mama bikin malu aja pake nyubit segala"ucap Disha


" Gak apa-apa kok Dish , gue mah kan emang lucu bikin gemes "ucap Andi tersenyum bangga.


" Tuh kan Dish temen kamu aja suka"ucap ibunya sambil tersenyum


"Kata kamu temen cowok kamu jelek semua masa ganteng-ganteng gini dibilang jelek,ini udah pada punya pacar belum kalo belum sama Disha aja dia jomblo loh!"ucap ibunya lagi menawarkan Disha yang tentu saja membuat Disha malu setengah mati ingin rasanya dia nyebur ke kali ciliwung saking malunya.


" Iihhh mama apaan sich udah ach mama pergi aja sana jangan gangguin temen disha terus"keluh disha mendorong ibunya pergi.


" Gitu kamu mah mama kan cuma mau bantu kamu ,yaudah tante permisi dulu masih banyak kerjaan kalo mau pesen apa-apa panggil pelayan aja kalo nggak biar Disha yang layanin kalian"ucap ibunya sambil tersenyum


" Mama,,,,!!!!!?" teriak Disha kesal membuat beberapa pengunjung melirik ke arahnya .


Akhirnya Marlina pun pergi sambil tertawa melihat tingkah anak nya yang mulai cemberut.


" Nyokap lo seru ya Dish , baik orangya ramah banget"ucap Tania stelah kepergian ibu Disha.


" Iya gue pikir nyokap lo galak gitu eh ternyata baik banget mana cantik lagi"tambah Putri.


" Iya pantes aja anaknya cantik ibunya kayak model gitu.." ucap Andi ikut bersuara.


" Gak lah biasa aja kali , nyokap gue kalo denger dia puji gitu bisa besar kepala dia" ucap Disha sambil menarik sebuah kursi dan ikut duduk bersama mereka.


" Kalian mau pesen apa ?" tanya Disha lagi sambil memanggil pelayan ddengan melambaikan tangan nya


" Gue caffucino aja sama red velvet kayanya enak tuch.." ucap Putri setelah melihat-lihat isi menu.


" Iya bener Put enak tuch gue samain juga sama kayak Putri dech"ucap Tania


" Kalo kalian mau pesen apa,banyak kok pilihannya "ucap Disha kepada yang lain


" Gue mah espresso aja dech "ucap Andi kemudian


" Gue mah coffee latte aja lo apa ****?" tanya Rega kemudian


" Gue samain aja sama lo"jawab Dicky.


"1 lagi Gue juga pengen iced taro latte"ucap Putri


" Udah semua kan?" tanya Disha mereka mengangguk "mas udah di catet kan pesenan mereka?"tanya nya pada pelayan yang sedang mencatat pesanna mereka.


" Udah mba"jawabnya sambil tersenyum.


" Yaudah cepetan ya mas sekalian aku juga mau frappucino"ucap Disha kemudian .


Mas agung mengangguk mencatat pesanan Disha dan berlalu pergi meninggalkan mereka.


" Dish enak dong bisa tiap hari ke cafe,kalo bosen di rumah tinggal nongkrong disini.." ucap Andi


" Gak juga sich gue juga gak tiap hari kesini cuma kadang-kadang doang" jawab Disha


" Tapi disini enak tau Dish ada stand musik nya lagi,jadi pengen nyanyi"ucap Tania bersemangat.


" Jangan dech suara kayak radio butut ajapengen nyanyi , gue gak mau yah kuping gue kenapa-napa gara-gara dengerin lo nyanyi" ucap Putri menggeleng tidak setuju.


"Sialan lo suara gue bagus tau lo aja yang gak tau" balas Tania tak terima


" Gak apa-apa kok beb kalo mau nyanyi aku dampingin maen gitar yah" rayu Andi sambil tersenyum yang bagi Tania terlihat sangat menyebalkan


"Diem lo Bambang"ucap Tania sarkas


" Aku Andi beb bukan Bambang ,kapan aku ganti nama coba" balas Andi


" Terserah lo dach suka-suka lo aja,mau Andi kek , Bambang kek mau Tukul juga gue mah gak perduli"ucap Tania jengah


Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang,mereka mulai meminum minuman masing-masing.


" Lo **** udah tau panas maen minum aja" ucap Tania .


" Dish,kamu kan bisa nyanyi kenapa gak nyanyi aja"Dicky yang sedari tadi diam bersuara.


" Lo bisa nyanyi Dish,hebat ya loh ayo dong kita pengen dengar suara lo?" ucap Rega


" Iya dish ayo dong nyanyi hibur kita dari pada malam minggu gini gak ada hiburan "ucap Putri setuju dengan Rega dan Dicky.


" Apaan gue gak bisa nyanyi kok , Dicky bohong tuch"ucap Disha menyangkal ucapan Dicky.


" Masa sih emang lo bohong ****?"tanya Tania berbalik melihat ke arah Dicky.


"Gak lah gue gak bohong kok ,gue pernah denger suara Disha,kan waktu itu gue pernah kesini sendirian gue liat Disha nyanyi"ucap Dicky melirik ke arah Disha ingin sekali dia memdengar suara Disha yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman.


Disha memandang Dicky dengan bingung,dia tidak menyangka Dicky akan menyudutkan nya 'kapan dicky liat w nyanyi,mudah-an jangan yang waktu itu' pikirnya dalam hati mengingat saat ia pernah menangis ketika bernyanyi.


"Tuh kan Dish ayo dong bentar doang elah plisss lah Dish"ucap Tania meminta Disha dia pernasaran dengan suara Disha tak terkecuali yang lain yang juga ikut mengangguk menyetujui ucapan Disha.


" Iya Dish sekali-kali doang kalo lo mau gue mau kok ngiringin lo pake piano" ucap Dicky ikut membujuk Disha


" Wow keren tuch jadi duet pasti seru nih,ayolah Dish"ucap Rega bersemangat.


" Yaudah kalian mau gue nyanyi lagu apa?" tanya Disha akhirnya menyetujui dia tidak tega jika harus menolak permintaaan teman-temannya itu.


" Tersellah lo Dish , yang penting enak di dengar aja "ucap Putri.


" Lagu Armada aja dish judulnya Harusnya Aku"ucap Andi sambil melirik Tania yang lebih memilih berpaling mencoba mengabaikan nya.


" Kayak lagu patah hati aja" ucap Rega.


" Gak apa-apa elah gue lagi pengen denger lagu itu aja,masalah buat lo"ucap Andi.


" Yaudah bentar ya" ucap Disha


dengan terpaksa disha pun mulai melangkah ke arah stand yang sàat itu tengah kosong.


Dicky membuka jaket hitam yang ia pakai dan meletakanya di kursi tempat dia duduk dan menyusul Disha.


Disha duduk d atas kursi sambil memegang mic,sedangkan Dicky mulai memainkan lantunan pianonya dengan perlahan.


 


*ku tak bahagia melihat kau denganya


 


*aku terluka


*tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


aku terluka


melihat kau bermesraan dengannya


*ku tak bahagia melihat kau bahagia


harusnya aku yang disana dampingimu dan bukan dia


harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


harusnya kau tahu bahwa ku lebih baik darinya


harusnya aku yang kau pilih dan bukan dia


ku tak bahagia melihat kau bahagia denganya


ku tak bahagia melihat kau bahagia***


Disha bernyanyi dengan sangat merdu menghipnotis siapa saja yang mendengar Disha tak terkecuali teman-teman Disha dan Dicky yang sedari tadi terpukau dengan suara disha dia menekan tuts pianonya tanpa mengalihkan perhatianya pada Disha.


Setelah lagu berakhir para pengunjung bertepuk tangan begitu juga Tania dan yang lain mereka bertepuk tangan dengan semangat hingga Disha dan Dicky datang menghampiri mereka.


" Gila Dish suara lo merdu banget"ucap Tania setelah disha duduk kembali di kursiny.


" Iya Dish kaya suaranya BCL tau gak" tambah Andi


" Makasih tapi suara gue gak sebagus BCL juga kali" ucap Disha merasa malu


" Tapi sumpah Dish suara lo emang enak di denger tau"ucap Putri


" Iya kalo lo ikutan audisi nyanyi pasti lo menang kalo nggak mentok-mentok lo jadi artis lah lo kan juga cantik.." Rega menyetujui ucapan Putri.


" Disha cantik terus aku gimana"tanya Putri merasa cemburu Rega memuji Disha di depan nya.


" Kamu itu paling cantik sedunia beb gak ada yang bisa gantiin kamu "ucap Rega sambil tersenyum manis yang tentu saja membuat Putri tersipu malu.


" Najis gue liat lo pada"ucap Andi sarkas


" Iya gak liat sikon , gak tau apa disini jomblo semua" Tania ikut bersuara.


" Syirik aja kerjaan lo pada" balas Putri


Melihat perdebatan mereka Disha hanya tersenyum tanpa berucap sedikitpun , sedangkan Dicky tersenyum memperhatikan Disha.