My Love My Stalker

My Love My Stalker
makan malam



Dicky berjalan menuruni tangga menuju ruang makan , sesampainya disana ia melihat ayahnya sedang duduk,Dicky kembali berbalik hendak pergi meninggalkan ayahnya.


"Dicky,ayo duduk kita makan sekarang.." perintah ayahnya menghentikan Dicky.


Dengan malas Dicky kembali berbalik dan duduk di salah 1 kursi meja makan , ia mulai menyendok nasi beserta lauk pauk nya ke atas piring.


" Gimana sekolah kamu ?.." tanya ayah nya saat Dicky baru saja melahap suapan pertama nya.


" Baik.." jawabnya singkat


Ayah Dicky mengangguk mengerti , dia meminum air putih dan mengelap mulutnya.


" Besok sepulang sekolah kamu ke kantor papah .." perintahnya tanpa berbasa-basi.


Dicky menghentikan acara makan nya dia berbalik memandang ayahnya yang juga tengah menatap balik padanya.


"Gak bisa besok aku ada janji buat latihan Basket.." jawabnya menolak perintah ayahnya.


Ayah Dicky mendengus dia tersenyum kecut memandang putra semata wayang nya tersebut.


" Batalkan acara tidak pentingmu itu ,lebih baik kau datang ke kantor Papah.." tegas nya.


" Kenapa pah,itu hobiku apalagi sebentar lagi ada pertandingan aku harus berlatih bersama yang lain.." jawab Dicky tak kalah,dia tidak ingin ayahnya mengganggu kesenangan nya.


" Hobi katamu , apa hobimu itu yang memberimu makan dan semua kemewahan yang kamu nikmati, jangan bodoh besok kamu tetap harus ke kantor ayah , jangan membantah lagi disana kamu akan bertemu pengacara Papah.." ucap Ayah Dicky dengan suara tegasnya dia memandang Dicky dengan tajam.


" Aku gak akan datang.." balas Dicky tak gentar dengan tatapan ayahnya.


" Baik kalo itu mau kamu, tapi jangan salahkan Papah jika semua fasilitas yang kamu miliki akan Papah tarik kembali dan juga 1 lagi kamu juga tidak akan Papah anggap anak lagi jika terus membantah.." ucap ayahnya tegas dia mengambil jas yang tersampir di kursi makan dan memakainnya,ia berdiri hendak pergi meninggalkan Dicky.


Dicky tersenyum kecut mendengar ucapan ayahnya,selalu begitu ayahnya selalu menggunakan ancaman agar semua keinginannya terpenuhi.


" Anak pah, apa selama ini papah masih menganggap aku anak papah , selain kemewahan yang yang ayah berikan apa pernah ayah perduli padaku.." tanya Dicky berdiri memandang punggung ayah suaranya meninggi di sertai emosi yang selama ini di pendamnya.


Ayahnya memang tidak pernah peduli akan apa yang di alaminya , dia tidak pernah peduli apakah Dicky baik-baik saja atau tidak , bahkan saat dia sakit pun ayahnya hanya menyuruh dokter yang merawatnya tanpa sekalipun menengoknya.


Yang ayahnya ketahui hanya memberikan kemewahan dan juga memantau agar anaknya itu msnuruti semua keinginanya tanpa pernah bertanya Dicky menyukain nya atau tidak.


Ayah Dicky diam mematung dia tidak berbalik atau pun menjawab semua ucapan Dicky dia hanya diam dan kembali berjalan meninggalkan Dicky sendiri.


prang


Dicky membanting gelas di atas meja di meluapkan emosinya , diluar terdengar suara mesin mobil yang dinyalakan yang tidak lain adalah mobil ayahnya yang akan pergi.


Dicky berjalan menaiki tangga menuju kamarnya , dia masih terlihat emosi dengan gusar ia berjalan , sesampainya di kamar dia langsung membanting pintu dan mengunci pintu tidak ingin seorang pun mengganggunya.


Dicky mengambil Hp di atas nakas dan menelepon seseorang .


Hallo loe dimana.?


Gue lagi di rumah Rega ****,loe cepetan kesini mabar kita..!


Jawab seseorang di balik telepon yang tidak lain adalah Andi sahabat nya.


Oke tunggu bentar lagi gue kesana


Dicky pun mematikan sambungan telepon dan mengganti celana santai yang ia pakai dengan celana jeans biru, dia mengambil jaket hitam nya di dalam lemari,sambil berjalan keluar kamar Dicky mengambil kunci motornya dan berlalu pergi.


Di tempat lain Disha yang tengah bermalas-malasan di kamarnya terganggu dengan suara gedoran pintu kamarnya.


" Disha." teriak ibunya diluar


Disha tak menggubris teriakan ibunya , dia menutup kupingnya menggunakan bantal.


"Disha buka woy Dish,kalo gak mama dobrak nih pintu.." teriak ibunya lagi sambil terus menggedor pintu.


Dengan kesal Disha beranjak dari ranjang nya menuju pintu ,ibunya itu slalu saja menggangu saja jika sedang


" Apaan sih mah ganggu aja dech,udah malam tau.." ucap Disha sambil membuka pintu kamar nya.


"Lagian kamu ngapain sich pake ngunci pintu segala kayak penganten baru aja.." omel ibunya sambil memasuki kamar Disha


" Biasanya juga Disha kunci pintu mah kalo tidur gak hubunganya sama penganten baru, lagian mama ngapain sih malam-malam ke kamar Disha..?" jawab Disha kesal .


"Iya tau , mama mau pinjem catokan Dish catokan mama rusak .." balas Marlina ia mencari benda tersebut di laci meja rias Disha.


Marlina terlihat Cantik mengunakan gaun berwarna biru dihiasi ornamen-ornamen yang menambah kesan elegan.


"Mama mau kemana sich jam segini rapi banget.?.." tanya Disha penasaran dia melihat jam di dindingnya yang menunjukan Pukul 09.00 .


" Mama mau makan malam sama Papa kamu Dish." jawab Ibunya sambil duduk dia merapihkan rambutnya menggunakan catokan tersebut.


" Kan tadi kita udah makan malam mah , ngapain pergi makan malam lagi coba,," ucap Disha tidak mengerti dengan tingkah ibunya itu.


" Beda lagi itu mah Dish , sekarang mama mau makan malam romantis sama Papa ..,," jawab Marlina sambil tersenyum genit


" Lebay banget sih kayak anak muda aja , gak inget umur apa." ucap Disha sambil memandang ibunya yang tlah selesai berdandan .


" Husssh syirik aja kamu Dish , emang anak muda doang yang bisa makan malam romantis , mama juga bisa kali dari pada kamu tiap hari diem di rumah gak ada yang ngapelin, kasihan banget sich.. " ledek ibunya sambil berdiri


" Ish mama apaan sich , suka banget ngeledek Disha.." ucap Disha cemberut


Marlina tertawa melihat Disha merajuk padanya , gadis itu masih saja manja walaupun sudah menginjak kelas 2 SMA.


" Bercanda sayang , makannya cari pacar jangan kelamaan jomblo , jagain Ano ya kalo ada apa-apa telepon mama Dish .." ucap Marlina sambil berjalan keluar kamar Disha.


Selepas ibunya pergi, Disha kembali mengunci pintu kamar nya dan langsung merebahkan diri di atas kasur empuknya.


Dia mencoba memejamkan matanya ,namun tidak bisa matanya tidak ingin terpejam rasa kantuknya hilang karna gangguan dari ibunya.


Disha mengambil remot tv dan menyalakan tv di kamar nya , berharap itu bisa menghilangkan rasa bosan nya tidak lupa ia juga mengambil cemilan yang ia simpan di laci meja belajarnya.


ping


Terdapat notif pesan muncul di Hp nya , ia mengambil Hp nya tersebut di atas meja dan membuka nya.


Dicky


:Malam Dish


Disha


: Malam juga ****


Dicky


: lagi ngapain Dish , belum tidur ??


Disha


: Ni lagi mau tidur **** , udah dulu ya gue ngantuk


Dicky


: Oh yaudah Dish selamat tidur jangan lupa mimpi indah😊


Dish membaca pesan tersebut dan langsung menyimpan Hp nya tanpa membalas pesan terakhir dari Dicky, dan kembali menonton tv.


Di sisi lain Dicky tengah tersenyum sambil memandangi poto Disha , chat dari Disha membuat kesedihan nya sedikit berkurang meski hanya sebentar itu sudah cukup baginya.


Di luar rumah Disha seseorang tengah memandangi jendela kamar Disha yang lampunya masih menyala ia tersenyum hingga lampu kamar Disha mati iapun pergi berjalan meninggalkan rumah tersebut.