
Saat pulang sekolah Disha tengah menunggu angkot lewat untuk mengambil motornya di bengkel di depan gerbang sekolanya.
Tiba-tiba Dicky lewat dan berhenti di depan Disha.
"Dish pulang bareng gue aja yuk mau ngambil motor lo kan" ajak Dicky sambil membuka kaca helmnya.
" Gak usah ****,biar gue naek angkot aja"tolak Disha
" Gak apa-apa kali Dish , bareng gue aja lagian kan gue yang nganterin lo ke bengkel , ngambil nya harus bareng gue juga"bujuk Dicky lagi
Dkhirnya disha setuju ia menaiki motor Dicky dan memakai helm yang di berikan Dicky.Dengan perlahan Dicky mulai mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.
" **** tumben lo gak bareng Tania biasanya kan lo bareng dia trus?" tanya Disha dengan nada tinggi agar suara nya tidak kalah dengan suara bising dari knalpot yang saling bersahutan dari kendaraan lain.
Saat ini mereka dalam perjalanan menuju bengkel Disha mengajak Dicky mengobrol agar suasana di antara mereka tidak terlalu canggung
" Gak dish sekarang dia di anter jemput sama nyokap nya"jawab Dicky
" Oh kok tumben,emang kenapa?"tanya disha penasaran
" Gak tau gue juga,nyokap Tania emang agak parnoan"ucap Dicky.
" Hah apa **** porn**?"ucap Disha tidak begitu jelas mendengar suara Dicky karena jalanan begitu berisik .
Mendengar itu hampir Dicky langsung mengerem motornya mendadak membuat helm Disha dan dicky beradu.
" Aww kenapa **** kok lo berhenti ngedadak gini , ada kucing lewat ?"tanya Disha polos sambil mengusap kening nya yang terasa sedikit sakit.Dia tidak tahu jika akibat kata-katanya lah Dicky berhenti mendadak.
" Hah sorry Dish ,gak apa-apa kok gue cuma kaget aja barusan"ucap dmDicky
" Kaget kenapa?"
" Gak apa-apa , ayo kita jalan lagi" Dicky kembali melanjutkan perjalanan tanpa berniat membahas hal yang menurut nya ambigu.sedangkan Disha hanya menurut ,hari ini banyak kejadian yang membuat nya tidak konsen ia ingin segera pulang dan merebahkan diri di atas kasur yang empuk.
Ketika sampai di bengkel Disha segera mengambil motornya sedangkan Dicky menunggu di luar tidak jauh dari bengkel tersebut.
" Gimana udah beres motornya?" tanya Dicky saat Disha keluar sambil mengendarai motornya dan berhenti di samping Dicky.
" Udah kok,ayo kita pulang" jawab Disha sambil tersenyum yang di balas oleh Dicky.
Sesampainya di depan gerbang perumahan menuju rumah Disha , mereka pun berpisah ,di jalan dicky tersenyum di balik helm nya , ia sangat senang karena hari ini ia bisa menghabiskan waktu bersama Disha.
Di tempat lain Disha baru sampai di rumahnya , dia segera pergi menuju kamar nya di lantas atas.
namun langkahnya terhenti saat melewati ruang keluarga terlihat ibunya tengah menonton tv sambil makan keripik.
" Assalamuallaikum mah"ucap Disha bersalaman pada ibu nya.
" Waalaikum salam tumben jam segini baru pulang Dish" tanya Marlinasetelah Disha duduk di sampingnya.
" Tadi pagi motor Disha mogok mah , makanya pas pulang sekokah ,Disha ngambil motor dulu di bengkel" jawab Disha
" Mama tumben jam segini ada di rumah gak ke cafe?" tambah nya lagi sambil mengambil es jeruk yang tersedia di atas meja dan langsung meminumnya.
" Itu minuman mama Dish , main minum aja.." protes Marlina saat Disha menghabiskan minuman nya "Mama hari ini gak ke cafe lagi mager, bentar lagi mama juga mau jemput Ano" tambahnya lagi.
" Yaudah Disha ke kamar dulu ya mah ngantuk banget nih" ucap Disha sambil beranjak dan mulai menaiki tangga menuju lantai atas.
" Mandi dulu Dish , badan kamu bau asem tau"teriak ibunya
Mendengar itu Disha hanya melambaikan tanganya tak perduli,hari ini dia sudah sangat lelah tanpa berniat meladeni ibunya yang super bawel apalagi jika di ladeni bisa-bisa sampe maghrib baru kelar.
Sesampainya di kamar Disha meletakan tas nya di atas meja belajar dan langsung merebahkan diri di atas kasur tak berselang lama Disha sudah terlelap tidur dengan nyenyaknya.
Sore harinya Disha terbangun,dia melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 5 sore ,diapun beranjak bangun dan berjalan gontai ke arah kamar mandi sambil mengambik handuk yang tergantung di pintu.
15 menit kemudian Disha keluar dari kamar nya menggunakan kaos putih dan celana jeans pendek.
Dia berjalan menuju meja makan dan membuka tudung saji dilihat nya ada ayam goreng dia mencomot nya 1 dan langsung memakanya.
" Bi , bikinin Disha mie rebus dong !" pinta Disha saat Bi Minah lewat di depan nya.
" Iya baik non" jawab Bi Minah sambil berlalu pergi.
Disha terus mengganti saluran tv tersebut hingga berenti pada saluran kartun favoritnya.
Sambil memakan cemilan yang ada di atas meja Disha menonton dengan khidmat sesekali dia tertawa melihat adegan lucu dari kartun tersebut.
" Ini mienya non" ucap Bi Minah meletakan semangkuk mie beserta air putih di atas meja .
" Iya makasih ya Bi" ucap Disha tersenyum ramah Bi Minah pun berlalu pergi membiarkan Disha kembali menonton.
Disha mengambil mangkok mie nya dan mulai menyantapnya merasa ada yang kurang , Disha pun melangkah ke dapur ia mengambil kecap dan saos yang langsung ia tuangkan di dalam mangkok mie nya.
" Makan apaan nih mau dong"ucap Ano yang tiba-tiba datang dan langsung menyantap mie Disha.
" pedes" Ucapnya sambil mengambil minum
" Siapa suruh main makan aja bikin sendiri noh,ini punya kaka" ucap Disha melotot kepada adiknya
" Bawel lo,dikit doang juga mana pedes lagi" jawab adik nya tak terima membalas tatapan Disha.
" Kualat lo" balas Disha meledek adiknya sambil mengacak rambut adik nya tersebut dan berjalan kembali ke ruang tv sambil membawa mangkok mienya.
" Mamaa kak Disha nih!" teriak adiknya mengadu pada ibunya yang baru saja datang.
"Disha kamu apain lagi sih kasian ade kamu Dish di usilin mulu"ucap ibunya
" Dasar tukang adu lo cemen" ucap Disha pada adik nya yang ikut duduk di sebelah nya.
" Biarin wleee" ledek adiknya sambil menjulurkan lidah
Disha mendelik pada adiknya dan kembali memakan mie nya yang mulai mendingin dan mereka menonton kartun bersama .
" Tumbem nih anak mama pada akur" ucap ibunya senang ikut duduk bersama mereka sambil bermain hand phone
" Mah,Papa kapan pulang "tanya Disha
" Besok malam katanya,emang kenapa tumben kamu nanyain Papa ?" tanya ibu nya tanpa mengalihkan perhatian nya dari hp
Disha menaruh mangkok nya yang sudah kosong dan langsung meminum air putih yang sudah tersedia.
"Gak apa-apa sich mah sepi aja gak ada Papa"jawab Disha.
" Iya sich,waktu di Bandung juga Papa kan gak bisa jah dari kita"kenang ibunya .
Disha memperhatikan ibunya yang sedari tadi sibuk main hp
"Mama lagi ngapain sich,sibuk banget" tanya Disha penasaran
Sejenak marlina menoleh pada Disha
" Ini loh mama lagi chatingan sama Dimas ,biasa urusan cafe"jawab ibunya,Dimas adalah kepercayaan Marlina di cafe makanya jika ia tidak masuk Dimas yang akan menggantikan nya.
"Oh " Disha mengangguk mengerti.
" Mah jalan yuk bosen di rumah" ajak Ano pada Marlina sambil memegang lengan ibunya.
"Gak ach males mama lagi mager,sama kakak kamu aj sana" tolak ibunya
Ano melirik Disha yang melotot padanya seolah mengatakan'apa lo'
" Ayolah kak jalan yuk "rayu adiknya dengan muka memelas
" Males lo suka rese,males gue "tolak Disha mengalihkan perhatianya
" Plliss kak , Ano janji gak bakalan nakal ,ayo dong kita pergi !" bujuk Ano lagi tidak menyerah
Disha memandang Ano yang menatap nya penuh harap.Dia menghebuskan nafasnya kasar dia tidak tega jika adik nya sudah begini.
" Yaudah tunggu bentar gue siap-siap dulu,lo jangan kemana-mana tunggu gue disini!" ucap Disha akhirnya menyerah dia beranjak ke kamar nya untuk berganti pakaian.
Mendengar itu Ano langsung bersemangat dia tidak sabar untuk segera pergi bersama kakak nya.Melihat itu marlina hanya tersenyum melihat tingkah ke 2 anaknya.