
Sore itu Dicky tengah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya sehabis latihan basket bersama teman-teman setimnya.
Dia mengendarai motor besarnya dengan kecepatan sedang,di tengah perjalanan tiba-tiba gerimis turun yang lama kelamaan menjadi hujan yang cukup deras,dengan terpaksa dia akhirnya berhenti di sebuah cafe .
Dengan perlahan dia memasuki cafe tersebut yang di sambut ramah oleh pelayan cafe tersebut.
"Selamat sore silahkan masuk" ucap salah seorang pelayan.
Dicky menjawab dengan tersenyum tipis,akhirnya dia memilih tempat duduk di dekat jendela yang menghadap keluar.
Cafe tersebut terbilang cukup luas dengan gaya klasik yang di dominasi warna-warna netral,di tengah cafe terdapat panggung kecil beserta alat musik band yang biasanya di isi oleh seorang penyanyi cafe di malam hari, sore itu panggung terlihat kosong.
"Mau pesen apa mas.?:" ucap salah seorang pelayan menghampiri Dicky
"Caffucino 1 aj mas" jawabnya kemudian
"Baik,mohon di tunggu pesananya ya mas," setelah mencatat pesanan Dicky pelayan tersebut berlalu pergi.
karna bosan akhirnya di mengirim pesan pada teman-temannya
**ayam jago grup**
Dicky.
:Bosen nih gue gak ada temen,mau pulang malah kehujanan( sent photo)
Andi.
:Kasian banget yang jomblo ujan-ujan gini malah sendirian😢
Rega.
:***** ke cafe gak ngajak-ngajak gue
Dicky.
: Gue cuma mampir bentar nunggu ujan reda dari tadi gak berhenti-berhenti nih ujan.
Tania.
:Nyokap lo nyariin gue pikir lo ilang di culik baru aja gue mau ngadain pengajian
Dicky.
:Sialan lo emang nya gue mati😖 sekalian aja adain syukuran
Andi.
:Etdah gue di cuekin😕
Rega.
:Siapa ya nyasar ke grup kita??
Dicky.
:Tau anak ilang kali
Andi.
:Kenalkan nama saya Andi Mahesa anak kelas 2 b ,umur 17 status single,nunggu d terima doi yang gak peka-peka 😢
Dicky.
:Anjay samperin gue dong Bt gue sendirian
Andi.
:Ujan nyet
Tania.
:Males ngantuk gue
Rega.
:Sorry bro gue lagi nganter Putri ke Rumah Sakit
Andi.
:Rumah Sakit lo udah ngapain aja sama dia sampe kerumah sakit.apa jangan-jangan 😱 ,udah berapa bulan bro,??jagan lupa kasih undangan ya😂
Rega .
:Otak lo nyet ,Neneknya sakit *****
Tania.
:Gws buat neneknya putri ya
Andi.
:Sama gue ngga beb.??
Tania.
:Emang lo sakit.?
Andi.
Ea gue sakit,sakit karna lo gak terima cinta gue😢
Tania.
:Bulshit loh dasar buaya gue tau ya tiap hari lo ngecengin anak kelas 1
Andi.
:Apaan sih beb kapan aku kayak gitu ,aq masih polos beb gak ngerti kayak gitu,Dicky kali noh tiap kelas ada aja kecenganya
Dicky.
:Sialan lo bawa-bawa gue
Chat mereka berlanjut membuat dicky tak memperhatikan sekitar dia terus menunduk mengetik balasan chat bersama teman-teman nya, namun suara lantunan lagu membuatnya mendongak melupakan chat dari teman-teman nya.
Disana duduk seorang gadis yang ia kenal yang sejak pertama bertemu membuatnya merasakan ada yang aneh pada dirinya yang entah apa.
Disana Disha duduk sambil memegang sebuah mick dengan di iringi musik dari para pemain band diapun bernyanyi salah 1 lagu dari utopia
**tirai hujan basahi aku**
**temani sepi yang memendam
kala aku mengingatmu dan semua saat manis itu .
segalanya seperti mimpi ku jalani hidup sendiri.
andai waktu berganti aku tetap takkan berubah.
aku selalu bahagia saat hujan turun karna hujan pernah menahanmu untukku disini
aku bisa tersenyum sepanjang hari karna aku dapat mengenangmu untukku disini ohhh**
(maaf klo lirik salah)
Di tempat duduk Dicky seperti terhipnotis dengan suara disha yang merdu tanpa berkedip dia terus memandangi Disha yang sedang menyanyi dengan penuh pengkhayatan,andai waktu bisa berhenti ia ingin berhenti seperti sekarang dimana ia bisa puas memandangi disha.
Tak terasa lagupun usai,Dicky dan pengunjung yang lain bertepuk tangan, dirinya beranjak hendak menghampiri Disha yang tengah menunduk namun langkahnya terhenti karna dia melihat air mata yang jatuh di pipi Disha.dia mundur kembali dan duduk di tempatnya sambil memperhatikan Disha yang tengah beranjak pergi.
berbagai pertanyaan berkecamuk di otaknya. "mengapa Disha menangis,
mengapa dia merasa sakit melihat disha menangis dan apa yang membuatnya menangis" Dicky termenung di tempat duduk hingga akhirnya hujan pun mulai reda diapun beranjak pulang dengan pikiran masih berkecamuk.
Malam itu disha tengah melamun di dalam kamarnya di luar rintik hujan masih setia menemani membuat orang enggan keluar rumah.
Setelah disha pulang dari cafe tempat ibunya bekerja dia langsung masuk ke kamar dan merebahkan diri di atas ranjang serba pink nya.
Sambil duduk termenung memandang langit langit kamar dia mengingat kembali saat dia bernyanyi di dalam cafe ,lagu itu adalah lagu kesukaanya yang kadang selalu ia dengarkan saat dia mengingat seseorang di sana .orang yang slalu ia rindukan
flasback on
Rambutnya yang di kuncir kuda terombang ambing mengikuti setiap langkah kakinya,dia terlihat kesal menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang sedangkan langit hari itu tengah tidak bersahabat menunjukan awan nya yang sudah terlihat mendung.
"Pada kemana sich nih angkot pada libur berjamaah kali ya,dari tadi gak ada yang lewat mana mau ujan lagi" sungutnya pada diri sendiri
Tak lama kemudian datang seorang laki laki berseragan yang sama denganya menghampiri sambil mengendari sepeda motor matic.
"Ayo naek Dish ngambek lo gak lucu dish!" ajaknya pada gadis itu,gadis yang di panggil Disha pun menoleh
"Gak mau lo pulang aja sana sama cewek lo si Gladis,biarin gue mau pulang sendiri" jawabnya masih terlihat kesal .
"Dia bukan cewek gue Dish" jelas sang lelaki
"Bukan cewek kok lengket banget ya nempel kayak prangko,lo juga kayak nya kesenengan banget d deketin ama dia Dit,gue turun dari motor lo aja gak nyadar ,segitunya ya lo ama cewek sampe lupa sama sahabat sendiri ." ucap Disha pada Adit
Laki laki yang di panggil Adit menatap disha yang masih cemberut sambil membelakanginya
"Yah dish lo kan tau Gladis gimana orangnya,tadi pas gue mau ngejar lo tadi dia nahan-nahan gue,sorry dech gue janji gak bakal ngulangin lagi,ayo kita pulang udah mau ujan nich!" ujapnya sambil menarik baju Disha pelan berharap dia luluh
akhirnya Disha luluh dan langsung naek ke atas motor Adit,Disha pun langsung memakai helm yang d berikan Adit.
Selepas itu mereka berkendara membelah jalanan kota,di perjalanan hujan mulai turun mereka pun menepi di salah satu halte,sambil duduk Adit dan Disha tengah melamun dengan pikiran masing-masing.
Entah apa yang mereka pikirkan hanya keheningan yang mendominasi kedua nya hingga akhirnya Disha bersuara
"Adit!" panggilnya
"Apa" jawab Adit tanpa menoleh
"Dit kalo nanti lo punya cewek lo bakal lupa gak sama gue.?" ucapnya
memandang Adit
Mendengar ucapan Disha Adit pun menoleh
"Kenapa kok gomong gitu loe masih inget kejadian tadi ya.??,tenang aja Dish gue gak akan lupain lo,kapan sich gue lupa sama lo,lo itu sahabat gue yang paling ngeselin dan ngambekan mana bisa gue lupa sama lo" ucap Adit tersenyum sambil mengacak rambut Disha.
"Iish apaan sich Dit" ucap Disha menepis tangan adit di kepalanya dan langsung merapihkan poninya yang berantakan karna ulah Adit
"tapi lo janji kan gak bakal lupain apalagi ninggalin gue Dit.?" tanyanya kemudian
"Iya gue janji!" janji Adit sambil tersenyum.
flashback off
Disha tersenyum mengingat kenanganya bersama Adit.
1 hal yang tidak ia ketahui kala itu adalah perasaanya yang mulai berubah ,perasaan berbeda dari sahabat yang tanpa ia sadari mulai tumbuh dan makin tumbuh seiring waktu yang ia sendiri tak mampu mencegahnya.
Dengan masih termenung dalam pikiranya dia berandai-andai jika bisa kembali ke masa itu ke masa dimana Adit ada,masa di mana hanya ada mereka dan kebahagian tanpa ada luka dan rasa kehilangan yang tak mampu ia sembuhkan atau tutupi.
Air mata kembali membasahi pipinya,mungkin waktu berlalu namun dia masih terkungkung dengan masa lalu dan kesedihan yang tak kunjung usai,Disha mengambil poto Adit bersama dirinya di atas nakas.
"Katanya lo gak bakal ninggalin gu Dit,tapi sekarang lo dimana ?gue kangen sama lo,kangen kita maen bareng lagi Dit" ucapnya sambil terus menangis
***rindu***.......
Aku tak mampu berkata
Tak mampu juga tersenyum
Mengingatmu yang tlah pergi.
Hnnya kesunyian yang menemani hari-hari ku
Aq bisa saja menutupi kesedihanku
Tapi...
Aku tak bisa membohongi hatiku yang merindukanmu.
Tolong dengarkan aq sekali saja
ada yang ingin kukatakan ..
Aku rindu kamu.
Kamu dimana.??...
Aku mencari sosokmu dimana mana namun yang kutemukan hanya
kecewa...
//////////////////
Siang itu saat jam istirahat Disha duduk di salah satu kursi perpustakan sambil membaca sebuah buku sains.
Siang itu Disha memilih menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan,di sana duduk beberapa murid,ada juga yang tengah mencari buku yang dicari,Disha terlihat fokus membaca buku sesekali dia menuliskan sesuatu d buku catatan yang ia bawa.
Meskipun Disha murid yang pintar kadang ada beberapa hal yang tidak ia mengerti dan harus ia pelajari lebih dalam,apalagi karna proses pindah sekolah kemarin dia ketingagalan beberapa mata pelajaran.
Dia terus membaca buku sampai tak sadar kalau dari tadi Dicky memperhatikanya sambil tersenyum.
Entah kenapa Dicky seolah terhipnotis oleh dDsha setiap kali ia memandang Disha matanya seakan tak mau berhenti memandangi gadis cantik yang semenjak kehadiranya selalu menghantui pikirannya.
"Hai Dish!" sapa dicky kemudian
Mendengar sapaan itu Disha pun mengalihkan perhatianya dari buka yang sedang ia baca dan berbalik dilihatnya dicky tengah tersenyum padanya.
"Hai juga ****"balas Disha
"Lo kok disini yang lain lagi pada makan di kantin lo gak ikut mereka?"tanya Dicky penasaran
"Iiya ,gue lagi belajar soalnya ada beberapa pelajaran yang belum gue ngerti lo sendiri ngapain disini.?"Disha balik bertanya
Mendengar pertanyaan Disha,Dicky bingung harus menjawab apa pasalnya tadi saat hendak ke kantin menemui teman temanya ,saat melewati perpustakaan dia tidak sengaja melihat Disha yang membuatnya ikut masuk ke perpustakaan.
"Eh iya tadi gue abis balikin buku.terus gue liat lo makanya gue kesini,,," jawabnya Dicky kemudian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mendengar itu disha hanya mengangguk dan kembali melanjutkan membaca buku.
Sedangkan Dicky masih saja betah memandangi Disha sesekali saat Disha berbalik padanya dia langsung membaca buku yang ia ambil sembarang di salah satu rak di dekatnya .
Setelah bel berbunyi mereka pun bergegas kembali ke kelas masing masing,tak terkecuali Disha dan Dicky,di kelas terlihat Tania sudah duduk di bangkunya Disha pun duduk di sebelah Tania.
"Dish betah banget lo d perpustakaan katanya mau nyamperin kita d kantin di tungguin gak nongol nongol,gue sms gak lo bales juga"omel Tania
"Sorry Tan gue emang suka lupa kalo udah fokus belajar hp nya juga gue silent sorry ya Tan"terang Disha meminta maaf
"Oh gitu emang ya orang pinter mah beda betah banget sama ruangan yang isinya buku,gue sih ogah"ucap Tania
kemudian dengan pandangan lurus ke depan
"Gak juga Tan lagian tadi gue di temenin Dicky!"balas disha
Mendengar itu tania langsung berbalik memandang Disha.
"Hah sumpah lo,lo yakin itu Dicky.?"tanya Tania tak percaya
"Iiya lah masa gue lupa,emang kenapa sih.?.." tanya Disha melihat reaksi Tania yang seolah tak percaya
"Setau gue ya,sebagai sepupu Dicky yang udah sama dia dari orok gak pernah tuch dia ke perpus ,emang sih dia pinter tapi dia jarang ke perpus buat baca buku paling ke perpus juga buat molor diamah"jelas Tania kemudian.
Mendenar penjelasan Tania , Disha cukup kaget karna saat bersama dia Dicky terlihat asyik membaca buku,meskipun kadang Dicky mencuri pandang padanya,disha pura pura tidak tau saat dicky memandangya .
Obrolan mereka terhenti karna guru sudah memasuki kelas dan memulai pelajaranya.
Malam harinya di rumah Dicky tengah duduk d ranjang ,kamarnya di dominasi warna biru terdapat beberapa poster band rock terkenal,ada juga potonya bersama keluarga dan teman temanya.
Saat itu dicky tengah memandangi sebuah gelang,gelang itu seperti buatan tangan yang terbuat dari bahan tali di tengahnya terdapat ornamen berbentuk sebelah hati yang di ujung talinya ada huruf inisial yang bertulislan AD .
Gelang itu ia temukan saat tahun lalu dia pergi berlibur sambil berkunjung ke rumah neneknya dia pergi bersama keluarganya ke Bandung .
Tanpa sengaja saat bermain sambil memotret pemandangan di kebun teh dia melihatt seorang gadis dan pria tengah bersepeda sambil bersenda gurau ,mereka terlihat bahagia sesekali mereka tertawa sambil terus mengayuh sepeda mereka lebih jauh ,iapun memotret mereka sambil terus menapaki jalanan sesekali ia berhenti untuk memotret d tengah perjalanan saat ia melewati jalan yang tadi di lalui oleh ke 2 orang tersebut ia menemukan gelang tersebut yang ia yakin itu milik salah 1 dari mereka namun saat hendak mengembalikan gelang tersebut mereka sudah terlalu jauh untuk ia kejar.
Mengingat itu Dicky tersenyum dan menyimpan gelang tersebut di kotak dan memasukanya ke salah 1 laci di kamarnya.