My Love My Stalker

My Love My Stalker
rumah



Sepulang latihan basket Dicky langsung pulang ke rumah nya,hari ini dia pulang agak malam karena selesai latihan dia juga ikut nongkrong bersama teman-temannya lain.


Dicky memasuki gerbang rumahnya yang besar dan mewah dengan mengendarai motor sport nya terlihat Pak Beno satpan rumahnya yang tadi membukakan gerbang tengah tersenyum menyapa nya .


"Malam den tumben baru pulang"sapa Beno


"Iya abis latihan basket tadi sama teman"jawab Dicky ,dia melihat mobil sedan mewah yang terparkir di depan rumah nya tanda jika ayahnya sudah pulang dia berjalan memasuki rumah nya di luar terdengar suara sayup-sayup yang saling bersahutan.


Dicky memasuki ruang tamu disana orang tua nya tengah berdiri saling berhadapan terlihat sekali jika mereka sedang emosi terlihat dari nafasnya yang naik turun mencoba meredam emosi masing-masing


"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang,mau ngikutin Papa kamu yang jarang pulang juga, kenapa gak pulang aja sekalian" bentak Wulan ibu Dicky sambil memasang muka marah nya.


" Jangan suka nyalahin orang ini semua gara-gara kamu makanya semua orang gak betah tinggal disini" balas Andika ayah Dicky dengan nada tinggi


Dicky tidak menggubris perkataan orang tua nya dan berjalan ke arah tangga.


"Lihat tuch anak kamu gak ada sopan santun nya"ucap Wulan sambil melihat Dicky berjalan menaiki tangga.


"Kok aku harus nya kamu yang ngajarin dia , aku sudah cape kerja masa harus ngurusin urusin rumah juga , kamu jadi istri gak guna banget kerjanya cuman ngabisin duit doang" bentak Andika


"Kerja kamu bilang,mana ada kerja sambil bawa cewek cantik ,2 hari ini kamu juga ngilang kemana hah"balas Wulan tidak mau kalah


"Aku kerja , aku sibuk ngurusin kerjaan kantor" jawab Andika


"Jangan bohong aku tau kamu ngabisin waktu sama selingkuhan kamu itu ngaku kamu!"ucap wulan suaranya mulai meninggi.


Tak ingin mendengar perdebatan orang tua nya , Dicky mempercepat langkah kakinya sesampainya di kamar dia langsung membanting pintu dan menutup ke 2 telinga nya berharap suara-suaradari luar tidak lagi terdengar olehnya.


Dicky tersenyum miris melihat keluarganya yang hancur , rumah adalah tempat bagi siapa saja untuk istirahat dari lelah nya aktivitas di luar , dimana mereka bisa berkumpul bersama keluarga namun tidak bagi Dicky rumah seperti neraka baginya.


Selalu saja jika orang tuanya ada mereka pasti bertengkar tak pernah akur , kadang Dicky merasa iri melihat keluarga lain yang terlihat harmonis.


Dengan gontai dia berjalan ke arah kasur dan berbaring disana terdengar suara barang pecah di bawah sana yang pasti di lakukan olah orang tuanya.Dicky mengeluarkan hp dan menelepon seseorang.


*Hallo


Lo dimana?


Gue kesana sekarang*!


Dicky mematikan panggilan tersebut ia menaruh hp nya di atas meja dan berjalan ke arah kamar mandi dengan membawa handuk .


10 menit kemudian Dicky keluar dari kamar dan langsung turun ke lantai bawah.


Terlihat Pak Beno dan Bi Surti asiste rumah tangganya tengah membersihkan pecahan beling yang berserakan ,dia melihat sekeliling mencari keberadaan orang tuanya namun tidak ada .


"Mereka kemana Bi?"tanya Dicky


"Gak tau Den,barusan Bapak sama Ibu pergi bawa mobil sendiri-sendiri" jawab Bi Surti sambil terus membersihkan pecahan-pecahan beling tersebut.


Mendengar itu Dicky hanya diam dengan raut yang tak terbaca,Bi Surti melihat anak majikan nya itu dengan nanar merasa kasihan karena kelakuan orang tuanya dia harus jadi korban tanpa pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya.


"Mau makan Den , biar Bibi siapin " tanya Bi Surti menawarkan makanan sejak pulang Dicky belum makan apapun membuat Bi Surti khawatir.


"Gak usah Bi entar aja,aku mau nginep di rumah Tania" jawab Dicky sambil berjalan keluar rumah menuju rumah Tania yang tepat berada di depan nya.


"Malam Tan , Tania nya ada ?"tanya Dicky berbasa - basi


"Ada noh di kamar nya kamu kesana aja" jawab Siska sambil tersenyum


Dicky menaiki tangga menuju kamar Tania dia memang sudah terbiasa kesini , bahkan dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah Tania dari pada di rumah nya sendiri.


Siska adalah adik dari ayahnya yang anehnya mempunyai sifat yang berbeda , Siska adalah orang yang sangat perhatian dan juga baik sedangkan ayahnya , dia bahkan tidak perduli bagaimana keadaan Dicky .


Dicky menghampiri Tania yang sedang selonjoran di dalam kamarnya sambil menonton tv dan Dicky duduk di samping nya.


"Nih!" Tania mnawarkan cemilan yang dia pegang kepada Dicky.


Dicky menggeleng dengan pandangan mata fokus ke depan pikiran nya menerawang kesana kemari.


Melihat itu tania menepuk pundak dicky mencoba memberi kehangatan dia tidak perlu bertanya apa yang terjadi ,ini sudah biasa baginya Dicky tidak akan diam seperti itu jika tidak ada yang terjadi dan tadi saat pulang dari mall dia melihat mobil ayah Dicky memasuki gerbang rumah nya dia sudah tau apa yang akan terjadi jika ayah Dicky pulang ke rumah.


Selain sepupu Tania juga adalah orang yang bisa di bilang mengerti Dicky luar dalam , Dicky memang tertutup untuk urusan pribadi meski pada teman dekatnya dia akan menyimpan kesedihan nya sendiri seperti sekarang.


"Loe udah makan belum gue ambilin makan ya!" ucap Tania berjalan keluar kamar tanpa menunggu jawaban dari Dicky.


Beberapa saat kemudian dia kembali sambil membawa nampan berisi makanan,Tania menaruhn nampan tersebut di atas meja makan dan kembali berbaring dengan badan menyender di kepala ranjang nya.


"Makan dulu gih" perintahnya pada Dicky


"Iya ,gue nginep disini ya" ucap Dicky kemudian.


"Iya lo tidur di kamar tamu aja" jawab Tania


" Tadi lo pergi kemana sama Putri?" tanya Dicky , dia mengetahui itu dari Rega saat mereka latihan basket tadi


"Oh itu , gue pergi ke mall sama dia tadi gue ketemu Disha juga tau" jawab Tania berbalik memandang Dicky.


"Masa sich" jawab Dicky , dia merasa hatinya sedikit menghangat jika nama Disha di sebut.


"Iya , nih kita beli kalung kayak gini lucu kan?" ucap Tania menunjukan kalung yang dia beli tadi bersama Disha dan Putri.


Dicky hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


dan kembali fokus menonton tv.


"Eh ngomong-ngomong , gue baru tau loh kalo Disha udah pernah pacaran , gue kira belom abisnya dia kan cuek banget kalo ada cowok deketin dia" curhat Tania


Mendengar itu Dicky langsung berbalik memandang Tania


"Lo tau dari mana?"tanya nya penasaran


"Dari Disha lah dia sendiri yang bilang,eh tapi gue penasaran dech cowoknya kayak apa ya pasti ganteng banget dech sampe bikin Disha kepincut ampe luluh gitu"ucap Tania bersemangat.


Dicki terdiam tanpa mengatakan sepatah kata apapun hati kecilnya terasa sakit ,hari ini sepertinya hari yang aneh tadi dia meraasa senang karena bisa pergi dan pulang bareng Disha , sekarang entah apa yang di rasakannya yang jelas bukan perasaan senang.


DICKY