My Love My Stalker

My Love My Stalker
sepi



Disha berjalan melewati koridor-koridor kelas di belakang nya Tania ikut mengekorinya,gadis itu terlihat tak bersemangat,matanya terlihat mengantuk.


"Hai Dish.." sapa Iyas


" Hai Yas.." balas Disha sambil tersenyum


" Hai.." Iyas menyapa Tania sambil tersebut


Tania mengerjap "Ah iya hai juga.." balasnya ikut tersenyum


"Pada mau kemana nih.." tanya Iyas berbasa-basi


" Kita mau ke kelas,maaf ya kita duluan Yas,bentar lagi bell nih.." pamit Disha mengajak Tania pergi


Iyas memandang kepergian Disha dan Tania sambil tersenyum,iapun kembali berjalan menuju ruang osis bersama teman nya.


" Loe udah kenal sama Iyas,Dish .??.." tanya Tania penasaran saat mereka berada di dalam kelas.


" Iya kemarin gue sempet ngobrol sama dia anak nya baik juga yah.." jawab Disha sambil tersenyum


" Terus gimana dia deketin loe,jangan-jangan benar lagi kalo Iyas beneran suka sama kamu Dish..? .." tanya Tania bersemangat rasa kantuk nya tiba-tiba hilang di gantikan dengan rasa penasaran.


" Apaan sih,gak lah dia gak suka sama gue kita cuma ngobrol biasa kok.." jawab Disha


" Lah kan kemarin dia ngasih loe coklat Dish, gue kira dia suka sama loe.." ucap Tania merasa kecewa dengan jawaban Disha.


"Oh itu,sebenarnya coklat itu bukan buat gue tapi buat orang lain.." jawab Disha sambil tersenyum


" Buat siapa emangnya,kok bisa nyasar ke tempat loe sih Dish..?"


" Entahlah nanti loe juga tau.." jawab Disha tersenyum penuh misteri yang membuat Tania tambah penasaran.


Sepulang Sekolah Disha menemui ibunya di Caffe,dengan masih mengenakan seragan sekolah nya Disha memasuki Caffe tersebut,terlihat ibunya tengah duduk di salah 1 meja sambil bicara dengan salah 1 karyawan mereka.


" Assalamuallaikum mah.." sapa Disha menyalami ibunya.


" Waalaikumsalam Dish,tumben baru pulang sekolah langsung kesini.." tanya Marlina selepas karyawan nya pergi meninggalkan mereka.


" Iya mah lagi males pulang ke rumah sepi soalnya.." jawabnya ikut duduk di samping ibunya dan meminum jus yang ada di atas meja.


" Udah makan belum Dish,makan dulu gih anak mama keliatan capek banget sih.." ucap Marlina tersenyum sambil membelai rambut Disha.


" Iya mah bentar lagi,Disha pengen istirahat dulu.." jawab Disha


" Yaudah kamu tunggu kesini kalo lapar tinggal pesan saja ya Dish.." ucap Ibunya sambil berlalu pergi.


Disha memainkan Hp nya untuk menghilangkan rasa bosan dia bermain game online,sesekali ia membalas pesan dari teman-teman nya.


Tidak jauh di luar Caffe seseorang tengah memandangi Disha, ia mengenakan jaket hitam berkupluk yang menutupi sebagian wajahnya,sambil tersenyum orang itu memotret Disha menggunakan kamera yang di bawanya,setelah puas diapun berlalu pergi meninggalkan Disha.


Disha memandang keluar jendela Caffe nya dia merasa seseorang tengah memandang nya namun saat ia melihat keluar tak terlihat seorang pun,Disha mengangkat bahunya tak perduli ,"Mungkin itu hanya perasaan gue aja kali.." pikir Disha dia kembali asyik bermain game.


" Nih mba Disha di suruh makan dulu sama Ibu.." ucap salah seorang pelayan sambil menyajikan sepiring spageti dan jus jeruk.


" Oh iya makasih ya.." jawab Disha


pelayan tersebut tersenyum dan berlalu pergi membiarkan Disha sendiri,Disha melihat jam di pergelangan tangan nya yang menunjukan pukul 2 ,Disha menaruh Hp nya di atas meja dan mulai menyantap makanan tersebut.


"Hay Dish.." sapa seseorang yang tiba-tiba berdiri di depan Disha


" Eh ****.."ucapnya pelan Disha mengelap bekas makanan yang menempel di mulutnya menggunakan tissu " Loe kesini sendiri.." tanya Disha lagi melihat ke sekitar mencari keberadaan yang lain.


" Iya gue sendiri,boleh gue duduk.." tany Dicky lagi


" Oh iya silahkan duduk.."


Dicky duduk di kursi tepat di depan Disha,dia menaruh tas miliknya di atas meja " Sorry gue ganggu loe ya..?" ucap Dicky merasa tak enak .


" Gak kok,loe mau minum apa biar gue pesenin.." tawar Disha


" Gue pengen Jus jeruk aja Dish.." ucap Dicky


Disha memanggil salah 1 pelayan dan memesan jus tersebut tidak lupa ia juga memesan cemilan lain untuk dirinya,selepas itu Disha kembali melanjutkan makan nya seolah tidak perduli dengan kehadiran Dicky,beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang.


" Dish.." panggil Dicky lagi setelah Disha selesai menyantap makanan nya.


" Iya kenapa ****,loe ada perlu sama gue..?.." tanya Disha langsung.


Dicky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia bingung harus menjawab apa, dia sebenarnya hanya ingin mengobrol dengan Disha.


" Gue boleh pinjem buku Mtk loe gak,soalnya besok ada ulangan,gue mau nyatet pelajaran yang ketinggalan Dish.." jawab Dicky berbohong sambil meminum jus miliknya mencoba menghilangkan ras gugup nya.


" Oh yaudah nih.." tanpa basa-basi Disha langsung memberikan buku tersebut kepada Dicky.


Dicky mengambil buku tersebut dan langsung memasukan nya kedalam tas " Makasih ya Dish.." ucapnya kemudian


Disha mengangguk mengiyakan dia melirik ke arah Dicky yang terus menatap nya sambil tersenyum " Ni bocah ngapain sich masih disini bukan nya pulang juga,mana liatin gue terus lagi kesambet kali yah.." sungut Disha dalam hati.


" Eh ada Dicky ,udah lama kamu ****. ?.." tiba-tiba Marlina datang menghampiri mereka.


" Belum lama kok Tante.." jawab Dicky menyalami ibu Disha


Disha bersorak dalam hati akhirnya pertolongan muncul juga,ibunya itu pasti akan mengajak Dicky mengobrol dengan itu ia bisa segera kabur.


" Udah makan kamu **** ,kamu kelihatan capek banget abis di mana sich..?.." tanya Marlina


" Tadi saya abis latihan Basket tante pas pulang baru mampir kesini.." jawab Dicky sambil tersenyum ramah dia melirik Disha yang terlihat acuh dan sibuk memainkan Hp nya.


" Oh bagus itu nak, anak cowok emang harus olah raga biar badan nya bagus tuh kayak kamu.." ucap Marlina menepuk pundak Dicky.


" Mah,Disha pulang duluan ya udah sore nih." ucap Disha berpura-pura melirik jam tangan nya kemudian dia menyalami Marlina.


"Yaudah hati-hati Dish jangan ngebut bawa motornya,kalo jatuh bangun ya Dish, jangan tidur.." ucap Marlina memberi nasihat.


Mendengar itu Disha hanya mendengus,ibunya itu kalo bicara memang suka asal jeplak.


"Gue duluan ya ****.." pamitnya kepada Dicky dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


" Tunggu Dish gue ikut.." ucap Dicky mencoba mengikuti Disha namun Marlina menahan tangannya.


" Mau kemana ****.,disini aja dulu temenin tante,sekalian kamu juga belum makan kan.." larang Marlina meminta Dicky tetap bersama nya.


Dicky memandang kepergian dengan nanar,niatnya supaya bisa berdua bersama Disha gagal,yang ada dia malah tertahan disini bersama Marlina,yang ia yakini tidak akan sebentar.


Dicky menghembuskan nafas nya pasrah dia kembali duduk di kursinya dan meminum jus yang dingin nya sudah mulai berkurang.