
Selesai makan malam Disha masuk ke kamarnya dia duduk di kursi belajar
dan membuka tasnya mengeluarkan buka Matematika nya .
Besok adalah hari pertama ujian tengah semester dia harus belajar untuk ujian besok , dia tidak mau nilainya anjlok hanya karena dia tidak sempat belajar.
Besok ujian dimulai dengan pelajaran Matematika , pelajaran yang sebenarnya dia sukai dan menjadi salah 1 pelajaran favoritnya.
Di dalam tas Disha menemukan kotak yang tadi diberikan ibunya ,Disha membuka kotak itu yang isinya sebuah kalung berbentuk bulan dan bintang.
Disha tersenyum sambil memegang kalung tersebut bulan dan bintang adalah kesukaanya dia suka melihat mereka pada malam hari bersama Adit dulu.
Tapi sekarang dia sudah lama tidak memandangi mereka , Disha mengambil secarik kertas yang terdapat di dalam kotak tersebut dan membacanya.
***kamu mungkin tidak melihat mereka langsung dan hanya mengabaikan mereka sekarang , tapi harus kamu tahu mereka masih disana , masih setia menerangi malammu dalam kegelapan.
kubawakan mereka untukmu , agar kau tahu masih ada yang setia menunggu meski kau abaikan.
Disha membaca tulisan tersebut dengan seksama dia seolah mengenali tulisan tersebut.
"Adit.." gumamnya.
Disha menaruh kotak tersebut dan berlali keluar kamar menuju kamar ibunya.
Tok
Tok
Tok
"Mah buka Disha mau ngomong..!!!.." Teriak Disha menggedor pintu kamar orang tuanya.
" Apaan sih Dish malam-malam gedor kamar Mama kenapa ada maling , bilangin besok aja malingnya Mama mau tidur dulu ngantuk " Ucap Marlina sambil menguap.
"Siapa yang ngasih kado tadi ke Mama , apa dia Adit.?.." Tanya Disha to the point.
Marlina menatap Disha gadis itu menatapnya menuntut penjelasan ,dia tidak mungkin memberi tahu Disha siapa orang tersebut.Dia harus memikirkan cara agar Disha tidak curiga.
" Hadeeh si Adit , ngapain sih tuch anak sampai Disha bisa curiga bikin kerjaan aja.." Omelnya dalam hati.
" Bukan, Mama di kasih teman Mama udahlah kamu jangan kepo mending kamu tidur sana.." Ucap Marlina sambil menutup pintu kamarnya.
Disha termenung dalam diam dia tidak mungkin salah mengenali tulisan Adit gadis itu sudah lama mengenalnya .
Tapi Ibunya juga tidak mungkin berbohong padanya ,apalagi ibunya tahu jika Disha sangat merindukan Adit .
Dengan gontai Disha kembali ke dalam kamarnya , Dia kembali duduk di kursi dan membaca buku Matematikanya berusaha mengenyahkan pikirannya tentang Adit.
Hampir Pukul 10.00 malam Disha baru selesai belajar dia merapihkan buku-bukunya dan langsung berbarik sambil menatap langit-langit kamarnya.
Tidak terasa sudah hampir 6 bulan Disha tidak melihat Adit bersamanya,
dia tersenyum sedih memikirkan kekasihnya tersebut.
" Dit loe masih ingat gue gak sich " gumamnya pelan air matanya menetes membuat kecantikannya tertutupi oleh tangisan yang pilu.
Sampai kapan dia akan seperti ini, sampai kapan dia akan menunggu seseorang di luar sana yang bahkan dia tidak tahu orang itu masih hidup atau tidak.
Disha ingin melupakannya , melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka , tapi apa dayanya jika semakin dia mencoba dia semakin tenggelam dalam pusaran kerinduan yang tak tertahankan.
Keesokan harinya murid-murid terlihat ramai di dalam kelas ada yang sedang belajar ada juga yang tengah mengobrol bersama teman-teman mereka seolah tidak perduli tentang ujian yang ada di depan mata mereka.
Disha menghampiri Tania yang tengah menenggelamkan wajahnya di atas meja.
"Kenapa loe?.." Tanya Disha sambil duduk dan menarih tasnya di bawah meja.
Tania mendongak menatap Disha lesu , dia terlihat lelah terlihat dari kanting matanya yang menghitam menandakan kalau gadis itu kurang tidur semalam.
"Abis belajar ya sampai bergadang gitu.." Ucap Disha lagi.
"Kenapa Beb, lesu gitu kayak kertas bekas gorengan tahu gak !!.." Ucap Andi yang baru saja datang dan duduk di depan mereka.
"Berisik loe , udah belajar belum loh.
?.." Tanya Tania.
" Udah dong , kamu tenang aja Beb kalau ada soal yang susah kasih tahu aku , aku bakal kasih contekannya sama kamu.." Ucap Andi bangga dia terlihat semangat hari ini.
"Sesat kalau gue nyontek ke loe yang ada gue malah kena rimedial .." Jawab Tania kesal.
"Udah sabar gue yakin kok kita pasti bisa nyelesain ujian kali ini dengan hasil yang memuaskan.." Ucap Disha.
"Loe sih enak Dish , punya otak encer lah gue apa udah belajar sampai jam 2 subuh juga tetap saja gue gak yakin gue bisa.." Ucap Tania
" Udah beb nyontek di aku aja , gak bakal kena rimed kok aku udah dapat wangsit tadi.." Ucap Andi penuh keyakinan.
Tania dan Disha menatap Andi heran tidak biasanya bocah itu terlihat percaya diri menghadapi ujian biasanya dia akan uring-uringan dan kacau lebih buruk dari keadaan Tania saat ini.
" Dapat Wangsit dari mana loe , sampai bisa yakin gitu bae-bae entar loe malah kena rimed.." Ucap Tania mengingatkan.
" Iya Ndi emang loe udah belajar semalam ?.." Tanya Disha.
Andi menatap keduanya sambil tersenyum " Udah tenang aja kali ini gue bakal dapat nilai bagus.." Ucapnya percaya diri.
Saat ujian berlangsung Disha mengerjakan semua soal dengan lancar dia memang sudah memprediksi soal apa saja yang akan muncul .
Disampinya , Tania terlihat kusut dia mengerjakan soal-soal terus sambil memeras otaknya berusaha mengingat semua yang sudah ia pealjari semalam.
Sedangkan Andi dengan percaya dirinya mengerjakan soal-soal tersebut sambil bersenandung kecil , tidak sampai 20 menit dia sudah selesai mengerjakan semual soal .
Andi berdiri menyimpan kertas ujiannya dan keluar kelas , Tania menatap Andi dengan kesal.
" Tuh bocah kesambet kali ya , cepet banget ngerjainnya.." Ucapnya pelan takut guru pengawas mendengar nya.
Disha hanya tersenyum mendengar ucapan Tania dan kembali mengerjakan soal-soal tersebut.
Saat ini Disha tengah berjalan sendirian menuju kantin sedangkan teman-temanya sudah lebih dulu kesana.
Dalam perjalanan Disha melihat Nanda dan ke 2 temanya memasuki toilet.
"Kalau gue balas perbuatan mereka kemarin seru kali ya.." ucapnya dalam hati .
Tapi tidak dia tidak boleh begitu , mereka hanya penggemar Dicky yang salah paham padanya , dia tidak boleh membalaskan mereka hanya karena masalah kecil seperti itu.
Disha menggeleng mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran buruk dalam otaknya dan mencoba melewati tolilet dengan tenang.
Tapi tunggu kesempatan kali ini tidak akan datang 2 kali , dia tidak boleh melewatkan kesempatan kali ini.
Kalah dengan pikiran jahatnya ,Disha melihat sekeliling memastikan tidak ada yang melihatnya , diapun masuk menyusul mereka kedalam toilet.
Tidak lama kemudian Disha keluar sambil terburu-buru , dia terlihat puas dengan apa yang telah dilakukannya.
Dikejauhan Adit menatap Disha heran , tingkahnya yang mencurigakan membuat Adit penasaran dengan apa yang telah terjadi.
3 orang siswi keluar dari toilet dengan keadaan rambut dan pakaian yang basah kuyup Adit menatap mereka bingung.
Saat melewati Adit ketiga gadis tersebut menunduk malu mencoba menutupi wajah mereka dengan menunduk dalam.
"Siapa sih yang ngerjain kita , kurang ngajar banget awas aja kalau ketahuan gue bales.." Ucap Nanda kesal.
" Iya mana gue gak bawa ganti baju lagi , sial banget gue.." Timpal Keysha
" Udah kita ke Uks aja yuk malu gue dilihatin banyak orang.." Ajak Zena sambil berlali kecil diikuti oleh yang lain.
Sayup-sayup Adit mendengar percakapan mereka , dia tersenyum geli gadis itu masih saja nakal seperti biasanya.
Adit masih ingat kelakuan Disha yang suka jahil kepada teman-temannya termasuk dirinya.
Gadis itu pernah mengganti buku PR Adit dengan Majalah dewasa membuat di hukum oleh guru.