
Selesai membersihkan halaman Disha duduk di sebuah bangku yang terdapat di bawah pohon yang rimbun membuat nyaman untuk berteduh dari panas nya terik matahari.
" Nih minum!"ucap Dicky sambil memberikan botol minuman kepada Disha, dia baru saja membeli minuman untuk dirinya dan Disha .
" Makasih ya ****"ucap Disha mengambil botol minuman tersebut dan langsung meminumnya sedari tadi dia memang sudah kehausan di sertai rasa lelah yang melanda karna sudah menyapu halaman yang lumayan luas.
" Lo cape ya Dish,sorry ya gara-gara gue lo jadi di hukum"ucap Dicky duduk di sebelah Disha dia merasa bersalah karna telah membuat Disha di hukum bersama nya.
" Hah" Disha menoleh ke arah Dicky "Gpp kok **** bukan salah lo juga,lagian kalo motor gue gak mogok kita gak bakalan di hukum kayak gini"ucapnya kemudian
" Tapi sebenar nya gue suka di hukum"ucap Dicky sambil tersenyum dengan pandangan ke depan
"kenapa ?"tanya Disha heran dia melirik Dicky yang tengah tersenyum "'ni orang gak kesurupan jin pohon disini kan " 'pikirnya sambil melihat ke atas pohon yang lebat di penuhi dedaunan membayangkan hal mistis membuat nya jadi takut sendiri.
" Iya kan di hukum nya sama lo"ucap Dicky kemudian sambil memandang ke arah Disha.
Mendengar itu Disha hanya tersenyum cuek dan mengabaikanya dia mulai merasa tidak nyaman dengan ucapan Dicky 'mudah-mudah an ni bocah gak suka ma gue' pikirnya.
" Ke kelas yuk bentar lagi pelajaran ke 2 di mulai tuch"ajak Disha sambil berdiri.
"Oke dech ayok"jawab Dicky ikut beranjak.
Merekap berjalan meninggalkan halaman belakang sekolah yang sepi ,
sesampainya di kelas Disha langsung duduk di samping Tania yang melihatnya bingung.
"Kemana aja lo baru nongol , gue pikir lo gak masuk" tanya Tania sambil memandang Disha , guru belum muncul saat itu jadi mereka bisa mengobrol.
" Gue telat tadi,cape banget gue habis nyapu halaman belakang"jawab Disha membenamkan wajahnya di atas meja terlihat sekali dia kelelahan .
" What!lo sendirian nyapu tuch halaman yang luasnya udah kayak lapangan basket?"tanya Tania kaget "'Pak Buntel emang serem " pikirnya
"Gak gue sama Dicky tadi"jawab Disha
" Kok bisa emang lo bareng Dicky tadi.." tanya Tania
"Iya tadi motor gue mogok , terus di jalan kita berangkat bareng eh pas nyampe sekolah ternyata kita telat makanya gue di hukum sama dia"jawab disha menceritakan kejadian yang di alaminya tadi pagi.
" Oh" Tania mengangguk mengerti
"Yang sabar ya Dish Pak Buntel emang sadis kalo ngasih hukuman"ucap Tania prihatin.
" Pak Buntel,maksud lo Pak Hendra,?"tanya Disha bingung pasalnya dia belum mengetahui julukan yang di tujukan untuk guru BK tersebut.
"Iya si andi ajapernah di hukum bersihin wc cewek sama tuh guru BK emang ngeselin orang nya"jawab Tania merasa kesal mengingat guru tersebut.
" Kok bisa emang dia ngelakuin apa , telat juga ?"tanya Disha
"Bukan Dish , itu mah gara-gara dia mau ngintip cewe di toilet eh ternyata yang muncul Pak Buntel kebetulan waktu itu toilet cowok lagi rusak jadinya dia di hukum dech"jelas Tania mengingat kejadian yang terjadi beberapa bulan yang lalu yang sempat menghebohkan kelas nya.
" Ada-aja aja ya tuch anak"ucap Disha sambil tersenyum geli membayangkan ke konyolan teman satunya itu
"Eh dia pindah kemana kok gue gak liat dia..?"Disha melirik ke arah depan mencari Andi setaunya Andi duduk di depan nya , tapi hari ini laki-laki tersebut sudah tergantikan oleh orang lain.
" Tuch,dia lagi deketin si Amel cewek centil "ucap Tania dengan muka masam sambil menunjuk ke arah dimana Andi tengah mengobrol bersama seorang siswi sesekali mereka tertawa menertawakn lelucon yang tidak tau apa.
Tidak berselang lama guru pun datang menghentikan pembicaraan mereka dan mulai bersiap mengikuti pelajaran.
Di kantin Dicky tengah duduk bersama Rega dan Putry sambil menunggu kedatangan Disha dan yang lain.
" Ok bro siap tapi nganterin Putri dulu ya "pinta Rega
Dicky mengangguk mengiyakan permintaan mereka .Tak lama pesanan mereka pun datang disertai kedatangan Disha dan yang lain yang langsung duduk di kursi mereka.
"Pas banget nih pas datang pesenan gue juga udah datang,thanks ya Put" ucap Tania senang tadi sebelum kemari dia memang sudah meminta Putri untuk memesankan makanya ,Disha dan Andi.
" Sama-sama nih Dish bakso lo tumben lo pesen bakso biasanya lo jarang makan kalo pas istirahat?"tanya Putri penasaran sambil menyodorkan mangkuk berisi baso tersebut kepada Disha
"Iya soalnya tadi pagi gue gak sempet sarapan"ucap disha sambil meminum es teh manis nya.
Mendengar itu membuat dicky kembali diliputi rasa bersalah " gak guna banget gue jadi cowok biarin anak orang kelaparan mana tadi nyapu halaman lagi tau gitu biar gue sendiri yang nyapu " rutuknya merasa menyesal karna membiarkan Disha menyapu halaman bersama nya
' **** **** **** mati aja dach gue " rutuknya lagi.
Habis sudah harapan nya untuk mendekati Disha " Boro-boro jadi pacar jadi temen aja udah ogah kali " pikirnya mungkin sekarang Disha sudah menganggap dirinya sebagai lelaki tidak berguna,Dicky menghembuskan nafasnya kasar sambil menunduk.
"Kenapa lo ****,lagi ada masalah ya loh?"tanya Andi memperhatikan gerak gerik Dicky yang terlihat gusar membuat Disha dan dan yang lain pun menengok kearahnya.
Dicky mendongak ke arah mereka dan pandangannya berhenti pada Disha.
"Gak apa-apa kok,gue cuma lagi gak enak badan doang"jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya pada Disha yang lebih memilih menunduk kembali melanjutkan makan nya seolah tidak perduli .
"Oh gue kirain apa ,muka lo kayak orang patah hati tau gak,eh tapi kan lo jomblo ya"ucap Andi sambil tertawa ringan.
" Sialan lo"ucap Dicky sambil melemparkan sedotan kearah Andi yang langsung di tepis oleh nya
" Eh Katanya di kelas lo ada anak baru ya , cewek apa cowok"tanya Tania pada Dicky,Putri dan Rega
"Iya cowok emang kenapa?"jawab Putri
" Ganteng gak kalo ganteng mau dong gue di ajak kenalan"ucap Tania bersemangat.
Mendengar itu Andi langsung berbalik ke arah Tania"Kok gitu sich beb ngapain kenalan sama cowok lain kan udah ada aku"ucap nya dengan muka sok sedih
" Berisik lo gue gak ngomong sama lo"sarkas Fania
" Lumayan sich tapi jangan dech anaknya agak cupu lo gak akan suka"jawab Rega sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Andi yang di balas Andi dengan mengangkat jempolnya sambil tersenyum lebar.
" Kenapa sakit mata lo"tanya Tania curiga sambil memandang Rega dan Andi secara bersamaan,segera Sndi menurunkan tangan nya dan langsung memakan bakso nya.
" Gak kok gue kelilipan barusan"ucap Rega berpura-pura sambil mengucek matanya.
" Kamu kelilipan beb sini aku tiupin"ucap Putri mendekatkan wajahnya ke arah Rega meniup sebelah mata Rega yang katanya kelilipan.
" Udah beb , udah enakan kok makasih ya "ucap Rega setelah Putri meniup matanya beberapa saat.
"Keenakan tuch Put , matanya di tiupin sama lo"ucap andi
" Berisik lo kampret"ucap Rega dengan nada kesal sambil menatap Andi dengan tajam melihat itu Andi hanya tersenyum tidak perduli.
Dicky memperhatikan Disha yang tengah menggabiskan bakso nya setelah habis dia langsung minum dan mengelap mulutnya dengan tisu.Melihat Disha makan saja sangat menarik bagi nya lebih menarik daripada menonton bola kesukaan nya .
" Liatin nya biasa aj nyet liat noh jigong lo udah netes"bisik Andi di telinga Dicky.
Dicky segera mengelap mulutnya dengan tangan namun ternyata tidak ada apa-apa.Dengan kesal Dicky menatap Andi tajam seolah mengatakan"Awas lo nyet"