My Love My Stalker

My Love My Stalker
Hasil Akhir



Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba hari dimana akhirnya mereka akan mengetahui hasil dari kerja keras mereka selama ini.


Hari ini adalah hari pembagian raport Dish dan teman-temannya telah berkumpul di halaman belakang sekolah .


Kentara sekali dari wajah mereka yang terlihat bahagia mereka puas mendapatkan nilai raport mereka , kecuali Andi yang tengah jongkok di bawah pohon sendirian membelakangi mereka.


"Loe kenapa Ndi lagi boker lo jongkok disitu , pindah kek udah penuh tuch.." Ucap Rega sambil tertawa.


" Lo ngapain sih Ndi diem disitu ayo gabung jangan sampai lo dikira lo penunggu pohon disini.." Ajak Tania


Andi hanya diam tidak menggubris kata-kata mereka , dia terus menunduk sambil memainkan ranting pohon , dia seolah tenggelam dengan dunianya sendiri.


" Kenapa lagi sih tuh Bocah?.." Tanya Dicky pada yang lain.


" Gak tahu dari pas di bagiin raport juga dia diem terus nggak kayak biasanya..." Jawab Disha yang di angguki Tania.


"Iya aneh emang dia , Ndi sini dong jangan diem terus.." Ucap Tania menghampiri Andi.


Andi mendongak menatap Tania , matanya merah terlihat berkaca-kaca dan hidungnya juga mengeluarkan upil eh salah ingus maksudnya , Andi seperti anak kecil yang sehabis menangis gara-gara gak di kasih jajan emaknya.


" Loe kenapa Ndi?.." Tanya Tania khawatir.


Tanpa aba-aba Andi langsung memeluk Tania , membuat Tania mati kutu di tempatnya.


" Nih kenapa lagi pakai peluk-peluk gue segala bikin gue deg-degan aja.." Ujar Tania dalam hati.


" Aku berhasil Beb , akhirnya aku dapat nilai juga nilaiku gak merah lagi Beb.." Ucap Andi terharu.


" Lepasin gue dulu bikin sesak nafas aja lo.." Ucap Tania sambil melepaskan pelukan Andi dia membohongi dirinya sendiri yang sebenarnya mau-mau saja di peluk .


" Bentar doang Beb , anggap aja itu hadiah dari aku untuk kamu .." Goda Andi sambil tersenyum.


" Hadiah apa maksud loe , yang ada gue kurapan di peluk sama lo.."Ucap Tania sambil berdiri dan kembali berkumpul bersama yang lain.


" Selamat ya bro , gue kira loe beneran bakal di masukin pesantren ternyata ada juga keajaiban .." Ucap Rega takjub saatAndi ikut bergabung bersama mereka.


" Selamat ya Ndi akhirnya loe bisa dapat nilai juga.." Ucap Disha memberi selamat di ikuti yang lain.


Andi mengangguk sambil tersenyum haru dia sendiri masih tidak percaya bahwa dia bisa mendapatkan nilai , mengingat kejadian kemarin saat sia salah memasukan jawaban ,Andi sudah patah semangat dan pasrah jika dia memang harus di masukan ke pesantren oleh ibunya.


" Makasih semua akutuh seneng banget tahu gak akhirnya tuhan jawab juga semua doa-doaku , ini aku persembahin buat kang Satpam yang selalu ngunci pintu sebelum gue masuk , buat Pak Buntel yang selalu ngehukum gue yang hukumannya gak kira-kira , buat Bu Rina wali kelas kita yang selalu ngusir gue tiap mata pelajarannya tanpe mereka gue gak bakal berdiri disini eh 1 lagi buat kang siomay juga yang selalu ngasih gue ngutang ." Ucap Andi penuh dramatis, pura-pura mengelap air matanya.


" Lebay lo Ndi , di kira lagi menang perhargaan kali , drama banget lo.." Ucap Putri .


" Haha iya tuch , coba sini liat gue penasaran nilai loe berapa.." Ucap Rega mengambil buku raport yang di pegang Andi dan membacanya.


" ***** nilai rata semua Ndi , pas banget sama nilai KKM loe emang beruntung.." Ucap Rega setelah melihat isi raport Andi.


" Iyalah siapa dulu gue gituh , emangnya loe sial mulu.." Ucap Andi.


" Sial apaan Nyet , nilai gue lebih bagus dari kali.." Ucap Rega tak terima.


" Iya sih, tapi tetap aja loe sial dapetin cewek yang galaknya kek emak-emak kossan..." Sindir Andi.


" Sialan lo ndi , gue begal juga loe.." Ucap Putri kesal.


" Sabar Beb , biarin aja lagi seneng tuh dia yang waras mah ngalah aja.." Ucap Rega.


" Kalian sendiri gimana hasil raport kalian?.." Tanya Disha.


" Gue lumayan lah dapet nilai yang gak jelek-jelek banget ,gue belajar sampai bergadang ada hasilnya juga.." Jawab Tania.


" Gua juga tuch nilai gue lumayan , gak sampai harus bikin nyokap gue jantungan.." Ucap Putri.


" Sama gue juga , gue masuk ke sepuluh besar ..." Ucap Rega bangga .


" Wah hebat loe Ga , kalau lo **** gimana pasti loe jadi juara kelas ya.?.." Tanya Disha lagi.


" Pastilah itu diakan yang paling pinter di kelas.." Ucap Andi yakin.


" Masa sih bohong ya loe ****.." Tanya Tania penasaran.


" Gak dia gak bohong dia emang jadi juara 2.." Ucap Putri menjelaskan.


" Terus yang jadi juara kelas siapa dong kalau bukan Dicky emang ada yang lebih pintar dari dia.." Tanya Andi tak percaya.


" Dimas anak baru di kelas kita dia yang jadi juara kelas , hebat tuch anak gue aja gak nyangka dia bisa ngalahin Dicky.." Ucap Rega.


" Udahlah gak usah di bahas lagi , gimana kalau kita ngomongin soal pensi besok , kalian mau ikutan nggak ?..." Tanya Dicky mengalahkan perhatian.


" Nggak ach males gue kalian aja yang ikutan gue jadi penonton aja.." Tolak Tania.


" Sama gue juga , kalau gue ikutan yang ada gue di sorakin mending diem aja gue mah.." Ucap Putri.


" Kalau loe gimana Dish , loe ikutkan suara loe kan bagus ?.." Tanya Tania.


Disha menggeleng menjawab pertanyaan Tania.


" Gak , gue juga gak ikut kalian aja para cowok yang ikutan biar kita para cewek jadi penonton.." Ucap Disha memberi usul.


" Boleh juga tuch seru kayaknya.." Ucap Andi bersemangat.


" Terserah gue mah ikut aja , loe gimana ****?.." Tanya Rega kemudian.


" Gue ikut juga.." Jawab Dicky


" Sippp lah kalau gitu kalian tunggu penampilan kita besok.." Ucap Andi bersemangat.


Disha bersama Tania dan Putri tengah berjalan di koridor , tiba-tiba mereka melihat Andi yang tengah memasuki kelas 1.


" Ngapain tuch Si Andi masuk ke kelas 1.." Ucap Tania penasaran sambil menghampiri kelas tersebut.


Sebelum Tania masuk dia melihat sesuatu di jendela yang membuatnya berbalik meninggalkan Disha dan Putri sambil berlali.


" Kenapa tuch si Tania dia lihat apaan sich , penasaran." Tanya Putri sambil mencoba mengintip ke dalam kelas.


" Sama gue juga penasaran dia lihat apa sih sampai bikin dia kabur gitu.." Ucap Disha ikut mengintip di samping Putri.


Disana terlihat Andi tengah berciuman dengan salah 1 siswi yang mereka tidak tahu siapa.


"Bangke emang Si Andi awas aja loe nanti , Tania tunggu gue.." Ucap Putri di ikuti Disha mereka mengejar Tania yang berlari menuju kelasnya.


" Loe gak apa-apa kan Tan.." Tanya Putri .


Tania tengah menangis sambil duduk di kursinya dia terlihat kacau dengan mata sembab dan hidung yang memerah.


" Lo yang sabar ya Tan ,loe gak pantes nangisin cowok brengsek kayak dia.." Ucap Disha.


" Emang tuch Si Andi kurang ngajar banget bikin sahabay gue nangis , biar gue kasih pelajaran tuch bocah.." Ucap Putri berang hendak meninggalkan kelas.


" Jangan Put , ngapain loe labrak dia , Andi gak ngelakuin kesalahan apapun Put .." Ucap Tania menahan tangan Putri.


" Tapi dia udah bikin loe nangis kayak gini Tan , loe bilang dia gak salah?.." Tanya Putri dia tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu yang masih saja membela Andi.


Tania melepaskan pegangannya di tangan Putri dan menunduk , dia tidak bisa menghentikan tangisannya yang terus mengalir.


"Gue nggak apa-apa kok , lagian gue bukan ceweknya dia , gue gak berhak buat marah , ini semua salah gue yang udah jatuh cinta sama cowok **** kayak dia..." Ucapnya sendu.


Disha dan Putri saling berpandangan , mereka merasa iba kepada Tania yang menangisi diri sendiri.


Merekapun memeluk Tania bersamaan mencoba memberi kekuatan pada gadis yang baru saja patah hati itu.


***kadang cinta bisa bikin loe bahagia sampai loe lupa pada diri sendiri


tapi cinta juga bisa bikin loe terluka dan patah hati saat orang yang loe kira pasangan loe malah bermesraan dengan orang lain***.