My Love My Stalker

My Love My Stalker
Tragedi



Adit mondar-mandir di depan rumah Disha dia menunggu gadis itu keluar , hari ini mereka janjian setelah selama seminggu mereka tidak bertemu karena Disha di hukum ibunya gara-gara peristiwa kemarin.


Mengingat kejadian itu ,Adit tersenyum sendiri malu campur bahagia meliputinya , dia merindukan kekasihnya , Adit melihat jam tangan di pergelangan tangannya yang menunjukan Pukul 08.30 malam ,


dia menuggu Disha dengan sabar sambil duduk di atas jok motornya.


Terdengar suara pagar yang berdecit membuat Adit menoleh , Disha menutup pintu dan berjalan kearahnya sambil tersenyum.


" Hai Dit aku kangen kamu " ucap Disha langsung memeluk Disha.


"Aku juga kangen kamu Dish." ucap Adit membalas pelukan Disha


Adit menuntun Disha menaiki sepeda motornya , sambil membuka topi yang sedang di pakai Disha , ia memakaikan helm kepada Disha yang terlihat cantik meski hanya memakai topi dan kaos hitam polos.


"Kita mau kemana sih Dit.." tanya Disha setelah Adit selesai memakaikan nya helm.


" Nanti kamu juga tahu ,mending kita berangkat sekarang aja Dish biar gak kemaleman " jawab Adit sambil menyalakan motornya.


Di perjalanan Disha memeluk Adit dari belakang sambil menyandarkan kepalanya,Adit tersenyum bahagia akhirnya Disha jadi miliknya juga.


Sesampainya di tempat tujuan Adit menyuruh Disha turun .


Disha melihat sekeliling ternyata tempat yang di tuju mereka adalah pasar malam , dia berbalik memandang Adit yang sedang berjalan kearahnya.


" Kamu kok tahu aku pengen kesini sih Dit." tanya Disha senang.


" Tahu dong , apa sich yang gak aku tahu dari kamu , ayo kesana " Adit mengajak Disha ke salah satu stand tempat penjual Arum manis.


"Bang 1 ya.."ucap Adit


Penjual tersebut memberikan Arum manis tersebut kepada Adit yang langsung di bayarnya.


"Nih" ucapnya kemudian menyerahkan Arum manis tersebut kepada Disha yang menerimanya dengan senang.


" Makasih Dit." ucap Disha sambil tersenyum malu.


Adit mengangguk sambil tersenyum


" Mau ngapain lagi Dish , kamu mau naik kincir angin gak.? " tawarnya.


Disha mengangguk dengan semangat mengiyakan ajakannya , Adit langsung menggandeng Disha menaiki wahana kincir angin tersebut.


Disana mereka saling bertatapan dan tersenyum malu , rasa camggung masih menyelimuti mereka maklum saja baru kali ini mereka pergi keluar sebagai pacar .


" Dit aku mau itu." ucap Disha menunjuk boneka beruang di salah 1 stand game saat mereka baru saja turun dari wahana kincir angin.


" Gak bisa Dish kita harus menang dulu baru bisa dapetin bonekanya " ucap Adit menjelaskan.


" Yaudah kamu cepetan main Dit " Pinta Disha


" Susah Dish aku mana bisa. " tolak Adit


" Apa susahnya sih Dit , kamu tinggal lempar bolanya sampe kena ke kaleng yang bertumpuk itu , masa belum nyoba udah nyerah duluan Dit " ucap Disha tak suka.


Adit menghembuskan nafasnya kasar , ini resiko jika sudah punya pacar di harus menuruti keinginan gadisnya jika tidak kencan mereka bisa gagal dia tidak mau itu terjadi.


Adit mengambil bola tersebut dan mencoba melemparnya , melesat bola itu malah mengebai si pemilik stand.


"Yang bener dong Mas , masa saya yang di lempar sih " gerutu pemilik stand tersebut.


" Maaf mas gak sengaja " ucap Adit meminta maaf .


Adit kembali mencoba melempar tersebut namun lagi-lagi gagal.


" Ayo Dit semangat , dikit lagi tuch " ucap Disha memberi semangat .


Adit terus mencoba melempar bola tersebut mengenai sasaran dia terus mencoba sampai akhirnya dia gagal lagi.


" Gak bisa ach Dish susah banget " ucap Adit menyerah.


Disha mendelik kepada Adit


" Gitu aja gak bisa , mana sini aku mau coba " ucapnya mengusir Adit dan mengambil bola .


Disha memperhatikan sasaranya dan mencari posisi yang tepat untuk melempar setelah merasa yakin Disha langsung melempar bola tersebut ke arah sasarannya.


Praaaanng


"Ini Neng bonekanya , Masnya belajar lagi sama ceweknya masa kalah sich " ucap sang penjaga stand kepada Adit sambil menyerahkan boneka kepada Disha.


Disha menghampiri Adit yang tengah cemberut.


" kenapa.?" tanya Disha.


" Gak ! ayo pergi " jawab Adit menarik Disha menjauhi stand tersebut.


"Dit kesana yuk " Ajak Disha menarik tangan Adit menghampiri orang-orang yang sedang menerbangkan lampion.


" Kamu mau." tanya Adit saat Disha terlihat senang melihat para pasangan yang sedang menerbangkan lampion mereka.


Disha mengangguk dengan semangat


"Mau " ucapnya manja.


Adit tersenyum dia berjalan ke arah penjual lampion dan membeli 1 dia langsung menghampiri Disha yang sudah menunggunya.


" Gimana kalau kita tulis permohonan kita Dit " ajak Disha


" Boleh kamu mau nulis apa ?" tanya Adit.


"Tunggu bentar " Disha berlari mengahampiri salah 1 pengunjung dan kembali sambil membawa spidol , Disha menuliskan sesuatu di lampion tersebut.


"Udah " ucap Disha kemudian tersenyum puas.


 


DISHA ♡ ADIT


 


FOREVER


 


 


Adit membaca tulisan Disha dan tersenyum , dia menyalakan lampion tersebut dan menerbangkannya bersama Disha.


" Dit ! " panggil Disha saat mereka tengah memperhatikan lampion mereka terbang bersama lampion lain.


"Hmmmz " jawab Adit tanpa mengalihkan pandanganya.


"Menurut kamu kita bakal kayak gini terus gak ya." ucap Disha sambil menunduk sedih.


Adit menoleh dia menarik Disha mendekatinya dan mencium kening gadis itu pelan.


"Pasti Dish , aku sayang kamu dan aku gak akan biarin siapapun ngerusak hubungan kita "ucapnya bersungguh-sungguh.


" Aku juga Dit " balas Disha sambil tersenyum.


Perlahan mereka mendekatkan wajah mereka dan langsung menempelkan bibir mereka dengan intens tak memperdulikan orang-orang yang bersorak kepada mereka.


Mereka tidak perduli seolah terhanyut dengan perasaan mereka masing-masing.Disha membuka matanya dan tersenyum malu saat mereka selesai berciuman , Adit memeluk Disha dan membenamkan wajah gadis itu ke dalam pelukannya.


Seseorang yang sedari tadi mengikuti mereka berdua menggeram marah , bisa- bisanya ada orang yang mencium Disha.Disha itu miliknya jika dia tidak bisa memiliki Disha maka orang lain pun tidak berhak.


Saat Adit dan Disha mengendarai motor dalam perjalanan pulang, tiba-tiba datang mobil menabrak mereka dengan keras dari arah belakang membuat Adit dan Disha tersungkur ke pinggir lapangan.


" Disha " ucap Adit sambil mencoba bangun salah 1 tangan dan kakinya terlihat berdarah , di kepalanya Adit juga mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Disha beranjak menghampiri Adit , keadaanya lebih baik dari pada Adit dia hanya mengalami luka ringan di kepalanya beruntung Disha terjatuh di atas rumput tidak di Aspal seperti Adit.


Seseorang keluar dari mobil yang baru saja menabrak mereka dia mengenakan jaket yang menutupi kepala dan juga topeng yang membuat wajah tak terlihat , dia menghampiri Disha dan membekapnya.


Disha menatap Adit sebelum akhirnya dia pingsan tidak sadarkan diri.


"Dishhaaa " teriak Adit saat orang tersebut membawa Disha dan memasukannya ke dalam mobil meninggalkan Adit sendirian disana.


Sekuat tenaga Adit beranjak bangun dan mengangkat motornya yang tergeletak di pinggir jalan dia menjalankan motor tersebut dengan kecepatan tinggi mengejar orang yang telah menculik Disha tanpa memperdulikan luka di tubunya , yang hanya di pikirannya saat ini adalah menyelamatkan Disha berharap gadis itu baik- baik saja.


DISHA ANDREA