
Dengan memakai jaket jeans di padukan dengan kaos hitam, Disha menuruni tangga dan menhampiri Adit yang sedang menunggu sambil mengobrol bersama orang tuanya.
"Anak Mama cantik banget sih, mentang-mentangmau kencan sama Adit" Goda Marlina yang membuat Disha tersipu malu.
"Mama apaan sih norak tahu gak, kayak gak pernah muda saja" Ucap Disha.
"Ngambek nih ye gitu aja ngambek kamu, entar cantiknya ilang loh kalau kamu ngambek terus" Ucap Marlina sambil tersenyum.
"Sudah jangan di godain terus Ma, lihat tuh Adit sudah gak sabar buat ngajak Disha pergi" Ucap Wira sambil tersenyum dan memandang Disha dan Adit yang terlihat salah tingkah.
"Kita pergi yan Tante, Om" Ucap Adit sambil mencium tangan kedua orang tua Disha yang juga di ikuti Disha.
"Iya hati-hati kalian, ingat jalan malam-malam pulangnya jangan sampai lewat jam 10, kalau gak kalian gak boleh ketemu selama seminggu" Ancam Marlina.
"Jangan dong Ma, masa baru ketemu udah di pisahin lagi tega banget sih" Ucap Disha merajuk.
"Iya Tante Adit janji gak bakal pulang lewat jam 10, assalamualaikum Om, Tante" Ucap Adit berpamitan sambil menggadeng Disha keluar rumah.
"Waalaikum salam" Jawab orang tua Disha serempak.
"Dit kita naik motor aja yuk, aku kangen kita jalan naik motor Dit" Ucap Disha saat Adit tengah membuka pintu mobilnya.
"Baiklah ambil kunci motornya didalam, aku tunggu disini" Ucap Adit sambil tersenyum sambil kembali menutup pintu mobilnya.
Dengan senang Disha kembali masuk kerumanya dan mengambil kunci motornya, dia tidak memedulikan teriakan Marlina yang menyuruhnya menutup pintu kembali.
Di perjalanan Disha memeluk Adit dari belakang dengan erat, dia seolah tak mau berpisah dari Adit dengan jarak sekecil apapun.
"Dit kita mau kemana sekarang?" Tanya Disha.
"Terserah kamu aja Dish, aku bakal turutin semua keinginan kamu pokoknya kita bakal lewatin malam ini sesuai keinginan kamu Dish" Jawab Adit.
"Kalau gitu kita nonton aja yuk Dit, aku lagi pengen nonton film romantis" Ajak Disha.
"Bukannya kamu sering pergi nonton sama teman-teman kamu itu Dish, masa kita nonton lagi gak bosen emang kamu?" Tanya Adit penasaran.
"Yah Dit aku nonton sama mereka beda tahu rasanya, lagian aku gak pernah nonton film romantis sama mereka, sekarang aku kan nonton sama kamu Dit, makannya aku pengen nonton film romantis masa gitu aja kamu gak ngerti sih Dit" Ucap Disha terlihat kesal.
"Ngerti kok sayang, ya sudah kita nonton abis itu kita makan" Ucap Adit membuat Disha tersenyum senang.
Disinilah mereka berada sekarang, mereka sedang menonton Bioskop di salah 1 mall, Adit memegang tangan Disha selama menonton film.
Dia seolah menunjukan kepada orang-orang yang berada di sana kalau Disha adalah miliknya seorang, Disha tersenyum senang mendapat perlakuan Adit yang begitu romantis padanya.
Seseorang yang di duduk di belakang Adit dan Disha menatap mereka dengan tajam kepada Adit dan Disha yang terlihat sedang bahagia itu, si pria misterius tersenyum kecut sambil memperhatikan gerak-gerak Adit dan Disha.
Sejak mereka pergi si pria misterius sudah mengikuti Adit dan Disha, dia bahkan memotret kebersamaan mereka menggunakan kamera yang selalu dia bawa.
"Kamu ternyata benar-benar masih hidup, lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, kupastikan kali ini kau tidak bisa selamat" Ucap Si pria misterius dalam hati.
"Kamu itu makannya belepotan banget sih Dish" Ucap Adit sambil mengelap bekas makanan di bibir Disha.
"Aku lapar Dit, dari pagi aku belum makan tahu" Ucap Disha sambil cemberut.
"Makannya siapa suruh tadi pagi kamu nempel terus sama aku, pas kita makan tadi pagi" Goda Adit sambil tersenyum.
"Iya aku juga kangen sama kamu sayang, udah selesain makannya dulu abis itu kita jalan-jalan lagi" Ucap Adit.
Selesai makan Adit dan Disha jalan-jalan keliling mall, sesekali mereka memasuki toko dan keluar lagi, Disha dan Adit tertawa menertawakan leleucon yang sebenarnya tidak lucu.
"Dit!" Panggil Disha pelan.
Saat ini mereka tengah berada di rumah Disha lagi, mereka duduk di taman sambil memandangi langit malam yang berbintang.
"Apa,kenapa?" Tanya Adit sambil menoleh.
"Besok aku mau jalan sama teman-temanku ke pantai ya" Ucap Disha.
"Kan besok kita mau ke Bandung Dish, kamu lupa?" Tanya Adit.
"Iya aku tahu Dit, tapi aku sudah berjanji pada mereka terlebih dahulu sebelum kamu mengajakku ke Bandung, tadi aku lupa Dit" Ucap Disha menyesal.
Dia memang sudah berjanji pada teman-temannya itu untuk ke pantai besok, dia benar-benar lupa saat mengiyakan ajakan Adit untuk pergi ke Bandung.
"Ya sudah gak apa-apa kamu pergi saja besok bersama teman-temanmu, Lusa atau terserah kamu baru kita pergi ke Bandung" Ucap Adit sambil tersenyum.
"Makasih ya Dit kamu sudah ngertiin aku" Ucap Disha senang sambil memeluk Adit.
"Sama-sama Dish, jangan deket-deket cowok lain kamu itu punyaku Dish" Ucap Adit sambil cemberut membuat Disha mendongak dan melepaskan pelukannya.
"Emang sejak kapan aku suka dekat-dekat cowok lain Dit, aku gak pernah kayak gitu pacarku kan kamu Dit" Ucap Disha.
"Masa, tapi kayaknya teman kamu yang namanya Dicky itu suka banget nyari perhatian dari kamu, aku juga pernah dengar kalo dia memang suka sama kamu Dish" Ucap Adit panjang lebar.
Disha tertawa melihat ekspresi Adit yang menatapnya cemberut seperti anak kecil, Adit terlihat sangat lucu jika sedang cemburu seperti ini.
"Kamu cemburu ya Dit, jangan khawatir sayang aku sudah tolak Dicky kok" Ucap Disha setelah tawanya mereda.
"Jadi dia sudah pernah nembak kamu Dish, kapan?" Tanya Adit penuh selidik.
"Kemarin waktu acara Raja dan Ratu sekolah, kamu tenang saja aku gak akan selingkuhin kamu kok" Ucap Disha berjanji.
"Janji ya, aku gak suka kalau ada yang deketin kamu Dish" Ucap Adit jujur.
"Iya Dit aku juga gak akan suka kalau kamu deket sama cewek lain, tapi besok aku mau ngobrol sama Dicky ya Dit, aku mau minta maaf sama dia" Ucal Disha.
"Minta maaf untuk apa Dish, emangnya apa yang sudah aku lakukan?" Tanya Adit penasaran.
"Gak sih bukan gitu, aku ngerasa gak enak aja kemarin waktu nolak dia aku terlalu kasar sama dia Dit, setelah tahu apa yang terjadi sama Dicky aku jadi menyesal" Ucap Disha.
Dengan pelan Disha menceritakan bagaimana kehidupan Dicky di rumahnya, tentang orang tuanya yang terlalu sibuk mementingkan diri mereka sendiri.
"Boleh deh tapi ingat kamu jangan sampai bikin Dicky baper yang ada kamu yang repot sendiri nanti" Ucap Adit tersenyum sambil membelai rambut Disha.
"Siap Boss" Ucap Disha ikut tersenyum.
Dia bahagia, benar-benar bahagia sampai dia tidak mampu mengucapkannya, kini kesedihannya telah hilang di ganti dengan kebahagian yang melimpah.