
Disha membuka matanya perlahan, dia menyesuaikan penglihatan dari cahaya yang remang-remang, ruangan itu agak gelap seperti sebuat gudang, terlihat beberap bingkai photo sepasang suami istri dan anak laki-laki yang berumur sekitar 7 tahun, photo itu terlihat sudah berdebu dan usang.
Rega duduk di depan Disha sambil memainkan pisau ditangannya, dia tersenyum saat menyadari Disha telah terbangun dari obat bius yang membuatnya pingsan.
"Gie dimana Ga, kenapa lo bawa gue kesini?" Ucap Disha dia mencoba melepaskan ikatan yang melilit tangan, kaki dan juga badannya.
"Lepasin gue Ga, gue mau pulang!" Ucap Disha lagi.
"Tenang sayang jangan berteriak begitu nikmati saja waktumu disini!" Ucap Rega sambil tersenyum misterius.
"Lo kenapa sih Ga, kenapa lo nyulik gue hah apa salah gue sama lo?" Tanya Disha sambil menatap Rega.
"Salah Lo apa lo bilang, salah lo adalah pacaran sama si Adit brengsek itu, menyebalkan memang aku pikir dia sudah mati waktu aku menusuknya beberapa bulan lalu" Ucap Rega sambil berdiri dan berkacak pinggang.
"Apa Ga jadi lo yang nyulik gue dulu, kenapa Ga kenapa lo lakuin semua ini?" Tanya Disha tak percaya.
"Karena gue sayang dan cinta sama lo Dish, apa lo gak inget sama gue Dish hah jawab?" Ucap Rega dengan nada tinggi.
"Maksud lo apa Ga, gue gak ngerti?" Ucap Disha bingung.
"Sepertinya loe emang udah lupain gue ya Dish" Ucap Rega sambil tersenyum kecut.
Flashback on.
Seorang anak lelaki kecil yag berusia tujuh tahun tengah duduk sendirian di pinggir danau, Rega menangis sambil menatap photo ibunya.
"Ma kenapa Mama ninggalin Aga, Aga kangen sama Mama, Aga mau ikut Mama" Ucap Rega sambil menangis tersedu-sedu.
Ibunya baru saja meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri, Rega kecil menyaksikan ibunya tersebut meregang nyawa di depan matanya, dia mencoba berteriak namun tak ada yang mendengar rumah itu kosong hanya ada dia dan ibunya.
Hanya tangis pilu yang bisa dia lakukan saat menatap ibunya telah berhenti menggeliat, Rega kembali menangis saat mengingat kejadian yang menimpanya itu.
"Kenapa nangis, nih buat kamu!" Ucap seorang gadis kecil sambil memberikan sebuah es krim kepada Rega.
"Kamu siapa?" Tanya Rega bingung.
"Aku Isha, jangan nangis lagi ya Isha gak suka lihat cowok nangis, nanti kamu gak bisa nikah kalau nangis" Ucap Disha sambil mengelap air mata yang membasahi pipi Rega.
"Isha kamu kemana aku cariin juga, ayo Sha Mama nyariin kita" Ucap Adit kecil menghampiri Disha dan Rega.
"Isha gak mau pulang Dit, Isha mau nemenin dia kasihan lagi nangis"Tolak Disha mengerjap lucu.
"Dia siapa Sha?" Tanya Adit sambil menatap Rega penasaran.
"Kamu siapa, kenalin ini Adit teman Isha" Ucap Disha memperkenalkan Adit pada Rega.
"Rega!" Ucap Rega pelan.
"Oh Ega, Ega jangan nangis lagi ya cup cup cup, Isha temenin Ega deh biar Ega gak nangis lagi" Ucap Disha membuat Rega kecil tersenyum.
"Disha, Adit ayo sini nak udah sore ayo kita pulang!" Panggil marlina dari kejauhan.
"Ayo Sha kita pulang!" Ucap Adit sambil berdiri dan menarik Disha.
"Yah Mama Isha udah datang Ga, Isha pulang dulu ya Ga jangan nangis lagi loh ya" Ucap Disha.
Disha dan Adit pun pergi meninggalkan Rega sendiri, Rega menatap es krim pemberian Disha yang sudah meleleh ditangannya sambil tersenyum.
"Jadi lo anak kecil yang waktu itu Ga?" Ucap Disha setelah Rega menceritakan kisahnya saat pertama kali bertemu Disha.
"Iya Dish, dan lo tahu gue tiap minggu ke Bandung buat nyari lo, dan lo tahu gue malah lihat lo jadian sama Adit, lo itu milik gue Dish bukan orang lain!" Ucap Rega kesal.
"Tadinya gue pikir loe beneran jodoh gue saat loe tiba-tiba pindah ke sekolah gue, makannya gue gak jadi bunuh lo Dish" Ucap Rega lagi.
"Lo gila Ga, lo kan udah punya Putri kenapa lo masih ngejar gue!" Ucap Disha menatap Rega takut.
Disha melihat sekeliling mencoba mencari benda apa saja yang mungkin bisa dia gunakan untuk membuka ikatannya, namun nihil dia tidak menemukan apa-apa.
"Putri? dia hanya benalu bagiku, gue tidak mencintainya tapi karena dia selalu mengejarku makannya gue mau pacaran sama dia, aku hanya mencintaimu Dish" Ucap Rega sambil membelai wajah Disha.
"Pliss lepasin gue Ga, Adit gak bakal lepasin lo kalau lo sampe nyakitin gue" Ucap Disha sambil memejamkan matanya takut.
"Gue tunggu itu Dish, gue mau lihat apa dia bisa nemuin lo dan nyelamatin lo dari sini, kalau gak kita bisa mati berdua disini Dish" Ucap Rega sambil tersenyum.
"Adit tolongin aku Dit, aku takut!" Ucap Disha dalam hati sambil menangis.
Di tempat lain Adit mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan, dia memukul stir mobil dengan kesal, dia dan Dicky baru saja dari rumah Putri dan Rega sudah tidak ada.
"Sabar Dit, gue yakin Disha pasti baik-baik saja, lo tenang aja!" Ucap Dicky menenangkan.
Dia sudah tahu semua kisah antara Adit, Disha dan Rega yang sudah pernah melakukan penculikan dan juga percobaan pembunuhan pada Disha dan Adit.
Awalnya dia sendiri tidak percaya bagaimana Rega bisa sekejam itu, tapi mereka sudah berteman sejak kecil jadi Dicky sedikit memahami kenapa Rega bisa melakukan hal nekad seperti itu.
"Gimana gue bisa tenang ****, diluar sana Disha dalam bahaya kita gak tahu apa yang bakal terjadi sama dia, gue bingung harus nyari dia kemana" Ucap Adit frustasi.
"Kayanya gue tahu mereka dimana Dit, lo ikutin arahan gue aja" Ucap Dicky.
"Lo yakin ****, dimana mereka sekarang kasih tahu gue!" Ucap Adit.
"Dirumah lama Rega rumah itu kosong sejak lima tahun lalu, gue yakin dia disana" Ucap Dicky.
"Dimana tempatnya kita kesana sekarang!" Ucap Adit yang di angguki Dicky.
Adit mempercepat laju mobilnya mengikuti arahan Dicky, sepanjan perjalanan dia terus berdoa, berdoa agar dia sampai tepat waktu dan bisa menyelamatkan Disha.
"Tunggu aku Dish, aku pasti datang!" Ucap Adit dalam hati.
Brakk
Rega dan Disha mendengar suara pintu yang dibuka paksa, Rega langsung waspada dia keluar untuk mengecek keadaan.
"Disha, Dish dimana kamu?" Teriak Adit
"Dish lo gak apa-apakan, kita sudah disini Dish" Teriak Dicky.
Seketika Disha tersenyum Adit dan Dicky sudah datang untuk menyelamatkannya, tidak lama kemudian Rega kembali masuk.
Disha menatap Rega yang terlihat kesal dan gusar, dengan marah Rega menendang barang yang ada di ruangan tersebut.
"Dasar sial, ternyata pacar sialanmu itu datang juga, oh sekarang dia juga datang bersama Dicky, baiklah kita lihat apa mereka berdua bisa menyelamatkanmu Dish" Ucap Rega sambil tersenyum.