My Love My Stalker

My Love My Stalker
Kecolongan



Seminggu berlalu tak terasa ujian tengah semester telah usai , kini mereka hanya tinggal menunggu waktu pembagian raport.


Para Osis tengah sibuk mempersiapkan acara yang akan di selenggarakan sebelum liburan sekolah berlangsung.


Disha memasuki perpustakaan guna menyibukan dirinya di jam pelajaran yang kosong , dia mengambil salah 1 buku dan membawanya ke meja.


Disana terlihat Adit yang tengah duduk sambil membenamkan wajahnya di atas buku tebal .


Disha duduk di depan Adit memperhatikan lelaki tersebut yang matanya terpejam dia tengah tertidur di perpustakaan.


Disha menatap lekat-lekat wajah lelaki yang sempat disangkanya adalah Adit itu , dia menatapnya dalam diam takut membangunkan orang yang tengah tertidur itu.


" Kalau gak pake kaca mata sama tahi lalat di dagu dia benar-benar mirip Adit.." Gumam Disha pelan.


Disha melihat sekitar mencoba memastikan tak ada orang lain di sekotar mereka selain dia dan Dimas,


dengan penuh rasa penasaran Disha mencoba membuka kaca mata yang di pakai Dimas.


"Mau ngapain.." Dimas membuka matanya sambil memegang tangan Disha yang tengah mencoba membuka kaca matanya.


Dimas menatap Disha menuntut penjelasan akan apa yang sedang dia lakukan, Disha terlihat gugup karena ketahuan.


"Eh barusan ada nyamuk di muka lo.." Jawab Disha berbohong.


" Yakin..? , lo gak lagi nyari alasan buat pegang- pegang gue kan?.." Ucap Adit menggoda Disha.


" Idih ngapain juga gue pegang-pegang lo , emangnya loe pikir gue cewek apaan , lepasin tangan gue jangan pegang terus ..." Ucap Disha sambil menarik tangannya yang di pegang Adit.


Adit terkekeh pelan merasa gemas melihat tingkah Disha yang terasa sangat lucu baginya , gadis itu sangat imut kalau sedang marah.


" Gimana gue gak klepek-klepek sama lo Dish , lihat loe marah aja udah bikin hati gue meleleh.." Gumam Adit dalam hati.


" Ngapain loh senyam -senyum gak jelas gitu mabok lem loh.." Ucap Disha tak suka.


" Bodoh banget sih gue sampe ketahuan gitu .." ucapnya dalam hati merutuki kebodohannya sendiri.


Disha membuka buku yang tadi dia bawa pura-pura fokus dan mengabaikan Dimas yang terus menatapnya.


"Seru banget ya baca bukunya?.." Tanya Adit


" Iya seru banget malah.." Jawab Disha tanpa mengalihkan pandangannya dari buku .


Dia terlalu malu untuk sekedar mendongak menunjukan wajahnya di depan Dimas yang telah memergokinya tadi.


" Seseru itukah sampai lo gak sadar kalau bukunya kebalik.." Ucap Adit sambil tertawa ringan.


Disha memperhatikan bukunya dan benar saja bukunya memang terbalik , Disha menatap Dimas yang menertawakan kebodohannya.


" Nyebelin loh.." Ucap Disha sambil berlari kecil meninggalkam Adit sendirian disana.


" Dek jangan di bawa bukunya..!!.." Ucap sang Penjaga perpustakaan saat Disha melewati dirinya.


" Maaf Mba saya khilaf.." Ucap Disha sambil menyerahkan buku tersebut kepada Si penjaga perpustakaan dan kembali berlari keluar.


Sontak saja hal itu membuat Adit kembali tertawa melihat tingkah laku Disha di depannya.


" Hushh diam jangan berisik ini perpus bukan panggung lawak.." Tegur Si penjaga perpustakaan sambil menatap Adit dengan kesal.


Disha keluar perpustakaan dengan kesal , bagaimana mungkin dia bisa mempermalukan dirinya sendiri sampai 2 kali di depan Dimas orang yang bahkan belum di kenalnya.


" Kenapa lo Dish kusut banget.?.." Tanya Putri yang kebetulan lewat bersama Tania.


" Gak kok gue gak kenapa- napa , kalian mau kemana nih.?.." Tanya Disha mengalihkan perhatian.


" Ke kantin gue lapar nih , ikut yuk .." Ajak Putri sambil merangkul Disha.


Di kantin terlihat Andi tengah marah-marah kepada Kibo teman tim Basket mereka.


" Loe gimana sih Bo , kenapa tuh kertas jawaban bisa ketuker sama yang lain?.." Tanya Andi .


Dia terlihat kesal mengetahui kertas jawabanya tertukar semua .


"Lah jangan nyalahin gue dong , gue kan udah bilang kode mata pelajaran nya dari A-Z bukan sebaliknya.." Elak Kibo tak terima dia di salahkan.


" Terua gue gimana dong Bo , masa gue harus ngambil semua kertas ujian gue.." Ucap Andi frustasi.


" Sabar bro ini ujian.." Ucap Kibo prihatin.


"Masibah ini sih bukan ujian lagi.." Jawab Andi lemas.


.." Kenapa tuch bocah ?.." Tanya Putri sambil duduk di ikuti Disha dan Tania.


Sontak Disha dan yang lain tertawa , sungguh malang nasib temannya itu , bukannya beruntung malah buntung.


"Hahahaa kasian banget tuch bocah belum apa-apa udah kena azab duluan.." Ucap Putri tak bisa menghentikan tawanya.


" Iya padahal kemarin dia udah pd banget katanya dia bakal dapet nilai ujian bagus kali ini.." Ucap Tania


" Pantesan dia girang banget kemarin ternyata pake joky toh , terus gimana nilai ujiannya nanti?.." Tanya Disha penasaran.


" Entahlah kalau soal itu , biar tuhan aja yang tahu dia dapet nilai apa nggak ,gue ngerinya dia beneran di masukin ke pesantren sama nyokapnya.." Jawab Rega.


" Iya yah kasian juga kalau sampai dia beneran masuk pesantren.." Ucap Tania.


"Betul tuch gak seru lagi dong grup kita kalau biang rusuhnya ilang.." Ucap Putro setuju.


"Jangan sampai dech mudah-mudahan aja ada keajaiban dan nilai-nilai ujian Andi beneran bagus semua.." Ucap Disha.


"Amin.." Jawab mereka serempak.


"Loe sendiri gimana Dish lancar ujiannya?.." Tanya Dicky.


" Lumayan lah , gue tinggal nunggu hasil rapot aja nilai gue bagus atau nggaknya yang penting gue udah berusaha.." Jawab Disha.


" Sama aku juga Dish.." Ucap Dicky sambil tersenyum.


" Loe berdua sih enak , tanpa harus nunggu hasil raport juga gue udah yakin nilai loe berdua bagus semua.." Ucap Tania.


" Iya gue juga yakin , sedangkan gue sendiri gak tahu dech nilai gue kayak gimana.." Ucap Putri lesu.


" Tenang Beb aku yakin kok nilai kamu juga bagus..." Ucap Rega meyakinkan Putri kekasihnya.


"Makasih sayang kamu emang yang terbaik.." Balas tersenyum lembut pada Rega tang tentu saja membuat Tania mual melihat mereka berdua.


"Minggir !! gue mau duduk.." Ucap Andi tiba-tiba duduk dan meminum minuman Rega sampai tandas.


"Minuman gue tuch bro.." Ucap Rega tak terima.


" Sabar beb , biarin aja dia lagi kena musibah jangan di ganggu.." Ucap Putri menenangkan Rega.


" Hancur sudah masa depan gue.." Ucap Andi frustasi sambil membenamkan wajahnya.


" Sabar lagian lo juga sich bukannya belajar malah bayar joky jadi gini kan.." Ucap Tania merasa kasihan.


" Makannya bro hidup itu jangan mau enaknya doang berusaha dong kayak gue.." Ucap Rega.


" Betul tuch , yang instan-instan itu pasti ada efek sampingnya Ndi kalau gak ketahuan ya sial.." Ucap Putri


" Berisik loe pada gue lagi susah juga bukannya nyemangatin malah bully gue, bully aja adek bang ade ikhlas kok.." Ucap Andi dengan muka memelas.


" Sabar ya Ndi gue yakin kok loe pasti bisa ngelewatin ini semua.." Ucap Disha prihatin sambil menepuk pundak Andi pelan mencoba memberi semangat.


" Santai bro masih banyak jalan menuju Roma loe jangan patah semangat gitu dong.." Ucap Dicky ikut memberi semangat.


"Makasih guys kalian emang sahabat terdebeskuh.." Ucap Andi so dramatis.


" Beb kamu masih mau sama aku kan , kalau misalnya suatu saat nanti aku gak lulus sekolah dan jadi tukang gorengan.?.." Tanya Andi pada Tania.


" Enggak.." Jawab Tania cuek.


" Kalo jadi tukang Martabak mau.?.."


"Ogah..".


" Tukang Nasi goreng gimana.."


" Gak maum.."


"Jadi kang siomay dech itukan makanan favorit kamu beb.." Ucap Andi lagi merayu Tania.


" Gak Andi loe batu banget di bilangin ,emangnya loe pikir anak-anak kita mau di kasih makan apa kalau loe belum apa-apa udah nyerah duluan.." Ucap Tania kesal sambil menatap Andi.


Andi tersenyum mendengar jawaban Tania.


"Oh jadi kalau aku berjuang dan sukses kamu mau nikahin aku?." Godanya.


Tania tidak menjawab dia memilih membuang muka mencoba menyembunyikan rona merah di wajahnya.


Sedangkan Disha dan yang lain hanya menatap mereka berdua sambil tersenyum membiarkan kedua sejoli itu menikmati waktu mereka.