
Saat Disha tengah berjalan melewati koridor kelas 1 dia di hadang oleh sekumpulan anak cewek yang berjumlah 3 orang.
" Ada apa kalian ngalangin jalanku ?.." tanya Disha bingung.
Disha memperhatikan salah 1 siswi tersebut yang dia ingat bernama Nanda , gadis itu yang pernah menitipkan kado kepada Tania untuk Dicky.
"Ngapain nih fans Dicky ngehadang gue " pikirnya.
" Kita cuma mau ngasih tahu , kakak jadi cewek jangan suka kegatelan yah.." Ucap salah 1 siswi bernama Zena nama itu tertulis di *name tag*nya.
" Kegatelan , maksud kalian apa aku gak pernah ngerasa kalau aku kegatelan apa lagi deketin cowok.." Ucap Disha tak terima
" Udah salah pake nggak ngaku lagi.." Nanda mendorong Disha pelan
" Kita tahu kok kakak kemarin nongkrong di Cafe sama kak Dicky , ngaku aja dech jangan pura-pura sok polos gitu.." Tambah Nanda dia dan kedua temannya mencoba mengintimidasi Disha.
"Sialan nih anak mau gue hajar kali ya , awas aja gue balas loe semua.." ucap Disha dalam hati.
Ingin rasanya dia menjambak mereka semua , kegatelan? hah berani-beraninya mereka memanggil dia seperti itu.
Disha menatap mereka mencoba meredam amarahnya " Sabar Dish mereka cuma bocah kunyuk.." Ucapnya dalam hati.
" Kalau di ajak ngomong jawab , jangan diem aja sok kecantikan banget sih.." Ucap gadis bernama Keysha.
" Emang dia cantik, loe kalau ngomong sesuai kenyataan banget.." Bisik Zena pada Keysha.
" Cantik juga ngapain kalo kerjanya deketin cowok , kayak nggak laku aja.." Ucap Nanda sambil tersenyum sinis.
" Iya Mbaknya sekesepian itu ya sampai harus deketin Kak Dicky , asal Kakak tahu ya Kak Dicky itu gak pantes buat cewek gatel kayak Kakak.." Tambah Zena tak kalah sinis padanya.
Habis sudah , kesabarannya sudah habis menghadapi bocah-bocah kunyuk bin ngeselin dari kelas 1 itu.
Disha menghembuskan nafasnya kasar dan menatap mereka tajam , mengintimidasi mereka balik.
"Gatel lo bilang , dengar ya gue --.."
" Ada nih ribut-ribut ?." Tania datang bersama Putri memotong ucapan Disha.
"Dish mereka ngapain loe nih..?.." tanya Putri menatap ketiga gadis tersebut tajam.
Nanda dan kedua temannya menunduk takut melihat kakak senior mereka itu , jika sudah begini mereka yang akan habis oleh para seniornya.
Disha tidak menjawab pertanyaan Putri dia hanya mengedikan bahu dan ikut menatap ketiga gadis yang tadi melabraknya.
" Maaf kak , kita khilaf .." Ucap Nanda menunduk takut.
" Iya kak , kita cuman gak suka kalau ada cewek yang dekat-dekat sama Kak Dicky.." ucap Keysha tak kalah takut.
" Maafin kita kak , kita gak maksud buat ngelabrak Kak Disha.." Tambah Zena melirik kearah para seniornya itu.
" Kalau ngomong itu di jaga , Disha itu teman Dicky , jangan asal labrak aja.." Bentak Putri
" Kalian pikir kalian punya hak apa pake ngelarang Disha dekat-dekat sama Dicky.,mau Dicky dekat sama siapapun itu bukan urusan kalian , awas aja kalau kalian ketahuan kayak gini lagi.." Ancam Tania.
"Baik Kak , kita janji gak bakal ganggu lagi.." Ucap Nanda yang di angguki kedua temanya.
"Yaudah kalian cepat pergi , emosi gue lihat loe pada.." Usir Putri kepada ketiga gadis tersebut.
Mendengar itu mereka lamgsung berlali pergi meninggalkan Disha dan yang lain , mereka tidak mau memancing para seniornya itu.
"Loe gak apa-apa kan Dish.?.." tanya Tania setelah ketiga gadis itu pergi.
Disha menggeleng menjawab pertanyaan Tania
" Gak kok gue cuman kaget aja barusan.." jawabnya.
" Emang tuch bocah , pagi-pagi udah bikin gue naik darah aja.." ucap Putri menatap punggung mereka yang mulai menghilang.
" Udahlah biarin aja gue juga gak kenapa-napa , mereka cuman fans fanatik Dicky gak usah di tanggepin.." ucap Disha mencoba menenangkan mereka berdua , padahal hatinya sendiri masih gedeg dengan perlakuan ketiga gadis tersebut.
Merekapun berjalan memasuki kelas mereka di lantai 2 , Disha dan Tania berpisah dengan Putri saat mereka sudah mencapai kelas.
" Dish loe dari mana tadi kok gak ke kantin ? .." Tanya Tania saat mereka sudah memasuki kelas.
"Tadi gue ke taman belakang Tan , lagi males aja gue ke kantin.." jawab Disha sambil duduk di kursinya.
" Doyan banget loe kesana , awas baek-baek loh kalau keseringan kesana entar loe keseurupan hantu pohon disana lagi.." Ucap Tania sambil tersenyum ikut duduk di samping Disha.
" Gak lah ,gue udah berteman sama penunggu sana , dia gak bakal gangguin gue.." jawab Disha sambil tersenyum.
Hari menjelang sore , Adit memasuki cafe yang terlihat cukup ramai ,dia menghampiri Marlina yang tengah duduk sendirian di sudut Cafe sambil membawa Paper Bag di tangannya.
" Assalamuallaikum , sore Tante.." Sapa Adit menyalami Marlina.
"Waalaikum salam Dit , ada apa tumben mampir kemari.." tanya Marlina pasalnya Adit tidak memberitahukan perihal kedatangannya itu.
"Ini ada titipan buat tante dari Mama.." jawabnya sambil memberikan Paper bag tersebut kepada Marlina.
"Wah apaan nih padahal gak usah repot-repot Dit , Tante jadi senang emangnya kapan ibu kamu pulang? , makasih ya Dit bilangin salam dari Tante buat Kikan.." Ucap Marlina tersenyum senang dia menyebut nama Ibu Adit.
"Sama-sama Tante , kemarin malam Mama pulang sama Papah ,oh iya ini tolong kasih buat Disha ya Tante .." Ucap Adit kembali menyerahkan kotak kecil bertali pita kepada Marlina.
"Apa nih , ciee Tante jadi terhura ada juga yang ngasih kado buat anak Tante.." Ucap Marlina pura-pura sedih.
"Yaudah Tante Adit pamit pulang dulu ,Assalamuallaikum.." Ucap Adit beranjak bangun sambil menyalami Marlina.
"Main aja sini Dit , sekalian ngobrol sama Tante.." Ajak Marlina
"Gak bisa Tante ,Adit masih ada urusan." jawab Adit sambil tersenyum.
" Cieee calon mantu Tante udah sibuk aja , sibuk apa Dit nyiapin masa depan buat kamu sama Disha ya , jangan cepat-cepat nikah Dit sekolah dulu yang benar kalau udah sukses baru dech lamar anak Tante , tenang aja Disha gak bakal kemana-mana kok udah tante iket dia Dit.." goda Marlina sambil tersenyum.
Adit tersipu malu mendengar ucapan Marlina padanya .
" Kucing kali tante pake di iket Adit pamit ya Tante, Assalamualaikum.." Ujarnya lagi sambil beranjak meninggalkan Marlina.
"Waalaikumsalam Dit ,sering-sering mampir ya jangan lupa sogokannya.." jawab Marlina.
Tidak lama kemudian Disha datang menghampiri Marlina yang tengah memakai sebuah jam hitam sambil tersenyum senang.
"Jam dari siapa tuch Mah ,di kasih Papah ya..?" tanya Disha sambil duduk.
Dia memperhatikan jam yang baru dilihatnya tersebut yang terlihat cantik dan elegan di tangan Marlina.
"Bukan, Mama di kasih sama calon Mama.." Jawab Marlina tanpa mengalihkan perhatianya dari jam tersebut.
"Calon apa Mah ,Mama gak khianatin Papah kan.?.." Tanya Disha penuh selidik.
Marlina berdecak kesal mendengar pertanyaan putrinya itu.
"Gak lah kamu pikir Mama cewek apaan , di kasih sama teman nih kamu juga dapet.." jawabnya menyerahkan kotak yang di titipkan Adit padanya.
"Dari siapa Mah.?.." Tanya Disha melihat kotak tersebut dengan penasaran.
"Dari om-om Mama mau nikahin kamu sama dia lumayan Dish duitnya banyak.." Jawab Marlina asal sambil beranjak meninggalkan Disha.
"Mamaaaa...!!!.." Teriak Disha kesal yang tak di gubris oleh ibunya itu.
DISHA ANDREA