My Guard Is My Prince

My Guard Is My Prince
34.Kilas balik



Dengan kekuatan baru yang mereka dapatkan mereka melawan Putri Edell dengan santai.


"Pertapaan Phoenix!" Elia dan Zafran berteriak lantang.


"MACAN BERAPI ABADI!"


"THE GOLDEN HELIANTHUS!!"


KRAK!


Tanah yang mereka pijaki mulai retak,udara disekitar mereka juga mulai berputar kencang. Tanpa pikir panjang mereka langsung melesat maju menantang sang antagonis utama,Putri Edell.


Tak ingin berdiam saja,Ella juga turut membantu dengan menggunakan kemampuan barunya "The Freeze~" Ucapnya sambil menembakkan sihir es Lily ke arah Putri Edell.


KRAS!


Seketika tubuh putri Edell tak bisa digerakkan segera setelah itu juga serangan Elia dan Zafran pun datang,


DUAK!


Tepat mengenai bagian jantung Putri Edell.


Sang putri mundur beberapa langkah,namun belum sempat bertahan Volker dan Rayva juga ikut melancarkan serangan.


Volker menikamkan pedangnya ke perut putri Edell.Hendak menyembuhkan diri,Rayva mencegahnya dengan sihir Amulet Orchid Pandurata.


......................


"Hanya kau yang bisa melawan kegelapan selanjutnya,Rei" Kata Putri Krysa mengelus pipi Rei yang sudah basah karena airmata.


Rei tidak menyangka,dirinya yang tak bisa menggunakan mantra sihir justru menjadi seorang yang ditunggu dunia.


"Mengapa kekuatan sihirku tidak banyak Putri?" Tanya Rei sesaat setelah dia berhasil menaklukan ilusi Lazeva dan bertemu Putri Krysa. "Sihir mu lebih kuat Rei,sihirmu adalah sihir tahap maksimal dari sihirku yang terkunci dalam kristal"


"Tidakkah kau mendengar tentang kekuatan api mawar biru yang muncul saat kelahiranmu?"


"Itu adalah kekuatan yang telah ada padamu Rei.Kekuatan itu akan terbangkit bila kau-" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya mereka merasakan dentuman,Putri Krysa merasa waktu tiba-tiba berhenti.


Rei menjadi angat panik,Krysa yang tau ini adalah ulah Gionel segera menenangkan Rei,memeluknya.


"Kerajaan.. Rosaceae.."


Rei melihat dirinya yang kecil bermain bersama seorang bocah laki-laki {Riji} Kemudian Krysa melangkah maju ke ruangan tempat Rei lahir,bilik sang permaisuri.


Betapa terkejutnya Rei,melihat sosok ibu yang melahirkannya bukanlah Sang Ratu yang selama ini merawatnya.


Rei dan Krysa melihat,segera setelah melahirkan bayi bunga dalam ruangan itu terbakar api biru,yang menyebabkan Raja dan Ratu meninggal berikut dengan pelayan yang membantu persalinannya.


"Raja Ivander.. Adalah.. Adik.. Dari Raja Ivan.."


"Raja Ivan dan Ratu Berryl.. " Sekejap,kaki Rei melemas dan saat itu pula Ivander datang dengan raut wajah panik dan khawatir.


Setelah itu ia dinobatkan sebagai Raja.Pemerintahan Raja Ivan sangat berkesan,namanya dan nama Ratu Berryl diabadikan dalam sebuah taman mawar,tempat bermain putri Zeva bersama Riji.


Semakin bertumbuhnya Putri Zeva,Putri Edell yang merupakan anak angkat dari Raja Ivander merasa cemburu dan iri. Ia kerap mengajak Eric untuk latihan bersama guna menjauhkannya dari Rei.


[ Perlu diketahui bahwa Pangeran Eric adalah anak kandung satu-satunya Raja Ivander]


Namun itu semua sia-sia,bahkan perjodohan kerajaan Rosaceae dan Felicidae yang di rencanakan untuknya harus pupus karena Raja Theodoric lebih memilih Lazeva di pasangkan dengan Audrij.


Kebencian dalam Edell mulai meningkat,ia semakin cemburu pada Rei.


Sampai ia menemukan satu buku terlarang dalam perjalanannya mencari pulau surga.


Buku yang menjadikannya sebagai wadah kegelapan berikutnya.


Semakin ia mempelajari buku tersebut semakin ia tak bisa mengendalikan diri,sampai saat ia memulai kudeta pada kerajaan.


Dalam kilasan kisah itu Krysa menunjukkan pada Rei,bahwa kegelapan yang ada bukan selamanya adalah monster.


Krysa memperlihatkan bagaimana Edell berputar-putar dalam labirin bunga mawar hitam yang gelap gulita.


"Seharusnya bukan dia yang menjadi wadah,seharusnya wadahnya adalah pelayan yang mengikutinya dalam perjalanan,tapi sayang. Pelayan itu malah pergi meninggalkan Edell karenasifat serakahnya akan harta."


"Pelayan itu.. Mencuri.." Krysa mengangguk mendengar pernyataan Rei.


"Kini akan kuajari bagaimana membawa cahaya dalam kegelapan"