
Di suatu dunia sihir, terdapat 4 kekuatan yang membangun seluruh kehidupan di sana.
4 kekuatan itu di sebut the four pillars of life.
Mereka terdiri dari Kekuatan Cahaya, Tanah, Air, dan Angin.
Mereka membentuk 4 daerah yaitu Kingdom Animalia,Kingdom Plantae, Kingdom Netral dan Kingdom Mythology.
Kingdom Animalia di karuniai dengan bakat sihir hewan, dimana saat mencapai puncak kekuatan tinggi. Mereka dapat berubah menjadi hewan sesuai dari Family yang mereka punya dan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dan saat sampai di puncak yang tertinggi yaitu puncak keabadian. Mereka dapat berubah menjadi raksasa dan menjadi salah satu warga kingdom Mythology.
Tak jauh berbeda dari Kingdom Animalia, Kingdom Plantae juga di karuniai bakat sihir yang tak kalah hebat, mereka punya sihir tumbuhan raksasa sesuai dengan Family yang mereka punya, dan saat mencapai puncak kekuatan tinggi mereka bisa mengendalikan tumbuhan apapun, bahkan yang berbeda jenisnya, dan yang tertinggi bisa memanipulasi beberapa mahluk untuk menjadi bagian darinya,dan jurus-jurus mereka adalah jurus sihir yang paling kuat.
Sedangkan Kingdom Netral, berisi gabungan beberapa jenis kekuatan dari Kingdom Animalia dan Plantae. Terdiri dari kekuatan hewan sekelas Artropoda dan berberapa Kingdom lain, seperti Fungi, Monera dan Protista. di mana kekuatan kingdom ini adalah kekuatan yang sangat besar di banding kekuatan 2 Kingdom lainnya itu.
Dan terakhir adalah Kingdom Mythology.
Di mana Kingdom ini adalah Kingdom terkuat di antara Kingdom lain, karena kekuatan tertinggi Kingdom Mythology hanya berjarak 5 tingkat di bawah 4 Kekuatan Utama.
Bahkan, elemen Kingdom ini lengkap dan lebih kuat dibanding elemen kingdom lain.
Beberapa abad setelah itu, tiba-tiba elemen cahaya mengalami suatu kerusakan.
Yakni, terbangkitnya elemen bayangan dalam pilar cahaya.
Hal itu membuat semua Kingdom di dunia sihir terganggu ketenangannya.
Semua orang mulai memperebutkan kekuatan Kristal Warna, yang ada pada Perpustakaan Kehidupan.
Sayangnya tempat itu di jaga ketat oleh para Penyihir elemen yang berasal dari Kingdom Mythology.
Kingdom Mythology, adalah kingdom yang keberadaannya masih menjadi misteri.
Kingdom tersebut di dominasi oleh kingdom Animalia yang sudah mencapai batas Istimewa.
Dari klan Pegasus ada Penyihir Eira yang mengendalikan elemen Air, Phoenix Flyo yang mengendalikan cahaya, Cerberus Cen mengendalikan elemen tanah, dan Griffin Max yang mengendalikan Angin.
Tetapi mengapa para manusia di sana menginginkan Kristal itu? Karena ada cerita yang mengatakan bahwa Kristal itu memiliki kekuatan yang hampir sama dengan the four pillars of life sang Pencipta kehidupan dunia sihir, dan Kristal itu di buat dari air mata seorang gadis suci dari Kerajaan terasing. Tidak ada yang tau Kerajaan mana tetapi kekuatan Kristal itu bisa menandingi kekuatan bayangan dan memusnahkannya, namun ada juga yang ingin mengambilnya agar dia menjadi penguasa dunia.
Tak terkecuali kerajaan Nymphalidae. Seorang pangeran bernama Gionel Chalis Abyazzyr atau kerap di juluki Pangeran Kupu-kupu hitam, karena kekuatan elemen cahaya bulannya yang hampir setara dengan kekuatan bayangan.
Saat itu banyak para bangsawan dan Kerajaan, bahkan keluarganya sendiri mencegahnya untuk mendapatkan kristal warna itu. Karena rumor mengatakan bahwa ia ingin mengambil kekuatan itu untuk menguasai semua dunia sihir ini.
"Tidak Ayahanda! Saya tidak berniat seperti itu!" Dia membela dirinya.
Tapi sang Raja sudah termakan dengan rumor yang menyebar luas ke semua daerah hingga dia tidak memperdulikan ucapan putranya, dia pun memerintahkan para prajurit untuk memenjarakan pangeran.
"Tidak! Kumohon dengarkan aku dahulu!!" Bentaknya ketika para prajurit datang dan akan membawa dirinya.
"Jangan melawan!!" Teriak sang Raja.
"Lepaskan aku! Hei!"
"Cukup!! Jika kau terus melawan!"
"Kuberi kau sebuah segel kematian! Dan dalam 1 jam lagi kau sudah hilang dari dunia ini!!"
Raja menunnjuk ke arah Pangeran Gionel, dan dari telunjuknya nampak sebuah cahaya yang bersinar lurus tepat mengenai dada kiri Pangeran. Seketika itu Pangeran terjatuh.
Pangeran Gionel mulai merasa sesak, ia juga kesulitan bernafas,kakinya mulai lemas.
Sang Ratu yang mendengar jika Raja memberikan Pangeran Gionel segel kematian itu tak kuasa menahan air matanya.
"Tidak!!! Kumohon! Jangan lakukan ini!!"
Segel kematian, adalah segel yang berupa kutukan kematian.
Segel ini bisa ditarik jikalau sang pemberi segel mati atau sakit yang menyebabkan sihirnya melemah.
Dan sayangnya, Raja masih sehat bugar sekarang, jadi kemungkinan besar,segel itu tidak bisa ditarik.
Ratu pun berlari ke arah putranya yang sudah melemas dan di dahi kirinya terdapat sebuah tanda, seperti siluet kupu-kupu.
"Yang mulia!! Tolong tarik segel kematian itu!! Aku mohon!!" Sang Ratu memeluk erat Pangeran.
Sebenarnya, Raja pun tidak tega memberikan segel kematian itu pada Pangeran.
Tetapi ia juga tidak bisa membiarkan Pangeran berada di dunia ini lebih lama, atau dunia ini akan mengalami gangguan yang besar.
Sang pangeran membalas pelukan ibunya dan dia segera menghilang pergi ke sebuah menara jam,yaitu di jam Prime Crystal.
Semua yang ada di aula kerajaan sangat terkejut,
"Ke-kemana hilangnya pangeran!?" Tanya Raja.
Tiba-tiba seorang penyihir kerajaan datang dengan tergesa-gesa.
"Yang mulia!!"
"Yang mulia!!Pangeran berada di jam Prime Crystal!!"
Sang Raja pun segera pergi ke sana dengan berubah menjadi kupu-kupu yang sangat indah.
Begitu juga dengan para Mentri, Ratu dan juga para Putri.
Perjalanan mereka memerlukan waktu yang cukup memakan waktu.Karena di perjalanan, mereka menjumpai banyak orang yang sudah termanipulasi oleh bubuk bunga.
Setibanya mereka di sana.
Mereka di kejutkan dengan sang bayangan yang berbentuk monster naga berkepala 4 berwarna hitam pekat sudah tewas oleh Pangeran Kupu-kupu hitam tersebut.
"Ba-bagaimana bisa?" Ucap Raja terbata-bata.
Semua orang di sana juga terkejut.
Karena cerita mengatakan bahwa hanya orang berhati suci dan mulia yang bisa menyentuh kristal warna, dan sekarang kristal itu berada di tangan Pangeran Gionel.
"Sekarang...."
"Ayahanda bisa membunuh ku. Karena tugasku sudah selesai." Ucapnya pelan.
Seketika jam pun berdentang dengan keras, dan terlihat Pangeran perlahan di selimuti aura gelap.
"Tapi.. Sebelum aku pergi,"
"Aku.. Pangeran Gionel Chalis Abyazzyr atau Sang kupu-kupu hitam! Bersumpah!"
"Akan ada 2 orang yang akan menjadi perwakilan ku di masa mendatang!!" Teriaknya dengan mengangkat kristal itu ke atas.
"Mereka adalah orang yang sudah di pilih oleh Sang Kristal! Untuk mengalahkan kekuatan bayangan yang selanjutnya!" Kristal itu mulai bersinar.
"Dan mereka berdua yang akan mewarisi semua kekuatan dariku!"
DUAAAR
Seketika itu badai pun datang besamaan dengan petir yang menyambar beberapa bagunan dan pepohonan di sekitar sana.
"Mereka adalah orang yang sangat istimewa,seperti diriku dan Putri Krysa."
Setelah menyelesaikan ucapannya, pangeran Gionel pun berubah menjadi sebuah cahaya terang, yang terkikis sedikit demi sedikit.
"Tidaaak!!"
"Jangan halangi aku!!!" Ucap sang Ratu yang sedang di tahan oleh Raja.
"Putrakuuu!!!"
Bruk!!
"Dan itulah kisah dari Sang legenda, pangeran Kupu-kupu hitam." Ucap seorang pelayan pada Putri dan Pangeran yang tengah ia jaga.
"Waah cerita yang sangat bagus kak Shee." Ucap seorang gadis cantik yang memakai tudung berwarna coklat.
"Ah! Zoya! Ada apa?"
"Oh, ini. Ada kiriman buku lebih dari perpustakaan. Aku yakin Tuan Putri Zeva dan Pangeran Eric pasti menyukainya." Ucap Zoya tersenyum.
"Zeva, suka sekali! Terima Kasih kak Zoya!"
"Ah, jadi kau ya yang bersuara tadi?" Kak Shee melihat ke arah Zoya yang tengah menata buku-buku itu di rak.
"Hehe, yaa... Aku kan tidak sengaja kak Shee." Ucapnya tersenyum.
"Ayo, Kak Shee! Bacakan lagi!" Ucap Eric yang sangat bersemangat sambil menarik narik rok Sheeren
"Iya! Zeva juga mau dengar!"
"Wah, sayangnya jam membaca kita sudah selesai, ayo kita kembali ke tempat tidur. Karena ini waktunya Putri Zeva tidur siang."
Zeva mengerucutkan bibirnya.
"Ayolah Zeva, kau harus tidur siang. Nanti, jika Kak Eric sudah selesai belajar Kakak juga akan ikut kok."
"Wuah! Kak Edell!" Zeva menghampiri Kakak tertuanya itu.
"Iya, nanti kita bermain bersama-sama"
Edell memeluk adik bungsunya itu.
"Janji ya?"
"Iya." Setelah itu Zeva segera pergi ke tempat tidurnya.
"Terima kasih Tuan Putri Edell, kalau tidak kami tidak akan bisa membujuk Putri Zeva untuk tidur." Ucap Sheren.
"Iya, itu bukan masalah. Ayo Eric! Kau harus mengerjakan tugas mu."
"Baik!"
Pangeran Eric dan Putri Edell pun meninggalkan ruangan.
Zeva yang hanya menutup matanya segera bangkit dari tempat tidur dan melihat ke arah jendela.
Kemudian dia berjalan jinjit melihat di balik pintu tempat tidurnya. Apakah Sheeren dan Zoya masih ada di sana?
"Hihihihi, tidak ada orang"
......................
Di sebuah halaman istana, di Kerajaan Felicidae.
Terdapat dua anak laki-laki sedang bermain petak umpet.
"Hey! Audrij! Dimana kau!"
"Ayo! Ayah sudah menunggu kita!"
"Hihihi..."
"Kau tidak akan menemukan aku ,Kak Zaf." Dia tertawa kecil di sebuah semak-semak.
Dia sedang bersembunyi dari kakaknya, Xander Zafran Theodoric putra tertua dari 4 bersaudara.
"Kena kau!!" Ucap Zafran menangkap adiknya itu.
"Haaa! Lepaskan aku!"
"Tidak! Aku akan membawamu,"
"Kau ini, jika tidak ku gendong seperti ini selalu saja menghilang!" Zafran segera membawa Audrij pergi ke kamarnya.
"Tolong siapkan, pakaian untuk adikku ini ya!" Ucapnya pada para pelayan.
"Nah, kau bisa mandi sendiri kan?" Zafran melepaskan Audrij dari gendongannya
"Tentu saja! Aku sudah besar! Lagipula ibu bilang kita harus bisa mandiri kan?"
Setelah itu, Audrij segera menceburkan dirinya ke bak mandinya.
Para pelayan pun tiba,
"Tolong, kali ini biarkan Adikku mandiri mulai hari ini."
Mereka mengangguk paham dengan perintah Pangeran tertua.
Tradisi yang sudah ada di Kerajaan Felicidae adalah Tradisi Pemandian.
Dimana, bila seorang anak sudah berumur 8 tahunan sudah tidak boleh dimandikan lagi.
Tradisi ini bukan hanya berlaku untuk rakyat biasa, namun semua anggota bangsawan dan Kerajaan juga harus melakukannya. Lantaran, di umur yang kedelapan kekuatan mereka sudah mulai berpencar dari jantung ke semua organ dan semua sel termasuk kulit.
Jika semisal Orang tua memandikan anaknya di umur yang kedelapan, ia bisa terkena sebuah sengatan sihir, dan sengatannya akan merambat di air seperti listrik hingga menyebabkan si anak meninggal.
Setelah bersiap, para anggota Kerajaan pergi dengan kereta kudanya.
Mereka pergi ke Kerajaan sebelah,Kerajaan Rosaceae .
Di sana mereka ingin membuat janji perdamaian, karena sudah lama sekali beberapa bangsa dari Animalia tidak ada yang mau mengalah, begitu juga dengan bangsa Plantae.
Peperangan sudah terjadi selama kurang lebih setengah abad.
"Audrij, jaga sikapmu." Ucap sang Raja.
"Baik, Ayahanda" Baru saja ingin melangkah, Audrij melihat seorang anak perempuan yang sedang merangkai bunga-bunga bersama dua pengasuhnya ditaman.
"Riji, ayo!" Ucap Zafran.
"Ah! Iya kak."
^^^Siapa ya anak itu? Kenapa dia sangat manis ya?^^^