
keesokan paginya Riji dan Paman arley meninggalkan kerajaan Lamiles.
Orang kota disana sangat terkejut. Bunga yang langka kini tumbuh bermekaran dimana mana.
Mereka mulai belajar membudidayakannya sehingga Kerajaan Lamiles akan tetap subur dan tidak akan kehilangan kekuatannya.
"Legenda Kucing itu ada benarnya juga" Ucap seorang pemuda berambut perak.
Di perjalanan pulang,Riji berubah menjadi macan yang ditunggangi oleh Arley.
Arley awalnya menolak,namun Riji berkata jika naik kendaraan mereka harus membayarnya dan mereka sudah kehabisan koin untuk itu.
"Uh,Nak Riji."
"Ya Paman?"
"Terimakasih atas bantuannya ya"
"Tidak masalah,aku hanya ingin membuktikan orang dari Kingdom Animalia itu sama saja seperti di Kingdom Plantae ini"
"Iya,harusnya paman lebih percaya itu"
"Yap benar.."
"Ahk!" Riji mengerang kesakitan,Ia merasa punggungnya tertusuk sesuatu.
"Kucing yang malang,kau terlalu naif. Kini aku akan menjual tumbuhan ini dengan harga yang mahal dan aku tak kan segan segan untuk menjaga istrimu itu. Muahahahaha!"
Arley meninggalkan Riji yang tergeletak di jalan, bercucuran darah.
Riji: Bajingan! Ugh.. Aku harus segera menghubungi nona Zoya
......................
"Kenapa kau ini sangat ceroboh?!"
"Apa salahku? Kupikir semua manusia sama saja!"
"DAN SATU HAL LAGI! KAU BERKATA PADA MEREKA KALAU KAU DAN REI MENIKAH! APA KAU SUDAH GILA?!"
"APA MAKSUDMU! AKU PUN JUGA TERPAKSA MELAKUKANNYA RAYVA!"
"BISAKAH KALIAN BERDUA TENANG SEBENTAR!!!" Teriakan Zoya membungkam mereka berdua.
"Ini sangat tidak baik.." Bryatta datang dengan raut wajah yang khawatir.
"Baru saja kulihat dari cermin sihir, tiba-tiba Rei mengeluarkan kekuatan besar"
"Apa?!" Ucap Rayva dan Riji bersamaan.
Benar saja apa yang dilihat Bryatta itu. Di Kota itu Rei mendadak terjaga.
Tabib yang ada di sana kebingungan.
Tanpa sadar Rei membuka portal tepat tempat yang Arley datangi,Stasiun Kereta di Kota White yang tak jauh dari pusat Kerajaannya,Lamiles.
"Tolong!Tolong!!"
Sayang sekali suaranya sama sekali tidak terdengar.
Rupa-rupanya Rei menggunakan mantra penghilang aura,mantra yang menghilangkan keberadaan nya dan Arley.
Rei mengikat Arley dengan batang bunga mawar miliknya sampai Arley mengeluarkan darah segar dari tubuhnya.
"AAAKH!"
"REI!" Ucap Rayva yang datang melalui portal.
seketika itu mantra penghilang aura milik Rei menghilang.
semua orang melihat bagaimana Arley tengah terikat di pohon mawar berduri itu.
Orang-orang tidak bisa berbuat apa apa,karena bunga mawar itu tidak bisa di potong dengan mudah. Selain sangat keras,bila terpotong akan tumbuh lagi dengan cepat.
Penjaga yang ada disana,bahkan kalah.
Mereka hendak memanggil penjaga kerajaan,namun itu dengan cepat dicegah oleh seorang penjual roti.
"Jangan,tuan. Dua orang disana itu akan mengatasi hal ini.Percalah padaku"
"Siapa kau?Kau hanya seorang penjual roti"
Wanita penjual roti itu tersenyum dan penjaga itu pun tiba-tiba lenyap.
"Riji! Hilangkan rasa dendamnya itu!"
*Riji: Caranya?
Rayva: Ugh! terserah. Apapun yang bisa kau lakukan*.
Batang mawar berduri milik Rei menjalar kemana-mana,bila tidak segera di hentikan akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar.
Terpikir sebuah ide, Riji berlari,menghindari semua batang mawar yang mencoba mencegahnya. Sampai,dia menarik Rei dalam pelukannya.
*Riji: Tenanglah,kau tidak perlu repot-repot begitu nona.
Rei: R-Riji*??
Seketika itu kesadaran Rei kembali, mawar mawar berduri itupun menghilang dengan seketika.
"Riji!" Rei memeluk balik Riji sambil menangis.
Rayva melihatnya merasa cemburu. Ia tak tahu apa yang membuatnya begitu.
Ia pun segera mengajak Rei dan Riji pulang.
"Tunggu,akan lebih baik kalau kita membawa orang itu sekaligus."