
Setelah bertemu,Zoya mengajak Riji pulang.
Mereka meminta pada kerajaan Malus untuk lebih memperketat penjagaan.
Riji dan Rei pun harus berpisah dengan Arley.
Dalam hati kecilnya,Arley berkata pada dirinya sendiri bahwa dia akan membantu dua pemuda itu apapun caranya.
"Ah aku sangat lelah" Ucap Riji yang sudah ambruk.
"Ada apa Rei?" Tanya Rayva.
"Tidak..."
"...Hanya saja.."
"...Ah,aku tidak apa-apa"
Rayva pun meninggalkannya bersama Riji yang sudah terkapar di lantai.
"Astaga.."
...----------------...
~Desa Bambuso~
Wushh...
Angin berdesir,menyapu pohon-pohon bambu yang lebat nan rindang.
Lonceng angin pun berbunyi nyaring ditiupnya.
"Elia..."
Elia menoleh,"..Aku ingin menanyakan ini padamu..."
"Entah kau keberatan atau tidak.."
"Hm?" Elia mulai penasaran.
"Ini tentang..."
"...Grup perdamaian yang sedang kita ikuti ini..."
"..Yah,aku hanya penasaran, apa latar belakangnya? Lalu tugas tugasnya? Mengingat aku dan Riji baru saja bergabung dan tiba-tiba saja..." Zafran tak melanjutkan ucapannya.
"Ahahaha.. Kukira apa."
Elia menghela nafas,"Mulai dari mana ya??"
"Dulu,Putri gemar sekali keluar istana tanpa pengawasan.. Dia sering keluar istana bersama ku dan kak Sheeren. Sedangkan kak Zoya harus menjaga kamar agar kami tidak ketahuan..."
"..Putri,sering sekali menjelajah terlalu jauh.."
......................
...**✿❀ ❀✿**...
......................
"Hey! Jangan terlalu jauh!!!!"
"Kejar aku kalau kau bisa, El!"
Dengan lincah Lazeva melompat kesana kemari.Dibalik kelemahannya yg tidak bisa menggunakan sihir, fisiknya sangatlah kuat.
"T-Tolong..." Terdengar suara seorang perempuan tua entah dari mana.
Dia mendapat banyak luka ditubuhnya. Di sudut matanya nampak luka bakar yg masih baru.
Lazeva membantunya untuk bersender di bawah pohon.
Setelah diobati dan luka nya disembuhkan,Perempuan itu memberinya sebuah buku.
"Ini.. terimalah ini.. sebagai tanda terimakasih dari ku nona Zeva." Perempuan itu memberikannya sambil bergetaran.
"Terimakasih Nek." Zeva membuka buku itu.
Namun tak nampak satu pun huruf dalam buku itu.
"Nek? Mengapa bukunya tidak--"
"..Loh?" Wanita tua itu menghilang tanpa jejak.
Mereka membawanya pulang,lalu satu persatu lembar dari buku itu di lettakkan di atas bara api.
Ajaib! Muncul beberapa tulisan tulisan yg tertulis secara acak.
Mereka sempat kesusahan membacanya.
"Tak punya sihir? cobalah mantra sihir ini dahulu. Bila berhasil sihirmu pasti hanya sedikit dari nona.." Gumam Elia yang sontak membuat Sheeren,Zoya dan Zeva terkejut.
"..Hah? Siapapun yg menulis ini pasti buta garis,lihat saja. Mengapa ia menulisnya secara tidak rapi."
"Hey! Tidak boleh begitu.."
"..Sini! Aku mau menguji sihirku!"
Setelah itu Putri mulai belajar dari buku itu. Dia pun berhasil melakukan sihir yg ada dalam buku.
"Cahaya dan Kegelapan! Beri aku kekuatan mu! Sun and Moon!"
Lazeva menjadi dua.
Mereka semua bergembira.
Namun Sheeren merasa ada yg tidak beres.
Dia yakin mantra Bayangan ganda bukan seperti itu.
Dan benar! Mantra Bayangan Ganda tingkat 1 hanya berbunyi "Cahaya agung sinarilah diriku,beri aku kekuatan! Double light"
Sheeren mencoba merapal mantra yg digunakan Rei tadi.
Ia gagal melakukannya.
"Hah?? Bagaimana bisa? Kekuatanku tidak selemah itu!"
Ia membalik halaman demi halaman untuk mencoba berbagai mantra yang ada.
Namun semuanya sia-sia.
Curiga dengan sampul nya yg tipis dan berwarna polos.
Sheeren membakarnya.
Nampak tulisan "Sihir Magis Tahap II Mytologi"
...----------------...
...----------------...
"Oh,Karena Lazeva yg terus menjelajah. Kalian bisa menemukan beberapa rakyat yg menderita kemudian kalian membantunya. Bahkan sampai ke negri tetangga?"
"Ya! Kerajaan Malus,Pyrus,Prunus.. Kurasa"
"Wow!"