My Guard Is My Prince

My Guard Is My Prince
Bab 10 (Terkepung dan berpisah)



"Setelah itu aku datang menyelamatkan Riji dan Rei dengan kegagahan ku"


"Cih, kau nanti akan tidak berguna suatu saat" Ucap Elia yang jengkel dengan kelakuannya.


Sedangkan di kamar atas, Riji sedang di obati oleh Rei, lagi.


"Untung saja wajahmu tidak lebam" Ucap Rei sambil mengelus pipi Riji.


"Kenapa? Apa kau takut aku tidak tampan lagi?"


Rei segera mengangkat tangannya tinggi, "Woa woa, tenanglah nona aku hanya bercanda"


Tiba-tiba Afra bicara pada Riji tentang mahluk itu, yang seketika membuat Riji terkejut, panik.


Riji : Apa maksudmu!?


Afra : DIA SUDAH TAU PENYAMARAN MU! BODOH!


......................


"Sang Angin, beri aku kekuatan. Putaran Waktu tunjukan jalan! Memories Rewind!"


Setelah merapal mantra, Afra masuk dalam ingatan mahluk itu.


Dia melihat, bahwa mahluk itu bernama Keiro. Penjual roti di Kerajaan Felicidae.


Dia memiliki keluarga di Kerajaan Rosacea.


Nahas, kedua adiknya meninggal karena becana di Kerajaan Rosacea beberapa waktu lalu.


Ketika pergi untuk mencari kedua adiknya yang tidak ada kabar sama sekali, dia ditemukan oleh Seorang Ratu.


Ratu bermahkota bunga mawar merah, bergaun merah gelap,berambut bergelombang berwarna coklat.


Ratu bilang dia bisa memberi tahu dimana adiknya, namun dia harus mencari keberadaan Putri bernama Lazeva entah hidup atau mati.


Dia mencari keseluruh daerah pusat, namun sama sekali tidak menemukan apapun kecuali puing puing bangunan.


Beberapa hari kemudian dia menghadap sang Ratu dan mengatakan bahwa putri Lazeva tidak ada dimana-mana.


Ratu itu marah dan melemparkan sebuah gelas kaca.


"Ugh! Baiklah, kau ingin tau kan dimana adikmu?"


Sang Ratu menepuk tangannya dan datang dua mayat anak kembar yang sedang berpelukan.


Keiro yang melihat itu seketika murka, dia berubah menjadi manusia harimau dan mengobrak-abrik seisi ruangan, namun masih bisa di tahan oleh para penjaga.


Kemudian Ratu berkata, "Aku bisa menghidupkan kembali mereka, asalkan kau bawakan Lazeva kemari"


Sang Ratu juga memberinya kekuatan yang cukup besar, ia juga berkata bahwa Lazeva sedang bersama pengawal dari Kerajaan Felicidae.


Lalu di bawah kendali Sang Ratu, Keiro pergi dan membuat kekacauan di Kerajaan Felicidae.


Lalu dia bertemu Afra dan meniru rupanya untuk pergi ke tempat tujuannya.


Namun tiba-tiba ingatan itu terlempar saat Keiro mengambil topeng Riji.


Dalam hatinya dia berkata, "Hahaha, mau lari kemana sekarang kau? Pangeran Audrij.."


Kemudian Afra kembali dan mengatakan hal itu pada Riji.


Riji: Gawat! Dan jika dia dikendalikan oleh Ratu itu maka, aku pun juga akan ikut diburu.


Riji mengeratkan rahangnya.


Afra(Zafran) : Dan kita tidak bisa membunuhnya, itu akan sangat beresiko.


Riji: Coba tanyakan pada kak Shee, mungkin dia tau?


Afra: Baiklah akan kucoba.


Setelah bertanya empat mata dengan Sheeren Afra memberitahu Riji, tentang mantra sihir penghilang ingatan namun menggunakan sihir itu bisa menguras energi dalam jumlah yang banyak.


Dan untuk itu Afra rasa Riji sendirilah yang harus melakukannya.


Lalu saat malam hari, Riji di temani Rei, Elia, Afra dan Sheeren sedang berada di ruangan atas.


Riji memegang bahu Keiro dan merapal mantranya, "Cahaya, Tanah, Angin dan Air. Beri aku izinnmu untuk menghilangkan ingatan dalam dirinya, Lost!"


Lalu tiba-tiba saja terjadi badai di sertai petir dan gempa bumi yang mengguncang tanah dengan sangat kuat, setelah selesai Riji jatuh tak sadarkan diri, begitu juga dengan Keiro.


Pagi harinya, tiba-tiba dari kejauhan Elia mendengar suara langkah kuda dan memberitahukannya pada Sheeren.


Sheeren langsung bergegas pergi menemui Rei.


"Rei, bisakah aku minta darahmu?"


"Tunggu apa? Untuk apa?"


"... Oh tidak, jangan bilang padaku kakak akan.."


"Sudahlah, tidak ada waktu untuk menjelaskan!"


Rei segera melukai jarinya, membuat setetes darah segar keluar dan segera ia wadah kan di sebuah gelas kecil yang sudah disiapkan.


Rei tau dengan tepat untuk apa itu.


Pertama, Volker harus berubah menjadi kupu-kupu dan terbang membawa Ella dan Rei.


Lalu Riji dan Afra akan bertugas mengalihkan perhatian. Dan sisanya akan pergi lewat portal.


Putri Lazeva akan bersama Riji, walau pada awalnya Riji tidak akan yakin untuk bisa melindungi sang putri.


Kemudian dimulailah rencana mereka.


Riji dan Afra berubah menjadi harimau dan melompat lewat jendela.


"Tangkap aku kalau kau bisa! " Ucap Lazeva memancing.


Kemudian mereka segera berlari dengan sangat kencang.


Di lain sisi, Volker sudah berubah menjadi kupu-kupu dan membawa Ella dan Rei pergi. Namun Rei malah meminta turun di dekat suatu pohon untuk melihat kondisi sangat putri.


Rei juga meminta Volker untuk meninggalkannya saja, dan membantu yang lain.


Setelah Volker menurunkan Ella, lalu tibalah Sheeren dan yang lainnya kecuali Riji, Afra, dan Rei.


"Dimana Rei?"


"Dia memintaku untuk menurunkannya"


"Apa?!" Sheeren langsung berubah menjadi angin, dan berkata pada semua untuk menunggu saja disana.


Sampai disana Rei dalam posisi di cari, begitu juga dengan Riji dan Afra yang mulai lelah berlari.


Terpaksa, Sheeren harus menggunakan kekuatannya untuk memindahkan Afra, Riji, Lazeva dan Rei ketempat aman.


Mereka mengobati Afra dan Riji lalu mulai berjalan.


Karena merasa baikan lebih cepat,Afra pun berangkat duluan.


Lalu, setelah itu mereka berangkat. Namun kekuatan Sheeren telah terkuras menyebabkannya tidak bisa menggunakan teleport lagi.


Dan tiba-tiba, saat di tengah jalan.


Sheeren terkena suatu pedang tepat mengenai punggungnya. Mereka panik, Kekuatan Riji tidak cukup untuk menyembuhkannya.


Lazeva pun menyuruh mereka untuk lari meninggalkan mereka.


"Tapi Putri tugas ku adalah..."


"Sudah lupakan tentang tugasmu! Lindungi dan bawa Rei pergi dari sini!"


Riji pun menuruti perintahnya, dia membawa Rei ke sebuah semak-semak lalu berkata padanya.


"Bisakah kau memelukku sebentar?"


"Tidak, dasar kau pria mesum! Kenapa kau tinggalkan mereka disana bodoh!"


"Hey, diamlah! atau kita akan ketahuan."


Tiba-tiba, terdengar suara teriakan Putri Lazeva.


Lalu para prajurit itu mencari keberadaan Riji dan Rei.


Tanpa pikir panjang lagi Riji memeluk Rei dan merapal mantra tak terlihat.


Mereka melihat, para prajurit itu membawa mayat Sheeren dan Putri Lazeva yang telah bercucuran darah.


Melihat itu Rei ingin berteriak, namun Riji mencegahnya.


"Hey!! Diamlah sebentar! Kau juga akan mati kalau begini!"


Lalu Rei menangis, dia menangis di pelukan Riji.


Riji menenangkannya, "Tenanglah,tenang"


"T-tapi.. Kak Sheeren... "


"Iya iya aku tau,"


"sudah.. sudah.. tenangkan dirimu"


Setelah Rei tenang Riji berteleport ke tempat teman-temannya berada.


Dan bercerita bahwa Putri dan Sheeren telah tiada.


Semua menangis lalu Zoya berkata bahwa mereka harus berpencar saja untuk hidup yang selanjutnya.


Zoya memerintahkan mereka dengan apa yang telah Sheeren rencanakan dengannya.


Afra dan Elia pergi ke negeri Bambu untuk mencari sihir sang kesetaraan dan bertanya pada sang penjaga apa yang sebagai terjadi sebenarnya.


Volker dan Ella Pergi ke reruntuhan di museum Heart Life untuk mencari buku tentang para penjaga Perpustakaan Kehidupan yang dulu pernah menyaksikan kejadian bersejarah itu.


Sedangkan Rayva dan dirinya akan pergi ke tempat Bryatta.


Karena kelihatannya disanalah tempat aman untuk pengintaian.


Dan Riji dan Rei yang ditugaskan untuk mengintai daerah terdekat disini, dengan menyamar menjadi penduduk pindahan.