My Guard Is My Prince

My Guard Is My Prince
23.Phoenix Flyo?



"Apa Anda.. Phoenix Flyo?"


"Woah! Anak muda seperti mu masih mengingatku?"


"..Hmm cukup Fantastis"


"Mengapa Anda di sini?"


"Aku sedang bereinkarnasi, harusnya aku dapat kembali ke Kingdom Mytology setelah ini.. Tapi kau malah mengganggu."


Zafran hanya bisa tersenyum kaku:)


Kemudian ia bertanya,"Tapi Bagaimana caranya Anda datang kesini?"


Flyo menjawab,"Dulu seusai pertarungan antara Gionel dan bayangan. Aku merasakan ada aura yang kacau disekitar. Aku menjelajahi setiap bentangan langit di dunia. Namun,tidak ada hasil..."


"..Mungkin,saat masih beberapa tempat saja ku jelajahi energiku habis dan aku terjatuh disini."


"..Mereka,para penduduk desa telah memberiku tempat tinggal disini,tapi aku tidak bisa membantu apa apa. Jadi ku putuskan untuk menjauh dari mereka."


"Anda pasti diterima penduduk,percayalah padaku Nyonya!"


"Tidak perlu memanggilku Nyonya,aku tidak setua itu"


Saat Flyo sampai ke desa,semua penduduk menghampirinya.


"Sang Phoenix!" , "Dia kembali!!"


"Nyonya Flyo!!"


Mereka menyambut gembira kedatangan sang Phoenix.


"Kami mengira Anda sudah meninggalkan kami nyonya.. Kami sangat membutuhkan keberadaanmu disini."


"Hm?" Flyo bingung.


"Sungguh,tanpa Anda disini. Kami akan selalu diselimuti awan.Anda ingat sebuah batu tempat Anda terjatuh dari langit? Dia selalu disinari cahaya matahari. Tidak ada awan yang berani menutupinya. Itu semua karena mu Nyonya Flyo." Ucap Kakek Guo.


"Apa sudah kubilang kak Flyo"


"Terimakasih banyak Zafran.Sebagai balas Budi,kau bisa bertanya padaku apapun itu.."


...----------------...


"Penat.."


"Benar! Kita sudah lama tidak melatih fisik,Riji."


"Hmh.. Aku jadi penasaran bagaimana kabar Elia dan kak Zafran, mengingat merekalah yg belum kembali"


"Tenanglah,Zafran pasti baik-baik saja." Ucap Bryatta dari belakang.


"..Ini,kentang panggang.Tangkap!"


"Uh! Terimakasih Paman"


"Terimakasih banyak.. Em.."


"Pfft.. Kak.. Wajah mu itu sudah tua Paman"


"Enak saja kau! Wajahku ini masih tergolong muda"


Disisi lain,para wanita sedang memperbanyak ilmu sihirnya. Mereka membuat ramuan-ramuan penyembuh,peningkat stamina dan sebagainya untuk keadaan darurat. Rei dan Ella juga banyak membaca buku tentang sihir-sihir berharap bahwa mereka dapat mempelajari ilmu sihir yg unik.


...----------------...


"Aku tidak percaya,kau benar-benar mengembalikan Nyonya Flyo." ucap Jie.


"Yah itu hal yg biasa dan apa kau tau? Aku sudah bisa melakukan ketenangan diri,lalu.. lihatlah ini!" Zafran berlari menjauh.


"Apa yang anak itu ingin lakukan Jie?" Elia datang dengan mulut penuh pangsit,Zafran merapal mantra. Ia mengarahkan telapak tangan nya ke atas.


Splash!


Sebuah Naga Air muncul.


Melihat itu Flyo berubah menjadi Phoenix dan terbang kearahnya.


Orang-orang terkejut,karena seketika para awan abu-abu berubah menjadi putih. Hujan turun deras,bersamaan dengan munculnya pelangi.


Kakek Guo tersenyum, akhirnya ia bisa meneruskan ilmu itu.


"Anak anak ini adalah yang terpilih..."


"Benar.." Ucap Flyo


"Kau harus membimbing mereka lebih lagi nyonya Flyo"


"Apa aku harus?"


"Tentu saja.."


Flyo menghampiri Elia.


"Hey, bagaimana pangsitnya?"


"Ah,nyonya Flyo.." Elia memakan satu pangsit terakhir.


"Eh? Tunggu,kau bisa menghabiskan satu wadah?!" Elia bingung juga takut,ia mengangguk.


"Kau pasti akan jadi orang yang lebih hebat dariku,sungguh..."


"..Karena aku hanya bisa memakan setengah wadah saja" Ucap Flyo berbisik.


Mata Elia melebar,jika ia bisa menjadi lebih hebat dari Flyo. Dia bisa melindungi Rei dan yang lainnya.


"Aku akan mengangkat mu dan temanmu itu jadi muridku" Flyo menunjuk Elia dan Zafran.


Elia melihat ke arah Jie.


Jie menggeleng,ilmu itu pantas untuk dua temannya itu.