
"Riji.."
"...Kau,Pangeran Audrij kan?" Ucap Raja.
Itu mengejutkan beberapa orang disana..
...****************...
Setelah beberapa hari berlalu,Rei dan Rayva sampai di kerajaan Orochidae.
Saat menjelajah kesana kemari,Rei menemukan seorang nenek nenek penjual roti yang sedih.
Prihatin, mereka berdua mendatangi nenek tersebut.
"Hai Nek,Roti ini berapa ya?"
"Lazeva...."
Rei terkejut,Nenek ini asal bicara atau memang tahu?
Tapi bagaimana dia bisa tahu? Banyak orang tak pernah melihat wajah Lazeva.
Apakah.. Mereka pernah bertemu?
...----------------...
"Apa Ucapanku benar?"
"Ayah!Apa yang Ayah ucapkan? Bukankah kabar mengenai kerajaan Felicidae sudah tersebar luas.."
"..Mereka kan.."
"Apa kau tidak tahu? Mereka itu suka mengembara.. Dan selalu bersembunyi dengan mengubah penampilan..."
"Itu.."
"Bagaimana Riji? Atau harus ku panggil Audrij?"
"Tidak usah berbohong nak.." Timpal Cen.
Kemudian Riji menutup matanya dan melepaskan mantra samarannya juga topeng barunya.
"T-Tidak mungkin...." Jian keringat dingin melihat Riji.. Ia tahu persis wajah Audrij,karena ia pernah melihatnya saat pergi ke kerajaan Felicidae untuk mencari kumis kucing.
"Anda benar yang Mulia"
"Sebuah kehormatan menyambut Pangeran dari Kerajaan Felicidae..."
Tiba-tiba, beberapa Pengawal mulai mendekat..
Cen yang tidak tahu apa-apa berubah menjadi manusia kembali dan mendekati Riji.
"Nak..Aku rasa kau harus pergi sekarang.." Cen berubah.
"Apa maksud Anda?"
"Yang amat berharga... Jika kami bisa memberikan dirimu pada kesatria dan Ratu itu.. Maka.." Raja masih menyambung ucapannya.
Mata Cen terbelalak,melihat wajah sang Raja yang penuh dengan aura kejam,"PERGILAH!!!" ucap Cen.
"KEGELAPAN TIDAK AKAN KEMARI! TANGKAP DIA!!!"
Dengan gesit,Riji menghindari semua serangan.
Cen juga membantunya,ia punya firasat.
Riji harus tetap hidup,jika tidak dunia ini tidak akan punya masa depan.
Riji:Tuan Cen,aku punya rencana...
Cen terkejut,Riji bisa melakukan telepati disaat-saat seperti ini,dia sedikit teringat pada sahabatnya..
"Gio,apa dia yang kau pilih?" Cen bergumam.
Sesuai rencana,Riji tertangkap.
Cen juga dihukum bersama,karena telah membantu Riji.
BRAK!! Pintu istana terbuka lebar,nampak sesosok wanita bermahkota bunga mawar merah, bergaun merah gelap,berambut bergelombang berwarna coklat.
Pupil hitamnya membuat orang yang melihatnya terpana.
"Putri Edell" Gerutu Riji lirih.
Saat para prajurit mendekat untuk menarik tubuh Riji, tiba-tiba ada cahaya yang keluar dari Riji dan Cenadan meledak.
"Hancurkan istana ini..." Ucap Edell.
"Tidak! Tunggu!!!"
"Aku ingin Audrij yang utuh.Bukan daging yang berceceran begini." Edell pergi.
Jain kebingungan,ia tak tahu apa yang harus ia perbuat.
Lama tak di kerajaan membuatnya lupa akan segalanya.
Di tengah keadaan itu,"Ayah... Dimana Ibu?"
"..DAN BODOHNYA LAGI! KAU MALAH KELUYURAN ENTAH KEMANA!!!"
Sang Raja mencengkeram kuat kerah baju sang anak,"INGAT INI..Kucing itu.. adalah pembawa sial di sini.."
Dengan tegas Jain melepaskan cengkraman ayahnya dan berkata,"Tidak.. Riji bukan orang seperti itu"
"Kalau begitu.."
"SUSULAH DIA KE NERAKA!!!"
Ayahnya menunjuknya,keluar cahaya dari jari telunjuk dan tepat mengenai dadanya.
"Segel.. Kematian.." Jain berlutut,mulutnya terus menerus mengeluarkan darah.
"Ayah.. Terserah apa.. Kata..Mu"
"..Riji..Adalah penyelamat.. Uhk!!!"
"Dunia.. Ini.. Sebelum aku tiada,aku hanya..."
"Ingin Ayah tahu... Aku menyayangi Ayah..dan.. Ibu tidak akan.. Memaafkan perbuat-" Jain meninggal dunia saat itu juga.
...****************...
"Ini aku nona" Nenek itu tersenyum. Mata Rei berkaca-kaca,
"Ada apa Rei?"
Mereka pun duduk,Rei menceritakan semua kejadiannya. Tentu saja dengan sedikit menyembunyikan fakta.
"Ah,begitu. Anda tinggal dimana Nyonya El?"
"Astaga,apakah aku terlihat setua itu?"
"Em..." Rayva dan Rei saling menatap. Sekaan berkata,"Bukankah benar?"
"Oh Ayolah,ini bukan wujud asliku"
".. Sebelum kutunjukkan wujud asliku,ayo kita pergi.."
"Kemana?"
"Ketempat yang seharusnya.'.Pulang!"
WUUUSH
Angin besar menerpa mereka,tanpa sadar kini mereka sampai di rumah Nyonya El
"Halo,Guru" Ucap wanita bersayap
...----------------...
"itu Edell?
"Ya...kurasa"
"Edell dari kerajaan Rosacea? bukankah kerajaan itu sudah hancur?"
"Aku rasa dialah penyebabnya." Ucap Riji yang ada di punggung Cerberus Cen.
Riji dan Cen berhasil menipu mereka,saat Riji dan Cen masih di dalam Arena,Riji menanyakan hal ini pada Cen....
"Apa Anda bisa melakukan teknik bayangan ganda?"
"Itu mudah,aku bisa melakukannya bahkan yang benar-benar mirip.."
"Baiklah,kita buat satu bayangan di tempat jauh lalu biarkan mereka menangkap kita. Saat para prajurit mendekat saya akan segera memindahkan bayangan itu kemari,mungkin bayangan itu akan meledak"
"Dan mereka mungkin segera menyadarinya"
Saat bersama Riji,Cen mengingat beberapa ceritanya bersama Gionel dulu.
.........
"Gawat!! Kita terlambat! Apa yang harus kita lakukan??" Tanya Cen pada Gionel.
"Tenang,Kita akan teleportkan diri saja.."
"Kau bodoh?? Guru akan menyadari!"
"Tenang.."
Swoosh!
Mereka sampai di perpustakaan,"Mengap-"
"Stttsss diamlah dan susun buku buku ini seperti kau baru bangun tidur disini"
Tak lama seorang Guru menyadari keberadaan mereka,"Bagun!!! Kalian harusnya ada di kelasku pada pelajaran pertama tadi!"
"Sudahlah Nyonya Pix,akan ku urus anak-anak ini" Ucap perempuan yang cantik jelita.
"Nyonya El??"