
Orang-orang yang melihat itu langsung histeris.
Apa ini?? Apa pesan terakhir tidak bisa lebih panjang dari ini???
Semua kebingungan..
Dan tiba-tiba air mancur yang ada di seberang pagoda kecil memunculkan air. Bunga bunga lotus bermekaran. Lotus biru yang dingin.
Dari kolam Ella muncul.
Pakaiannya tidak basah walau terkena air.
Ella menjadi sangat cantik,anggun dan imut disaat yang bersamaan. Rambut pirangnya menjuntai.
Melihat itu Max terkejut, bidadari mana yang baru saja datang ini?
................
~Dalam Labirin~
"Ugh! Akhirnya aku terbebas.." Rayva menghela nafasnya.
Hendak melangkah,matanya tertuju pada sebuah kunci emas yang tergeletak di lantai.
Ia mengambilnya. Sontak itu membuat ruangan bergetar dan munculah pintu di belakangnya.
Rayva memasukan kunci itu dan memutarnya.
Cklek!
Pintu terbuka,barisan anak tangga membawanya turun ke bawah.
Dengan rasa was-was ia menuruni anak tangga satu persatu.
Di tempat lain,Volker berjalan menuju sebuah goa. Hanya berbekal mantra sihir penerangnya dia melalui gelapnya goa itu dengan berani.
Sampai dia melihat sebuah pedang hitam.Aura mencekam.
"Pedang milik pangeran Gionel..." Seketika pedang itu bersinar.
Benar jika itu adalah pedang pangeran Gionel.
Ketika Volker menyentuhnya,
Wush!
Sebuah ingatan datang,
"GIONEL!"
Namun Volker tidak kuat menahan aura gelap sepanas bara menyala itu.
Srak!
Ia mencabut pedangnya.
Kembali pada Rayva,ia melihat sosok Putri Krysa yang sedang panik mengobrak-abrik rak rak buku.
Matanya tak bisa berhenti melihat kesana kemari.
"Oh Ayolah dimana?!"
................
Suara itu berbohong,waktu yang ada dalam labirin adalah waktu yang acak.
Karena kau bisa ada di masa lalu dan dalam universe yang lain.
Jiwa anak-anak itu sudah lelah akan labirin tak berujung ini.. dan jika diingat baru dua babak yang Elia selesaikan.
Dia sudah berada di lapangan yang sama entah berapa kali, tidak ada malam rasanya.
"Ugh... Kepalaku.." Merasa kepalanya berdenyut Elia pun beristirahat di bawah pohon apel.
"Hey suara,apa yang kau inginkan dari kami?"
Dan ,"Ohoho, akhirnya ada juga yang bertanya. Kau dan beberapa anak yang terpilih akan di uji disini. Babak yang dilalui akan berbeda jika jiwa mu bisa menerima hikmahnya maka kau akan lulus"
"Ugh.." Kepala Elia berdenyut semakin kencang, pandangannya mulai berputar-putar.
"Elia?! Hey Elia?!"
Elia melihat sosok lelaki sebelum dia kehilangan kesadarannya.Terhempas ke tanah.
................
"Apa yang kau inginkan? Kau hanyalah ilusi kau tau.." ucapan Riji menghilangkan ilusinya,"Sungguh semudah itu?"
Tiba-tiba segerombolan kupu-kupu menyerbunya.
"ARGH! PERGI! HUS HUS HUS!!! AAAAAAAAA"
Dia berjalan tak tentu arah sambil mengibaskan tangannya,mengusir gerombolan kupu-kupu itu.
"Tanah ma-","UPS! TIDAK BISA MENGGUNAKAN SIHIR TUAN... MUAHAHHAHAHA" Ucap Suara yang sama, seketika itu Riji tidak bisa menggunakan sihir apapun.
Panik, kupu-kupu itu pun menyudutkannya.Riji terjatuh dari jendela ke sebuah sumur.
Semakin kedalam semakin gelap,tiada cahaya.
"Hey!" Mata Riji terbelalak,seketika membangunkannya.
Ia tak bisa berubah ke bentuk jaguar atau sejenisnya.
semakin lama Riji merasa dirinya ditarik ke dasar sumur,apalagi sepertinya semakin lama semakin dalam semakin sempit.
Riji merasakan dirinya harus berubah entah ke wujud apapun,kucing paling kecil?anak kucing pun tak masalah.
'ADUH!' dia tersangkut.hanya kepalanya saja yang muat.
'Sial sial sial!!! Aku tidak bisa berubah'
Tiba-tiba gerombolan kupu-kupu yang sama datang. 'Hah??? Kupu-kupu waterproof?! Oh tidak!!! TIDAK! TIDAK!TIDAKKKK!!'
BRAK!!
'akh!' kepalanya terbebas begitu jg dengan sumurnya yang hancur.
Terbangun,Riji menyadari dia tidak ada di tempat biasa.
"Hai pewaris.. Apa kabar mu?"