
"P-PANGERAN GIONEL?!"
"Yo..Apa kabar mu pewaris?"
Riji kebingungan,"Pewaris? Apa maksud Anda?"
"Nak,kau adalah pewaris kekuatanku kau tau?" Riji terlihat masih tidak paham dengan situasi yang ia hadapi.
"Haduh,baiklah..ikut dengan ku"
Riji berdiri,ia segera menyusul Gionel yang menembus dinding.
Dibalik dinding itu ada Padang rumput luas.
Riji melihat semua posisi teman temannya,tapi dia tak dapat mambantu, memanggil atau bahkan keluar dari lorong yang Gionel sebut dengan lorong efek kupu-kupu.
^^^Yang artinya bila Riji sampai bisa merusak lorong tersebut,maka semua waktu akan terganggu. Baik di dalam kastil maupun di luar kastil.^^^
Tak punya pilihan lain,Riji tetap diam dan mengikuti Pangeran Gionel.
Dalam benaknya,ia sama sekali tidak menyangka bahwa dialah pewaris dari kekuatan Gionel ini.
Sebelumnya ia sempat merasa bahwa Gionel pasti salah orang,jika tidak mengapa Volker dapat mengambil pedang itu?
Gionel dengan cepat membantah,jika pedang itu memang bisa diangkat orang tertentu,yakni orang yang punya darah keturunan bangsawan Nyhmpalidae.
Lalu Riji juga melihat mengapa Ia tak bisa melihat Rei? Dimana Rei?
Saat yang sama, Gionel berhenti dan memperlihatkan dari balik semak di depan mereka,ada Rei dan Putri Krysa atau lebih bisa dibilang Rei dan Putri Lazeva yang.. bersatu..
Riji terkejut, "Ini Rei? Atau Putri Lazeva?" tanyanya. Gionel tersenyum dan berkata,"Dia adalah pewaris dari putri Krysa. Putri Lazeva Reinya Ivander"
Deg!
Bak tersambar petir di siang hari,mata Riji terbelalak tidak percaya.
Gadis berambut pirang dengan sedikit garis coklat di samping putri Krysa itu adalah Lazeva? Tapi bukankah dia sudah tiada?
Gionel yang melihat raut wajah Riji yang kebingungan pun merasa iba dan mengajaknya menjelajah waktu kembali ke masa lalu untuk melihat hal yang sebenarnya.
{flashback beberapa waktu silam}
(bab 10)
"Rei, bisakah aku minta darahmu?"
"Tunggu apa? Untuk apa?"
"... Oh tidak, jangan bilang padaku kakak akan.."
"Sudahlah, tidak ada waktu untuk menjelaskan!"
Rei tau dengan tepat untuk apa itu.
{...}
Kini Riji bersama Gionel melihat Sheeren yang membelah dirinya menjadi dua.
Satu di antaranya membasahi keningnya dengan darah Rei,Lazeva. Maka berubahlah wujudnya menjadi Lazeva.
Riji menyadari,Lazeva yang meninggal hari itu bukanlah yang asli,melainkan kak sheeren.
Lazeva yang asli adalah Rei.
"Pangeran-" Gionel dengan cepat memotong ucapan Riji,"Panggil saja Kakak"
"Ah baik.."
Setelah tahu bahwa Lazeva yang asli masih hidup Riji sadar mengapa Putri Edell masih mengacau. Lalu Ia penasaran apakah Rei juga akan mengetahui bahwa dirinya adalah Pangeran Audrij yang dulu pernah bermain dengannya saat kecil [bab 1].
Setelah berhari-hari lamanya mereka terkurung dalam labirin itu. Mereka satu persatu mulai menuntaskan tugas tugas yang diberikan,walau dengan keadaan yang cukup susah.
SWOOSHH!!
Empat orang pun datang tepat sesaat setelah Elia.
"Benar-benar tanpa waktu ya" Gumam Zafran.
Flyo segera memeluk kedua muridnya.
Ia sangat khawatir bila ia tak dapat bertemu lagi dengan Zafran dan juga Elia.
"Oh syukurlah,jika kalian tidak ada combo yang ku ciptakan untuk kalian dulu akan sangat sia sia"
Max sangat dikejutkan dengan penampilan Volker. Bagaimana bisa dia mendapatkan baju zirah dan pedang kegelapan milik keluarga Gionel yang sudah 'antik' itu?
Segera setelah saling bertegur sapa,pelindung di sekitar altar itu menipis.
Terlihat banyak tangan muncul dari bawah tanah,juga batang-batang mawar yang entah bagaimana bisa menjulur lebat disekitar mereka.
Satu persatu dari mereka ditarik oleh tangan dan batang mawar itu secara bersamaan,ketempat terpisah (kecuali lima orang).
"Jam prime krystal" Ucap Volker melihat sebuah menara jam tinggi yang sudah tertutup mawar hitam.
Nampak, Putri Edell sedang berjalan kearah mereka yang sudah terikat. Tetap,dia menanyakan keberadaan Lazeva.
"Jangan sampai aku mengotori tanganku,dengan darah kalian"
Kesal karena pertanyaannya tak kunjung di jawab Edell mengerahkan kekuatannya untuk menyiksa mereka berlima.