My Guard Is My Prince

My Guard Is My Prince
Bab 13 (Desa Bambu pembawa Masa Depan)



"Herbal nya tidak bisa di temukan disini, itu adalah tumbuhan kumis kucing, beberapa lagi ada kuncup mawar pelangi langka, ada juga duri kaktus kristal"


Riji: Tunggu,apa? Kumis kucing?


"M-maaf apa maksud Anda tumbuhan kumis kucing itu?"


"Oh,itu adalah obat herbal yang benama Orthosiphon aristatus, Disebut tumbuhan kumis kucing karena benang sari yang panjang menyerupai kumis para kucing,letaknya di Kerajaan Lamiles.Yaa cukup jauh jika ditempuh dari sini" Ucap sang ahli herba.


 


...----------------...


Kota Asper.


Di bawah mentari terik yang tepat berjalan di atas kepala itu dua orang utusan Zoya terlihat sedang asyik berbincang.


"Hey,bisakah kau berhenti sejenak?"


"Tidak,kak Zoya sudah memberi perintah. Tidak boleh gagal!"


"Ayolah Elia,kumohon.."


"..Mari kita mampir ke suatu tempat makan sejenak,aku sudah kelaparan " Ucap Afra dengan lemah,perbekalan mereka tinggal sedikit.


Uang mereka juga sudah hampir habis untuk menyewa tempat tinggal dan makan.


"15 koin emas.."


"..Kita harus menghemat tau!"


"Tapi Elia.."


Kemudian Elia memberinya sebungkus kuaci dari kantongnya,


"Uh? Biji bunga matahari?"


"Itu di sebut kuaci, makan saja, itu akan menambah staminamu, sementara itu aku akan mencari pekerjaan untuk sementara waktu agar kita punya uang nantinya"


"Sebenarnya tidak perlu repot-repot, untuk mencari pekerjaan mengapa kau tidak membantuku berjualan senjata saja?"Tawar Afra pada Elia yang membuatnya mendapat tamparan keras dari gadis itu.


"Ah,apa salahku? Aku hanya menawarimu pekerjaan bukan?Lagipula senjatanya bukan senjata palsu mengap-"


Elia segera mencubit mulut Afra yang tidak bisa berhenti bicara itu,kemudian berkata, "Sudah diam dan makanlah kuaci itu"


Melihat wajah Elia yang seakan akan menerkamnya itu keringat bercucuran deras dari pelipis Afra.


Tenggorokannya terasa tercekat dan tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi.


Mereka berhenti sejenak di bawah pohon rindang di dekat hutan.


"Hmm"


"Hey,apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku-"


"-Mendengar ada yang memanggil dari sana"


"Sungguh?"


Tak disangka ada sebuah angin yang menarik mereka masuk ke sebuah lubang batang pohon besar di tengah hutan.


Setelah tersadar dari pingsan,mereka menyadari jika mereka berada di sebuah pemukiman kecil yang dekat dengan pegunungan.


Di sana anginnya berhembus kencang dan sejuk, banyak pepohonan dan bambu-bambu yang hijau menghiasi setiap halaman rumah.


Sebuah pedesaan asri yang tersembunyi,kini telah mereka ketahui.


"Hey kau kedinginan ya" Ucap Afra melihat Elia yang menggigil itu.


Kemudian Afra berubah menjadi seekor macan dan tidur dipangkuannya.


Elia:Bilang saja jika kau mau tidur


Dengkuran kucing itu membuat Elia merasa nyaman.


Lalu tiba-tiba Afra merasakan getaran di tanah yang membuatnya terbangun.


"Ini aku atau memang tanahnya bergetar?"


"Aku rasa ada sesuatu diluar"


Mereka pun keluar dari rumah dan melihat ke arah luar.


Tak disangka banyak sekali panda disana.


Hewan hitam putih itu menggelinding kesana kemari membuat tanahnya bergetar hebat lalu kemudian mereka berdua melihat salah satu panda yang paling besar itu menggelinding ke rumah yang sedang mereka tinggal i.


Wush,panda besar itu berubah menjadi seorang kakek tua yang kurus


Lalu kakek itu berkata "Halo, selamat datang di desa Bambuso, saya adalah Guo. Aiguo I So,tetua di desa ini."


Setelah itu Elia bertanya,siapa yang memanggilnya kemari?


Dengan santai Kakek Guo menjawab, "Itu adalah panggilan sang alam"


Kakek Guo menjelaskan, panggilan sang alam ialah panggilan istimewa,hanya orang terpilihlah yang mendapatkannya.


Mengapa disebut orang terpilih? Karena jarang sekali 4 kekuatan utama memanggil mahluk yang kekuatannya bahkan bukan setingkat Kingdom Mitology puncak,itu adalah hal yang tidak wajar.