
"AAAAAA!!"
"AYO CEPAT PERGI!!!"
Angin tornado kencang merubuhkan pohon dan rumah rumah warga.
Bau bau tak sedap mulai tercium dan tak bisa dikendalikan.
"HYAAAAA!!! SANG RAFLES TELAH BANGKIT!!!"
"BERGEGASLAH PERGI SEMUA!!"
Semua orang mulai panik,mereka saling mendorong satu sama lain.
Suasana menjadi semakin ricuh,dikala sang Rafles itu menampakkan diri.
Ia...
Berwujud seorang lelaki tampan dengan pupil mata merah gelap,rambut hitam lurus dan kulit kuning Langsat.
Di bajunya terdapat sepotong bunga Raflesia yang masih segar baunya.
"Lihat anak manis,mangsa kita akan lebih banyak tahun ini"
"...HIYAHHHH!!!!" Ucapnya melempar jarum-jarum yang berbau busuk.
"MENUNDUK SEMUA!!!!" Seorang lelaki berteriak kencang.
"GONDO MLATI!!!" Seketika itu,datanglah angin dari arah timur berhembus lembut,menyapu bau busuk dari Rafles.
"Kau... Rupanya kau keturunannya ya?" Ucap Rafles sambil menyipitkan matanya yang sudah rabun.
"Dwi?!"
"Kak,Dalu cepat pergi ketempat aman!!! Kami angan mengatasi ini" Kata seorang bocah lelaki sedang berlari di belakang El.
"Eko? Tri? Catur? Panca?" Ucap El melihat satu persatu laki-laki dengan posisi kuda-kuda yang sempurna.
"Kakak kembali saja, anak-anak yang lain juga sudah menyebar"
"Berhati-hati,jika kalian kalah kalian tidak akan bisa kembali"
"Baik!" Ucap mereka serempak.
Saat itu pula Daluel membawa Rei dan yang lainnya pergi dari pulau Poales menuju gerbang masuk.
"He? Sudah mau pergi lagi?"
"Segera lacak Gelombang Bencana apa lagi yang ada! Dan segera beri tahu anak-anak lain untuk menyelesaikannya."
"Siap!" Ucap suara itu,
Swossshhh Portal terbuka tiba-tiba.
El,Rei,Rayva dan Eira masuk kedalamnya.
Mereka terkejut,bukannya kembali ke rumah El,mereka malah pergi ke sebuah kastil tua.
"Pergilah kalian berdua,dan carilah kebenaran itu sendiri" Ucap El mendorong Rei dan Rayva masuk.
Seketika,menjebak mereka dalam kastil kesesatan.
"Guru!!! Apa yang guru lakukan?!!!!" Ucap Eira terkejut.
"Kau juga harus pergi dari sini Eira." El memegang pundaknya, "Apa maksud Guru?" Perlahan badan Eira menghilang.
Dia panik, sebelum sempat merangkul Gurunya itu dia sudah berada di depan rumahnya di Kingdom Mitology.
Nampak,suaminya cemas saat menghampiri nya.
"Puji sang Maha Pencipta,kau baik-baik saja."
"Hah?Ada apa memangnya?"
Suaminya memberitahu,hampir dari setengah Dunia Kingdom dibawah Langit Mitology Habis menjadi hitam.
JLEGARRRR!!! Suara petir itu menyambar di udara.
"Kota ini sangat terasingkan, namun inilah kota yang tidak akan pernah dijarah oleh sang kegelapan."
"Benar senior"
Kabar buruk,Angin tornado tiba-tiba datang.
Menyapu orang-orang yang ingin berlindung dari sang kegelapan.
Hanya yang teguh hati dan pendiriannya saja yang bisa melewati sapuan angin tornado itu.
Termasuk Riji,Cen dan Sheeren yang melewatinya dengan mudah.
"Jalannya bercabang?" Ucap Sheeren bingung.
Tak disangka,Riji memilih jalan kiri.
"Hey!!! Nak! Kita harus lurus!!!" Ucap Cen.
"Aduh!"
Riji semakin mempercepat jalannya.
Dia mendengar suara Rei yang sedang meminta pertolongan.
Cen dan Sheeren hampir kehilangan jejaknya.
"RIJI!!!" Teriak Sheeren yang menghentikan langkah Riji.
"Aku mendengar suara Rei" Ucapnya berjalan mendekat ke sebuah kastil.
"Nak,itu mungkin hanya firasatmu,ayo kita pergi ke jalan yang seharusnya." Ucap Cen akan berbalik pergi.
Namun,Riji tak mendengarnya. Ia malah masuk ke dalam kastil itu.
BRAKKKKK!! Pintu tertutup dengan keras!
Membuat Sheeren ketakutan dan panik.
"RIJI!!! HEI!!!"
"NAK!! OI!!"
Sheeren Dan Cen bergegas menuju ke pintu itu,tapi secara mendadak mereka terpental.
Mereka juga melihat sesosok perempuan diatas atap kastil itu.
Perempuan berjubah itu tersenyum,kemudian turun tepat dihadapan mereka.
"N-Nyoya El??" Ucap Cen gemetaran dengan Aura perempuan di depannya. "Pergi,tak seharusnya kalian disini" Ucap El sambil menjentikkan jarinya.
"Ugh!! Dimana kita?"
"Cen?" Ucap sesosok perempuan berambut perak.
"Flyo?Itukah kau?" Tanya Cen sambil dibantu berdiri oleh seorang lelaki.
"Argh! Pandanganku memburam!"
"Tenang kawan,kau aman. Sheeren juga." Suara itu,Max.
Setelah pengelihatannya kembali,Cen bertanya dimanakah ia berada? Rupanya mereka sedang di sebuah hutan lebat. Yang dimana hutan itu adalah altar pernikahan Putri Krysa dahulu yang sudah lama terbengkalai.
Bagaimana Flyo dan Max bisa ada di sana?
Flyo mula-mula terbang bersama Afra dan Elia untuk pergi mencari Max.
Mereka tak sengaja bertemu saat mampir di sebuah kedai makan.
Mereka berbincang-bincang dan tiba-tiba sebuah Taufan datang.
Flyo dan Max tak mampu bertahan.
Mereka semua terpencar.
Aneh,mengapa mereka terpencar kemari?
Tiba-tiba sebuah cahaya datang dari langit.Turunlah sepasang Pegasus.
"Kalian???"Ucapnya melihat mereka tengah berkumpul.
"Apa kalian ingin memberi bunga pada putri Krysa juga?"
"Apa yang kau lakukan Di sini Eira?" Tanya Flyo.
"Seperti biasa,saat aku beruntung tidak ditimpa sesuatu yang buruk. Aku akan mengabari Krysa dan Gionel.Oh! Ini suamiku dan anak-anak ku."
Setelah bercengkrama untuk sesaat Eira mengatakan,ia hari ini selamat berkat Nyonya El yang mengirimnya kembali ke rumah.
Tapi,Nyonya El membiarkan Rei dan Rayva masuk kedalam kastil tua.Eira tak tau dimana tepatnya.
Perkataan Eira tersebut mengingatkan Cen pada kejadian yang menimpa Riji.Dia berpendapat bahwa mungkin saja Nyonya El mengumpulkan anak-anak itu untuk suatu hal..
Anehnya,mendadak ada angin Taufan lagi,dan kali ini yang turun adalah Bryatta dan Zoya.
Dengan keadaan luka bakar di sekujur tubuh.
Melihat hal itu,mau tak mau mereka pun mengobatinya dan bercengkrama kembali.
Menanyai mengapa mereka bisa terluka dan sebagainya.
Bryatta menjawab,hutan persembunyian mereka tiba-tiba terbakar hebat. Mendadak ada badai yang datang. Mereka panik bukan main,perbekalan hangus terbakar,belum lagi energi dan kekuatan yang menipis karena api yang susah padam. Badai itu memang membawa hujan deras.Namun airnya adalah air asam.
Sejenak mereka berlindung di bawah tanah,tuk melewati hujan asam itu. Setelah reda,tornado datang dan menarik mereka.
Karena lama bercengkrama,Eira sampai lupa apa maksud ia datang kemari.
Tak lupa,ia mengajak yang lainnya untuk ikut bersama.
Altar pernikahan itu sangat luas,yang mengherankan adalah bunga-bunga yang bermekaran adalah bunga mawar kristal.
Eira naik ke atas tangga tempat sebuah batu besar dikelilingi bunga-bunga anggrek dan kupu-kupu hitam.
"Krysa,Gionel. Seperti biasa,aku datang untuk menceritakan peristiwa-peristiwa ini"
"Kami semua sangat merindukan kalian,berharap kalian berdua dan dua sahabat itu kembali"
"Dua sahabat?" gumam Max.
"Leo dan Rosae yang membantu Gionel mencegah para bangsawan itu untuk pergi menghentikan Gionel meminangmu."
Mendengar itu mata mereka semua terbelalak,Eira yang dikenal pendiam dan tak tau menahu apa-apa oleh mereka malah tau serangkaian kejadian penting dimasa lampau itu.
Eira pergi dari sana,menuju sebuah kelopak bunga mawar kristal berwarna merah muda dan kembali meletakkannya di depan prasasti.
Di saat yang bersamaan seekor kucing oranye datang dari balik semak-semak.
"Hai,Leo.."
Secara mengejutkan mawar,anggrek, kupu-kupu bahkan kucing itu bersinar terang.
Dan berubah menjadi sosok manusia.
Disana mereka semua menyaksikan kejadian yang paling bersejarah sepanjang hidupnya.